Pergi Ke Klan Yun

Tak terasa hanya tersisa empat hari lagi sebelum berlangsungnya kompetisi Pulau Kecil Bai Dao. Saat ini, Luo Feng, Patriak Shui Zen, Tetua Pertama Shui Kun, serta sepuluh murid Klan Shui sedang dalam perjalanan menuju Klan Yun tempat berlangsungnya kompetisi tahun ini.

Seperti kompetisi sebelumnya, lima belas Klan akan ikut serta dalam kompetisi, dan setiap Klan akan diwakili sepuluh murid terbaik kecuali Klam pemenang kompetisi sebelumnya yang berhak mengirim dua puluh perwakilan.

Kompetisi sendiri nantinya akan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pria dan wanita, yang mana setiap kelompok terdiri dari lima murid Klan.

Setiap kelompok harus mengumpulkan tiga poin kemenangan untuk dapat melakukan ke putaran selanjutnya. Untuk kelompok yang kalah di putaran pertama, mereka akan mengikuti pertandingan ulang sebagai penentu siapa yang paling lemah. Bagi kelompok terlemah, Klan asal mereka harus membayar kompensasi dengan menyerahkan wilayah Klan pada pihak pemenang kompetisi.

“Paman, siapa yang akan menjadi lawan Klan Shui di putaran pertama?” Luo Feng

bertanya pada Patriak Shui Zen yang sebelum berangkat baru menerima surat dari Klan Yun tentang lawan Klan Shui di putaran pertama.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita akan melawan kelompok Klan Huo, tapi beruntungnya kali ini kita hanya akan melawa kelompok kedua Klan itu,” jawab Patriak Shui Zen.

Luo Feng

menganggukkan kepala tanpa adanya reaksi terkejut di raut wajahnya. Dia masih terlihat tenang setelah tahu lawan Shui Cen dan yang lainnya di putaran pertama. Berbeda dengan Patriak Shui Zen dan Tetua Shui Kun yang berdebar-debar karena kembali Klan Shui dihadapkan pada kekuatan besar Klan Huo.

Sebenarnya bagaimana cara penentuan lawan dalam kompetisi masih menjadi tanya bagi Patriak Shui Zen dan semua anggota Klan Shui, tapi tak ada yang berani bertanya cara seperti apa yang digunakan karena selama ini lawan dalam kompetisi ditentukan langsung oleh lima orang perwakilan dari Pulau Besar Zhu Dao.

Sekalipun ada kecurangan, Klan Shui tak memiliki kekuatan melawan mereka yang jelas berkali-kali lebih kuat dari Klan Shui. Sekali berteriak curang pada mereka, kemungkinan besar keberadaan Klan Shui tak akan lagi ada di semesta ini.

Namun, dalam kompetisi kali ini Patriak Shui Zen memiliki keyakinan dapat melewati putaran pertama kompetisi, sekalipun dihadapkan pada perwakilan Klan Huo yang tak pernah menderita kekalahan sejak terakhir kekalahan mereka dari Klan Yun seratus tahun yang lalu.

Sehari semalam melakukan perjalanan, kelompok Klan Shui yang dipimpin Patriak Shui Zen akhirnya sampai di wilayah Klan Yun, dan kedatangan mereka disambut lima murid luar Klan Yun. Sungguh sambutan yang begitu rendah untuk perwakilan Klan yang dipimpin langsung oleh seorang Patriak Klan.

Mengikuti lima murid luar Klan Yun yang menyambut kedatangan kelompok Klan Shui, tak lama mereka sampai di kediaman kecil yang selama beberapa hari ke depan akan menjadi tempat tinggal kelompok Klan Shui, selama berlangsungnya kompetisi.

Tak ada kekecewaan di mata Patriak Shui Zen dengan sambutan ataupun kediaman yang ditempati kelompok Klan Shui. Baginya semua ini sudah biasa didapatkan Klan Shui tiap kali mengikuti kompetisi.

Perasaan iri juga tidak lagi dirasakan setelah berkali-kali mendapatkan perlakuan sama.

“Tempat yang begitu tenang karena jauh dari keramaian. Kalian segera duduk bersila dan lanjutkan latihan! Jangan berharap kalian dapat malas-malasan meski sebentar lagi akan mengikuti kompetisi.” Tegas Luo Feng

berbicara pada Shui Cen dan sembilan orang lainnya.

Tatapan Luo Feng

begitu tajam dan tak ada yang berani membantah ucapannya termasuk Patriak Shui Zen dan Tetua Shui Kun.

“Keberadaan Tuan Muda Luo Feng

adalah keberuntungan bagi Klan Shui. Hanya dalam waktu yang begitu singkat dia berhasil membuat perubahan besar pada Klan Shui.” Tetua Shui Kun berbicara dengan sorot mata penuh dengan kekaguman pada sosok Luo Feng.

“Masih berani memanggil keponakanku Tuan Muda, apa kamu ingin mendapatkan marah darinya?” Patriak Shui Zen melirik kearah Tetua Shui Kun, mencoba mengingatkannya tentang Luo Feng yang melarang keras memanggil dirinya Tuan Muda.

Luo Feng melarang keras panggilan Tuan Muda untuk dirinya. Dia hanya ingin dipanggil nama, atau dianggap sebagai keponakan oleh para Tetua.

Tetua Shui Kun yang teringat larangan Luo Feng, dia hanya nyengir dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melakukan kesalahan yang bisa memancing amarah Luo Feng.

Setelahnya keduanya kembali melihat wajah Luo Feng

yang begitu tenang mengawasi latihan Shui Cen dan yang lainnya.

‘Melihatnya terasa melihat ayahnya saat memberi pelatihan pada murid Klan Luo. Tenang, tegas, tak banyak bicara, tapi semua muridnya dapat berkembang pesat dalam pelatihannya.’ Patriak Shui Zen bicara dalam hati sembari mengingat kejadian di masa lalu.

...----------------...

Tiga hari berlalu begitu saja, keadaan Klan Yun yang merupakan tempat diadakannya kompetisi Pulau Kecil Bai Dao sudah sangat ramai.

Lebih dari seratus ribu penonton sudah mengisi tempat yang disediakan panitia untuk menonton jalannya kompetisi. Selain penonton dari berbagai wilayah Pulau Kecil Bai Dao, ada juga penonton dari Pulau Kecil lain yang datang untuk menyaksikan jalannya kompetisi.

Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao juga sering diartikan sebagai kompetisi diantara generasi muda terbaik yang ada di Pulau Kecil Bai Dao. Tiga puluh tahun adalah batas peserta yang diizinkan mengikuti kompetisi, selebihnya mereka sudah tak diakui sebagai generasi mulai, melainkan remaja yang siap menjalani kehidupan keras di Pulau Kecil Bai Dao.

Sebagai kompetisi terbesar dan satu-satunya yang berlangsung di Pulau Kecil Bai Dao, tak ada satu orang pun di Pulau Kecil Bai Dao yang akan melewatkan jalannya kompetisi, meski hanya dengan cara mendengarkan kabar dari mulut ke mulut.

Di kediaman yang ditempati perwakilan Klan Shui, Luo Feng

, Patriak Shui Zen, Tetua Shui Kun, serta sepuluh orang perwakilan Klan Shui yang akan ikut dalam kompetisi Pulau Kecil Bai Dao, mereka bersiap meninggalkan kediaman dan pergi ke tempat berlangsungnya kompetisi.

Patriak Shui Kun menjadi pemimpin rombongan, di belakangnya terdapat Luo Feng dan Tetua Shui Kun, sedangkan Shui Cen dan sembilan orang lainnya mereka berada di barisan belakang.

Tak ada yang menjemput rombongan Klan Shui dan mengantarkannya ke tempat berlangsungnya kompetisi, berbeda dengan Klan lainnya yang setidaknya di jemput oleh salah satu Tetua Klan Yun.

Di saat Klan lain dijemput menggunakan kereta kuda khusus, rombongan Klan Shui dengan tenang berjalan menuju tempe berlangsungnya kompetisi.

Dengan langkah tenang mereka terus berjalan, dan tak lama mereka akhirnya sampai di tempat berlangsungnya kompetisi di bawah tatapan sinis orang-orang yang mengetahui rombongan mereka adalah perwakilan Klan Shui.

Beberapa orang yang melihat kedatangan perwakilan Klan Shui yang berjalan kaki, langsung saja kata-kata hinaan serta cacian meluncur dari mulut mereka dan jelas kata-kata itu ditujukan pada perwakilan Klan Shui.

“Miris sekali nasib Klan Shui. Saat Klan lain datang dengan kendaraan jemputan khusus dari Klan Yun, mereka justru datang dengan berjalan kaki. Kalau aku jadi Patriak Klan Shui, aku lebih memilih pulang dan menyerahkan wilayah ke pihak pemenang kompetisi.”

“Itu juga kalau mereka masih punya wilayah untuk diserahkan pada pemenang kompetisi. Dari apa yang aku dengar, tahun ini bisa menjadi tahun terakhir Klan Shui mengikuti kompetisi karena begitu kompetisi ini berakhir Klan itu akan resmi dibubarkan karena tak lagi memiliki wilayah kekuasaan.”

“Mereka dulu dipanda tinggi karena keberadaan Klan Luo, tapi begitu kejatuhan Klan Luo yang setelahnya menghilang, mereka tak lagi mampu bertahan dan sekarang terancam hancur seperti yang terjadi pada Klan Luo.”

Luo Feng yang pendengarannya sangat tajam hanya tersenyum sinis saat mendengar ucapan orang-orang di sekitar rombongan Klan Shui. Ingin dia membungkam mulut mereka untuk selama-lamanya, tapi itu akan terlalu menyenangkan untuk mereka.

Pada akhirnya dia memutuskan akan membungkam mulut mereka dengan hasil pencapaian Klan Shui dalam kompetisi yang segera dimulai.

Luo Feng menggela napas pelan mencoba meredam amarahnya, lalu setelah amarahnya lega dia segera menyusul Patriak Shui Kun dan duduk tepat di sebelahnya. Sedangkan Tetua Shui Kun, dia pergi mendampingi Shui Cen dan yang lainnya pergi ke tempat duduk peserta kompetisi.

Baru juga duduk, Luo Feng

merasa ada lima sosok yang mengarahkan pandangan padanya. “Sepertinya ada yang mencoba mencari tahu seberapa besar kekuatanku, tapi sekeras apapun mereka berusaha, mereka hanya akan melihat melihatku selayaknya orang yang tidak memiliki kekuatan,” gumamnya pelan.

Luo Feng tetap menunjukkan wajah tenang meski terang-terangan ada yang mencoba mencari tahu kekuatannya. Sementara itu lima orang yang terang-terangan mencari tahu sekuat apa Luo Feng, yakin tak menemukan sesuatu yang menarik pada diri Luo Feng, bersamaan mereka tak menganggap adanya ancaman dari rombongan Klan Shui.

“Meski Patriak Shui Zen berhasil menerobos satu tingkatan setelah lima tahun berlalu dan murid-murid nya juga mengalami sedikit peningkatan, tetap saja mereka sangat lemah.”

“Sudah lemah tapi membawa pemuda biasa duduk di sebelahnya. Keberadaan pemuda itu justru semakin menegaskan jika Klan Shui sangat lemah, sampai-sampai Patriak mereka bersedia duduk sejajar dengan seorang pemuda tanpa kekuatan.”

“Sudahlah abaikan Klan Shui, yang jelas tahun ini akan menjadi kompetisi terakhir mereka sebelum hancur karena kehilangan seluruh wilayah.”

Mereka berlima adalah lima Patriak Klan terkuat di Pulau Kecil Bai Dao, dan mereka merasa sangat senang saat Klan Shui berada di ujung tanduk.

...----------------...

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Harman Loke

Harman Loke

Luo Feng perlihatkan kemampuannya Klan Shui

2025-01-10

0

On fire

On fire

🫢🫢🫢🫢😬😬💪🏼

2024-09-10

1

On fire

On fire

👍👍👍👍💪🏼💪🏼

2024-09-10

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Mengalami Masalah Pikiran
3 Ranah Kultivasi
4 Cincin Ruang
5 Membantu Klan Shui
6 Kitab Jurus Tingkat Hitam
7 Pelatihan Tanpa Istirahat
8 Hasil Dari Latihan
9 Pergi Ke Klan Yun
10 Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [1]
11 Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [2]
12 Mengambil Kembali Milik Klan Shui
13 Terbongkarnya Perbuatan Curang
14 Serangan Yang Telah Direncanakan
15 Cerita Tentang Klan Luo
16 Rencana Balas Dendam
17 Tanpa Kepercayaan Tak Akan Pernah Ada Bantuan
18 Kedatangan Salah Satu Tetua Klan Shen
19 Permintaan Luo Feng
20 Pergi Ke Kediaman Klan Shen
21 Keterkejutan Semua Orang
22 Kematian Shen Pan
23 Keinginan Luo Feng
24 Sifat Arogan Pembawa Masalah
25 Pergi Meninggalkan Klan Shen
26 Bersikap Kejam Pada Musuh
27 Memusnahkan Yang Memang Pantas Dimusnahkan
28 Musnah Tak Bersisa
29 Metode Latihan Luo Feng
30 Kemunculan Binatang Buas
31 Memburu Binatang Buas
32 Mendapat Sedikit Tambahan Kekuatan
33 Memulai Perjalanan
34 Rencana Klan Yun dan Klan Qing
35 Kematian Patriak Klan Yun
36 Informasi Penting Tentang Klan Qing
37 Bertemu Kawanan Bandit
38 Lagi-Lagi Klan Qing
39 Pergi Melanjutkan Perjalanan
40 Serangan Gurita Raksasa
41 Sosok Qing Ciao
42 Menuju Daratan Tengah
43 Pulau Di Tengah Samudra
44 Rencana Dua Tetua Klan Qing
45 Sampai Di Daratan Tengah
46 Perkumpulan Naga Giok
47 Balasan Setimpal
48 Kembali Ke Kediaman Klan Ye
49 Bersiap Menghadapi Perkumpulan Naga Giok
50 Seperti Binatang Yang Terjebak Dalam Perangkap
51 Kekuatan Iblis Kegelapan
52 Akhir Dari Perkumpulan Naga Giok
53 Meningkatkan Kekuatan Klan Ye
54 Kedatangan Dua Tetua Klan Qing
55 Serangan Bertubi-Tubi
56 Dua Sosok Tidak Asing
57 Mata-Mata Klan Qing
58 Perkembangan Kekuatan Klan Shui Dan Klan Shen
59 Arena Pertarungan Bebas
60 Wanita Dari Klan Luo
61 Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao
62 Sampai Di Kota Yuan
63 Memasuki Kediaman Klan Yuan
64 Informasi Markas Pengkhianat Klan Yuan
65 Membebaskan Tawanan Para Pengkhianat
66 Menyerang Markas Pemberontak
67 Akhir Pemberontakan Di Klan Yuan
68 Keberadaan Jurang Kabut Kematian
69 Akhir Para Pengkhianat
70 Pria Bertopeng Tengkorak
71 Memata-Matai Mata-Mata
72 Pertarungan Di Istana Raja Siluman
73 Wujud Asli Raja Siluman Terdahulu
74 Kematian Raja Siluman
75 Meningkatkan Kekuatan Siluman Di Pulau Besar Taiyang Dao
76 Melakukan Peregangan Otot
77 Menyerang Untuk Menjemput Kematian
78 Terputus Hubungan Dengan Orang Luar
79 Gelombang Serangan Binatang Buas
80 Akhir Dari Gelombang Serangan Binatang Buas
81 Pengaruh Buruk Aura Kegelapan
82 Di Jurang Kabut Kematian
83 Mencoba Menundukkan Jurang Kabut Kematian
84 Meremehkan Musuh
85 Iblis Kegelapan Dan Iblis Kematian
86 Memenangkan Pertarungan
87 Meninggalkan Dasar Jurang Kabut Kematian
88 Keputusasaan
89 Peperangan Klan Yuan Dan Klan Qing
90 Belum Saatnya Mati
91 Merasa Tidak Adil
92 Ketakutan Patriak Qing Qong
93 Dijadikan Makanan Binatang Buas
94 Gunung Kematian
95 Kematian Empat Sosok Berjubah Hitam
96 Senjata Pusaka Klan Luo
97 Senjata Untuk Luo Xue
98 Keberadaan Yang Jarang Diketahui
99 Pertemuan Keluarga
100 Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan
101 Datang Memberi Peringatan
102 Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo
103 Reuni Dengan Klan Shui
104 Menyerang Kediaman Agung Klan Qing
105 Kedatangan Luo Hong
106 Kematian Para Pengkhianat Klan Luo
107 Kawan Atau Lawan
108 Rencana Meningkatkan Kekuatan Anggota Klan Luo
109 Hari Pernikahan
110 Pesta Malam Dan Malam Pertama
111 Upacara Penghormatan Pagi
112 Patriak Baru Klan Luo
113 Pergi Ke Tanah Makam Para Dewa
114 Memasuki Wilayah Tanah Makam Para Dewa
115 Kekuatan Elemen Kegelapan
116 Pusat Wilayah Tanah Makam Para Dewa
117 Bertemu Dua Ekor Naga
118 Cincin Penguasa Alam Semesta
119 Kekuatan Baru Luo Xue
120 Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa
121 Racun Dalam Makanan
122 Melawan Enam Orang Pemuda
123 Salah Menyinggung Orang
124 Hukuman Untuk Penguasa Kota
125 Mengawasi Secara Sembunyi-Sembunyi
126 Mendapatkan Informasi Berharga
127 Kekuatan Pulau Besar Jin Dao
128 Berlatih Jurus Tingkat Kuno
129 Persiapan Klan Luo
130 Perang Sudah Berada Di Depan Mata
131 Sambutan Untuk Musuh
132 Tidak Memberi Pengampunan Pada Musuh
133 Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang
134 Meremehkan Kekuatan Yang Dimiliki Klan Luo
135 Mengepung Perkemahan Musuh
136 Mempermainkan Lawan
137 Musnah Dalam Sekali Serang
138 Menyerang Pulau Besar Jin Dao
139 Penyerangan Kediaman Utama Klan Luo
140 Kemarahan Luo Feng
141 Sumpah Luo Feng
142 Terpojoknya Su Jing
143 Guang Wu Sekarat
144 Penyesalan Su Jing
145 Akhir Dari Penguasa Alam Surgawi
146 Pergi Ke Alam Surgawi
147 Berada Di Alam Surgawi
148 Informasi Tentang Istana Penguasa Alam Surgawi
149 Keputusan Penguasa Kota
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Mengalami Masalah Pikiran
3
Ranah Kultivasi
4
Cincin Ruang
5
Membantu Klan Shui
6
Kitab Jurus Tingkat Hitam
7
Pelatihan Tanpa Istirahat
8
Hasil Dari Latihan
9
Pergi Ke Klan Yun
10
Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [1]
11
Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [2]
12
Mengambil Kembali Milik Klan Shui
13
Terbongkarnya Perbuatan Curang
14
Serangan Yang Telah Direncanakan
15
Cerita Tentang Klan Luo
16
Rencana Balas Dendam
17
Tanpa Kepercayaan Tak Akan Pernah Ada Bantuan
18
Kedatangan Salah Satu Tetua Klan Shen
19
Permintaan Luo Feng
20
Pergi Ke Kediaman Klan Shen
21
Keterkejutan Semua Orang
22
Kematian Shen Pan
23
Keinginan Luo Feng
24
Sifat Arogan Pembawa Masalah
25
Pergi Meninggalkan Klan Shen
26
Bersikap Kejam Pada Musuh
27
Memusnahkan Yang Memang Pantas Dimusnahkan
28
Musnah Tak Bersisa
29
Metode Latihan Luo Feng
30
Kemunculan Binatang Buas
31
Memburu Binatang Buas
32
Mendapat Sedikit Tambahan Kekuatan
33
Memulai Perjalanan
34
Rencana Klan Yun dan Klan Qing
35
Kematian Patriak Klan Yun
36
Informasi Penting Tentang Klan Qing
37
Bertemu Kawanan Bandit
38
Lagi-Lagi Klan Qing
39
Pergi Melanjutkan Perjalanan
40
Serangan Gurita Raksasa
41
Sosok Qing Ciao
42
Menuju Daratan Tengah
43
Pulau Di Tengah Samudra
44
Rencana Dua Tetua Klan Qing
45
Sampai Di Daratan Tengah
46
Perkumpulan Naga Giok
47
Balasan Setimpal
48
Kembali Ke Kediaman Klan Ye
49
Bersiap Menghadapi Perkumpulan Naga Giok
50
Seperti Binatang Yang Terjebak Dalam Perangkap
51
Kekuatan Iblis Kegelapan
52
Akhir Dari Perkumpulan Naga Giok
53
Meningkatkan Kekuatan Klan Ye
54
Kedatangan Dua Tetua Klan Qing
55
Serangan Bertubi-Tubi
56
Dua Sosok Tidak Asing
57
Mata-Mata Klan Qing
58
Perkembangan Kekuatan Klan Shui Dan Klan Shen
59
Arena Pertarungan Bebas
60
Wanita Dari Klan Luo
61
Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao
62
Sampai Di Kota Yuan
63
Memasuki Kediaman Klan Yuan
64
Informasi Markas Pengkhianat Klan Yuan
65
Membebaskan Tawanan Para Pengkhianat
66
Menyerang Markas Pemberontak
67
Akhir Pemberontakan Di Klan Yuan
68
Keberadaan Jurang Kabut Kematian
69
Akhir Para Pengkhianat
70
Pria Bertopeng Tengkorak
71
Memata-Matai Mata-Mata
72
Pertarungan Di Istana Raja Siluman
73
Wujud Asli Raja Siluman Terdahulu
74
Kematian Raja Siluman
75
Meningkatkan Kekuatan Siluman Di Pulau Besar Taiyang Dao
76
Melakukan Peregangan Otot
77
Menyerang Untuk Menjemput Kematian
78
Terputus Hubungan Dengan Orang Luar
79
Gelombang Serangan Binatang Buas
80
Akhir Dari Gelombang Serangan Binatang Buas
81
Pengaruh Buruk Aura Kegelapan
82
Di Jurang Kabut Kematian
83
Mencoba Menundukkan Jurang Kabut Kematian
84
Meremehkan Musuh
85
Iblis Kegelapan Dan Iblis Kematian
86
Memenangkan Pertarungan
87
Meninggalkan Dasar Jurang Kabut Kematian
88
Keputusasaan
89
Peperangan Klan Yuan Dan Klan Qing
90
Belum Saatnya Mati
91
Merasa Tidak Adil
92
Ketakutan Patriak Qing Qong
93
Dijadikan Makanan Binatang Buas
94
Gunung Kematian
95
Kematian Empat Sosok Berjubah Hitam
96
Senjata Pusaka Klan Luo
97
Senjata Untuk Luo Xue
98
Keberadaan Yang Jarang Diketahui
99
Pertemuan Keluarga
100
Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan
101
Datang Memberi Peringatan
102
Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo
103
Reuni Dengan Klan Shui
104
Menyerang Kediaman Agung Klan Qing
105
Kedatangan Luo Hong
106
Kematian Para Pengkhianat Klan Luo
107
Kawan Atau Lawan
108
Rencana Meningkatkan Kekuatan Anggota Klan Luo
109
Hari Pernikahan
110
Pesta Malam Dan Malam Pertama
111
Upacara Penghormatan Pagi
112
Patriak Baru Klan Luo
113
Pergi Ke Tanah Makam Para Dewa
114
Memasuki Wilayah Tanah Makam Para Dewa
115
Kekuatan Elemen Kegelapan
116
Pusat Wilayah Tanah Makam Para Dewa
117
Bertemu Dua Ekor Naga
118
Cincin Penguasa Alam Semesta
119
Kekuatan Baru Luo Xue
120
Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa
121
Racun Dalam Makanan
122
Melawan Enam Orang Pemuda
123
Salah Menyinggung Orang
124
Hukuman Untuk Penguasa Kota
125
Mengawasi Secara Sembunyi-Sembunyi
126
Mendapatkan Informasi Berharga
127
Kekuatan Pulau Besar Jin Dao
128
Berlatih Jurus Tingkat Kuno
129
Persiapan Klan Luo
130
Perang Sudah Berada Di Depan Mata
131
Sambutan Untuk Musuh
132
Tidak Memberi Pengampunan Pada Musuh
133
Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang
134
Meremehkan Kekuatan Yang Dimiliki Klan Luo
135
Mengepung Perkemahan Musuh
136
Mempermainkan Lawan
137
Musnah Dalam Sekali Serang
138
Menyerang Pulau Besar Jin Dao
139
Penyerangan Kediaman Utama Klan Luo
140
Kemarahan Luo Feng
141
Sumpah Luo Feng
142
Terpojoknya Su Jing
143
Guang Wu Sekarat
144
Penyesalan Su Jing
145
Akhir Dari Penguasa Alam Surgawi
146
Pergi Ke Alam Surgawi
147
Berada Di Alam Surgawi
148
Informasi Tentang Istana Penguasa Alam Surgawi
149
Keputusan Penguasa Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!