Ranah Kultivasi

Shui Cen baru saja selesai menerangkan pengetahuan umum tentang Pulau Kecil Bai Dao pada Luo Feng saat Shui Yin kembali bersama pria tua. Baru juga datang, pandangan pria tua yang datang bersama Shui Yin segera saja terpaku pada sosok Luo Feng. Bagaikan besi bertemu magnet, pria tua tak sedikitpun mengalihkan pandangan dari Luo Feng sejak pertama kali melihatnya.

Bagaimana mungkin pria tua dapat mengalihkan pandangan ke arah lain, saat dia merasakan aura yang begitu akrab dari diri Luo Feng? Dibandingkan memandang arah lain, dia justru lebih memilih semakin mendekati Luo Feng.

Melihat lebih dekat wajah Luo Feng, dia menyadari wajah Luo Feng sangat mirip dengan orang yang dia kenal di masa lalu. “Wajahmu sangat mirip dengan teman lamaku. Apa kamu memiliki hubungan dengan Luo Jun?”

Mendengar suara asing, Luo Feng segera mengarahkan pandangan ke arah sumber suara.

Wajah pria tua yang sangat asing, tapi Luo Feng penasaran darimana pria tua bisa tahu tentang Luo Jun. “Kakek, dari mana kamu tahu nama Ayahku? Apa kalian memiliki hubungan di masa lalu?” Sebuah kebetulan nama ayah Luo Feng di Bumi adalah Luo Jun, dan dia mengira pria tua mengenali sosok ayahnya yang sudah mati lima belas tahun lalu.

Senyum cerah terbit di wajah pria tua begitu dia tahu anak muda di hadapannya adalah putra Luo Jun, teman lamanya. Namun dia belum belum tahu kalau Luo Jun yang dimaksud Luo Feng bukanlah teman lamanya, melainkan ayahnya yang lahir dan hidup di Bumi.

“Nak, karena kamu adalah putra sahabat lamaku, mulai sekarang panggil aku Paman Zen, dan sebaiknya sekarang kamu ikut denganku ke kediaman Klan Shui!” Pria tua Zen menawari Luo Feng untuk ikut dengannya, tapi keraguan terlihat jelas di wajah Luo Feng.

Akan tetapi, karena bingung harus pergi kemana dan masih sedikitnya informasi yang dia dapat dari Shui Cen tentang Pula Kecil Bai Dao, Luo Feng memutuskan ikut pria tua Zen, meski dia belum tahu identitas lengkap pria itu. Namun, dengan tidak adanya niatan buruk yang dimiliki pria tua Zen padanya, Luo Feng merasa tenang saat ikut dengan pria itu.

Pria tua Zen memimpin jalan kembali ke kediaman Klan Shui. Luo Feng sendiri berada tepat di sebelah pria tua Zen, sedangkan Shui Cen dan Shui Yin, mereka berada di bagian paling belakang, tepat di belakang tiga teman mereka. Keduanya sengaja berada di tempat paling belakang karena ingin memastikan keamanan di bagian belakang.

Bergerak cepat dari dahan satu pohon ke dahan pohon lainnya, semua orang termasuk pria tua Zen, mereka dibuat terkejut dengan pergerakan Luo Feng yang bukannya melompat, tapi jelas dia terlihat melayang. Sedangkan untuk melayang seperti yang dilakukan Luo Feng, seorang kultivator harus lebih dulu mencapai ranah Yin Dan Yang untuk bisa melakukannya.

Sedangkan di Pulau Kecil Bai Dao, hanya satu orang yang telah mencapai ranah Yin Dan Yang, dan itu bukanlah sosok pria tua Zen.

Pria tua Zen kekuatannya saat ini masih di ranah Heaven Spiritual tingkat 5, masih butuh lima tingkatan lagi jika dia ingin memiliki kekuatan ranah Yin Dan Yang. Meski masih berada di ranah Heaven Spiritual tingkat 5, pria tua Zang sudah menjadi bagian dari 10.000 kultivator terkuat yang ada di Pulau Kecil Bai Dao.

Penasaran dengan ranah kultivasi Luo Feng, sambil terus melanjutkan perjalanan, pria tua Zen bertanya pada Luo Feng, “Nak, kalau paman boleh tahu, sekarang kekuatanmu berada di ranah apa? Apa kamu telah melampaui ranah Yin Dan Yang?”

Apa itu kultivasi, apa itu kultivator, serta apa itu ranah kultivasi, Luo Feng telah mengetahui semua itu dari sedikit informasi yang diberikan Shui Cen. Jadi, saat pria tua Zen bertanya, dia tidak bingung saat harus menjawab, lalu dia menjawab, “Paman, jujur saja aku tidak tahu berada di ranah apa kekuatanku, tapi dari saudara Shui Cen, aku mendapatkan informasi darinya kalau di Klan Shui ada alat yang bisa menunjukkan ranah kekuatan seorang kultivator. Mungkin kita bisa menggunakan alat itu untuk mengetahui ranah kekuatanku.”

Pria tua Zen mengangguk sambil tersenyum dengan lembut pada Luo Feng lalu berkata, “Kebetulan alat yang dimaksud Shui Cen adalah milikku, jadi kita bisa melihatnya begitu sampai di kediaman Klan.”

Luo Feng tak lagi berbicara, dia hanya menganggukkan sekali kepalanya, lalu dia terus mengikuti pria tua Zen yang ingin membawanya ke kediaman Klan Shui.

...----------------...

Kediaman Patriak Klan Shui.

Kediaman paling megah yang berada di kawasan permukiman Klan Shui, tempat yang biasanya sepi karena jarangnya orang datang berkunjung, sore ini terlihat tujuh orang terlihat buru-buru memasuki halaman kediaman Patriak Klan Shui.

Diantara tujuh orang yang memasuki halaman kediaman Patriak Klan Shui, terlihat pria tua Zen, Luo Feng, Shui Cen, Shui Yin, serta tiga orang lain yang sebelumnya dipertemukan di kedalaman hutan.

“Nak, selamat datang di kediaman Paman, dan untuk kalian, silahkan kalian pergi membersihkan diri, lalu segera berkumpul di halaman belakang!” Pria tua Zen mempersilahkan Shui Cen, Shui Yin dan tiga orang lainnya pergi membersihkan diri, sementara dia membawa Luo Feng pergi berkeliling.

Luo Feng tak masalah pergi berkeliling kediaman bersama pria tua Zen. Sedangkan Shui Cen, Shui Yin, serta tiga orang lainnya yang merupakan murid pribadi pria tua Zen, mereka segera membersihkan diri dan merawat luka masing-masing, sebelum nantinya pergi berkumpul di halaman belakang kediaman pria tua Zen, yang sosok aslinya adalah Shui Zen, Patriak Klan Shui.

Berkeliling bersama pria tua Zen, Luo Feng tak kesulitan mengetahui seluk beluk kediaman yang membuatnya serasa nostalgia dengan bangunan era Kekaisaran di negara tempat tinggalnya, sebelum dia mati dan menjalani kehidupan keduanya di Pulau Kecil Bai Dao.

Akan tetapi, sampai detik ini dia belum tahu bagaimana pria tua Zen bisa mengenali ayahnya, padahal jelas mereka tinggal di dunia berbeda. Di sisi lain, pria tua Zen juga belum tahu kebenaran ayah Luo Feng, dan masih menganggapnya sebagai putra sahabatnya.

Beberapa waktu berkeliling, mereka akhirnya sampai di halaman belakang, dan ternyata Shui Cen, Shui Yin, serta tiga orang lainnya sudah menunggu kedatangan mereka.

Terdapat meja bundar di halaman belakang, dan kebetulan di sekeliling meja terdapat tujuh kursi yang siapa saja boleh mendudukinya.

Setelah pria tua Zen duduk, yang lain segera duduk di tempat masing-masing termasuk Luo Feng.

Setelah semua orang duduk, pria tua Zen segera mengeluarkan bola kristal berwarna biru bening dari cincin di jari tangannya. Melihat itu, kelima muridnya terlihat biasa-biasa saja, jauh berbeda dari Luo Feng yang merasa pria tua Zen baru saja melakukan sulap di depan kedua matanya.

Pria tua Zen lalu memberikan bola kristal itu pada Luo Feng sambil berkata, “Cukup pedang bola kristal ini, dan jangan melawan saat bola kristal menyerap sedikit kekuatan spiritual milikmu! Hanya dengan begitu, kita bisa melihat berada di ranah apa kekuatan yang kamu miliki.”

Tahu apa yang harus dia lakukan, Luo Feng segera menganggukkan kepala, lalu dia menerima bola kristal yang disodorkan pria tua Zen padanya. Menggenggam ringan, Luo Feng merasa kulit tangannya seperti digigit belasa semut, tapi semua hanya berlangsung singkat dan tiba-tiba saja bola kristal di tangannya memancarkan cahaya biru keemasan.

Semua orang termasuk Luo Feng segera mengarahkan pandangan mata mereka ke arah bola kristal yang sedang memancarkan cahaya. Tak lama, muncul tulisan kuno samar di tengah-tengah bola kristal.

Luo Feng, Shui Cen, Shui Ying, serta tiga orang lainnya tidak tahu apa arti tulisan kuno samar di dalam bola kristal. Akan tetapi, ketidak tahuan mereka tak berlaku pada pria tua Zen. Hanya sekali melihat, tak suli baginya untuk mengetahui arti tulisan kuno samar yang muncul di bola kristal miliknya.

Melihat ekspresi pria tua Zen yang seperti sedang menahan keterkejutan, Luo Feng dan yang lainnya tahu kalau pria tua Zen mengerti arti tulisan kuno samar di dalam bola kristal, dan mereka menunggu pria tua menjelaskan pada mereka.

“Paman, kenapa Paman terus diam? Apa Paman menemukan keanehan dari kekuatan milikku?” Luo Feng melihat wajah pria tua Zen, dengan ekspresi wajah dipenuhi rasa penasaran terhadap kekuatannya.

“Guru, tolong beritahu kami arti tulisan kuno samar di bola kristal! Kami sangat penasaran dengan kekuatan saudara Feng,” ucap Shui Cen sama penasarannya dengan Luo Feng.

Pria tua Zen melihat sekelilingnya, sebelum akhirnya dia berkata, “Arti tulisan itu adalah ramah Martial Emperor tingkat 9, tapi itu bukanlah ranah yang sesungguhnya. Untuk mengetahui ranah yang sesungguhnya, kita membutuhkan bola kristal Dewa yang berada di Pula Besar Zhu Dao.”

...----------------...

Ranah Kultivasi Pulau Kecil [Setiap ranah terbagi menjadi 9 tingkatan kecil] :

- Boddy Tempering

- Gathering Spirits

- Earth Spiritual

- Heaven Spiritual

- Yin Dan Yang

- Nirvana

- Martial Spirits

- Martial King

- Martial Emperor

Ranah Kultivasi Pula Besar [Setiap ranah terbagi menjadi 10 sepuluh tingkatan kecil]

- Martial God

- Spirit God

- Heavenly Emperor

- God Emperor

- Supreme God Emperor

...----------------...

Jika ada saran ranah kultivasi, bisa tulis di kolom komentar, terimakasih.

Terpopuler

Comments

George Lovink

George Lovink

Satu tingkatan kultivasi memiliki 9 tahap terlalu lama...

2025-03-21

1

spooky836

spooky836

napa ingatan tubuh baru dia xdapat ingat. otak kosong.

2024-12-17

0

Harman Loke

Harman Loke

seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss Luo Feng

2025-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Mengalami Masalah Pikiran
3 Ranah Kultivasi
4 Cincin Ruang
5 Membantu Klan Shui
6 Kitab Jurus Tingkat Hitam
7 Pelatihan Tanpa Istirahat
8 Hasil Dari Latihan
9 Pergi Ke Klan Yun
10 Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [1]
11 Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [2]
12 Mengambil Kembali Milik Klan Shui
13 Terbongkarnya Perbuatan Curang
14 Serangan Yang Telah Direncanakan
15 Cerita Tentang Klan Luo
16 Rencana Balas Dendam
17 Tanpa Kepercayaan Tak Akan Pernah Ada Bantuan
18 Kedatangan Salah Satu Tetua Klan Shen
19 Permintaan Luo Feng
20 Pergi Ke Kediaman Klan Shen
21 Keterkejutan Semua Orang
22 Kematian Shen Pan
23 Keinginan Luo Feng
24 Sifat Arogan Pembawa Masalah
25 Pergi Meninggalkan Klan Shen
26 Bersikap Kejam Pada Musuh
27 Memusnahkan Yang Memang Pantas Dimusnahkan
28 Musnah Tak Bersisa
29 Metode Latihan Luo Feng
30 Kemunculan Binatang Buas
31 Memburu Binatang Buas
32 Mendapat Sedikit Tambahan Kekuatan
33 Memulai Perjalanan
34 Rencana Klan Yun dan Klan Qing
35 Kematian Patriak Klan Yun
36 Informasi Penting Tentang Klan Qing
37 Bertemu Kawanan Bandit
38 Lagi-Lagi Klan Qing
39 Pergi Melanjutkan Perjalanan
40 Serangan Gurita Raksasa
41 Sosok Qing Ciao
42 Menuju Daratan Tengah
43 Pulau Di Tengah Samudra
44 Rencana Dua Tetua Klan Qing
45 Sampai Di Daratan Tengah
46 Perkumpulan Naga Giok
47 Balasan Setimpal
48 Kembali Ke Kediaman Klan Ye
49 Bersiap Menghadapi Perkumpulan Naga Giok
50 Seperti Binatang Yang Terjebak Dalam Perangkap
51 Kekuatan Iblis Kegelapan
52 Akhir Dari Perkumpulan Naga Giok
53 Meningkatkan Kekuatan Klan Ye
54 Kedatangan Dua Tetua Klan Qing
55 Serangan Bertubi-Tubi
56 Dua Sosok Tidak Asing
57 Mata-Mata Klan Qing
58 Perkembangan Kekuatan Klan Shui Dan Klan Shen
59 Arena Pertarungan Bebas
60 Wanita Dari Klan Luo
61 Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao
62 Sampai Di Kota Yuan
63 Memasuki Kediaman Klan Yuan
64 Informasi Markas Pengkhianat Klan Yuan
65 Membebaskan Tawanan Para Pengkhianat
66 Menyerang Markas Pemberontak
67 Akhir Pemberontakan Di Klan Yuan
68 Keberadaan Jurang Kabut Kematian
69 Akhir Para Pengkhianat
70 Pria Bertopeng Tengkorak
71 Memata-Matai Mata-Mata
72 Pertarungan Di Istana Raja Siluman
73 Wujud Asli Raja Siluman Terdahulu
74 Kematian Raja Siluman
75 Meningkatkan Kekuatan Siluman Di Pulau Besar Taiyang Dao
76 Melakukan Peregangan Otot
77 Menyerang Untuk Menjemput Kematian
78 Terputus Hubungan Dengan Orang Luar
79 Gelombang Serangan Binatang Buas
80 Akhir Dari Gelombang Serangan Binatang Buas
81 Pengaruh Buruk Aura Kegelapan
82 Di Jurang Kabut Kematian
83 Mencoba Menundukkan Jurang Kabut Kematian
84 Meremehkan Musuh
85 Iblis Kegelapan Dan Iblis Kematian
86 Memenangkan Pertarungan
87 Meninggalkan Dasar Jurang Kabut Kematian
88 Keputusasaan
89 Peperangan Klan Yuan Dan Klan Qing
90 Belum Saatnya Mati
91 Merasa Tidak Adil
92 Ketakutan Patriak Qing Qong
93 Dijadikan Makanan Binatang Buas
94 Gunung Kematian
95 Kematian Empat Sosok Berjubah Hitam
96 Senjata Pusaka Klan Luo
97 Senjata Untuk Luo Xue
98 Keberadaan Yang Jarang Diketahui
99 Pertemuan Keluarga
100 Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan
101 Datang Memberi Peringatan
102 Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo
103 Reuni Dengan Klan Shui
104 Menyerang Kediaman Agung Klan Qing
105 Kedatangan Luo Hong
106 Kematian Para Pengkhianat Klan Luo
107 Kawan Atau Lawan
108 Rencana Meningkatkan Kekuatan Anggota Klan Luo
109 Hari Pernikahan
110 Pesta Malam Dan Malam Pertama
111 Upacara Penghormatan Pagi
112 Patriak Baru Klan Luo
113 Pergi Ke Tanah Makam Para Dewa
114 Memasuki Wilayah Tanah Makam Para Dewa
115 Kekuatan Elemen Kegelapan
116 Pusat Wilayah Tanah Makam Para Dewa
117 Bertemu Dua Ekor Naga
118 Cincin Penguasa Alam Semesta
119 Kekuatan Baru Luo Xue
120 Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa
121 Racun Dalam Makanan
122 Melawan Enam Orang Pemuda
123 Salah Menyinggung Orang
124 Hukuman Untuk Penguasa Kota
125 Mengawasi Secara Sembunyi-Sembunyi
126 Mendapatkan Informasi Berharga
127 Kekuatan Pulau Besar Jin Dao
128 Berlatih Jurus Tingkat Kuno
129 Persiapan Klan Luo
130 Perang Sudah Berada Di Depan Mata
131 Sambutan Untuk Musuh
132 Tidak Memberi Pengampunan Pada Musuh
133 Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang
134 Meremehkan Kekuatan Yang Dimiliki Klan Luo
135 Mengepung Perkemahan Musuh
136 Mempermainkan Lawan
137 Musnah Dalam Sekali Serang
138 Menyerang Pulau Besar Jin Dao
139 Penyerangan Kediaman Utama Klan Luo
140 Kemarahan Luo Feng
141 Sumpah Luo Feng
142 Terpojoknya Su Jing
143 Guang Wu Sekarat
144 Penyesalan Su Jing
145 Akhir Dari Penguasa Alam Surgawi
146 Pergi Ke Alam Surgawi
147 Berada Di Alam Surgawi
148 Informasi Tentang Istana Penguasa Alam Surgawi
149 Keputusan Penguasa Kota
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Mengalami Masalah Pikiran
3
Ranah Kultivasi
4
Cincin Ruang
5
Membantu Klan Shui
6
Kitab Jurus Tingkat Hitam
7
Pelatihan Tanpa Istirahat
8
Hasil Dari Latihan
9
Pergi Ke Klan Yun
10
Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [1]
11
Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [2]
12
Mengambil Kembali Milik Klan Shui
13
Terbongkarnya Perbuatan Curang
14
Serangan Yang Telah Direncanakan
15
Cerita Tentang Klan Luo
16
Rencana Balas Dendam
17
Tanpa Kepercayaan Tak Akan Pernah Ada Bantuan
18
Kedatangan Salah Satu Tetua Klan Shen
19
Permintaan Luo Feng
20
Pergi Ke Kediaman Klan Shen
21
Keterkejutan Semua Orang
22
Kematian Shen Pan
23
Keinginan Luo Feng
24
Sifat Arogan Pembawa Masalah
25
Pergi Meninggalkan Klan Shen
26
Bersikap Kejam Pada Musuh
27
Memusnahkan Yang Memang Pantas Dimusnahkan
28
Musnah Tak Bersisa
29
Metode Latihan Luo Feng
30
Kemunculan Binatang Buas
31
Memburu Binatang Buas
32
Mendapat Sedikit Tambahan Kekuatan
33
Memulai Perjalanan
34
Rencana Klan Yun dan Klan Qing
35
Kematian Patriak Klan Yun
36
Informasi Penting Tentang Klan Qing
37
Bertemu Kawanan Bandit
38
Lagi-Lagi Klan Qing
39
Pergi Melanjutkan Perjalanan
40
Serangan Gurita Raksasa
41
Sosok Qing Ciao
42
Menuju Daratan Tengah
43
Pulau Di Tengah Samudra
44
Rencana Dua Tetua Klan Qing
45
Sampai Di Daratan Tengah
46
Perkumpulan Naga Giok
47
Balasan Setimpal
48
Kembali Ke Kediaman Klan Ye
49
Bersiap Menghadapi Perkumpulan Naga Giok
50
Seperti Binatang Yang Terjebak Dalam Perangkap
51
Kekuatan Iblis Kegelapan
52
Akhir Dari Perkumpulan Naga Giok
53
Meningkatkan Kekuatan Klan Ye
54
Kedatangan Dua Tetua Klan Qing
55
Serangan Bertubi-Tubi
56
Dua Sosok Tidak Asing
57
Mata-Mata Klan Qing
58
Perkembangan Kekuatan Klan Shui Dan Klan Shen
59
Arena Pertarungan Bebas
60
Wanita Dari Klan Luo
61
Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao
62
Sampai Di Kota Yuan
63
Memasuki Kediaman Klan Yuan
64
Informasi Markas Pengkhianat Klan Yuan
65
Membebaskan Tawanan Para Pengkhianat
66
Menyerang Markas Pemberontak
67
Akhir Pemberontakan Di Klan Yuan
68
Keberadaan Jurang Kabut Kematian
69
Akhir Para Pengkhianat
70
Pria Bertopeng Tengkorak
71
Memata-Matai Mata-Mata
72
Pertarungan Di Istana Raja Siluman
73
Wujud Asli Raja Siluman Terdahulu
74
Kematian Raja Siluman
75
Meningkatkan Kekuatan Siluman Di Pulau Besar Taiyang Dao
76
Melakukan Peregangan Otot
77
Menyerang Untuk Menjemput Kematian
78
Terputus Hubungan Dengan Orang Luar
79
Gelombang Serangan Binatang Buas
80
Akhir Dari Gelombang Serangan Binatang Buas
81
Pengaruh Buruk Aura Kegelapan
82
Di Jurang Kabut Kematian
83
Mencoba Menundukkan Jurang Kabut Kematian
84
Meremehkan Musuh
85
Iblis Kegelapan Dan Iblis Kematian
86
Memenangkan Pertarungan
87
Meninggalkan Dasar Jurang Kabut Kematian
88
Keputusasaan
89
Peperangan Klan Yuan Dan Klan Qing
90
Belum Saatnya Mati
91
Merasa Tidak Adil
92
Ketakutan Patriak Qing Qong
93
Dijadikan Makanan Binatang Buas
94
Gunung Kematian
95
Kematian Empat Sosok Berjubah Hitam
96
Senjata Pusaka Klan Luo
97
Senjata Untuk Luo Xue
98
Keberadaan Yang Jarang Diketahui
99
Pertemuan Keluarga
100
Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan
101
Datang Memberi Peringatan
102
Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo
103
Reuni Dengan Klan Shui
104
Menyerang Kediaman Agung Klan Qing
105
Kedatangan Luo Hong
106
Kematian Para Pengkhianat Klan Luo
107
Kawan Atau Lawan
108
Rencana Meningkatkan Kekuatan Anggota Klan Luo
109
Hari Pernikahan
110
Pesta Malam Dan Malam Pertama
111
Upacara Penghormatan Pagi
112
Patriak Baru Klan Luo
113
Pergi Ke Tanah Makam Para Dewa
114
Memasuki Wilayah Tanah Makam Para Dewa
115
Kekuatan Elemen Kegelapan
116
Pusat Wilayah Tanah Makam Para Dewa
117
Bertemu Dua Ekor Naga
118
Cincin Penguasa Alam Semesta
119
Kekuatan Baru Luo Xue
120
Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa
121
Racun Dalam Makanan
122
Melawan Enam Orang Pemuda
123
Salah Menyinggung Orang
124
Hukuman Untuk Penguasa Kota
125
Mengawasi Secara Sembunyi-Sembunyi
126
Mendapatkan Informasi Berharga
127
Kekuatan Pulau Besar Jin Dao
128
Berlatih Jurus Tingkat Kuno
129
Persiapan Klan Luo
130
Perang Sudah Berada Di Depan Mata
131
Sambutan Untuk Musuh
132
Tidak Memberi Pengampunan Pada Musuh
133
Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang
134
Meremehkan Kekuatan Yang Dimiliki Klan Luo
135
Mengepung Perkemahan Musuh
136
Mempermainkan Lawan
137
Musnah Dalam Sekali Serang
138
Menyerang Pulau Besar Jin Dao
139
Penyerangan Kediaman Utama Klan Luo
140
Kemarahan Luo Feng
141
Sumpah Luo Feng
142
Terpojoknya Su Jing
143
Guang Wu Sekarat
144
Penyesalan Su Jing
145
Akhir Dari Penguasa Alam Surgawi
146
Pergi Ke Alam Surgawi
147
Berada Di Alam Surgawi
148
Informasi Tentang Istana Penguasa Alam Surgawi
149
Keputusan Penguasa Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!