Part 6.keputusan

"Sayang kamu sedang apa?" Pratiwi masuk ke dalam kamar Kinan.

"Kinan cuma lagi keinget sama orang tua Kinan aja Tante," jawab Kinan sambil menghapus air matanya.

"Tante paham sayang,tapi kamu harus tau kalau sekarang kamu punya Tante sama om,yang akan selalu ada buat kamu." Pratiwi memeluk Kinan.

"Makasih yah,Tante selalu ada buat Kinan, walaupun Kinan bukan siapa siapa,tapi Tante sangat baik sama Kinan." ucap Kinan.

"Sssst,jangan bilang begitu,Kinan kan udah jadi anak Tante sekarang, jadi,gak boleh ngomong gitu lagi yah!" ucap Pratiwi.

"Iyah Tante," Kinan menghapus air matanya.

"Oh Iyah, ada yang mau Tante sampai kan sama kamu,Tante harap kamu setuju dengan keputusan ini," ucap Pratiwi.

"Ada apa yang?" tanya Kinan penasaran.

"Jadi begini,Tante,om dan keluarga nya mas Wijaya, berniat akan menikah kan kamu dengan William." ucap Pratiwi.

"Ma-maksud Tante, William orang yang sudah menabrak aku,ibu,dan ayah?" tanya Kinan memastikan.

"Iyah betul,kamu setuju kan?" tanya Pratiwi.

"Ta-tapi Tante, kenapa aku dan dia harus menikah, bagaimana dengan anak Tante,apa Tante gak kasihan kalau ternyata suaminya menikah lagi?" ucap kinan.

"William harus bertanggung jawab atas kesalahannya,dan dengan menikahi mu tentu itu sebuah tanggung jawab yang memang pantas untuk nya, karena akibat kesalahannya kamu harus kehilangan orang tua mu,dan soal putri Tante,dia justru pasti akan tenang di alam sana jika suaminya ada seseorang yang dapat menggantikan nya,dia akan bahagia bila pria yang di cintai nya juga bisa menjalani kehidupan nya dengan baik." ucap Pratiwi.

"Tapi aku tidak yakin dia bisa menerima Kinan Tante, apalagi dia baru saja sadar dari koma nya selama satu bulan." ucap Kinan.

"Itu urusan kami para orang tua Kinan,kamu hanya tinggal bilang setuju,bila kamu sudah siap,kami akan urus secepatnya." ucap Pratiwi.

"Tapi,apa Kinan boleh minta satu permintaan Tante?" ucap kinan.

"Apa itu?" tanya Pratiwi.

"Kinan ingin William berobat ke psikiater dulu,karena Kinan mengerti bagaimana perasaan nya,saat ini ia pasti sangat membutuhkan itu,dan kalau keadaan nya sudah membaik,Kinan baru setuju untuk menikah dengan nya." ucap Kinan.

"Baiklah,Tante akan membicarakan ini dengan keluarga nya, yang penting kamu sudah setuju dengan keputusan ini" ucap Pratiwi.

Pratiwi memeluk Kinan yang kala itu masih terlihat sedih,ia mengerti dengan perasaan Kinan yang harus kehilangan kedua orang tua nya secara tragis,namun Pratiwi kagum kepada Kinan yang tak membawa masalah ini ke jalur hukum, gadis ini lebih memilih untuk berlapang dada atas semua kejadian ini.

***

Beberapa bulan telah berlalu,kini William sudah mulai pulih dari kesedihan nya berkat bantuan psikologi yang membantu menyembuhkan trauma nya,walaupun ia belum sepenuhnya bisa melupakan istrinya.

Sudah sekitar satu Minggu,William sudah mulai aktif bekerja di kantor nya, walaupun akhir akhir ini Sikap nya berubah menjadi dingin,tidak ramah seperti sebelum kecelakaan itu terjadi.

Setelah pulang dari kantor,malam ini keluarga Handoko mengundang keluarga Wijaya untuk makan malam di rumah utama Handoko, William pun sudah berada di rumah tersebut, mereka sedang menunggu kedatangan keluarga Wijaya.

Tit...tit...tit...

Terdengar suara klakson mobil berbunyi di depan halaman kediaman Handoko yang sangat luas itu, keluarga Handoko pun segera menyambut kedatangan mereka dengan baik di depan rumah, kecuali William yang masih berada di kamar.

Keluarga Wijaya pun turun dari mobil,tak terkecuali Kinan yang juga ikut untuk makan malam bersama,Kinan tampak cantik malam ini,ia menggunakan dress berwarna merah maroon selutut, rambutnya ia ikat Cepol dengan rapi,ia sengaja sisakan sedikit tergerai di bagian kiri dan kanan nya.

("Rumah nya besar sekali,lebih besar dari punya om Sama Tante.") batin Kinan.

"Selamat datang?" ucap Puji, menyambut Pratiwi dengan hangat.

Puji melirik ke arah Kinan yang tampak sedang mengamati sekeliling,namun tampaknya ia tak menyukai gadis itu, karena puji berpikir keluarga nya lah yang telah membuat putra nya menderita.

"Silahkan masuk..." Puji mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam.

Sampai akhirnya mereka duduk di depan meja makan, William yang baru saja datang langsung duduk di samping Kinan,namun ia belum menyadari kehadirannya Gadis tersebut.

"Nak William,kenalkan,ini Kinan," ucap Handoko.

("Siapa gadis ini, kenapa dia bisa ikut dalam acara keluarga.") batin William.

"Kinan ini adalah salah satu korban kecelakaan waktu itu,kedua orang tua nya meninggal, sehingga sejak kejadian itu dia tinggal bersama kami." ucap Puji.

William memang belum mengetahui tentang Kinan,dua keluarga ini sengaja tidak memberi tahu terlebih dahulu agar William pokus pada kesembuhan nya,dan malam ini adalah waktu yang tepat untuk memberi tahu nya.

"Dan,maksud kita mengadakan acara makan malam ini adalah untuk mendiskusikan sekalian memberi tahu bahwa kami akan menikah kan kamu dengan Kinan." ucap Handoko.

"Apa?" William langsung berdiri, "Maksud papa apa akan menikahkan aku dengan gadis ini?" William tampak sangat emosi.

"Ini sudah menjadi keputusan kami, seharusnya kamu bisa menerima keputusan ini." ucap Handoko.

"Tidak pah,aku tidak mau menikah dengan salah satu orang dari keluarga yang sudah membuat aku kehilangan orang yang aku cintai." William menatap tajam ke arah Kinan.

"Seharusnya kamu sadar,kamu yang sudah membuat orang tua nya meninggal,dia kehilangan dua orang sekaligus dalam peristiwa itu,dan kamu harus bertanggung jawab akan itu." ucap Handoko tak kalah emosi nya.

"Om,Tante,bantu aku ngomong sama papa, kalian tau sendiri kan bagaimana besar nya cinta aku sama putri,aku gak mungkin menikah lagi,apalagi sama gadis itu." William menghampiri Pratiwi dan Wijaya.

"Nak,kami tau kamu begitu mencintai putri kami,tapi keputusan ini adalah yang terbaik, semoga kamu bisa menerima nya." ucap Wijaya.

"Aku tetap tidak mau,aku menolak keputusan ini pah." William kembali menghampiri Handoko.

"Apa tidak sebaiknya kita tunda dulu keputusan ini pah?" ucap Puji pada Handoko.

"Tidak bisa, keputusan ini sudah bulat,dan tidak ada yang bisa merubahnya, sekali pun William sendiri yang menolaknya." Handoko mendekat ke arah William, "Mulai sekarang, kau harus bisa belajar bertanggung jawab,kalau tidak,papa sendiri yang akan menjebloskan mu ke dalam penjara,ingat itu." Handoko menunjuk ke arah wajah William,lalu pergi dari tempat itu.

Sementara Kinan hanya bisa meneteskan air matanya melihat kejadian di depan matanya, Pratiwi yang melihat Kinan menangis langsung memeluk nya dengan erat.

Episodes
1 Part 1.Pesta Pernikahan
2 Part 2.Bulan Madu
3 Part 3.Kecelakaan
4 Part 4. Kehilangan
5 Part 5.Flash Back
6 Part 6.keputusan
7 Part 7.Balas dendam
8 Part 8. Wanita pembawa sial
9 Part 9.Hanya ingin mengobati
10 Part 10.Memberi pelajaran
11 Part 11.Demam tinggi
12 Part 12.Sebuah pelukan
13 Part 13.Ke Luar Kota
14 Part 14.Foto pengantin
15 Part 15.Bebas
16 Part 16.Di renggut paksa
17 Part 17.Tanpa rasa cinta
18 Part 18.Ke rumah sakit
19 Part 19.Ingin pulang
20 Part 20.Takdir Hidup
21 Part 21.Membela Kinan
22 Part 22.Wanita murahan
23 Part 23.Luka Hati
24 Part 24.Kebaikan Pratiwi
25 Part 25.Bertemu Astri
26 Part 26.Menutup rapat rapat
27 Part 27.Satu Permintaan
28 Part 28. Pesan Terakhir
29 Part 29.Meminta Izin
30 Part 30.Rumah kenangan
31 Part 31.Menemui Astri
32 Part 32.Sebuah Surat
33 Part 33.Kejadian pagi hari
34 Part 34.Makan Malam
35 Part 35.Peristiwa dulu
36 Part 36.Peristiwa dulu part 2
37 Part 37.Salah paham
38 Part 38.Sepupu William
39 Part 39.William Sakit
40 Part 40.Merasa nyaman
41 Part 41.Merasa Aneh
42 Part 42.Nyambung
43 Part 43.Rasa yang berbeda
44 Part 44.Sebuah Rahasia
45 Part 45.Positif
46 Part 46.Sebuah permintaan
47 Part 47.Terimakasih
48 Part 48.Tak ada jalan lain
49 Part 49.Donor Hati
50 Part 50.Satu Hati
51 Part 51.Ngidam
52 Part 52.Ketakutan Kinan
53 Part 53.Berubah
54 Part 54.Penyesalan
55 Part 55.Mengintrogasi Ricky
56 Part 56.Minta Bantuan Astri
57 Part 57.Menceritakan semuanya
58 Part 58.Mencari Kinan
59 Part 59.Siapakah Astri?
60 Part 60.Terpaksa berbohong
61 Part 61.Tidak Nafsu Makan
62 Part 62.Lima Bulan Kemudian
63 Part 63.Mimpi
64 Part 64.Mencari Astri
65 Part 65.Gagal lagi
66 Part 66.Kotak Hitam
67 Part 67.Ke Surabaya
68 Part 68.Bayangan dirinya
69 Part 69.Kebaikan Kinan
70 Part 70.Mirip
71 Part 71.Ketakutan Kinan
72 Part 72.Jangan memberitahu nya
73 Part 73.Merasa bersalah
74 Part 74.Meyakinkan perasaan
75 Part 75.Ke Rumah Sakit
76 Part 76.Mengejar Kinan
77 Part 77.Menemui Kinan
78 Part 78.Pulang Ke Jakarta
79 Part 79.Rencana ke Surabaya
80 Part 80.Menemui Kinan
81 Part 81.Membujuk Kinan
82 Part 82.Sampai di Jakarta
83 Part 83.Meyakinkan Hati
84 84.Kesempatan Kedua
85 TAMAT
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Part 1.Pesta Pernikahan
2
Part 2.Bulan Madu
3
Part 3.Kecelakaan
4
Part 4. Kehilangan
5
Part 5.Flash Back
6
Part 6.keputusan
7
Part 7.Balas dendam
8
Part 8. Wanita pembawa sial
9
Part 9.Hanya ingin mengobati
10
Part 10.Memberi pelajaran
11
Part 11.Demam tinggi
12
Part 12.Sebuah pelukan
13
Part 13.Ke Luar Kota
14
Part 14.Foto pengantin
15
Part 15.Bebas
16
Part 16.Di renggut paksa
17
Part 17.Tanpa rasa cinta
18
Part 18.Ke rumah sakit
19
Part 19.Ingin pulang
20
Part 20.Takdir Hidup
21
Part 21.Membela Kinan
22
Part 22.Wanita murahan
23
Part 23.Luka Hati
24
Part 24.Kebaikan Pratiwi
25
Part 25.Bertemu Astri
26
Part 26.Menutup rapat rapat
27
Part 27.Satu Permintaan
28
Part 28. Pesan Terakhir
29
Part 29.Meminta Izin
30
Part 30.Rumah kenangan
31
Part 31.Menemui Astri
32
Part 32.Sebuah Surat
33
Part 33.Kejadian pagi hari
34
Part 34.Makan Malam
35
Part 35.Peristiwa dulu
36
Part 36.Peristiwa dulu part 2
37
Part 37.Salah paham
38
Part 38.Sepupu William
39
Part 39.William Sakit
40
Part 40.Merasa nyaman
41
Part 41.Merasa Aneh
42
Part 42.Nyambung
43
Part 43.Rasa yang berbeda
44
Part 44.Sebuah Rahasia
45
Part 45.Positif
46
Part 46.Sebuah permintaan
47
Part 47.Terimakasih
48
Part 48.Tak ada jalan lain
49
Part 49.Donor Hati
50
Part 50.Satu Hati
51
Part 51.Ngidam
52
Part 52.Ketakutan Kinan
53
Part 53.Berubah
54
Part 54.Penyesalan
55
Part 55.Mengintrogasi Ricky
56
Part 56.Minta Bantuan Astri
57
Part 57.Menceritakan semuanya
58
Part 58.Mencari Kinan
59
Part 59.Siapakah Astri?
60
Part 60.Terpaksa berbohong
61
Part 61.Tidak Nafsu Makan
62
Part 62.Lima Bulan Kemudian
63
Part 63.Mimpi
64
Part 64.Mencari Astri
65
Part 65.Gagal lagi
66
Part 66.Kotak Hitam
67
Part 67.Ke Surabaya
68
Part 68.Bayangan dirinya
69
Part 69.Kebaikan Kinan
70
Part 70.Mirip
71
Part 71.Ketakutan Kinan
72
Part 72.Jangan memberitahu nya
73
Part 73.Merasa bersalah
74
Part 74.Meyakinkan perasaan
75
Part 75.Ke Rumah Sakit
76
Part 76.Mengejar Kinan
77
Part 77.Menemui Kinan
78
Part 78.Pulang Ke Jakarta
79
Part 79.Rencana ke Surabaya
80
Part 80.Menemui Kinan
81
Part 81.Membujuk Kinan
82
Part 82.Sampai di Jakarta
83
Part 83.Meyakinkan Hati
84
84.Kesempatan Kedua
85
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!