BAB 15. Ditegur Atasan

Kamal yang sampai di kantor pukul sepuluh dengan buru-buru memasuki Ruang Rapat yang dikatakan Yonna akan dilaksanakan.

Kamal yang merasa tidak nyaman karena sudah terlambat bekerja hingga dua jam dari waktu biasa pun dengan cepat meminta maaf terlebih dahulu.

“Ma-maafkan keterlambatan saya, Pak. Saya sungguh minta maaf dan hal ini tidak akan terulang kembali!” ucap Kamal sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang sangat menyesal.

“Baiklah. Aku mengerti. Semoga mobilmu tidak akan mengalami masalah lagi di masa depan!” ucap Pak Kuncoro yang terdengar sebagai doa tapi sebenarnya adalah sindiran melihat ekspresi Pak Kuncoro yang tidak bahagia.

Pak Kuncoro yang melihat Kamal telah duduk di tempatnya pun mengambil kertas yang dibagikan Yonna kepadanya tiba-tiba mengingat sesuatu lalu meminta Kamal menggangtikan Yonna melakukan Persentasi.

“Yonna, kau duduk! Kamal berdiri dan gantikan Yonna untuk presentasi di hadapan semua orang!” ucap Pak Kuncoro dengan suara yang datar dengan ekspresi wajah yang dingin.

“Sa-saya, Pak?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar sambil menunjuk ke arah dirinya.

“Benar, kamu. Kamu yang akan menggantikan Yonna melakukan persentasi. Bukankah kalian satu tim? Jadi tidak mungkin kau tidak tau apapun tentang persentasi ini!” sindir Pak Kuncoro dengan tatapan mata yang dingin dengan senyum kecil di sudut bibirnya.

“Ba-Baik Pak!” ucap Kamal dengan suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang sangat gugup dengan suhu tubuh yang seketika berubah menjadi dingin dan panas di saat bersamaan.

Kamal yang tidak mengetahui apapun tentang materi yang akan dipersentasikan Yonna hari ini menjadi sangat cemas.

“Semangat, Mas. Aku telah membuat slidenya di dalam flashdisk ini!” ucap Yonna dengan suara berbisik sambil menyerahkan flashdisk kepada Kamal.

“Terima kasih!” ucap Kamal dengan senyum lega sambil mengambil flashdisk tersebut dengan ekspresi wajah yang canggung dan kaku.

Pak Kuncoro yang dapat mendengar dan melihat yang dilakukan Kamal dan Yonna di belakangnya dengan pantulan cahaya ponselnya pun tersenyum sinis.

“Baiklah, Kamal. Sekarang kau bisa memulai persentasinya!” ucap Pak Kuncoro dengan suara yang terdengar ceria dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata menghina.

Kamal yang merasa tertolong dengan slide persentasi yang dibuat oleh Yonna pun mengatakan semua yang ada di dalam slide lalu tiba-tiba terdiam setelah melihat Pak Kuncoro bertepuk tangan saat persentasi masih berlangsung.

“Kamal, berapa lama kau bekerja di sini? Apakah ini persentasi yang dilakukan oleh Karyawan Senior?” sindir Pak Kuncoro dengan tatapan mata yang dingin dengan ekspresi wajah yang sinis.

Kamal yang mendengar sindiran Pak Kuncoro hanya diam dan tidak mengatakan apapun karena Kamal menyadari bahwa persentasinya kali ini benar-benar seperti robot.

“Sepertinya Perusahaan ini harus melakukan Penilaian ulang tentang kemampuan setiap pekerja agar tidak ada perkerja yang memiliki kemampuan standar ada di sini!” sindir Pak Kuncoro dengan nada suara yang terdengar sangat serius.

Pak Kuncoro yang mengalihkan pandangannya kepada Yonna pun memberikan tatapan mata yang dingin hingga membuat Yonna tak berani mengangkat kepalanya.

“Yonna, apakah kau tidak mendiskusikan persentasi hari ini kepada Anggota Tim-mu yang lain?” tanya Pak Kuncoro secara langsung.

“Sa-saya melakukannya, Pak. Hanya saja mungkin Pak Kamal sedang merasa lelah terutama hari ini dirinya baru saja mendapatkan musibah!” ucap Yonna Mencoba menyelamatkan dirinya dan memberikan alasan untuk membantu Kamal.

“Hah! Benarkah itu? Hmmm, kenapa aku merasa sepertinya hal yang kau katakan itu hanya sekedar alasan Yonna? Apakah kau sedang mencoba membantu Kamal dan menyelamatkan dirimu dari masalah?” sindir Pak Kuncoro yang langsung membuat Yonna kaget karena tujuan sebenarnya telah diketahui.

Pak Kuncoro yang tidak ingin melihat Kamal dan Yonna pun berdiri dari ruangan tersebut dan kembali ke ruangannya.

Pak Kuncoro adalah pria yang berumur hampir lima puluh tahun. Pak Kuncoro telah lama bekerja di Perusahaan BUMN dan telah menjabat selama belasan tahun sebagai Pemimpin.

Pak Kuncoro yang pulang terlambat berpikir jika Perusahaan telah tidak memiliki penghuni lagi pun memutuskan untuk pulang.

Namun, Pak Kuncoro yang baru saja membaca berita buruk tentang kejadian di dalam lift membuatnya menjadi paranoit higga memutuskan pulang dengan menggunakan tangga darurat.

“Hah, tak seharusnya aku membaca berita itu dan hasilnya aku sekarang menjadi sangat ketakutan pulang dengan lift karena khawatir lift akan mati secara tiba-tiba dan membuatku tidak bisa keluar!” gumam Pak Kuncoro dengan ekspresi wajah yang menyesal.

“Hmmm, jika seperti ini maka hanya ada satu cara agar aku bisa pulang yaitu dengan menggunakan tangga dari lantai tiga menuju lantai satu. Untung saja aku menuruni tangga jika aku harus naik tangga hingga lantai tiga. Hah, itu pasti sangat melelahkan!” gumam Pak Kuncoro dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil beberapa kali menarik nafas panjang.

Namun, di saat Pak Kuncoro berjalan menuju tangga lantai dua dengan suara yang pelan. Pak Kuncoro mendengar percakapan yang tak biasa.

“Mas, aku ingin sekali bersama denganmu selamanya tapi aku tidak bisa menceraikan suamiku yang tidak berguna itu!” ucap Yonna dengan suara yang sedikit kesal.

“Aku ingin menceraikannya tapi aku tidak memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya karena aku tidak ingin ada orang yang menyalahkanku saat perceraian terjadi!” ucap Yonna lagi yang bersandar di pelukan Kamal sambil duduk di bawah tangga.

“Mas, mengerti. Mas akan menunggu sampai waktu itu tiba lagipula bukankah kita masih bisa bersama meskipun kita telah memiliki pasangan masing-masing!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah penuh cinta dan tatapan mata yang lembut.

“Mas mencintaimu!” ucap Kamal yang kemudian memegang dagu Yonna dan mencium bibirnya hingga akhirnya keduanya berlanjut melakukan sesuatu hal yang terlarang di tempat itu.

Pak Kuncoro yang sebenarnya ingin segera pulang berhenti di tempatnya dan memutuskan kembali ke ruangannya.

Pak Kuncoro yang berdiri di depan jendela kaca ruangannya pun melihat Kamal yang keluar sendirian tanpa Yonna dengan wajah yang ramah saat memasuki mobilnya sungguh membuat Pak Kuncoro muak.

“Tidak disangka. Pria yang terlihat alim dan sayang keluarga ternyata pria yang sangat b****sek! Pria yang tega menghianati istri dan anaknya!” ucap Pak Kuncoro dengan tatapan mata yang menghina.

Pak Kuncoro yang masih berdiri di depan jendela akhirnya melihat Yonna keluar dari ruangan dan berjalan menuju halte.

Pak Kuncoro yang mengenali mobil yang terparkir di depan Halte itu pun melihat Yonna masuk ke dalam mobil dengan wajah yang ceria.

“Hmmm, ternyata mereka berdua sangat pandai menyimpan kebusukan! Tidak disangka ternyata keduanya pulang bersama setelah berpura-pura pulang sendiri-sendiri!” gumam Pak Kuncoro dengan tatapan mata yang dingin.

Pak Kuncoro yang merupakan Pria yang sangat mencintai istrinya tidak pernah sekalipun melirik wanita lain ataupun berselingkuh sehingga saat Pak Kuncoro mengetahui perselingkuhan Kamal dan Yonna membuat Pak Kuncoro menjadi membenci keduanya.

“Aku sangat ingin membongkar perselingkuhan mereka berdua tapi jika aku melakukan itu keduanya pasti akan bersikap terang-terang setelah rahasianya terbongkar. Hal yang terpenting adalah akan ada dua rumah tangga yang hancur nantinya!” gumam Pak Kuncoro yang kembali ke kursinya dengan ekspresi wajah yang pasrah.

#Bersambung#

Apa yang akan dilakukan Pak Kuncoro selanjutnya? Apakah Pak Kuncoro akan menolong Riana membalaskan dendamnya ataukah tidak? tunggu jawabannya di BAB-BAB selanjutnya ya..

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

lambat laun terbongkar juga

2023-08-26

1

Uthie

Uthie

Bagus pak.. perselingkuhan jangan di biarkan gtu aja 👍😡

2023-03-30

2

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

Oalahh jd bneran slingkuh.. Haduhh..udh punya istri tp bilang cinta sma wanita lain

2023-03-17

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Notifikasi Email
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Aset
4 BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5 BAB 5. Tawaran Bantuan
6 BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7 BAB 7. Tiga Puluh Juta
8 BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9 BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10 BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11 BAB 11. Tempat Les Baru
12 BAB 12. Mobil Mogok
13 BAB 13. Ditinggal Sendiri
14 BAB 14. Pemalakan
15 BAB 15. Ditegur Atasan
16 BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17 BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18 BAB 18. Air Mata Buaya
19 BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20 BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21 BAB 21. Pergi Mendadak
22 BAB 22. Perdebatan
23 BAB 23. Mogok Lagi
24 BAB 24. Dorong Mobil
25 BAB 25. Dua Handphone
26 BAB 26. Pertimbangan
27 BAB 27. Niat Lain Yonna
28 BAB 28. Mensadap Handphone
29 BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30 BAB 30. Makan-makan
31 BAB 31. Transfer
32 BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33 BAB 33. Bos Baru
34 BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35 BAB 35. Pertengkaran
36 BAB 36. Bendera Damai
37 BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38 BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39 BAB 39. Kesepakatan
40 BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41 BAB 41. Ketahuan Shawn
42 BAB 42. Kecelakaan.
43 BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44 BAB 44. Dukung Penuh
45 BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46 BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47 BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48 BAB 48. Penggrebekan I
49 BAB 49. Penggrebekan II
50 BAB 50. Masuk Penjara
51 BAB 51. Hukum Masyarakat
52 BAB 52. Air Mata Kesedihan
53 BAB 53. Rencana Dion
54 BAB 54. Permintaa Lainnya
55 BAB 55. Pertemuan
56 BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57 BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58 BAB 58. Perjanjian Verbal
59 BAB 59. Permintaan Yonna
60 BAB 60. Sindiran Tetangga
61 BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62 BAB 62. Menjual Tanah
63 BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64 BAB 64. Kehamilan Yonna
65 BAB 65. Nada Anjani
66 BAB 66. Kehilangan Janin
67 Bb 67. Video Viral
68 BAB 68. Pelantikan
69 BAB 69. Pindah atau Berhenti
70 BAB 70. Pindah
71 BAB 71. Kamal Kecelakaan
72 BAB 72. Jodohku
73 BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74 BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75 BAB 75. Akhir Cerita
76 Pengumuman
77 Perhatian
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1. Notifikasi Email
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Aset
4
BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5
BAB 5. Tawaran Bantuan
6
BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7
BAB 7. Tiga Puluh Juta
8
BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9
BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10
BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11
BAB 11. Tempat Les Baru
12
BAB 12. Mobil Mogok
13
BAB 13. Ditinggal Sendiri
14
BAB 14. Pemalakan
15
BAB 15. Ditegur Atasan
16
BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17
BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18
BAB 18. Air Mata Buaya
19
BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20
BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21
BAB 21. Pergi Mendadak
22
BAB 22. Perdebatan
23
BAB 23. Mogok Lagi
24
BAB 24. Dorong Mobil
25
BAB 25. Dua Handphone
26
BAB 26. Pertimbangan
27
BAB 27. Niat Lain Yonna
28
BAB 28. Mensadap Handphone
29
BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30
BAB 30. Makan-makan
31
BAB 31. Transfer
32
BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33
BAB 33. Bos Baru
34
BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35
BAB 35. Pertengkaran
36
BAB 36. Bendera Damai
37
BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38
BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39
BAB 39. Kesepakatan
40
BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41
BAB 41. Ketahuan Shawn
42
BAB 42. Kecelakaan.
43
BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44
BAB 44. Dukung Penuh
45
BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46
BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47
BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48
BAB 48. Penggrebekan I
49
BAB 49. Penggrebekan II
50
BAB 50. Masuk Penjara
51
BAB 51. Hukum Masyarakat
52
BAB 52. Air Mata Kesedihan
53
BAB 53. Rencana Dion
54
BAB 54. Permintaa Lainnya
55
BAB 55. Pertemuan
56
BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57
BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58
BAB 58. Perjanjian Verbal
59
BAB 59. Permintaan Yonna
60
BAB 60. Sindiran Tetangga
61
BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62
BAB 62. Menjual Tanah
63
BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64
BAB 64. Kehamilan Yonna
65
BAB 65. Nada Anjani
66
BAB 66. Kehilangan Janin
67
Bb 67. Video Viral
68
BAB 68. Pelantikan
69
BAB 69. Pindah atau Berhenti
70
BAB 70. Pindah
71
BAB 71. Kamal Kecelakaan
72
BAB 72. Jodohku
73
BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74
BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75
BAB 75. Akhir Cerita
76
Pengumuman
77
Perhatian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!