BAB 7. Tiga Puluh Juta

Beberapa hari berlalu, Riana yang mengetahui bahwa hari itu adalah hari dimana Kamal dan dirinya libur sementara kedua anak mereka tetap pergi ke sekolah karena ada jadwal ekskul pun mengingatkan Kamal kembali akan janjinya.

Riana yang telah selesai merapikan rumah dan memasak untuk hari itu pun dengan cepat menyeduhkan kopi susu dengan beberapa camilan di dalam piring di hadapan Kamal.

“Mas, ini kopi dan kuenya. Minumlah dulu, Mas!” uap Riana dengan nada suara yang ramah dengan senyum yang lembut.

Kamal yang sedang duduk memainkan handphonenya pun mengalihkan pandangannya pada minuman dan makanan yang dibawa Riana lalu mencoba semuanya.

Riana yang melihat Kamal sudah merasa santai dan perasaannya sangat bagus pun melancarkan tujuan utamanya.

“Mas, anak-anak sudah pergi ke sekolah dan siang nanti baru pulang. Gimana kalau kita pergi ke Showroom Motor untuk jual motor-motor kita?” tanya Riana dengan nada suara yang cuek dengan ekspresi wajah yang polos.

Kamal yang sedang memakan kue pun tanpa sadar tersedak dan membuat Riana dengan cepat mengambilkan air putih yang telah disediakannya sejak awal.

“Mas, kamu ngak apa-apa? Makannya yang pelan dong Mas!” ucap Riana yang cemas dengan ekspresi wajah yang sedih.

Kamal yang mendapatkan air putih dengan cepat meminumnya lalu menanyakan lagi pertanyaan Riana tersebut.

“Mau pergi ke Showroomnya sekarang? Ngak bisa besok aja, dek?” tanya Kamal dengan ekpsresi wajah yang terkejut.

Riana yang sudah menduga bahwa Kamal akan mengulur waktu lagi untuk menjual kedua motor tersebut pun meletakkan cangkir yang ada di tangannya lalu berdiri.

“Apakah sekarang Mas sedang mencoba untuk menipu Adek? Apakah Mas ingin melanggar janji Mas pada Adek?” tanya Riana dengan suara yang sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang berpura-pura marah.

“Bu-bukan begitu. Mas tidak bermaksud menipu Adek ataupun melanggar janji hanya saja Mas merasa jika akan sangat disayangkan jika kita menjual motor tersebut sekarang karena sepertinya kita pasti akan memerlukannya dalam waktu dekat!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang gugup.

Riana yang mendengar alasan dari Kamal pun menyipitkan matanya dan menatap dingin ke arah Kamal.

“Kita akan memerlukannya? Kita yang kau maksud itu siapa Mas? Aku atau Mbak Yonna?” ucap Riana dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan terkepal erat.

“Aku tidak akan membiarkanmu menyimpan motor itu dan akan menjadi Aset Bersama di masa depan lalu membuatmu memiliki kesempatan untuk memberikannya kepada Mbak Yonna!” ucap Riana dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.

“Semua yang ada adalah milikku dan anak-anak. Aku tidak akan memberikan sepesepun untuk kalian berdua!” ucap Riana dalam hati dengan tekad yang kuat.

Kamal yang melihat Riana tidak akan bisa diajak berkompromi masalah ini pun menarik nafas panjang dan mengalah.

“Baiklah, aku mengerti. Aku akan mengambil kunci mobil dan dompet lalu kita pergi ke Showroom Motor!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang pasrah dengan sorot mata yang sayup.

Riana yanh mendengar Kamal menyerah akan keinginannya dan bergerak mengambil kunci mobil dan dompet pun dengan cepat mengubah tampilannya.

Setelah beberapa saat akhirnya keduanya pun sampai di Showroom Motor, Riana yang tidak ingin membiarkan Kamal membatalkan rencananya pun memulai pembicaraan.

“Ada yang bisa bantu, Mbak Mas?” tanya salah seorang Pria dengan senyum dan nada suara yang ramah.

“Hmmm, kami ingin menjual dua motor kami yang tidak terpakai tapi kami tidak membawanya kemari karena tidak punya cara membawanya!” ucap Riana dengan nada suara yang sopan.

Tepat setelah Riana bicara seorang Wanita yang masih muda pun muncul dan memotong pembicaraan dengan senyum yang lembut.

“Maafkan saya tapi apakah Mbak mau menjual motor?” tanya wanita tersebut yang bernama Susan dengan ekspresi wajah yang bersahabat.

“Benar sekali tapi sayang motornya ada di rumah dan kami tidak membawanya kemari karena tak punya kendaraan yang bisa digunakan untuk membawanya!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang jujur dengan nada suara yang menyesal.

“Baiklah, kalau begitu bolehkah saya dan beberapa Tim Teknisi datang ke rumah Mbak untuk mengecek motornya?” tanya Susan dengan suara yang lembut.

“Tentu saja.” jawab Riana dengan cepat dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil mempersilahkan Susan bersama dua orang karyawannya ikut bersama Riana masuk ke dalam mobil.

Keempatnya pun pergi menuju rumah Riana dengan sangat cepat. Kamal yang bertugas menunjukkan motor tersebut kepada kedua Teknisi membuat Riana memiliki waktu untuk mempersiapkan makanan ringan dan minuman sebagai sopan santun karena telah mau datang.

Riana yang tidak bisa membiarkan Kamal melakukan kesalahan dalam bicara hingga membuat harga motor yang akan dijual turun drastis pun dengan tegas terus berdiri di dekat Kamal.

“Bagaimana Mbak Susan? Apakah setuju membeli motor kami?” tanya Riana dengan nada suara yang ramah dengan senyum yang lembut.

“Tentu saja. Kedua motornya terlihat masih sangat bagus dan sepertinya selalu dirawat dengan baik. Mesinnya juga masih asli dan tidak ada pembongkaran sama sekali!” Jawab Susan dengan ekspresi wajah yang puas.

“Bagaimana kalau aku membayar dua puluh lima juta untuk kedua morot ini?” tanya Susan dengan senyum yang lebar.

“Hmmm, harganya terlalu rendah untuk motor yang masih terlihat sangat bagus dan juga memiliki mesin yang masih asli! Aku rasa tiga puluh lima juta untuk kedua motor ini!” ucap Riana yang membalas senyuman Susan dengan ekspresi wajah yang bersahabat.

“Agh, itu terlalu tinggi Mbak, bagaimana kalau kita mengambil jalan tengah dengan tiga puluh juta. Aku harap Mbak mengerti jika aku juga perlu menjual kembali motor ini.” Ucap Susan dengan mata yang berbinar meminta pengertian dari Laura.

“Hmmm, bagaimana ya? Mas, gimana pendapatmu? Apakah segitu cukup untuk kedua motor kita?” tanya Riana dengan ekspresi wajah yang bingung.

Kamal yang tidak ikut dalam negosiasi dan tawar-menawar harga sejak awal pun menjadi terkejut saat Riana menanyakan pendapatnya.

“Hmmm, bagaimana bagusnya saja menurut Adek dan Mas nurut aja?” ucap Kamal dengan senyum yang lembut.

Riana yang sudah bisa menebak bahwa Kamal akan mengatakan hal itu pun tersenyum puas dan mencapai kesepakatan dengan Susan.

Susan yang dengan cepat melakukan transfer ke rekening Riana pun meminta kedua Tim Teknisinya untuk membawa setiap motor yang telah dibeli kembali ke Showroom Motor.

“Terima kasih untuk kerjasamanya. Senang bertransaksi dengan Mbak. Ini adalah surat-surat dari kedua motor tersebut.” Ucap Riana dengan senyum yang sangat lebar dan ekspresi wajah yang bahagia.

Sementara itu, Kamal yang masih berdiri menatap tempat dirinya menyimpan kedua motornya yang telah dijual Riana tidak membuat Riana simpati.

Riana yang tidak peduli dengan perasaan Kamal yang sedih pun membereskan minuman dan piring sisa dari menjamu Pembeli Motor ke dapur.

“Maafkan aku Mas. Aku melakukan semua ini demi masa depan anak-anak sebelum dirimu benar-benar dikuasai oleh Mbak Yonna sehingga melupakan kewajibanmu kepadaku dan anak-anak.” Ucap Riana dalam hati dengan ekspresi wajah yang dingin.

#Bersambung#

Perhiasan sudah dijual, Tabungan dan Deposito sudah berpindah tempat dan Kedua Motor pun telah dijual, kira-kira apa lagi yang akan dilakukan Riana untuk mengamankan Asetnya?” Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya..

Terpopuler

Comments

azzalea

azzalea

keren mbak.....berfikir jernih walaupun terluka

2023-06-23

5

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

saya sgt salut kpd istri yg berpikir jernihsaat tahu suami selingkuh.
Tanah & kuat.

2023-04-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Notifikasi Email
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Aset
4 BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5 BAB 5. Tawaran Bantuan
6 BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7 BAB 7. Tiga Puluh Juta
8 BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9 BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10 BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11 BAB 11. Tempat Les Baru
12 BAB 12. Mobil Mogok
13 BAB 13. Ditinggal Sendiri
14 BAB 14. Pemalakan
15 BAB 15. Ditegur Atasan
16 BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17 BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18 BAB 18. Air Mata Buaya
19 BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20 BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21 BAB 21. Pergi Mendadak
22 BAB 22. Perdebatan
23 BAB 23. Mogok Lagi
24 BAB 24. Dorong Mobil
25 BAB 25. Dua Handphone
26 BAB 26. Pertimbangan
27 BAB 27. Niat Lain Yonna
28 BAB 28. Mensadap Handphone
29 BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30 BAB 30. Makan-makan
31 BAB 31. Transfer
32 BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33 BAB 33. Bos Baru
34 BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35 BAB 35. Pertengkaran
36 BAB 36. Bendera Damai
37 BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38 BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39 BAB 39. Kesepakatan
40 BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41 BAB 41. Ketahuan Shawn
42 BAB 42. Kecelakaan.
43 BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44 BAB 44. Dukung Penuh
45 BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46 BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47 BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48 BAB 48. Penggrebekan I
49 BAB 49. Penggrebekan II
50 BAB 50. Masuk Penjara
51 BAB 51. Hukum Masyarakat
52 BAB 52. Air Mata Kesedihan
53 BAB 53. Rencana Dion
54 BAB 54. Permintaa Lainnya
55 BAB 55. Pertemuan
56 BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57 BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58 BAB 58. Perjanjian Verbal
59 BAB 59. Permintaan Yonna
60 BAB 60. Sindiran Tetangga
61 BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62 BAB 62. Menjual Tanah
63 BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64 BAB 64. Kehamilan Yonna
65 BAB 65. Nada Anjani
66 BAB 66. Kehilangan Janin
67 Bb 67. Video Viral
68 BAB 68. Pelantikan
69 BAB 69. Pindah atau Berhenti
70 BAB 70. Pindah
71 BAB 71. Kamal Kecelakaan
72 BAB 72. Jodohku
73 BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74 BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75 BAB 75. Akhir Cerita
76 Pengumuman
77 Perhatian
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1. Notifikasi Email
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Aset
4
BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5
BAB 5. Tawaran Bantuan
6
BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7
BAB 7. Tiga Puluh Juta
8
BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9
BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10
BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11
BAB 11. Tempat Les Baru
12
BAB 12. Mobil Mogok
13
BAB 13. Ditinggal Sendiri
14
BAB 14. Pemalakan
15
BAB 15. Ditegur Atasan
16
BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17
BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18
BAB 18. Air Mata Buaya
19
BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20
BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21
BAB 21. Pergi Mendadak
22
BAB 22. Perdebatan
23
BAB 23. Mogok Lagi
24
BAB 24. Dorong Mobil
25
BAB 25. Dua Handphone
26
BAB 26. Pertimbangan
27
BAB 27. Niat Lain Yonna
28
BAB 28. Mensadap Handphone
29
BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30
BAB 30. Makan-makan
31
BAB 31. Transfer
32
BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33
BAB 33. Bos Baru
34
BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35
BAB 35. Pertengkaran
36
BAB 36. Bendera Damai
37
BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38
BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39
BAB 39. Kesepakatan
40
BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41
BAB 41. Ketahuan Shawn
42
BAB 42. Kecelakaan.
43
BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44
BAB 44. Dukung Penuh
45
BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46
BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47
BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48
BAB 48. Penggrebekan I
49
BAB 49. Penggrebekan II
50
BAB 50. Masuk Penjara
51
BAB 51. Hukum Masyarakat
52
BAB 52. Air Mata Kesedihan
53
BAB 53. Rencana Dion
54
BAB 54. Permintaa Lainnya
55
BAB 55. Pertemuan
56
BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57
BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58
BAB 58. Perjanjian Verbal
59
BAB 59. Permintaan Yonna
60
BAB 60. Sindiran Tetangga
61
BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62
BAB 62. Menjual Tanah
63
BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64
BAB 64. Kehamilan Yonna
65
BAB 65. Nada Anjani
66
BAB 66. Kehilangan Janin
67
Bb 67. Video Viral
68
BAB 68. Pelantikan
69
BAB 69. Pindah atau Berhenti
70
BAB 70. Pindah
71
BAB 71. Kamal Kecelakaan
72
BAB 72. Jodohku
73
BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74
BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75
BAB 75. Akhir Cerita
76
Pengumuman
77
Perhatian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!