Kamal yang merasa suasana hatinya sangat kesal pun berniat untuk segera pulang ke rumah dan meminta maaf lalu menjelaskan semuanya kepada Riana.
“Aku harus segera pulang sekarang! Aku tidak bisa membiarkan Riana marah-marah padaku seharian hingga tak satupun pesan dan teleponku yang diresponnya!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang bingung.
Namun saat Kamal ingin meninggalkan kantor tiba-tiba Yonna datang dan masuk ke dalam ruangan Kamal.
“Apa yang kau lakukan di sini, Yonna?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.
Yonna yang sudah merasakan jika Kamal marah padanya karena dirinya meninggalkannya sendirian saat mobilnya mogok pun mulai mengeluarkan jurus andalannya.
“Ma-maafkan aku, Mas. Aku sungguh minta maaf. aku tidak bermaksud meninggalkanmu dalam keadaan susah seperti itu tapi aku tidak punya pilihan lain Mas.” Ucap Riana dengan suara yang terdengar pilu dengan air mata yang mengalir sangat banyak ke pipinya.
“Aku sungguh tidak berdaya Mas. Aku takut jika Pak Kuncoro marah dan memotong gajiku atau memecatku. Aku khawatir jika hal itu terjadi bagaimana nasibku dan anak-anakku, Mas.” Ucap Yonna lagi dengan air mata yang berhenti keluar.
Kamal yang awalnya marah langsung berubah luluh saat melihat Yonna yang menangis sesegukan di hadapannya.
“Mas, kau sangat tau jika suamiku sangat tidak berguna dan tidak bisa diandalkan. Jika aku dipecat maka Putraku akan kelaparan dan mungkin akan putus sekolah!” ucap Yonna yang mulai mendramatisir keadaan mencari simpati Kamal.
Kamal yang merasa iba dengan kondisi Yonna pun mendekat dan memeluk Yonna yang menangis lalu menenangkan dirinya.
“Tenanglah. Jangan khawatir. Mas tidak marah padamu. Mas mengerti maksudmu.” Ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang telah berubah lunak.
Yonna yang sangat senang karena rencananya untuk melunakkan hati Kamal yang sedang marah dengan air mata ternyata berhasil.
Kamal yang memeluk Yonna pun mulai mencium bibir Yonna dengan lembut dengan kedua tangannya yang telah bergerak ke bagian tubuh Yonna.
Yonna yang tau jika dirinya masih ada di dalam kantor dan takut jika akan ada orang yang akan tau perselingkuhan keduanya pun bergegas menghentikan Kamal.
“Mas, jangan disini. Kita masih ada di kantor dan akan ada banyak mata yang melihat, Mas!” ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang malu-malu.
Kamal yang telah benar-benar melupakan amarahnya itu pun mengajak Yonna untuk menghabiskan waktu bersama.
“Bagaimana kalau kita menghabiskan hari ini bersama? Aku akan bilang kepada Riana bahwa malam ini aku ada kerja lembur.” Ucap Kamal dengan senyum yang jahil.
“Hahaha... Kerja lembur? Kerja lembur apa Mas? Kamu ini nakal sekali Mas!” ucap Yonna dengan nada suara yang genit dengan sikap yang menggoda.
“Tentu saja kerja lembur memuaskanmu di atas ranjang!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang tidak malu sama sekali saat mengatakan kata-kata yang terdengar sangat vulgar.
Yonna yang mendengar perkataan Kamal pun tertawa kecil hingga akhirnya melepaskan diri dari pelukan Kamal dan pergi keluar ruangan dengan sebuah kecupan manjan di pipi Kamal.
Sementara itu, Riana yang telah menyadari yang akan dilakukan oleh Kamal saat mengatakan akan bekerja lembur kepadanya pun memutuskan untuk melupakan semuanya dengan menghabiskan waktunya bersama kedua anaknya.
#Bersambung#
Hmmm, Kamal sepertinya telah benar-benar dibutakan dengan rayuan dan kata-kata manis dari Yonna. Apakah Kamal pada akhirnya akan sadar kesalahannya? Tebak di kolom komentar ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Sulati Cus
bener2 suami yg g layak di pertahanin
2023-03-01
2