Satu minggu berlalu, Riana yang tidak pernah melupakan niatnya saat Kamal ketahuan berselingkuh pun mulai merusakkan mobilnya kembali.
"Leo, apakah Aki Mobil yang Mbak minta kamu untuk dapatkan sudah ada?" tanya Riana di sambungan telepon dengan suara yang rendah saat menyadari tak ada seorangpun di rumah.
"Akinya sudah ada Mbak nanti Leo ke rumah dan Leo akan bawakan Akinya siang ini dengan alasan bawakan makanan kiriman dari Mama." ucap Leo yang ternyata sangat kooperatif dalam menjalankan perannya.
Riana yang tak ingin ketahuan pun mematikan teleponnya lalu bersikap seperti biasanya hingga akhirnya Leo datang membawa yang diminta Riana di siang hari.
Kamal yang tidak merasa curiga duduk di ruang keluarga bersama Leo dan kedua anaknya sambil menonton televisi dengan santainya mengobrol.
Leo yang telah membenci Kamal karena menghianati Riana sangat ingin menghajar Kamal tapi dengan cepat menghentikan niatnya karena tak ingin rencana balas dendam Riana hancur di tangannya.
"Leo, kau harus belajar yang rajin supaya bisa mencari kerja yang bagus dengan nilai ijazahmu. Jangan buat Mbakmu dan kedua orangtuamu kecewa! Apa kau mengerti Leo?" tanya Kamal yang mencoba menceramahi Leo dengan kata-kata bijaknya.
"Tenang saja Kakak Ipar. Nilaiku aman dan aku akan lulus kuliah tepat waktu!" ucap Leo dengan senyum yang dipaksa tapi tidak terlihat canggung di mata Kamal.
Riana yang sadar jika Leo sudah sangat muak melihat dari tangan Leo yang terkepal menahan amarah pun dengan cepat meminta Leo untuk segera kembali.
"Leo, ini untuk Mama dan Papa. Cepat bawalah pulang karena Mbak dengar bahwa kamu sedang masa ujian MID semester jadi lebih baik kau belajar sekarang! Mbak ngak mau nilaimu kecil dengan alasan membawa makanan kemari!" sindir Riana dengan kata-katanya yang pedas tapi tidak melukai hati Leo sama sekali.
Leo yang sudah sangat ingin pergi dari rumah itu pun merasa lega saat melihat kode dari Riana yang membantunya.
Leo yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu pun dengan cepat pergi meninggalkan rumah Riana dan berdoa semoga rencana Riana akan berjalan dengan lancar.
Riana yang ingin mengganti Aki Mobil yang lama dengan yang dibawa oleh Leo pun membuat alasan agar Kamal pergi dari rumah bersama kedua anaknya.
“Mas, bisa datang sendiri ngak ke Acara Syukurannya Bu Fifi yang ada di ujung lorong rumah kita! Aku sakit perut jadi ngak bisa pergi dan ngak enak juga kalau ngak ada yang datang, Mas!” ucap Riana yang berpura-pura sakit perut setelah keluar dari kamar mandi.
“Agh! Mas ngak mau datang sendirian! Mas merasa ngak enak karena jarang kumpul dengan bapak-bapak di komplek ini!” ucap Kamal dengan ekspresi niat menolak permintaan Riana.
Riana yang ingin marah pada Kamal karena Kamal lebih fokus dengan handphonenya daripada bicara menatap matanya pun menarik nafas panjang dan bersabar.
“Sabarlah, Riana! Kau tidak boleh terbawa emosi! Kau harus bisa membuat Kamal dan kedua anakmu keluar dari rumah agar rencana yang telah dibuat berhasil dilaksanakan! Tenang! Sabar!” ucap Riana dalam hati dengan ekspresi wajah yang berubah lebih baik.
Riana yang tidak ingin menyerah membujuk Kamal agar bisa pergi pun mulai menyelipkan nama kedua anaknya untuk menjadi tameng.
“Ayolah, Mas.Ngak enak kalau kita ngak pergi sama sekali. Kalau Mas ngak mau sendiri ajak aja Shawn dan Shasa ikut, Mas!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang memelas.
“Hah! Baiklah. Kau bilanglah kepada Shawn dan Shasa! Mintalah keduanya untuk bersiap-siap terutama Shasa yang dandan sangat lama!” ucap Kamal dengan nada suara yang protes tapi tetap dilakukannya sambil memainkan handphonenya.
Riana yang tidak peduli kepada Kamal pun berjalan memasuki kamar Shasa dan Shawn untuk memerintahkan keduanya pergi menemani Kamal.
Shasa dan Shawn yang telah diajarkan sopan santu dan etika saat bersama orangtua sejak kecil akhirnya tertanam hingga saat ini. Oleh karena itu saat Riana memberikan perintah kepada keduanya untuk pergi tak ada bantahan sama sekali.
Setengah jam berlalu, Shasa dan Shawn yang telah selesai segera pergi menemui Kamal yang telah bersiap-siap lalu keduanya pun pergi meninggalkan rumah dengan Riana sendirian.
Riana yang telah menutup pagar rumahnya pun dengan cepat menguncinya lalu masuk ke dalam dengan santainya.
Riana yang tak ingin tertangkap kamera CCTV saat membongkar mobil Kamal pun mematikan CCTV yang hidup sementara waktu lalu mulai melancarkan aksinya.
"CCTV sudah mati dan Mas Kamal bersama kedua anakku sedang keluar ke Taman dekat rumah. Sekarang adalah waktu yang tepat aku untuk mulai bergerak!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.
Riana yang mulai membuka penutup depan mobilnya pun bergerak menggantikan Aki Mobil Kamal yang baru dengan Aki Mobil yang telah disimpan Riana.
"Sekarang telah selesai! Aki mobilnya telah diganti dengan begini maka mobil ini akan mogok lagi besok saat Kamal akan bekerja!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang puas.
Riana yang tak ingin ketahuan pun dengan cepat menyimpan Aki Mobil Kamal yang baru ke tempat yang aman lalu menutup penutup mobil tersebut kembali.
#Bersambung#
Apakah rencana Riana yang ingin membuat mobil Kamal mogok untuk kedua kalinya akan berhasil? Bagaimana cara Riana membujuk Kamal menjual mobilnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
mantap Riana..baca pun deg degan..
2023-08-26
1
Khan Nurdiani
semangat riana ....sekali rmh diam2 jual enak bgt di ambil sm selingkuh sm laki2 tdk diri ???dasar laki2 tdk punya otak , selingkuh sm istri org trs istri jd janda bikin emosi
2023-01-23
1