BAB 17. Saran yang Tak Terduga

Putra yang tau keinginan Riana pun mengajukan diri untuk membantu bersama Aris tanpa meminta balasan.

"Jika kau menginginkan semua itu maka hanya ada satu cara yang tersisa!" ucap Putra dengan ekspresi wajah yang berubah serius.

"Kau harus menangkap basah suamimu dan selingkuhannya sedang berhubungan intim dengan Tim Kepolisian!" ucap Putra dengan suara yang tegas.

Riana yang mendengar perkataan Putra ternyata tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajah keterkejutannya dan begitu pula dengan Aris yang tak tau apapun tentang hal itu.

"Jika kau melakukan itu semua maka suamimu dan selingkuhannya bisa dimasukkan ke dalam penjara dengan tuduhan perzinahan lalu kau bisa menuntut untuk harta yang belum kau amankan sebagai balasa untuk kebebasannya!" ucap Putra dengan suara yang tegas.

"Tak hanya itu, kau pun bisa menggunakan ini sebagai bukti di Pengadilan bahwa suamimu tidak pantas mendapatkan Hak Asuh Anakmu!" ucap Putra dengan tatapan mata yang tajam.

Riana yang mendengar perkataan Putra pun terdiam dan memikirkan semuanya tapi sebelum Riana selesai berpikir, Putra mengatakan sesuatu yang membuat Riana semakin tertarik dengan saran tersebut.

"Kau pun bisa menuntut selingkuhan suamimu sejumlah uang sebagai balasan untuk kebebasannya dari Penjara. Kau juga bisa menghubungi suami dari selingkuhanmu tentang hal ini agar wanita itu mendapatkan hukumannya!" ucap Putra lagi dengan ekspresi wajah yang telah berubah santai.

"Jika kau ingin menghancurkan wanita selingkuhan suamimu itu hingga berkeping-keping kau bisa memberitau keluarga besarnya, keluarga suaminya dan anak-anaknya tentang perbuatan buruknya." ucap Putra lagi sambil mengambil makanan yang baru saja sampai.

Hmmm, kau bisa juga menyebarkan semua kejahatan wanita itu kepada tetangganya agar wanita itu tidak punya wajah lagi di masyarakat!" ucap Putra dengan senyum jahatnya.

Riana yang mendengar semua rencana yang dibuat oleh Putra pun terdiam dan menundukkan kepalanya sambil berpikir.

"Kau tak perlu menjawabku sekarang. Kau bisa memikirkannya dahulu sambil melaksanakan rencanamu yang ingin mengumpulkan semua aset yang ada!" ucap Putra dengan senyum yang menyejukkan.

Riana yang mendengar perkataan Putra pun tersenyum kembali dan perasaan cemas yang menyelubungi hatinya hilang seketika.

"Ibu adalah wanita hebat. Ibu pasti akan bisa melewati ini semua dengan baik. Jangan khawatir, Bu. Muridmu ini pasti akan membantu!" ucap Aris dengan senyum yang lebar.

Riana yang merasa tersentuh dengan kata-kata Aris pun menganggukkan kepalanya lalu tersenyum ceria kembali.

Riana yang awalnya kehilangan nafsu makannya pun memanggil pelayan dan menambah beberapa menu lagi hingga akhirnya dirinya merasa sanga kenyang.

Putra dan Aris yang telah pergi terlebih dahulu karena Aris tiba-tiba mendapatkan panggilan dari Kantornya akhirnya pergi meninggalkan Riana sendiri.

"Hmmm, apakah saran yang diberikan Putra adalah saran terbaik yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan semuanya tanpa kehilangan apapun?" tanya Riana pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung.

Riana yang terus memikirkan yang dikatakan Putra padanya pun menjadi tidak fokus dengan semua yang dikerjakannya hingga akhirnya Riana memutuskan untuk berbaring di tempat tidur dan tanpa sadar pun terbuai di dalam dunia mimpi.

Riana yang memasuki dunia mimpi seolah mengalami sebuah kenyataan pahit yang sangat ingin dihindarinya.

“Aku akan menceraikanmu dan kau harus segera keluar angkat kaki dari rumah ini! Semua ini akan menjadi milik wanita yang sangat aku cintai, Yonna!” ucap Kamal dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil memeluk Yonna ke dalam pelukannya dengan sangat erat dan mendorong Riana hingga terduduk ke lantai.

“Kau tidak akan mendapatkan hak apapun atas harta yang aku miliki dan begitu pula dengan anak-anak! Kau akan menjadi gelandangan dan hidup mengenaskan, Riana!” ucap Kamal dengan tatapan mata yang kejam dengan ekspresi wajah yang dingin.

Riana yang merasakan kesedihan dan kesakitan karena penghianatan itu pun tak bisa menerima semuanya hingga berteriak dengan sangat keras dengan air mata yang mengalir sangat banyak.

“Aaaarrggghhh! Tidak! Jangan ambil anakku!” teriak Riana dengan suara yang sangat keras dengan keringat yang mengalir sangat banyak dengan wajah yang pucat karena rasa takut yang mengalir ke seluruh tubuhnya.

Riana yang akhirnya terbangun dari mimpi buruknya itu pun merasa sangat takut dan khawatir akan nasib buruk yang akan terjadi padanya terlebih saat Kamal sepenuhnya berubah dan memihak kepada Yonna.

“Aku tidak ingin mimpi buruk itu terjadi padaku! Aku ingin Mas Kamal dan Mbak Yonna menderita dan merasakan akibat dari perbuatan mereka!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang lurus ke depan ke arah cermin rias.

“Aku tidak akan membiarkan Mas Kamal dan Mbak Yonna bahagia di atas penderitaanku dan anak-anakku! Aku akan membuat keduanya hancur seperti yang mereka lakukan pada hatiku dan pernikahanku!” ucap Riana dengan suara yang tegas dengan tekad yang kuat.

Riana yang telah membuat keputusan pun akhirnya memilih menyetujui saran dari Putra untuk membantunya dalam proses perceraiannya.

Namun meskipun Riana telah membuat keputusan, Riana tidak ingin bicara dengan Putra terlebih dahulu karena Riana merasa sangat tidak nyaman karena pernyataan cinta tiba-tiba yang diucapkan Putra padanya.

“Aaagghhh! Aku merasa sangat tidak nyaman setelah mendengar itu semua!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bingung.

“Hmmm, apakah semua yang dikatakan Putra adalah kejujuran atau kebohongan? Aku pun tidak bisa menebaknya sekarang karena saat ini cinta itu terasa sangat menyakitkan di hatiku!” ucap Riana sambil memegang dadanya yang mulai terasa sakit saat mengingat penghianatan yang dilakukan Kamal padanya.

“Maafkan aku Putra. Aku tidak bisa membalas cintamu dan mungkin saat ini aku seperti terlihat memanfaatkanmu tapi aku tulus berharap kau menemukan cinta sejatimu!” ucap Riana dengan suara yang rendah dengan senyum yang tulus.

Riana yang melihat waktu telah bergerak sangat cepat pun bergegas bangun dan menyelesaikan pekerjaan yang belum diselesaikannya satu per satu hingga akhirnya Shasa dan Shawn pulang dari sekolah.

Riana yang merasakan perasaan takut dan trauma yang mendalam setelah mimpi buruk yang dialaminya sangat ingin menghabiskan waktu bersama dengan kedua anaknya.

“Hmmm, mama tidak ingin masak hari ini. Bagaimana kalau kita makan di luar saja? Mama akan membelikan yang kalian inginkan!” ucap Riana dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang sambil duduk di antara Shasa dan Shawn yang sedang duduk santai di depan tv.

“Serius, Ma? Mama ngak sedang bohongi Shasa, kan?” tanya Shasa dengan ekspresi wajah yang curiga dengan sedikit senyuman kebahagiaan dengan tatapan mata penuh harap.

“Tentu saja. mama. Kapan mama pernah bohong kepada kalian?” tanya Riana dengan ekspresi wajah yang percaya diri.

Shasa yang mendengar perkataan Riana pun menjadi sangat senang dan dengan cepat melompat kegirangan.

Shawn yang diam saja ternyata sangat curiga pada Riana yang tak biasanya melakukan hal tersebut pun bertanya.

“Apa ada yang terjadi hari ini, Ma? Mama sangat aneh. Mama sangat jarang mengajak kami makan di luar kecuali ada hal sesuatu!” ucap Shawn dengan isting kepekaan yang sangat tinggi dengan tatapan mata yang curiga.

“Tidak ada apa-apa Shawn. Mama hanya merasa sangat lelah hari ini jadi Mama putuskan untuk mengajak kalian berdua makan di luar dan sepertinya Papa kalian akan pulang telat jadi kita makan saja duluan!” ucap Riana dengan senyum yang kaku sambil mengelus rambut kepala Shawn dengan lembut.

“Apa yang terjadi padamu Shawn? Bukankah bagus jika sekali-kali kita makan di luar?” ucap Shasa yang kesal karena khawatir Riana akan mengubah rencananya karena perkataan Shawn.

“Mama, Shasa ingin makan daging panggang. Bagaimana kalau kita makan barbeque saja malam ini?” saran Shasa dengan senyum yang lebar.

“Baiklah. Sudah ditentukan kalau malam ini kita akan Pesta Barbeque!” teriak Riana dengan ekspresi wajah yang gembira dan senyum yang lebar.

#Bersambung#

Apa tindakan yang akan dilakukan Riana selanjutnya? Bagaimana kelanjutan hubungan Kamal dan Yonna? Tebak di kolom komentar ya..

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

seperti nya Shawn anak yang peka..

2023-08-26

1

Tiwik Firdaus

Tiwik Firdaus

semua sudah .mendukung kamu ngak usah takut terus barang bukti sudah kamu kantongi

2023-03-27

2

TePe

TePe

hajar terus riana

2023-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Notifikasi Email
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Aset
4 BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5 BAB 5. Tawaran Bantuan
6 BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7 BAB 7. Tiga Puluh Juta
8 BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9 BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10 BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11 BAB 11. Tempat Les Baru
12 BAB 12. Mobil Mogok
13 BAB 13. Ditinggal Sendiri
14 BAB 14. Pemalakan
15 BAB 15. Ditegur Atasan
16 BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17 BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18 BAB 18. Air Mata Buaya
19 BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20 BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21 BAB 21. Pergi Mendadak
22 BAB 22. Perdebatan
23 BAB 23. Mogok Lagi
24 BAB 24. Dorong Mobil
25 BAB 25. Dua Handphone
26 BAB 26. Pertimbangan
27 BAB 27. Niat Lain Yonna
28 BAB 28. Mensadap Handphone
29 BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30 BAB 30. Makan-makan
31 BAB 31. Transfer
32 BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33 BAB 33. Bos Baru
34 BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35 BAB 35. Pertengkaran
36 BAB 36. Bendera Damai
37 BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38 BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39 BAB 39. Kesepakatan
40 BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41 BAB 41. Ketahuan Shawn
42 BAB 42. Kecelakaan.
43 BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44 BAB 44. Dukung Penuh
45 BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46 BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47 BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48 BAB 48. Penggrebekan I
49 BAB 49. Penggrebekan II
50 BAB 50. Masuk Penjara
51 BAB 51. Hukum Masyarakat
52 BAB 52. Air Mata Kesedihan
53 BAB 53. Rencana Dion
54 BAB 54. Permintaa Lainnya
55 BAB 55. Pertemuan
56 BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57 BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58 BAB 58. Perjanjian Verbal
59 BAB 59. Permintaan Yonna
60 BAB 60. Sindiran Tetangga
61 BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62 BAB 62. Menjual Tanah
63 BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64 BAB 64. Kehamilan Yonna
65 BAB 65. Nada Anjani
66 BAB 66. Kehilangan Janin
67 Bb 67. Video Viral
68 BAB 68. Pelantikan
69 BAB 69. Pindah atau Berhenti
70 BAB 70. Pindah
71 BAB 71. Kamal Kecelakaan
72 BAB 72. Jodohku
73 BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74 BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75 BAB 75. Akhir Cerita
76 Pengumuman
77 Perhatian
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1. Notifikasi Email
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Aset
4
BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5
BAB 5. Tawaran Bantuan
6
BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7
BAB 7. Tiga Puluh Juta
8
BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9
BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10
BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11
BAB 11. Tempat Les Baru
12
BAB 12. Mobil Mogok
13
BAB 13. Ditinggal Sendiri
14
BAB 14. Pemalakan
15
BAB 15. Ditegur Atasan
16
BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17
BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18
BAB 18. Air Mata Buaya
19
BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20
BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21
BAB 21. Pergi Mendadak
22
BAB 22. Perdebatan
23
BAB 23. Mogok Lagi
24
BAB 24. Dorong Mobil
25
BAB 25. Dua Handphone
26
BAB 26. Pertimbangan
27
BAB 27. Niat Lain Yonna
28
BAB 28. Mensadap Handphone
29
BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30
BAB 30. Makan-makan
31
BAB 31. Transfer
32
BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33
BAB 33. Bos Baru
34
BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35
BAB 35. Pertengkaran
36
BAB 36. Bendera Damai
37
BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38
BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39
BAB 39. Kesepakatan
40
BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41
BAB 41. Ketahuan Shawn
42
BAB 42. Kecelakaan.
43
BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44
BAB 44. Dukung Penuh
45
BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46
BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47
BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48
BAB 48. Penggrebekan I
49
BAB 49. Penggrebekan II
50
BAB 50. Masuk Penjara
51
BAB 51. Hukum Masyarakat
52
BAB 52. Air Mata Kesedihan
53
BAB 53. Rencana Dion
54
BAB 54. Permintaa Lainnya
55
BAB 55. Pertemuan
56
BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57
BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58
BAB 58. Perjanjian Verbal
59
BAB 59. Permintaan Yonna
60
BAB 60. Sindiran Tetangga
61
BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62
BAB 62. Menjual Tanah
63
BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64
BAB 64. Kehamilan Yonna
65
BAB 65. Nada Anjani
66
BAB 66. Kehilangan Janin
67
Bb 67. Video Viral
68
BAB 68. Pelantikan
69
BAB 69. Pindah atau Berhenti
70
BAB 70. Pindah
71
BAB 71. Kamal Kecelakaan
72
BAB 72. Jodohku
73
BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74
BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75
BAB 75. Akhir Cerita
76
Pengumuman
77
Perhatian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!