Putra yang tau keinginan Riana pun mengajukan diri untuk membantu bersama Aris tanpa meminta balasan.
"Jika kau menginginkan semua itu maka hanya ada satu cara yang tersisa!" ucap Putra dengan ekspresi wajah yang berubah serius.
"Kau harus menangkap basah suamimu dan selingkuhannya sedang berhubungan intim dengan Tim Kepolisian!" ucap Putra dengan suara yang tegas.
Riana yang mendengar perkataan Putra ternyata tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajah keterkejutannya dan begitu pula dengan Aris yang tak tau apapun tentang hal itu.
"Jika kau melakukan itu semua maka suamimu dan selingkuhannya bisa dimasukkan ke dalam penjara dengan tuduhan perzinahan lalu kau bisa menuntut untuk harta yang belum kau amankan sebagai balasa untuk kebebasannya!" ucap Putra dengan suara yang tegas.
"Tak hanya itu, kau pun bisa menggunakan ini sebagai bukti di Pengadilan bahwa suamimu tidak pantas mendapatkan Hak Asuh Anakmu!" ucap Putra dengan tatapan mata yang tajam.
Riana yang mendengar perkataan Putra pun terdiam dan memikirkan semuanya tapi sebelum Riana selesai berpikir, Putra mengatakan sesuatu yang membuat Riana semakin tertarik dengan saran tersebut.
"Kau pun bisa menuntut selingkuhan suamimu sejumlah uang sebagai balasan untuk kebebasannya dari Penjara. Kau juga bisa menghubungi suami dari selingkuhanmu tentang hal ini agar wanita itu mendapatkan hukumannya!" ucap Putra lagi dengan ekspresi wajah yang telah berubah santai.
"Jika kau ingin menghancurkan wanita selingkuhan suamimu itu hingga berkeping-keping kau bisa memberitau keluarga besarnya, keluarga suaminya dan anak-anaknya tentang perbuatan buruknya." ucap Putra lagi sambil mengambil makanan yang baru saja sampai.
Hmmm, kau bisa juga menyebarkan semua kejahatan wanita itu kepada tetangganya agar wanita itu tidak punya wajah lagi di masyarakat!" ucap Putra dengan senyum jahatnya.
Riana yang mendengar semua rencana yang dibuat oleh Putra pun terdiam dan menundukkan kepalanya sambil berpikir.
"Kau tak perlu menjawabku sekarang. Kau bisa memikirkannya dahulu sambil melaksanakan rencanamu yang ingin mengumpulkan semua aset yang ada!" ucap Putra dengan senyum yang menyejukkan.
Riana yang mendengar perkataan Putra pun tersenyum kembali dan perasaan cemas yang menyelubungi hatinya hilang seketika.
"Ibu adalah wanita hebat. Ibu pasti akan bisa melewati ini semua dengan baik. Jangan khawatir, Bu. Muridmu ini pasti akan membantu!" ucap Aris dengan senyum yang lebar.
Riana yang merasa tersentuh dengan kata-kata Aris pun menganggukkan kepalanya lalu tersenyum ceria kembali.
Riana yang awalnya kehilangan nafsu makannya pun memanggil pelayan dan menambah beberapa menu lagi hingga akhirnya dirinya merasa sanga kenyang.
Putra dan Aris yang telah pergi terlebih dahulu karena Aris tiba-tiba mendapatkan panggilan dari Kantornya akhirnya pergi meninggalkan Riana sendiri.
"Hmmm, apakah saran yang diberikan Putra adalah saran terbaik yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan semuanya tanpa kehilangan apapun?" tanya Riana pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung.
Riana yang terus memikirkan yang dikatakan Putra padanya pun menjadi tidak fokus dengan semua yang dikerjakannya hingga akhirnya Riana memutuskan untuk berbaring di tempat tidur dan tanpa sadar pun terbuai di dalam dunia mimpi.
Riana yang memasuki dunia mimpi seolah mengalami sebuah kenyataan pahit yang sangat ingin dihindarinya.
“Aku akan menceraikanmu dan kau harus segera keluar angkat kaki dari rumah ini! Semua ini akan menjadi milik wanita yang sangat aku cintai, Yonna!” ucap Kamal dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil memeluk Yonna ke dalam pelukannya dengan sangat erat dan mendorong Riana hingga terduduk ke lantai.
“Kau tidak akan mendapatkan hak apapun atas harta yang aku miliki dan begitu pula dengan anak-anak! Kau akan menjadi gelandangan dan hidup mengenaskan, Riana!” ucap Kamal dengan tatapan mata yang kejam dengan ekspresi wajah yang dingin.
Riana yang merasakan kesedihan dan kesakitan karena penghianatan itu pun tak bisa menerima semuanya hingga berteriak dengan sangat keras dengan air mata yang mengalir sangat banyak.
“Aaaarrggghhh! Tidak! Jangan ambil anakku!” teriak Riana dengan suara yang sangat keras dengan keringat yang mengalir sangat banyak dengan wajah yang pucat karena rasa takut yang mengalir ke seluruh tubuhnya.
Riana yang akhirnya terbangun dari mimpi buruknya itu pun merasa sangat takut dan khawatir akan nasib buruk yang akan terjadi padanya terlebih saat Kamal sepenuhnya berubah dan memihak kepada Yonna.
“Aku tidak ingin mimpi buruk itu terjadi padaku! Aku ingin Mas Kamal dan Mbak Yonna menderita dan merasakan akibat dari perbuatan mereka!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang lurus ke depan ke arah cermin rias.
“Aku tidak akan membiarkan Mas Kamal dan Mbak Yonna bahagia di atas penderitaanku dan anak-anakku! Aku akan membuat keduanya hancur seperti yang mereka lakukan pada hatiku dan pernikahanku!” ucap Riana dengan suara yang tegas dengan tekad yang kuat.
Riana yang telah membuat keputusan pun akhirnya memilih menyetujui saran dari Putra untuk membantunya dalam proses perceraiannya.
Namun meskipun Riana telah membuat keputusan, Riana tidak ingin bicara dengan Putra terlebih dahulu karena Riana merasa sangat tidak nyaman karena pernyataan cinta tiba-tiba yang diucapkan Putra padanya.
“Aaagghhh! Aku merasa sangat tidak nyaman setelah mendengar itu semua!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Hmmm, apakah semua yang dikatakan Putra adalah kejujuran atau kebohongan? Aku pun tidak bisa menebaknya sekarang karena saat ini cinta itu terasa sangat menyakitkan di hatiku!” ucap Riana sambil memegang dadanya yang mulai terasa sakit saat mengingat penghianatan yang dilakukan Kamal padanya.
“Maafkan aku Putra. Aku tidak bisa membalas cintamu dan mungkin saat ini aku seperti terlihat memanfaatkanmu tapi aku tulus berharap kau menemukan cinta sejatimu!” ucap Riana dengan suara yang rendah dengan senyum yang tulus.
Riana yang melihat waktu telah bergerak sangat cepat pun bergegas bangun dan menyelesaikan pekerjaan yang belum diselesaikannya satu per satu hingga akhirnya Shasa dan Shawn pulang dari sekolah.
Riana yang merasakan perasaan takut dan trauma yang mendalam setelah mimpi buruk yang dialaminya sangat ingin menghabiskan waktu bersama dengan kedua anaknya.
“Hmmm, mama tidak ingin masak hari ini. Bagaimana kalau kita makan di luar saja? Mama akan membelikan yang kalian inginkan!” ucap Riana dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang sambil duduk di antara Shasa dan Shawn yang sedang duduk santai di depan tv.
“Serius, Ma? Mama ngak sedang bohongi Shasa, kan?” tanya Shasa dengan ekspresi wajah yang curiga dengan sedikit senyuman kebahagiaan dengan tatapan mata penuh harap.
“Tentu saja. mama. Kapan mama pernah bohong kepada kalian?” tanya Riana dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Shasa yang mendengar perkataan Riana pun menjadi sangat senang dan dengan cepat melompat kegirangan.
Shawn yang diam saja ternyata sangat curiga pada Riana yang tak biasanya melakukan hal tersebut pun bertanya.
“Apa ada yang terjadi hari ini, Ma? Mama sangat aneh. Mama sangat jarang mengajak kami makan di luar kecuali ada hal sesuatu!” ucap Shawn dengan isting kepekaan yang sangat tinggi dengan tatapan mata yang curiga.
“Tidak ada apa-apa Shawn. Mama hanya merasa sangat lelah hari ini jadi Mama putuskan untuk mengajak kalian berdua makan di luar dan sepertinya Papa kalian akan pulang telat jadi kita makan saja duluan!” ucap Riana dengan senyum yang kaku sambil mengelus rambut kepala Shawn dengan lembut.
“Apa yang terjadi padamu Shawn? Bukankah bagus jika sekali-kali kita makan di luar?” ucap Shasa yang kesal karena khawatir Riana akan mengubah rencananya karena perkataan Shawn.
“Mama, Shasa ingin makan daging panggang. Bagaimana kalau kita makan barbeque saja malam ini?” saran Shasa dengan senyum yang lebar.
“Baiklah. Sudah ditentukan kalau malam ini kita akan Pesta Barbeque!” teriak Riana dengan ekspresi wajah yang gembira dan senyum yang lebar.
#Bersambung#
Apa tindakan yang akan dilakukan Riana selanjutnya? Bagaimana kelanjutan hubungan Kamal dan Yonna? Tebak di kolom komentar ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
seperti nya Shawn anak yang peka..
2023-08-26
1
Tiwik Firdaus
semua sudah .mendukung kamu ngak usah takut terus barang bukti sudah kamu kantongi
2023-03-27
2
TePe
hajar terus riana
2023-03-24
1