BAB 13. Ditinggal Sendiri

Yonna yang melihat Kamal pergi begitu saja dengan wajah yang marah pun menarik nafas panjang dan membuang perasaan tidak senangnya lalu keluar dan membantu Kamal mendorong mobil.

Yonna yang turun dengan memakai rok pendek dan juga sepatu hak yang tinggi ternyata tidak memberikan bantuan apapun hingga akhirnya membuat Kamal mendorong mobil itu sendirian.

Kamal yang tidak sanggup pun bertanya kepada orang-orang sekitar tentang keberadaan bengkel mobil terdekat pun menjadi sangat terkejut dengan jawabannya.

“Permisi, Pak. Numpang tanya, apakah disekitar sini ada bengkel mobil?” tanya Kamal dengan suara yang lembut dan ekspresi wajah yang sangat kelelahan dengan keringat yang sangat banyak mengalir dari dahi ke pipinya.

“Hmmm, tidak ada bengkel mobil dalam jarak seratus meter dari sini tapi bengkel motor dapat ditemukan satu kilometer dari sini!” ucap orang tersebut dengan ekspresi wajah yang cuek dengan tatapan mata yang dingin.

“A-apa? Itu berarti aku tidak akan bisa menemukan bengkel mobil dalam jarak satu kilometer dari sini. Kalau seperti itu bagaimana aku bisa memperbaiki mobilku dan berada di kantor tepat waktu!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang frustasi dengan tatapan mata yang menunjukkan kekesalan.

Yonna yang melihat Kamal telah selesai bertanya dan akan segera datang nememuinya pun menjadi sangat kesal lalu memutuskan untuk memesan taksi online agar bisa sampai di Kantor tepat waktu.

“Aku tidak mau berdiri di sini lebih lama lagi dengan cuaca yang panas dan berdebu. Aku harus segera pergi dari sini dan sampai di kantor tepat waktu agar tidak ada catatan buruk tentang absensiku!” ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang dingin.

Kamal yang merasa sangat bingung pun berniat meminta bantuan Yonna untuk mencari informasi tentang bengkel yang mau datang ke lokasinya saat ini untuk membenarkan mobilnya sekarang menjadi sangat terkejut dengan perkataan Yonna yang tak terduga.

“Yonna... Mas mau...” ucap Kamal dengan suara yang pelan dengan sikap yang telah melunak dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat frustasi.

“Ma-maaf Mas. Aku harus segera sampai di kantor. Aku memegang file penting untuk rapat dengan Pak Kuncoro pagi ini pukul sepuluh!” ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang menyesal.

“File penting? Rapat? Apa maksud ucapanmu Yonna?” tanya Kamal dengan kata-kata yang mengulang perkataan Yonna dengan wajah yang bingung dengan sorot mata yang menyatakan bahwa dirinya membutuhkan penjelasan.

Yonna yang telah memutuskan untuk pergi dari situasi yang sangat tidak menguntungkannya itu pun mencari-cari alasan yang masuk akal untuk menolak membantu Kamal mendorong mobil.

“Tentu saja, Mas. Aku harus segera berada di kantor dan aku tidak boleh terlambat. Aku harus memperbanyak file ini dan mempersiapkan semua hal tentang rapat pukul sepuluh nanti, Mas!” jawab Yonna dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir.

“Kau bisa meminta bantuan orang lain yang ada di kantor untuk melakukan itu. Jika kau pergi bagaimana denganku yang harus berada di sini dengan mobilku yang mogok?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan tatapan mata yang penuh harap Yonna akan memilihnya.

“Maaf, Mas. Aku tidak bisa melakukan itu. Tugas ini diberikan kepadaku dan aku merasa tidak nyaman jika melemparkan kewajibanku kepada orang lain, Mas! Aku harus melakukan tugasku dengan sangat baik, Mas!” ucap Yonna dengan tekad yang kuat terlihat jelas pada sorot mata Yonna yang menatap tajam.

“Kenapa merasa tidak nyaman, bukankah saling membantu orang yang membutuhkan itu hal yang biasa? Yonna tetaplah disini bersamaku. Aku membutuhkan bantuanmu!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menggenggam tangan Yonna dengan kedua tangannya dengan lembut.

Yonna yang melihat Kamal memohon padanya membuat Yonna semakin ingin pergi dan meninggalkan Kamal.

“Mas, aku harus kembali ke kantor. Aku tidak ingin disebut sebagai orang yang tidak kompeten. Jika Mas terus seperti ini, Mas akan mempersulit posisiku. Apakah Mas ingin aku dimarahi oleh Pak Kuncoro?” tanya Yonna dengan suara yang tegas pada kalimat terakhir.

“Mas tidak bermaksud seperti itu. Mas hanya ingin ....” ucap Kamal yang mencari alasan untuk membuat Yonna tidak pergi tapi dengan cepat dihentikan Yonna.

“Cukup, Mas. Aku harus pergi sekarang karena waktunya sudah sangat sedikit. Taksi onlineku sudah datang, Mas!” ucap Yonna sambil melambaikan tangan pada Taksi Online yang datang dengan cepat.

Kamal yang tidak ingin ditinggal sendirian pun mencoba meyakinkan Yonna kembali tapi Yonna yang telah sampai pada keputusan finalnya menolak untuk tetap tinggal.

Kamal yang ditinggal sendirian pun menjadi sangat marah dan kesal hingga tanpa sadar melemparkan batu yang ada di depannya dengan sangat kerasa ke arah depan.

“Yonna, kau sangat kejam! Kau meninggalkanku saat aku sedang dalam masalah seperti ini! Aku sungguh tidak akan bisa memaafkanmu!” ucap Kamal dengan suara yang rendah dengan tangan terkepal kesal dengan sangat erat.

“Aku selalu memprioritaskanmu dibanding Istri dan Anak-anakku tapi ini balasanmu! Kau benar-benar membuatku kecewa, Yonna!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang kesal.

“Aku yang selalu menolongmu di saat kau membutuhkan bantuanku baik itu pada segi uang ataupun supir.” Ucap Kamal yang telah masuk ke dalam mobilnya dengan tatapan mata yang tajam lurus ke depan.

“Aku selalu memberimu uang bonusku kepadamu karena kau bisa anakmu sangat membutuhkannya karena suamimu itu sangat tidak berguna! Aku pun selalu mengantarmu pergi kemanapun dan menolak permintaan Riana yang ingin diantar olehku! Kau benar-benar membuatku kecewa, Yonna!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang kesal sambil memukul setir mobil dengann keras.

“Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja dan mencampakkanku di saat aku dalam kesulitan! Aku akan membuatmu membayar semuanya!” ucap Kamal dengan tekad yang kuat dengan senyum yang licik.

Kamal yang tidak bisa bergerak karena mobilnya tidak mau bekerjasama dengan baik pun menghubungi Riana.

“Ada apa, Mas? Aku sedang ada di kelas sekarang jadi maaf suaranya berisik sekali!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bahagia.

“Hmmm, mobi Mas mogok saat ini sekarang. Dek, bisakah kau mencari nomor telepon orang bengkel mobil datang untuk memperbaiki mobil, Mas?” tanya Kamal dengan penuh harap.

“Mas ada dimana sekarang? Apa Mas masih belum sampai di kantor?” tanya Riana dengan nada suara yang terdengar penuh dengan rasa penasaran yang tinggi.

“Agh, Mas ada di daerah Sako. Mas ada urusan sebentar disini tapi saat urusan Mas belum selesai mobil ini tiba-ttiba berhenti.” Ucap Kamal yang mencari alasan agar Riana tidak curiga.

Riana yang mendengar perkataan Kamal pun menyadari beberapa informasi penting membuat Riana tersenyum licik.

“Sako adalah arah tempat tinggal Mbak Yonna dan Mas Kamal mogok di daerah sana itu berrati Mas Kamal pergi menjemput Mbak Yonna. Sungguh baik dirimu Mas kepada p***curmu itu!” ucap Riana dalam hati dengan pandangan yang tajam.

“Kau menghubungiku dan meminta bantuanku itu berarti Mbak Yonna pasti pergi meninggalkanmu sendirian!” ucap Riana dalam hati dengan senyum yang lebar.

“Hmmm, aku tidak punya nomor telepon orang bengkel mobil, Mas. Mas coba cari saja di google atau media sosial in***gram. Aku sedang sangat sibuk sekarang Mas jadi aku tidak bisa membantumu dengan cepat Mas jika kau tidak ikut membantu mencari.” Ucap Riana dengan nada suara yang pura-pura menyesal.

Kamal yang mengetahui Riana tidak bisa membantunya juga di saat darurat seperti itu pun menjadi sangat kesal dan dengan cepat mematikan teleponnya tapi mengucapkan salam sama sekali.

“Aaarrghhhh! Menyebalkan kenapa semua wanita ini sungguh tidak berguna! Bagaimana mereka bisa membiarkanku menderita seperti ini?” tanya Kamal dengan suara yang sedikit tinggi dengan tatapkan mata yang kesal.

#Bersambung#

Bagaimana nasib Kamal dan mobilnya yang mogok? Apakah Kamal bisa sampai di Kantornya tepat waktu? Tebak di kolom komentar ya...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

padan muka kau Kamal..

2023-08-25

1

kurnia endah winarni

kurnia endah winarni

bagus rasain kamu kamal ha.. ha.. biar kapok menyakiti istri

2023-07-10

3

AZ & AR

AZ & AR

hahaha rasain kamal..

2023-01-16

4

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Notifikasi Email
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Aset
4 BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5 BAB 5. Tawaran Bantuan
6 BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7 BAB 7. Tiga Puluh Juta
8 BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9 BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10 BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11 BAB 11. Tempat Les Baru
12 BAB 12. Mobil Mogok
13 BAB 13. Ditinggal Sendiri
14 BAB 14. Pemalakan
15 BAB 15. Ditegur Atasan
16 BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17 BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18 BAB 18. Air Mata Buaya
19 BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20 BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21 BAB 21. Pergi Mendadak
22 BAB 22. Perdebatan
23 BAB 23. Mogok Lagi
24 BAB 24. Dorong Mobil
25 BAB 25. Dua Handphone
26 BAB 26. Pertimbangan
27 BAB 27. Niat Lain Yonna
28 BAB 28. Mensadap Handphone
29 BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30 BAB 30. Makan-makan
31 BAB 31. Transfer
32 BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33 BAB 33. Bos Baru
34 BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35 BAB 35. Pertengkaran
36 BAB 36. Bendera Damai
37 BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38 BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39 BAB 39. Kesepakatan
40 BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41 BAB 41. Ketahuan Shawn
42 BAB 42. Kecelakaan.
43 BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44 BAB 44. Dukung Penuh
45 BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46 BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47 BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48 BAB 48. Penggrebekan I
49 BAB 49. Penggrebekan II
50 BAB 50. Masuk Penjara
51 BAB 51. Hukum Masyarakat
52 BAB 52. Air Mata Kesedihan
53 BAB 53. Rencana Dion
54 BAB 54. Permintaa Lainnya
55 BAB 55. Pertemuan
56 BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57 BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58 BAB 58. Perjanjian Verbal
59 BAB 59. Permintaan Yonna
60 BAB 60. Sindiran Tetangga
61 BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62 BAB 62. Menjual Tanah
63 BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64 BAB 64. Kehamilan Yonna
65 BAB 65. Nada Anjani
66 BAB 66. Kehilangan Janin
67 Bb 67. Video Viral
68 BAB 68. Pelantikan
69 BAB 69. Pindah atau Berhenti
70 BAB 70. Pindah
71 BAB 71. Kamal Kecelakaan
72 BAB 72. Jodohku
73 BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74 BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75 BAB 75. Akhir Cerita
76 Pengumuman
77 Perhatian
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1. Notifikasi Email
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Aset
4
BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5
BAB 5. Tawaran Bantuan
6
BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7
BAB 7. Tiga Puluh Juta
8
BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9
BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10
BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11
BAB 11. Tempat Les Baru
12
BAB 12. Mobil Mogok
13
BAB 13. Ditinggal Sendiri
14
BAB 14. Pemalakan
15
BAB 15. Ditegur Atasan
16
BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17
BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18
BAB 18. Air Mata Buaya
19
BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20
BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21
BAB 21. Pergi Mendadak
22
BAB 22. Perdebatan
23
BAB 23. Mogok Lagi
24
BAB 24. Dorong Mobil
25
BAB 25. Dua Handphone
26
BAB 26. Pertimbangan
27
BAB 27. Niat Lain Yonna
28
BAB 28. Mensadap Handphone
29
BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30
BAB 30. Makan-makan
31
BAB 31. Transfer
32
BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33
BAB 33. Bos Baru
34
BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35
BAB 35. Pertengkaran
36
BAB 36. Bendera Damai
37
BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38
BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39
BAB 39. Kesepakatan
40
BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41
BAB 41. Ketahuan Shawn
42
BAB 42. Kecelakaan.
43
BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44
BAB 44. Dukung Penuh
45
BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46
BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47
BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48
BAB 48. Penggrebekan I
49
BAB 49. Penggrebekan II
50
BAB 50. Masuk Penjara
51
BAB 51. Hukum Masyarakat
52
BAB 52. Air Mata Kesedihan
53
BAB 53. Rencana Dion
54
BAB 54. Permintaa Lainnya
55
BAB 55. Pertemuan
56
BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57
BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58
BAB 58. Perjanjian Verbal
59
BAB 59. Permintaan Yonna
60
BAB 60. Sindiran Tetangga
61
BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62
BAB 62. Menjual Tanah
63
BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64
BAB 64. Kehamilan Yonna
65
BAB 65. Nada Anjani
66
BAB 66. Kehilangan Janin
67
Bb 67. Video Viral
68
BAB 68. Pelantikan
69
BAB 69. Pindah atau Berhenti
70
BAB 70. Pindah
71
BAB 71. Kamal Kecelakaan
72
BAB 72. Jodohku
73
BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74
BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75
BAB 75. Akhir Cerita
76
Pengumuman
77
Perhatian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!