Riana yang telah melajukan mobilnya pun bergerak sangat cepat karena tak ingin ketinggalan lalu melajukan mobilnya mengikuti Kamal dan Yonna dengan bantuan tukang parkir.
"Terima kasih, Pak!" ucap Riana dengan senyum yang lembut dan nada suara yang ramah sambil mengeluarkan uang lima ribu dari dalam dompetnya.
Riana yang mengikuti Kamal dan Yonna pun menyadari bahwa keduanya melajukan mobilnya menuju kantor.
"Sepertinya mereka berdua kembali ke kantor. Kalau begitu, aku ingin tau, apakah Mas Kamal akan menurunkan Mbak Yonna di pinggir jalan juga?" tanya Riana dengan eskpresi wajah yang penasaran.
Riana yang melajukan mobilnya pun akhirnya menyadari bahwa semua yang diprediksinya itu benar pun tertawa dengan sangat keras.
"Hah! Ternyata begitu. Kalia berdua tidak hanya bermain kucing-kucingan dengan istri dan suami kalian tapi kalian juga bermain kucing-kucingan dengan teman kantor kalian! Sungguh sangat lucu!" ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam dengan tatapan mata yang dingin.
Riana yang melihat Riana berjalan dengan santai dengan senyum yang lebar dengan wajah yang merona setelah makan dengan Kamal membuat Riana sangat ingin melabrak Yonna.
"Dasar wanita murahan! Aku sangat ingin menarik rambutnya dan menamparnya lalu memberitau semua orang tentang perbuatannya tapi aku masih belum mengumpulkan banyak. Aku harus bersabar dan bertahan hingga akhirnya aku bisa dengan berani membongkar perselingkuhan keduanya!" ucap Riana dengan tangan yang terkepal erat.
Riana yang khawatir jika Yuni memerlukan mobilnya pun mengisi bensin Yuni lalu mengembalikannya segera.
"Aku tidak rela mobil itu dipakai Mas Kamal untuk pergi bersama Mbak Yonna. Aku harus melakukan sesuatu agar mobil itu dijual!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.
"Hmmm, aku punya ide. Aku akan meminta Leo untuk membuat mobil tersebut mogok saat dipakai oleh Mas Kamal!" ucap Riana dengan senyum yang jahat.
Riana yang tak sabar untuk merealisasikan rencananya itu pun mencoba enghubungi Leo dengan segera.
"Assalamualaikum. Leo ada dimana sekarang, dek?" tanya Riana dengan suara yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.
"Leo sedang di kampus Mbak. Ada apa Mbak? Apa Mas Kamal bertingkah lagi dengan p****ur itu?" tanya Leo yang langsung berpikir negatif dengan emosi yang langsung naik
"Kalau bertemu dengan wanita itu sudah pasti karena mereka satu tempat kerja. Mbak menghubungimu bukan karena itu. Mbak butuh bantuanmu sekarang." ucap Riana dengan nada suara yang tegas.
"Mbak mau tanya, apa kamu punya kenalan orang bengkel mobil? Mbak mau merusak mobil mbak? Mbak tidak rela mobil ini dipakai oleh Mas Kamal untuk pergi bersama wanita l*kn*t itu!" ucap Riana dengan kata-kata yang kasar dengan ekspresi wajah yang marah.
"Agh, kalau masalah itu, aku pasti punya mbak. Aku akan membawanya menemui Mbak tapi bagaimana caranya temanku mengerjain mobil itu Mbak? Bukankah mobil itu selalu dibawa Mas Kamal pergi kerja?" tanya Leo dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara yang terdengar bingung.
"Jangan khawatir. Serahkan saja semuanya pada Mbak. Mbak yang akan mengurus semuanya. Kau hanya perlu membawa temanmu itu ke dekat sekolah Shawn!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas.
"Oke, Mbak. Kalau begitu sampai jumpa di sana!" ucap Leo dengan nada suara yang penuh semangat dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Riana yang telah selesai menghubungi Leo pun menarik nafas panjang dan menenangkan hati dan pikirannya lalu menghubungi Kamal.
Kamal yang sedang berada di kantor dan sedang berbicara dengan rekan kerjanya tiba-tiba mendapatkan telepon dari Riana dan mengangkatnya dengan segera.
"Aku kesana bentar. Biasa. Hehehe... Orang rumah telepon." ucap Kamal dengan senyum yang lebar yang membuat rekan kerja Kamal yang lain berpikir bahwa Kamal adalah Pria yang sangat baik karena sayang pada Istri dan Anaknya.
Riana yang mendengar Kamal dari balik telepon merasa sangat lega saat Kamal mengangkat panggilannya.
"Mas, apakah ada di kantor sekarang? Aku mau pinjam mobil Mas. Aku mau jemput Shasa dan Shawan lalu mengantarnya ke tempat lesnya yang baru." ucap Riana dengan nada suara yang sedikit terburu-buru.
"Tempat les baru? Kenapa dengan tempat les yang lama? Kenapa mereka tidak pergi sendiri saja?" tanya Kamal dengan nada suara yang tidak senang.
"Itu tidak bisa, Mas. Aku harus mengantar mereka dan menemui gurunya yang baru secara langsung. Aku juga harus membayar uang les dan buku mereka di awal." ucap Riana dengan nada suara yang terdengar panik.
"Hmmm, anak-anak tidak mau lagi les di tempat lama karena gurunya sering diganti secara mendadak karena guru mereka jarang masuk daripada itu nantinya akan mempengaruhi pemahaman mereka maka lebih baik dipindahkan saja, Mas!" ucap Riana dengan nada suara yang sedih.
"Hah! Kalau mobil kamu yang bawa lalu aku naik apa pulangnya? Lalu kamu kesini mau naik apa? Bukankah mobil itu ada di kantorku?" tanya Kamal sambil menghembuskan nafas kasar.
"Aku akan naik ojek online ke kantor Mas. Kalau Mas mau pulang nanti aku yang jemput Mas lagi di kantor gimana?" tanya Riana yang dengan nada suara yang cemas dengan senyum lebar penuh kemenanga.
"Hmmm, aku akan datang ke kantor dan menjemputmu Mas. Aku ingin tau reaksi Mbak Yonna melihatku datang sebagai Istri Sahmu!" ucap Riana dalam hati dengan mata yang dingin.
Riana yang berpikir bahwa Kamal akan bersedia dijemput olehnya menjadi sangat terkejut dengan penolakan Kamal.
"Aku akan pulang naik ojek online atau ikut teman saja. Kau tidak perlu datang kemari dan menjemputku!" ucap Kamal dengan nada suara yang tegas.
"Apakah sampai segitunya dirimu, Mas yang ingin menjaga perasaan Mbak Yonna dari melihatku bersamamu!" ucap Riana dalam hati sambil menggenggam tanggan denga sangat erat pada tasnya.
"Oh, ya sudah kalau begitu, Mas. Aku akan pergi sekarang ya, Mas. Assalamualaikum!" jawab Riana yang langsung mematikan telepon tanpa berniat mendengarkan balasan salamnya dari Kamal.
Riana yang melihat profil handphonenya dengan foto dirinya bersama Kamal dan kedua anak mereka sedang tersenyum bahagia membuat hati Riana teriris perih.
"Kenapa kau lakukan ini padaku dan anak-anak, Mas? Kenapa kau menghianati janji suci pernikahan kita dengan perselingkuhanmu ini, Mas?" tanya Riana dalam hati dengan air mata yang tanpa sadar menetes di pipinya.
Riana yang sadar jika dirinya sedang ada di kantor pun menghapus air matanya dan tersenyum kembali menyembunyikan kesedihannya.
"Aku harus kuat. Aku harus kuat demi anak-anak. Aku tidak boleh menyerah dan kalah!" ucap Riana dengan tekad yang kuat.
#Bersambung#
Apakah rencana Riana untuk merusakkan mobilnya akan terlaksana? Apakah semuanya akan berjalan lancar tanpa hambatan? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
sabar selalu Riana dan berfikir terbuka.. jangan cengeng
2023-08-25
1
Tyni Juliyo
betapa beratnya beban itu,,,
2023-04-07
2
Maria Magdalena Indarti
Riana tetap semangat. kuat
2023-04-03
1