BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil

Riana yang telah melajukan mobilnya pun bergerak sangat cepat karena tak ingin ketinggalan lalu melajukan mobilnya mengikuti Kamal dan Yonna dengan bantuan tukang parkir.

"Terima kasih, Pak!" ucap Riana dengan senyum yang lembut dan nada suara yang ramah sambil mengeluarkan uang lima ribu dari dalam dompetnya.

Riana yang mengikuti Kamal dan Yonna pun menyadari bahwa keduanya melajukan mobilnya menuju kantor.

"Sepertinya mereka berdua kembali ke kantor. Kalau begitu, aku ingin tau, apakah Mas Kamal akan menurunkan Mbak Yonna di pinggir jalan juga?" tanya Riana dengan eskpresi wajah yang penasaran.

Riana yang melajukan mobilnya pun akhirnya menyadari bahwa semua yang diprediksinya itu benar pun tertawa dengan sangat keras.

"Hah! Ternyata begitu. Kalia berdua tidak hanya bermain kucing-kucingan dengan istri dan suami kalian tapi kalian juga bermain kucing-kucingan dengan teman kantor kalian! Sungguh sangat lucu!" ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam dengan tatapan mata yang dingin.

Riana yang melihat Riana berjalan dengan santai dengan senyum yang lebar dengan wajah yang merona setelah makan dengan Kamal membuat Riana sangat ingin melabrak Yonna.

"Dasar wanita murahan! Aku sangat ingin menarik rambutnya dan menamparnya lalu memberitau semua orang tentang perbuatannya tapi aku masih belum mengumpulkan banyak. Aku harus bersabar dan bertahan hingga akhirnya aku bisa dengan berani membongkar perselingkuhan keduanya!" ucap Riana dengan tangan yang terkepal erat.

Riana yang khawatir jika Yuni memerlukan mobilnya pun mengisi bensin Yuni lalu mengembalikannya segera.

"Aku tidak rela mobil itu dipakai Mas Kamal untuk pergi bersama Mbak Yonna. Aku harus melakukan sesuatu agar mobil itu dijual!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.

"Hmmm, aku punya ide. Aku akan meminta Leo untuk membuat mobil tersebut mogok saat dipakai oleh Mas Kamal!" ucap Riana dengan senyum yang jahat.

Riana yang tak sabar untuk merealisasikan rencananya itu pun mencoba enghubungi Leo dengan segera.

"Assalamualaikum. Leo ada dimana sekarang, dek?" tanya Riana dengan suara yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.

"Leo sedang di kampus Mbak. Ada apa Mbak? Apa Mas Kamal bertingkah lagi dengan p****ur itu?" tanya Leo yang langsung berpikir negatif dengan emosi yang langsung naik

"Kalau bertemu dengan wanita itu sudah pasti karena mereka satu tempat kerja. Mbak menghubungimu bukan karena itu. Mbak butuh bantuanmu sekarang." ucap Riana dengan nada suara yang tegas.

"Mbak mau tanya, apa kamu punya kenalan orang bengkel mobil? Mbak mau merusak mobil mbak? Mbak tidak rela mobil ini dipakai oleh Mas Kamal untuk pergi bersama wanita l*kn*t itu!" ucap Riana dengan kata-kata yang kasar dengan ekspresi wajah yang marah.

"Agh, kalau masalah itu, aku pasti punya mbak. Aku akan membawanya menemui Mbak tapi bagaimana caranya temanku mengerjain mobil itu Mbak? Bukankah mobil itu selalu dibawa Mas Kamal pergi kerja?" tanya Leo dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara yang terdengar bingung.

"Jangan khawatir. Serahkan saja semuanya pada Mbak. Mbak yang akan mengurus semuanya. Kau hanya perlu membawa temanmu itu ke dekat sekolah Shawn!" ucap Riana dengan nada suara yang tegas.

"Oke, Mbak. Kalau begitu sampai jumpa di sana!" ucap Leo dengan nada suara yang penuh semangat dengan ekspresi wajah yang bahagia.

Riana yang telah selesai menghubungi Leo pun menarik nafas panjang dan menenangkan hati dan pikirannya lalu menghubungi Kamal.

Kamal yang sedang berada di kantor dan sedang berbicara dengan rekan kerjanya tiba-tiba mendapatkan telepon dari Riana dan mengangkatnya dengan segera.

"Aku kesana bentar. Biasa. Hehehe... Orang rumah telepon." ucap Kamal dengan senyum yang lebar yang membuat rekan kerja Kamal yang lain berpikir bahwa Kamal adalah Pria yang sangat baik karena sayang pada Istri dan Anaknya.

Riana yang mendengar Kamal dari balik telepon merasa sangat lega saat Kamal mengangkat panggilannya.

"Mas, apakah ada di kantor sekarang? Aku mau pinjam mobil Mas. Aku mau jemput Shasa dan Shawan lalu mengantarnya ke tempat lesnya yang baru." ucap Riana dengan nada suara yang sedikit terburu-buru.

"Tempat les baru? Kenapa dengan tempat les yang lama? Kenapa mereka tidak pergi sendiri saja?" tanya Kamal dengan nada suara yang tidak senang.

"Itu tidak bisa, Mas. Aku harus mengantar mereka dan menemui gurunya yang baru secara langsung. Aku juga harus membayar uang les dan buku mereka di awal." ucap Riana dengan nada suara yang terdengar panik.

"Hmmm, anak-anak tidak mau lagi les di tempat lama karena gurunya sering diganti secara mendadak karena guru mereka jarang masuk daripada itu nantinya akan mempengaruhi pemahaman mereka maka lebih baik dipindahkan saja, Mas!" ucap Riana dengan nada suara yang sedih.

"Hah! Kalau mobil kamu yang bawa lalu aku naik apa pulangnya? Lalu kamu kesini mau naik apa? Bukankah mobil itu ada di kantorku?" tanya Kamal sambil menghembuskan nafas kasar.

"Aku akan naik ojek online ke kantor Mas. Kalau Mas mau pulang nanti aku yang jemput Mas lagi di kantor gimana?" tanya Riana yang dengan nada suara yang cemas dengan senyum lebar penuh kemenanga.

"Hmmm, aku akan datang ke kantor dan menjemputmu Mas. Aku ingin tau reaksi Mbak Yonna melihatku datang sebagai Istri Sahmu!" ucap Riana dalam hati dengan mata yang dingin.

Riana yang berpikir bahwa Kamal akan bersedia dijemput olehnya menjadi sangat terkejut dengan penolakan Kamal.

"Aku akan pulang naik ojek online atau ikut teman saja. Kau tidak perlu datang kemari dan menjemputku!" ucap Kamal dengan nada suara yang tegas.

"Apakah sampai segitunya dirimu, Mas yang ingin menjaga perasaan Mbak Yonna dari melihatku bersamamu!" ucap Riana dalam hati sambil menggenggam tanggan denga sangat erat pada tasnya.

"Oh, ya sudah kalau begitu, Mas. Aku akan pergi sekarang ya, Mas. Assalamualaikum!" jawab Riana yang langsung mematikan telepon tanpa berniat mendengarkan balasan salamnya dari Kamal.

Riana yang melihat profil handphonenya dengan foto dirinya bersama Kamal dan kedua anak mereka sedang tersenyum bahagia membuat hati Riana teriris perih.

"Kenapa kau lakukan ini padaku dan anak-anak, Mas? Kenapa kau menghianati janji suci pernikahan kita dengan perselingkuhanmu ini, Mas?" tanya Riana dalam hati dengan air mata yang tanpa sadar menetes di pipinya.

Riana yang sadar jika dirinya sedang ada di kantor pun menghapus air matanya dan tersenyum kembali menyembunyikan kesedihannya.

"Aku harus kuat. Aku harus kuat demi anak-anak. Aku tidak boleh menyerah dan kalah!" ucap Riana dengan tekad yang kuat.

#Bersambung#

Apakah rencana Riana untuk merusakkan mobilnya akan terlaksana? Apakah semuanya akan berjalan lancar tanpa hambatan? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

sabar selalu Riana dan berfikir terbuka.. jangan cengeng

2023-08-25

1

Tyni Juliyo

Tyni Juliyo

betapa beratnya beban itu,,,

2023-04-07

2

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

Riana tetap semangat. kuat

2023-04-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Notifikasi Email
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Aset
4 BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5 BAB 5. Tawaran Bantuan
6 BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7 BAB 7. Tiga Puluh Juta
8 BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9 BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10 BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11 BAB 11. Tempat Les Baru
12 BAB 12. Mobil Mogok
13 BAB 13. Ditinggal Sendiri
14 BAB 14. Pemalakan
15 BAB 15. Ditegur Atasan
16 BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17 BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18 BAB 18. Air Mata Buaya
19 BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20 BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21 BAB 21. Pergi Mendadak
22 BAB 22. Perdebatan
23 BAB 23. Mogok Lagi
24 BAB 24. Dorong Mobil
25 BAB 25. Dua Handphone
26 BAB 26. Pertimbangan
27 BAB 27. Niat Lain Yonna
28 BAB 28. Mensadap Handphone
29 BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30 BAB 30. Makan-makan
31 BAB 31. Transfer
32 BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33 BAB 33. Bos Baru
34 BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35 BAB 35. Pertengkaran
36 BAB 36. Bendera Damai
37 BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38 BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39 BAB 39. Kesepakatan
40 BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41 BAB 41. Ketahuan Shawn
42 BAB 42. Kecelakaan.
43 BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44 BAB 44. Dukung Penuh
45 BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46 BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47 BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48 BAB 48. Penggrebekan I
49 BAB 49. Penggrebekan II
50 BAB 50. Masuk Penjara
51 BAB 51. Hukum Masyarakat
52 BAB 52. Air Mata Kesedihan
53 BAB 53. Rencana Dion
54 BAB 54. Permintaa Lainnya
55 BAB 55. Pertemuan
56 BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57 BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58 BAB 58. Perjanjian Verbal
59 BAB 59. Permintaan Yonna
60 BAB 60. Sindiran Tetangga
61 BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62 BAB 62. Menjual Tanah
63 BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64 BAB 64. Kehamilan Yonna
65 BAB 65. Nada Anjani
66 BAB 66. Kehilangan Janin
67 Bb 67. Video Viral
68 BAB 68. Pelantikan
69 BAB 69. Pindah atau Berhenti
70 BAB 70. Pindah
71 BAB 71. Kamal Kecelakaan
72 BAB 72. Jodohku
73 BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74 BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75 BAB 75. Akhir Cerita
76 Pengumuman
77 Perhatian
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1. Notifikasi Email
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Aset
4
BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5
BAB 5. Tawaran Bantuan
6
BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7
BAB 7. Tiga Puluh Juta
8
BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9
BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10
BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11
BAB 11. Tempat Les Baru
12
BAB 12. Mobil Mogok
13
BAB 13. Ditinggal Sendiri
14
BAB 14. Pemalakan
15
BAB 15. Ditegur Atasan
16
BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17
BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18
BAB 18. Air Mata Buaya
19
BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20
BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21
BAB 21. Pergi Mendadak
22
BAB 22. Perdebatan
23
BAB 23. Mogok Lagi
24
BAB 24. Dorong Mobil
25
BAB 25. Dua Handphone
26
BAB 26. Pertimbangan
27
BAB 27. Niat Lain Yonna
28
BAB 28. Mensadap Handphone
29
BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30
BAB 30. Makan-makan
31
BAB 31. Transfer
32
BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33
BAB 33. Bos Baru
34
BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35
BAB 35. Pertengkaran
36
BAB 36. Bendera Damai
37
BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38
BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39
BAB 39. Kesepakatan
40
BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41
BAB 41. Ketahuan Shawn
42
BAB 42. Kecelakaan.
43
BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44
BAB 44. Dukung Penuh
45
BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46
BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47
BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48
BAB 48. Penggrebekan I
49
BAB 49. Penggrebekan II
50
BAB 50. Masuk Penjara
51
BAB 51. Hukum Masyarakat
52
BAB 52. Air Mata Kesedihan
53
BAB 53. Rencana Dion
54
BAB 54. Permintaa Lainnya
55
BAB 55. Pertemuan
56
BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57
BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58
BAB 58. Perjanjian Verbal
59
BAB 59. Permintaan Yonna
60
BAB 60. Sindiran Tetangga
61
BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62
BAB 62. Menjual Tanah
63
BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64
BAB 64. Kehamilan Yonna
65
BAB 65. Nada Anjani
66
BAB 66. Kehilangan Janin
67
Bb 67. Video Viral
68
BAB 68. Pelantikan
69
BAB 69. Pindah atau Berhenti
70
BAB 70. Pindah
71
BAB 71. Kamal Kecelakaan
72
BAB 72. Jodohku
73
BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74
BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75
BAB 75. Akhir Cerita
76
Pengumuman
77
Perhatian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!