BAB 11. Tempat Les Baru

Leo dan Yudhi yang telah melaksanakan tugasnya memberi penjelasan kepada Riana pun meminta izin untuk pergi.

"Mbak, Leo dan Yudhi pamit pulang dulu ya. Takut nanti Mama khawatir dan mencari karena tadi Leo bilang mau pulang cepat!" ucap Leo dengan tawa yang canggung.

Riana yang memahami kondisi keduanya pun menganggukkan kepalanya lalu memberikan uang sebesar lima puluh ribu kepada Leo.

"Sebelum pulang, anter Yudhi pulang dulu dan traktir dia makan dulu ya!" pesan Riana yang tidak ingin menjadi orang yang tidak tau balas budi pada orang lain.

"Siap, Mbak. Kami pulang dulu ya, Mbak!" ucap Leo yang dengan cepat menaiki motornya dan memakai helmnya.

"Kami duluan ya, Mbak Riana! Semoga sukses, Mbak!" ucap Yudhi dengan ekspresi wajah dan nada suara yang tulus.

"Oke. Hati-hati di jalan dan jangan ngebut-ngebut, ya!" ucap Riana yang memberikan peringatan kepada keduanya dengan ekspresi wajah sedikit khawatir.

Riana yang melihat waktu masih ada setengah jam lagi pun masuk ke dalam mobil dan menunggu di dalam.

Riana yang mengirimkan pesan kepada anak pertamanya pun akhirnya menunggu sambil menghapus riwayat pesan dan teleponnya dengan Leo.

Tak hanya itu saja, Riana juga mengirimkan foto, video dan pesan suara tentang perselingkuhan Kamal siang tadi kepada Hana dengan harapan Hana dapat menyimpannya dengan bail sebagai bukti di kemudian hari.

Waktu pun berlalu dengan sangat cepat, Shasa dan Shawn pun pulang dan masuk ke dalam mobil satu per satu.

"Mama, kami jadi pindah tempat les hari ini?" tanya Shawn dengan nada suara yang sedikit sedih dengan tatapan mata yang penuh harap.

"Iya, sayang. Maaf ya. Ini semua demi kebaikan kalian. Kalian tidak marah dengan Mama, kan?" tanya Riana dengan ekspresi wajah yang dibuat sedih dengan sedikit senyum di bibirnya.

Shasa dan Shawn yang tidak mengatakan apapun hanya menganggukkan kepalanya dan pasrah dengan keputusan yang dibuat oleh Riana.

"Maafkan Mama yang egois ya, Nak. Maaf Mama menggunakan kalian sebagai alasan untuk mengambil Aset untuk masa depan kita!" ucap Riana dalam hati dengan tatapan mata yang sedih dengan tekad yang kuat.

Riana yang ingat akan ATM Kamal yang ada padanya pun bergerak mencari Mesin ATM terdekat untuk mengambil uang.

"Mama mau ke ATM ambil uang sebentar. Kalian tunggu di dalam mobil, ya! Jika ada sesuatu teriak aja. Oke!" ucap Riana yang trauma dengan berita penculikan anak yang bisa terjadi dimanapun dan kapanpun.

Riana yang memasuki tempat pengambilan uang itu pun memasukkan ATM dan nomor sandinya dengan cepat.

Riana yang melihat jika uang di dalam rekening Kamal ada uang sebesar Tiga Juta Rupiah pun mengambil uang sebesar Satu Juta Rupiah.

"Hmmm, uang segini aku rasa cukup untuk mencukupi kebohonganku!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.

Riana yang telah menyimpan uang yang diambilnya ke dalam tas pun bergerak dengan cepat melajukan mobilnya membawa Shasa dan Shawn ke tempat les yang baru tempat salah satu teman Riana bekerja.1

"Riana! Apa kabar? Lama ngak ketemu!" ucap seorang wanita yang menyapa Riana dengan senyum lembut dan nada suara yang ceria.

"Aku baik-baik saja, Put. Aku ingin mendaftarkan anak-anakku les disini." ucap Riana sambil mengalihkan pandangannya pada Shasa dan Shawn yang baru turun dari mobil.

Shasa dan Shawn yang meliha tempat les mereka yang baru sangat besar dan luas dengan penuh warna membuat rasa ingin tau keduanya muncul.

Riana yang menganggukkan kepalanya sebagai tanda memberi izin kepada Shasa dan Shawn untuk berkeliling pun bicara dengan temannya itu empat mata.

"Put, aku mau anakku les disini tapi bisa ngak di kartu SPP-nya jangan ditulis biaya SPP per-bulannya. Kamu mungkin bisa beri cap lunas aja, gimana?" tanya Riana sambil memasang ekspresi wajah yang sedih.

"Sebenarnya sekarang aku ingin mulai berhemat dan mengambil uang suamiku sedikit demi sedikit karena suamiku sekarang sudah menjadi pria yang sedikit perhitungan!" ucap Riana denga wajah yang siap menangis kapanpun.

Putri yang sangat prihatin dan iba dengan nasib buruk yang dialami Riana pun menyetujui permintaan Riana dengan cepat.

Riana yang melakukan pembayaran dengan cepat pun akhirnya mengambil Kartu Bayaran SPP les Shasa dan Shawn.

"Put, jangan bilang pada siapapun tentang masalah ini ya terutama pada kedua anakku. Mereka ngak tau apapun masalah kedua orangtuanya." ucap Riana yang lagi-lagi memasang wajah sedih yang membuat orang yang menjadi targetnya iba.

Putri yang setuju pun menganggukkan kepalanya dan meninggalkan Riana yang sedang menunggu anaknya selesai berkeliling.

Riana yang sedang memainkan handphonenya mencari informasi mengenai Suami Yonna tiba-tiba mendapatkan panggilan dari orang yang tidak dikenal.

“Siapa ini yang menghubungiku? Hmmm, aku angkat atau tidak ya?” gumam Riana dengan ekspresi wajah yang bingung dengan handphonenya yang masih berdering.

“Hah! Aku angkat sajalah!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil meletakkan handphone itu di telinganya.

“Hallo, bisa bicara dengan Riana?” tanya seorang pria yang ada di balik telepon dengan nada suara yang terdengar sangat hati-hati.

“Hmmm, ya. Ini dengan saya sendiri. Ini siapa ya?” tanya Riana dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut tidak memiliki petunjuk identitas orang yang menghubunginya.

“Agh, ini aku Putra, kakaknya Aris, Muridmu.” Ucap Putra dengan penuh semangat dengan ekspresi wajah bahagia.

Riana yang akhirnya mengingat orang yang menghubunginya itu pun mengubah nama bicaranya menjadi lebih ramah.

“Hmm, ada apa Put menelponku?” tanya Riana yang tidak punya petunjuk alasan Putra menghubunginya itu pun bertanya.

Putra yang sengaja menghubungi Riana karena merasa jika cintanya yang tidak terbalas waktu di Universitas bersemi kembali saat bertemu dengan Riana lagi pun menjadi kebingungan menjawab.

“Aduh! Aku harus jawab apa. Aku tidak mungkin bilang rindu pada Istri Orang. Aku bisa dipukuli suaminya nanti!” ucap Putra dalam hati dengan ekspresi wajah yang pucat.

Riana yang tidak mendapatkan jawaban dari panggilannya pun memanggil Putra beberapa kali dan mengecek layar teleponnya berpikir jika terjadi masalah pada jaringannya.

“Put! Put! Putra! Apa kau masih ada di sana?” tanya Riana dengan nada suara yang perlahan dan hati-hati dengan ekspresi wajah yang bingung.

“Hmmm, ya. Aku masih di sini. maaf sinyalnya sedikit jelek disini.” Ucap Putra yang mencari alasan agar tidak terdengar aneh di mata Riana.

“Agh, kamu bilang apa tadi Riana?” tanya Putra dengan kata-kata yang terdengar tidak dengar yang dikatakan Riana dengan tawa kecil sebagai tanda kecanggungannya.

“Aku tanya kenapa kamu hubungi aku? Apa ada sesuatu yang penting?” tanya Riana dengan ekspresi wajah yang polos.

“Hmmm, aku hanya ingin menyampaikan pesan Aris yang ingin mengajak Riana kumpul lagi seperti makan-makan. Aku yang akan traktir!” ucap Putra dengan ekspresi wajah yang penuh harap dengan hati yang berdegup kencang.

Riana yang mendengar pertanyaan Putra pun terdiam lalu tiba-tiba Riana melihat Shasa dan Shawn datang.

#Bersambung#

Apa jawaban Riana ya? Apakah Riana akan menyetujui ajakan Putra atau menolaknya? Tebak di kolom komentar ya...

Episodes
1 BAB 1. Notifikasi Email
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Aset
4 BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5 BAB 5. Tawaran Bantuan
6 BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7 BAB 7. Tiga Puluh Juta
8 BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9 BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10 BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11 BAB 11. Tempat Les Baru
12 BAB 12. Mobil Mogok
13 BAB 13. Ditinggal Sendiri
14 BAB 14. Pemalakan
15 BAB 15. Ditegur Atasan
16 BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17 BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18 BAB 18. Air Mata Buaya
19 BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20 BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21 BAB 21. Pergi Mendadak
22 BAB 22. Perdebatan
23 BAB 23. Mogok Lagi
24 BAB 24. Dorong Mobil
25 BAB 25. Dua Handphone
26 BAB 26. Pertimbangan
27 BAB 27. Niat Lain Yonna
28 BAB 28. Mensadap Handphone
29 BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30 BAB 30. Makan-makan
31 BAB 31. Transfer
32 BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33 BAB 33. Bos Baru
34 BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35 BAB 35. Pertengkaran
36 BAB 36. Bendera Damai
37 BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38 BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39 BAB 39. Kesepakatan
40 BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41 BAB 41. Ketahuan Shawn
42 BAB 42. Kecelakaan.
43 BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44 BAB 44. Dukung Penuh
45 BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46 BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47 BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48 BAB 48. Penggrebekan I
49 BAB 49. Penggrebekan II
50 BAB 50. Masuk Penjara
51 BAB 51. Hukum Masyarakat
52 BAB 52. Air Mata Kesedihan
53 BAB 53. Rencana Dion
54 BAB 54. Permintaa Lainnya
55 BAB 55. Pertemuan
56 BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57 BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58 BAB 58. Perjanjian Verbal
59 BAB 59. Permintaan Yonna
60 BAB 60. Sindiran Tetangga
61 BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62 BAB 62. Menjual Tanah
63 BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64 BAB 64. Kehamilan Yonna
65 BAB 65. Nada Anjani
66 BAB 66. Kehilangan Janin
67 Bb 67. Video Viral
68 BAB 68. Pelantikan
69 BAB 69. Pindah atau Berhenti
70 BAB 70. Pindah
71 BAB 71. Kamal Kecelakaan
72 BAB 72. Jodohku
73 BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74 BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75 BAB 75. Akhir Cerita
76 Pengumuman
77 Perhatian
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1. Notifikasi Email
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Aset
4
BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5
BAB 5. Tawaran Bantuan
6
BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7
BAB 7. Tiga Puluh Juta
8
BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9
BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10
BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11
BAB 11. Tempat Les Baru
12
BAB 12. Mobil Mogok
13
BAB 13. Ditinggal Sendiri
14
BAB 14. Pemalakan
15
BAB 15. Ditegur Atasan
16
BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17
BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18
BAB 18. Air Mata Buaya
19
BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20
BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21
BAB 21. Pergi Mendadak
22
BAB 22. Perdebatan
23
BAB 23. Mogok Lagi
24
BAB 24. Dorong Mobil
25
BAB 25. Dua Handphone
26
BAB 26. Pertimbangan
27
BAB 27. Niat Lain Yonna
28
BAB 28. Mensadap Handphone
29
BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30
BAB 30. Makan-makan
31
BAB 31. Transfer
32
BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33
BAB 33. Bos Baru
34
BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35
BAB 35. Pertengkaran
36
BAB 36. Bendera Damai
37
BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38
BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39
BAB 39. Kesepakatan
40
BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41
BAB 41. Ketahuan Shawn
42
BAB 42. Kecelakaan.
43
BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44
BAB 44. Dukung Penuh
45
BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46
BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47
BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48
BAB 48. Penggrebekan I
49
BAB 49. Penggrebekan II
50
BAB 50. Masuk Penjara
51
BAB 51. Hukum Masyarakat
52
BAB 52. Air Mata Kesedihan
53
BAB 53. Rencana Dion
54
BAB 54. Permintaa Lainnya
55
BAB 55. Pertemuan
56
BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57
BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58
BAB 58. Perjanjian Verbal
59
BAB 59. Permintaan Yonna
60
BAB 60. Sindiran Tetangga
61
BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62
BAB 62. Menjual Tanah
63
BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64
BAB 64. Kehamilan Yonna
65
BAB 65. Nada Anjani
66
BAB 66. Kehilangan Janin
67
Bb 67. Video Viral
68
BAB 68. Pelantikan
69
BAB 69. Pindah atau Berhenti
70
BAB 70. Pindah
71
BAB 71. Kamal Kecelakaan
72
BAB 72. Jodohku
73
BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74
BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75
BAB 75. Akhir Cerita
76
Pengumuman
77
Perhatian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!