Riana yang memesan ojek online pun akhirnya berangkat menuju Kantor Kamal dan memberi salam kepada Satpam yang berjaga.
Riana yang telah mengabari kedatangannya kepada Kamal dapat melihat Kamal datang dengan terburu-buru.
Riana yang bisa melihat Yonna yang mengintip dari jendela lantai dua dengan kedatangannya pun tersenyum kecil.
“Mas, pulangnya yakin ngak mau aku jemput?” tanya Riana yang mengambil kunci mobil dan nomor STNK mobil dari tangan Kamal.
“Tidak perlu merepotkanmu. Mas bisa pulang naik ojek online nanti.” Ucap Kamal dengan suara yang lembut yang membuat Riana ingin muntah.
“Agh, baiklah kalau begitu. Aku pulang ya, Mas.” Ucap Riana sambil mencium tangan Kamal dengan lembut sambil tersenyum lembut.
Kamal yang bingung karena Riana tidak bergerak sama sekali padahal sudah bilang akan pergi pun bertanya.
“Ada apa lagi, Dek? Kenapa masih ada disini katanya mau pergi? Apakah masih ada yang diperlukan?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Hmmm, Maaf Mas. Adek lupa bawak dompet jadi ngak ada uang yang tersisa untuk bayar pendaftaran lesnya Shasa dan Shawn!” ucap Riana dengan ekpsresi wajah yang sedih dengan nada suara yang terdengar pilu.
Kamal yang terus melihat ke arah jendela tempat Yonna berada merasa sangat khawatir bahwa Yonna akan marah padanya jika lebih lama bersama dengan Riana pun menyerahkan ATM-nya kepada Riana.
“Mas tidak punya uang cash yang banyak jadi Adek pegang saja ATM Mas. Adek bisa tarik uang sejumlah yang adek butuhkan!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang lembut.
“Terima kasih ya, Mas!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia sambil tersenyum lembut.
Riana yang tak menyia-nyiakan kesempatan yang berharga itu pun mengambil ATM milik Kamal lalu menyimpannya di dalam tas.
Riana yang merasa semua tujuan utamanya telah tercapai pun pergi meninggalkan Kantor Kamal lalu pergi membawa mobil.
Riana yang tau anak-anaknya akan pulang dua jam lagi pun bergegas menemui Leo yang sudah ada di dekat sekolah Shasa dan Shawn.
“Maafin Mbak ya Leo. Mbaknya pasti datang lama!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan nada suara yang cemas.
“Tidak masalah, Mbak. Aku justru khawatir kalau Mbak tidak berhasil membawa mobil Mas Kamal pergi!” ucap Leo dengan ekspresi wajah yang lega.
“Jangan khawatir. Mbak sudah lama mengenal Mas Kamal. Mbak sangat mengerti cara untuk membuat Mas Kamal tunduk kepada Mbak.” Ucap Riana dengan senyum percaya diri.
“Namun sayang, Mbak tidak berniat bersamanya lagi. Mbak sudah menutup hati untuk Pria yang berselingkuh!” ucap Riana dengan nada suara yang tegas.
Leo yang menatap temannya yang terkejut melihat perubahan sikap dan nada bicara Riana pun mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Mbak, kenalkan ini temanku. Namanya Yudhi. Dia ini anak bengkel mobil dan dia sangat mengerti tentang masalah mobil!” ucap Leo dengan nada suara yang penuh antusias yang tinggi.
Riana yang percaya pada Leo pun menyambut uluran tangan Yudhi dan menunjukkan Yudhi akan mobilnya.
“Ini mobil yang harus kamu buat rusak Yud. Hmmm, Mbak maunya mobil ini hanya rusak saat dipakai oleh Mas Kamal saja dan baik-baik saja saat Mbak yang pakai!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bingung.
Yudhi yang mengerti maksud Riana pun menganggukkan kepalanya dan memberi tau Riana masalah yang biasa terjadi pada mobil.
“Jika Mbak Riana mau seperti itu. Mbak Riana bisa melepaskan kabel ini. Aku akan mengendurkan kabel ini agar mudah bagi Mbak Riana melepaskannya.” Ucap Yudhi dengan nada suara yang serius.
“Ini adalah kabel tengki bensin jadi saat kabelnya lepas maka bensin akan keluar dan menyebabkan mobil mogok karena tidak ada bensin!” ucap Yudhi yang mengangkat kepalanya menatap Riana.
“Hmmm, itu ide yang bagus. Apa ada cara lain lagi? aku ingin membuat Mas Kamal merasa sial untuk beberapa kali dalam seminggu dengan masalah yang berbeda agar dia punya pikiran untuk menjual mobil ini juga!” ucap Riana dengan senyum jahat.
“Mobil ini menggunakan menu mattic, bukan Mbak? Kalau begitu, Mbak bisa menghabiskan Aki mobil ini dan membuat Mobilnya sulit untuk hidup.” Ucap Yudhi dengan ekspresi wajah yang serius.
“Hmmm, cara lainnya mungkin menghabiskan air yang ada di dalam tangki ini jadi mesin berubah panas lalu tidak bisa bergerak.” Ucap Yudhi lagi dengan ekpsresi wajah yang serius.
Leo yang mendengar perkataan Riana pun menjadi bingung dan mulai bertanya untuk menyelesaikan rasa penasarannya.
“Mbak, apa Mbak yakin ingin melakukan ini semua?” tanya Leo dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
“Apa maksud ucapanmu Leo? Apakah kau melupakan yang dilakukan Mas Kamal kepada Mbak?” sindir Riana dengan tatapan mata yang sinis.
“Tidak! Leo tidak lupa sama sekali. Leo hanya merasa sangat disayangkan merusakkan mobil yang masih bagus untuk melampiaskan kemarahan Mbak. Kalau mobil ini benar-benar rusak, bukankah akan sangat disayangkan uang pembenarannya?” tanya Leo dengan ekspresi wajah yang khawatir.
“Mbak lebih merasa sayang uang digunakan untuk membiayai p***cur itu daripada membiayai pembenaran mobil ini!” ucap Riana dengan tatapan mata yang penuh dengan kemarahan.
“Mbak tidak berniat membenarkan mobil ini untuk seterusnya. Mbak juga ingin mobil ini dijual secepatnya!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.
“Jika mobil ini dijual bukankah harganya akan turun drastis? Lalu apa mbak Riana dan Mas Kamal mau pergi naik motor yang jarang dipakai itu saat mobil ini telah dijual?” tanya Leo dengan ekspresi wajah yang polos.
“Harganya paling turun beberapa juta dan itu tidak masalah bagi Mbak daripada mobil yang seharusnya dipakai oleh Mbak dan anak-anak digunakan oleh p***cur itu!” ucap Riana dengan mata yang tajam.
“Hmmm, mbak juga tidak berniat menggunakan motor itu karena motor itu sudah mbak jual juga dan uangnya pun sudah ada di rekening Mbak yang Mbak titipkan di Hana!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Lalu Mbak dan Mas Kamal pergi kerjanya naik apa?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Ojek online!” jawab Riana secara langsung dengan nada suara yang tegas dengan ekpsresi wajah yang tidak peduli.
“Apa? Lalu gimana dengan Shasa dan Shawn?” tanya Leo dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Kenapa kau bingung. Mbak akan pinjam mobil Mama dan Papa sementara waktu untuk aktivitas Mbak dan anak-anak. Mas Kamal biarkan saja dia naik ojek online!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang tidak peduli.
“Mbak akan bilang pada Mama dan Papa nanti dan berkata dengan jujur tapi secara perlahan karena Mbak tidak mau membuat Mama dan Papa menjadi terkejut lalu jatuh sakit!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad yang kuat.
Leo yang mendengar perkataan Riana pun merasa lega dan menyerah hingga akhirnya mengikuti semua rencana Riana.
Yudhi yang melihat mesin mobil Riana pun ikut berkomentar tentang masalah yang dihadapi Riana yang membuat Leo dan Riana tertawa terbahak-bahak.
“Hmmm, ternyata kalau wanita sakit hati, cara pembalasan dendamnya sadis sekali ya!” gumam Yudhi dengan ekspresi wajah yang sedikit prihatin dengan nasib Kamal di masa depan yang akan jatuh miskin.
#Bersambung#
Riana sudah mengetahui semua triknya dan hanya tinggal menunggu waktunya eksekusi. Apakah rencana Riana akan berhasil? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
arniya
keren and smart
2024-01-14
0
Uthie
Harusnya begitu emang 👍😡
2023-03-30
1
Lia Yuliana
betul banget riana balas dendam secara halus... secara qta y d sakiti bkn y menyakiti... 😄
2023-03-18
2