BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM

Riana yang memesan ojek online pun akhirnya berangkat menuju Kantor Kamal dan memberi salam kepada Satpam yang berjaga.

Riana yang telah mengabari kedatangannya kepada Kamal dapat melihat Kamal datang dengan terburu-buru.

Riana yang bisa melihat Yonna yang mengintip dari jendela lantai dua dengan kedatangannya pun tersenyum kecil.

“Mas, pulangnya yakin ngak mau aku jemput?” tanya Riana yang mengambil kunci mobil dan nomor STNK mobil dari tangan Kamal.

“Tidak perlu merepotkanmu. Mas bisa pulang naik ojek online nanti.” Ucap Kamal dengan suara yang lembut yang membuat Riana ingin muntah.

“Agh, baiklah kalau begitu. Aku pulang ya, Mas.” Ucap Riana sambil mencium tangan Kamal dengan lembut sambil tersenyum lembut.

Kamal yang bingung karena Riana tidak bergerak sama sekali padahal sudah bilang akan pergi pun bertanya.

“Ada apa lagi, Dek? Kenapa masih ada disini katanya mau pergi? Apakah masih ada yang diperlukan?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang bingung.

“Hmmm, Maaf Mas. Adek lupa bawak dompet jadi ngak ada uang yang tersisa untuk bayar pendaftaran lesnya Shasa dan Shawn!” ucap Riana dengan ekpsresi wajah yang sedih dengan nada suara yang terdengar pilu.

Kamal yang terus melihat ke arah jendela tempat Yonna berada merasa sangat khawatir bahwa Yonna akan marah padanya jika lebih lama bersama dengan Riana pun menyerahkan ATM-nya kepada Riana.

“Mas tidak punya uang cash yang banyak jadi Adek pegang saja ATM Mas. Adek bisa tarik uang sejumlah yang adek butuhkan!” ucap Kamal dengan ekspresi wajah yang lembut.

“Terima kasih ya, Mas!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia sambil tersenyum lembut.

Riana yang tak menyia-nyiakan kesempatan yang berharga itu pun mengambil ATM milik Kamal lalu menyimpannya di dalam tas.

Riana yang merasa semua tujuan utamanya telah tercapai pun pergi meninggalkan Kantor Kamal lalu pergi membawa mobil.

Riana yang tau anak-anaknya akan pulang dua jam lagi pun bergegas menemui Leo yang sudah ada di dekat sekolah Shasa dan Shawn.

“Maafin Mbak ya Leo. Mbaknya pasti datang lama!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan nada suara yang cemas.

“Tidak masalah, Mbak. Aku justru khawatir kalau Mbak tidak berhasil membawa mobil Mas Kamal pergi!” ucap Leo dengan ekspresi wajah yang lega.

“Jangan khawatir. Mbak sudah lama mengenal Mas Kamal. Mbak sangat mengerti cara untuk membuat Mas Kamal tunduk kepada Mbak.” Ucap Riana dengan senyum percaya diri.

“Namun sayang, Mbak tidak berniat bersamanya lagi. Mbak sudah menutup hati untuk Pria yang berselingkuh!” ucap Riana dengan nada suara yang tegas.

Leo yang menatap temannya yang terkejut melihat perubahan sikap dan nada bicara Riana pun mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Mbak, kenalkan ini temanku. Namanya Yudhi. Dia ini anak bengkel mobil dan dia sangat mengerti tentang masalah mobil!” ucap Leo dengan nada suara yang penuh antusias yang tinggi.

Riana yang percaya pada Leo pun menyambut uluran tangan Yudhi dan menunjukkan Yudhi akan mobilnya.

“Ini mobil yang harus kamu buat rusak Yud. Hmmm, Mbak maunya mobil ini hanya rusak saat dipakai oleh Mas Kamal saja dan baik-baik saja saat Mbak yang pakai!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bingung.

Yudhi yang mengerti maksud Riana pun menganggukkan kepalanya dan memberi tau Riana masalah yang biasa terjadi pada mobil.

“Jika Mbak Riana mau seperti itu. Mbak Riana bisa melepaskan kabel ini. Aku akan mengendurkan kabel ini agar mudah bagi Mbak Riana melepaskannya.” Ucap Yudhi dengan nada suara yang serius.

“Ini adalah kabel tengki bensin jadi saat kabelnya lepas maka bensin akan keluar dan menyebabkan mobil mogok karena tidak ada bensin!” ucap Yudhi yang mengangkat kepalanya menatap Riana.

“Hmmm, itu ide yang bagus. Apa ada cara lain lagi? aku ingin membuat Mas Kamal merasa sial untuk beberapa kali dalam seminggu dengan masalah yang berbeda agar dia punya pikiran untuk menjual mobil ini juga!” ucap Riana dengan senyum jahat.

“Mobil ini menggunakan menu mattic, bukan Mbak? Kalau begitu, Mbak bisa menghabiskan Aki mobil ini dan membuat Mobilnya sulit untuk hidup.” Ucap Yudhi dengan ekspresi wajah yang serius.

“Hmmm, cara lainnya mungkin menghabiskan air yang ada di dalam tangki ini jadi mesin berubah panas lalu tidak bisa bergerak.” Ucap Yudhi lagi dengan ekpsresi wajah yang serius.

Leo yang mendengar perkataan Riana pun menjadi bingung dan mulai bertanya untuk menyelesaikan rasa penasarannya.

“Mbak, apa Mbak yakin ingin melakukan ini semua?” tanya Leo dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.

“Apa maksud ucapanmu Leo? Apakah kau melupakan yang dilakukan Mas Kamal kepada Mbak?” sindir Riana dengan tatapan mata yang sinis.

“Tidak! Leo tidak lupa sama sekali. Leo hanya merasa sangat disayangkan merusakkan mobil yang masih bagus untuk melampiaskan kemarahan Mbak. Kalau mobil ini benar-benar rusak, bukankah akan sangat disayangkan uang pembenarannya?” tanya Leo dengan ekspresi wajah yang khawatir.

“Mbak lebih merasa sayang uang digunakan untuk membiayai p***cur itu daripada membiayai pembenaran mobil ini!” ucap Riana dengan tatapan mata yang penuh dengan kemarahan.

“Mbak tidak berniat membenarkan mobil ini untuk seterusnya. Mbak juga ingin mobil ini dijual secepatnya!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.

“Jika mobil ini dijual bukankah harganya akan turun drastis? Lalu apa mbak Riana dan Mas Kamal mau pergi naik motor yang jarang dipakai itu saat mobil ini telah dijual?” tanya Leo dengan ekspresi wajah yang polos.

“Harganya paling turun beberapa juta dan itu tidak masalah bagi Mbak daripada mobil yang seharusnya dipakai oleh Mbak dan anak-anak digunakan oleh p***cur itu!” ucap Riana dengan mata yang tajam.

“Hmmm, mbak juga tidak berniat menggunakan motor itu karena motor itu sudah mbak jual juga dan uangnya pun sudah ada di rekening Mbak yang Mbak titipkan di Hana!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang dingin.

“Lalu Mbak dan Mas Kamal pergi kerjanya naik apa?” tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang bingung.

“Ojek online!” jawab Riana secara langsung dengan nada suara yang tegas dengan ekpsresi wajah yang tidak peduli.

“Apa? Lalu gimana dengan Shasa dan Shawn?” tanya Leo dengan ekspresi wajah yang bingung.

“Kenapa kau bingung. Mbak akan pinjam mobil Mama dan Papa sementara waktu untuk aktivitas Mbak dan anak-anak. Mas Kamal biarkan saja dia naik ojek online!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang tidak peduli.

“Mbak akan bilang pada Mama dan Papa nanti dan berkata dengan jujur tapi secara perlahan karena Mbak tidak mau membuat Mama dan Papa menjadi terkejut lalu jatuh sakit!” ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad yang kuat.

Leo yang mendengar perkataan Riana pun merasa lega dan menyerah hingga akhirnya mengikuti semua rencana Riana.

Yudhi yang melihat mesin mobil Riana pun ikut berkomentar tentang masalah yang dihadapi Riana yang membuat Leo dan Riana tertawa terbahak-bahak.

“Hmmm, ternyata kalau wanita sakit hati, cara pembalasan dendamnya sadis sekali ya!” gumam Yudhi dengan ekspresi wajah yang sedikit prihatin dengan nasib Kamal di masa depan yang akan jatuh miskin.

#Bersambung#

Riana sudah mengetahui semua triknya dan hanya tinggal menunggu waktunya eksekusi. Apakah rencana Riana akan berhasil? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...

Terpopuler

Comments

arniya

arniya

keren and smart

2024-01-14

0

Uthie

Uthie

Harusnya begitu emang 👍😡

2023-03-30

1

Lia Yuliana

Lia Yuliana

betul banget riana balas dendam secara halus... secara qta y d sakiti bkn y menyakiti... 😄

2023-03-18

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Notifikasi Email
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Aset
4 BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5 BAB 5. Tawaran Bantuan
6 BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7 BAB 7. Tiga Puluh Juta
8 BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9 BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10 BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11 BAB 11. Tempat Les Baru
12 BAB 12. Mobil Mogok
13 BAB 13. Ditinggal Sendiri
14 BAB 14. Pemalakan
15 BAB 15. Ditegur Atasan
16 BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17 BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18 BAB 18. Air Mata Buaya
19 BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20 BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21 BAB 21. Pergi Mendadak
22 BAB 22. Perdebatan
23 BAB 23. Mogok Lagi
24 BAB 24. Dorong Mobil
25 BAB 25. Dua Handphone
26 BAB 26. Pertimbangan
27 BAB 27. Niat Lain Yonna
28 BAB 28. Mensadap Handphone
29 BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30 BAB 30. Makan-makan
31 BAB 31. Transfer
32 BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33 BAB 33. Bos Baru
34 BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35 BAB 35. Pertengkaran
36 BAB 36. Bendera Damai
37 BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38 BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39 BAB 39. Kesepakatan
40 BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41 BAB 41. Ketahuan Shawn
42 BAB 42. Kecelakaan.
43 BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44 BAB 44. Dukung Penuh
45 BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46 BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47 BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48 BAB 48. Penggrebekan I
49 BAB 49. Penggrebekan II
50 BAB 50. Masuk Penjara
51 BAB 51. Hukum Masyarakat
52 BAB 52. Air Mata Kesedihan
53 BAB 53. Rencana Dion
54 BAB 54. Permintaa Lainnya
55 BAB 55. Pertemuan
56 BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57 BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58 BAB 58. Perjanjian Verbal
59 BAB 59. Permintaan Yonna
60 BAB 60. Sindiran Tetangga
61 BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62 BAB 62. Menjual Tanah
63 BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64 BAB 64. Kehamilan Yonna
65 BAB 65. Nada Anjani
66 BAB 66. Kehilangan Janin
67 Bb 67. Video Viral
68 BAB 68. Pelantikan
69 BAB 69. Pindah atau Berhenti
70 BAB 70. Pindah
71 BAB 71. Kamal Kecelakaan
72 BAB 72. Jodohku
73 BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74 BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75 BAB 75. Akhir Cerita
76 Pengumuman
77 Perhatian
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1. Notifikasi Email
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Aset
4
BAB 4. Bujukan Menjual Motor
5
BAB 5. Tawaran Bantuan
6
BAB 6. Asal Usul Perselingkuhan
7
BAB 7. Tiga Puluh Juta
8
BAB 8. Mengumpulkan Bukti
9
BAB 9. Rencana Merusakkan Mobil
10
BAB 10. Mengambil Mobil dan ATM
11
BAB 11. Tempat Les Baru
12
BAB 12. Mobil Mogok
13
BAB 13. Ditinggal Sendiri
14
BAB 14. Pemalakan
15
BAB 15. Ditegur Atasan
16
BAB 16. Pernyataan Cinta yang Tak Terduga
17
BAB 17. Saran yang Tak Terduga
18
BAB 18. Air Mata Buaya
19
BAB 19. Kemungkinan HIV/AIDS
20
BAB 20. Mengganti Aki Mobil
21
BAB 21. Pergi Mendadak
22
BAB 22. Perdebatan
23
BAB 23. Mogok Lagi
24
BAB 24. Dorong Mobil
25
BAB 25. Dua Handphone
26
BAB 26. Pertimbangan
27
BAB 27. Niat Lain Yonna
28
BAB 28. Mensadap Handphone
29
BAB 29. Uangmu itu Hakku dan Anakku
30
BAB 30. Makan-makan
31
BAB 31. Transfer
32
BAB 32. Melipat Gandakan Uang
33
BAB 33. Bos Baru
34
BAB 34. Lolos Tes Pemberkasan
35
BAB 35. Pertengkaran
36
BAB 36. Bendera Damai
37
BAB 37. Aku atau Kamu yang bodoh?
38
BAB 38. Pinjaman Bank Diterima
39
BAB 39. Kesepakatan
40
BAB 40. Serong Sana, Serong Sini
41
BAB 41. Ketahuan Shawn
42
BAB 42. Kecelakaan.
43
BAB 43. Kenyataan yang Menyakitkan
44
BAB 44. Dukung Penuh
45
BAB 45. Batas Kesabaran Riana
46
BAB 46. Rencana Penggrebekan I
47
BAB 47. Rencana Penggrebekan II
48
BAB 48. Penggrebekan I
49
BAB 49. Penggrebekan II
50
BAB 50. Masuk Penjara
51
BAB 51. Hukum Masyarakat
52
BAB 52. Air Mata Kesedihan
53
BAB 53. Rencana Dion
54
BAB 54. Permintaa Lainnya
55
BAB 55. Pertemuan
56
BAB 56. Keputusan Mengakhiri Semua
57
BAB 57. Pengembalian Uang atau Tuntutan Perdata
58
BAB 58. Perjanjian Verbal
59
BAB 59. Permintaan Yonna
60
BAB 60. Sindiran Tetangga
61
BAB 61. Keputusan Akhir Dion
62
BAB 62. Menjual Tanah
63
BAB 63. Yonna Bebas dari Penjara
64
BAB 64. Kehamilan Yonna
65
BAB 65. Nada Anjani
66
BAB 66. Kehilangan Janin
67
Bb 67. Video Viral
68
BAB 68. Pelantikan
69
BAB 69. Pindah atau Berhenti
70
BAB 70. Pindah
71
BAB 71. Kamal Kecelakaan
72
BAB 72. Jodohku
73
BAB 73. Pengumuman Pernikahan
74
BAB 74. Menyakiti Hati dan Raga
75
BAB 75. Akhir Cerita
76
Pengumuman
77
Perhatian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!