Berenang Tengah Malam

"Jadi lo suka sama adik gue? Awas lo ya Glen, kalau lo sampai nyakitin hati adik gue, gue ngga akan lihat siapa lo, gue hancurin lo" gumam bathin Gilang sambil menatap ke arah Glen.

"Wah, ternyata pak Glen menyukai bu Dhea," teriak Suci.

"Jawab dong bu, apa ibu juga menyukai pak Glen? Tanya Retno.

"Ngga di jawab juga ngga apa-apa, yang penting sekarang kamu tahu isi hatiku" ucap Glen.

"Aku, aku juga suka sama abang" jawab Dhea sambil menunduk.

Spontan Glen langsung menatap ke arah Dhea, "Apa! Kamu juga suka sama abang? Tanya Glen dengan wajah yang berbinar.

"Iya" jawab Dhea sambil mengangguk dan tetap menunduk karena masih malu untuk menatap ke arah Glen.

"Wow, selamat ya Dhe, selamat pak Glen" ucap Alina sambil tersenyum.

Mereka semua mengucap kan selamat, kecuali Gilang, dia hanya menatap ke arah Glen dan Dhea.

"Ayo putar lagi" teriak Irman, Hendra pun memutar kembali botol yang ada di depan nya, dan berhenti menghadap diri nya sendiri.

"Nah lo senjata makan tuan, kamu pilih tantangan atau kejujuran" ucap Irman.

"Kejujuran" jawab Hendra dengan lantang.

"Kamu mau jujur kalau kamu ngambil cokelat saya ya? Alina pun menggoda Hendra.

"Ngga bu, saya ngga pernah ngambil cokelat ibu" jawab Hendra.

"Sejak kapan kamu suka cokelat Na? Tanya Dhea.

"Aku cuma menggoda nya Dhe" ucap Alina sambil tersenyum.

"Ibu ih, becanda nya bikin aku gemetaran" jawab Hendra.

"Ya udah ayo kamu mau jujur tentang apa? Tanya Gilang.

Hendra pun menatap ke arah Retno, "Jujur aku menyukai Retno dan mencintai nya sejak aku bekerja di kantor pak Surya" ucap Hendra.

"Terima Ret, daripada lo jomblo" teriak Suci.

Retno pun terdiam sambil menunduk, dia bingung dengan perasaan nya sendiri.

"Ya sudah jangan di paksa, kalau dia ngga mau jawab, aku juga ngga maksa yang penting aku sudah mengungkap kan perasaan aku kepada nya" jawab Hendra dengan sendu.

"Ya udah kita lanjut lagi aja putar botol nya" ucap Irman.

Irman pun memutar kembali botol nya dan berhenti di depan Alina.

"Kena kamu Lin" teriak Dhea sambil tersenyum, karena Dhea ingin mengerjai nya.

"Ibu pilih apa bu? Tanya Suci.

"Saya pilih tantangan saja lah" jawab Alina.

"Kalau begitu saya yang kasih tantangan" kata Dhea.

"Apa tantangan nya? tanya Alina sambil menatap ke arah Dhea.

"Kamu harus loncat ke kolam renang dan berenang dua putaran sekarang juga" ucap Dhea.

"Apa! Ini sudah malam dan pasti air nya dingin banget" teriak Gilang.

Sedangkan yang lain hanya diam saja sambil menatap ke arah mereka yang sedang berdebat.

"Kan dari awal sudah di jelaskan yang ikut harus sportif, jadi harus sportif lah" jawab Dhea.

"Ya sudah, kalau memang tantangan nya harus seperti itu, saya akan melakukan nya" jawab Alina sambil berdiri dari duduk nya.

"Tunggu, ibu duduk saja di sini, biar saya yang menggantikan ibu untuk melakukan tantangan ini." teriak Gilang sambil menarik tangan Alina dan menyuruh nya duduk kembali.

"Tapi, ini dingin sekali" ucap Alina sedikit khawatir dengan Gilang.

"Kamu tenang saja Yang, aku akan baik-baik saja" bisik Gilang.

"Kakak memang sangat mencintai Alina, terbukti dia rela berenang di malam hari, padahal dia ngga tahan sama air dingin" gumam bathin Dhea, dan sedikit was-was karena takut terjadi apa-apa sama kakak nya itu.

"Lo keren Lang, lo mau menggantikan tantangan yang adik lo berikan, padahal lo kan ngga tahan sama air dingin, cuaca nya saja udah dingin seperti ini, apalagi air yang ada di kolam, ngga kebayang gue lihat lo nanti" gumam bathin Glen sambil menatap ke arah Gilang.

"Ternyata cinta nya Gilang sama bu ALina begitu besar, baiklah aku akan melupakan Gilang mulai saat ini, mungkin aku harus mencoba membuka hati ku buat Hendra" gumam bathin Retno sambil melirik ke arah Hendra yang sedang fokus menatap Gilang.

Gilang pun berjalan menuju kolam Renang dan langsung loncat dan berenang dua putaran.

Mereka semua nya mendekati kolam renang melihat Gilang yang sedang berenang sebanyak dua putaran.

Sungguh dingin air kolam itu menusuk pori-pori kulit Gilang, Gilang pun melawan rasa dingin itu demi Alina sang kekasih.

"Cukup ayo naik" teriak Alina dengan wajah khawatir nya karena melihat tubuh Gilang yang sudah gemetar hebat, bibir nya pun sudah membiru saking dingin nya.

Gilang pun naik dengan tubuh gemetar nya, Alina langsung menggandeng Gilang.

"Kalian lanjut kan saja permainan nya, saya bawa Gilang dulu ke kamar" teriak Alina sambil membawa GIlang menuju ke kamar nya.

"Bu Alina mau gantiin baju nya Gilang dong" ucap Suci.

"Kamu ini, biarin saja lah toh mereka juga sepasang," Hendra langsung menutup mulut dengan tangan nya.

"Maksud kak Hendra mereka berdua sepasang kekasih? Tanya Suci yang penasaran dengan ucapan Hendra.

"Sudah lah ayo kita main lagi" ucap Hendra mengalihkan pertanyaan dari Suci.

Mereka pun melanjutkan permainan nya sampai mereka benar-benar sudah lelah dan istirahat di kamar masing-masing.

*

*

Alina pun memeluk Gilang dari samping dan membawa ke kamar Gilang.

"Mas, dingin banget ya? langsung ganti baju ya mas? Ucap Alina sambil membuka kunci kamar Gilang yang sudah Gilang berikan kepa nya.

Gilang sudah ngga bisa ngomong karena saking dingin nya, mereka pun langsung masuk.

"Ya sudah aku cari baju mas dulu" ucap ALina sambil membuka koper Gilang.

Gilang sudah ngga kuat dengan rasa dingin yang menerpa tubuh nya, dia pun langsung membuka semua baju basah yang menempel di tubuh nya lalu masuk ke dalam selimut tebal yang sudah di sediakan oleh pihak hotel.

"Mas, ini," Alina pun langsung terdiam kala melihat semua baju basah yang tadi nempel di tubuh Gilang kini sudah berserakan di lantai.

"Mas" panggil Alina sambil menghampiri Gilang yang sedang kedinginan di dalam seimut sambil memejamkan ke dua mata nya.

Alina merasa bersalah, karena seharusnya yang berenang itu diri nya bukan Gilang.

Alina menyentuh pipi Gilang dengan lembut, Gilang yang merasakan sentuhan hangat dari Alina pun membuka mata nya.

"Yang, dingin" gumam Gilang sambil menatap ke arah Alina.

Alina tanpa sadar mendekatkan bibir nya ke bibir Gilang, Gilang yang merasa kedinginan pun menyambut nya.

Bukan tubuh Gilang saja yang merasakan kehangatan, tapi tubuh ALina pun seketika panas.

Mereka pun terbuai dengan cumbuan mereka, hingga tanpa sadar tubuh ALina pun sudah tidak ada penghalang nya lagi.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

WADUHHHH BLM HALAL JUGA, HRSNYA BUATKN TEH HANGAT JAHE ...

2023-11-16

0

Dedeh Dian

Dedeh Dian

wah Alina kamu mah payah nich iman nya imin

2023-02-28

2

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

pasti lg.....Jang sekarang alin tar dah sah

2023-02-12

1

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!