Pecel Lele

Gilang pun langsung menuju mes nya, dengan perasaan yang sangat kesal, dengan kehadiran Ronald di hadapan nya mengingatkan kembali kepada Rena yang sudah membuat nya sakit hati.

"Siapa tadi mas? Kok muka kamu kaya yang lagi emosi seperti itu? Tanya Alina sambil menatap wajah Gilang.

"Orang yang sudah bikin aku emosi, masa dia nawarin aku terus pinjaman uang mana bunga nya tinggi lagi" jawab Gilang berbohong.

"Ya sudah yang penting kamu ngga pinjam aja mas" ucap Alina dengan senyuman di bibir nya.

"Ya sudah lupakan orang tadi, sekarang kamu mau langsung pulang apa mau makan dulu? Tanya Gilang sambil menyibak kan rambut Alina yang tergerai ke belakang telinga nya.

"Terserah kamu aja mas, eh tapi kamu kan belum bayaran, ya sudah aku yang bayar saja" ucap Alina.

"Aku walaupun belum bayaran, tapi aku masih punya simpanan, jadi kamu ngga usah takut, ayo kita makan dulu setelah itu kita pulang" ajak Gilang sambil menarik tangan Alina.

Alina pun tersenyum lalu mengikuti langkah nya Gilang dan naik ke atas motor nya setelah Gilang memakai kan helm untuk Alina.

Seperti biasa Alina memeluk pinggang Gilang dengan erat sekali, mereka bercanda dan tertawa bersama hingga Gilang melupakan kedatangan Ronald.

Kamu mau makan Apa Yang? Tanya Gilang sambil menyentuh tangan Alina yang berada di atas perut nya.

"Gimana kalau kita makan pecel lele yang di warung tenda itu" jawab Alina sambil menunjuk warung tenda yang berada di pinggir jalan.

"Yakin kamu mau makan di situ? Gilang pun meyakinkan Alina, karena Gilang belum pernah yang namanya makan pecel lele apalagi di warung tenda di pinggir jalan seperti ini.

"Iya mas, emang nya mas Gilang belum pernah makan di warung tenda ya? Tanya Alina.

Gilang pun menepikan motor nya di pinggir warung tenda yang menjual pecel lele.

"Sering kok, mas sering makan di warung tenda, tapi kalau pecel lele belum pernah makan" jawab Gilang.bohong lagi.

"Ya sudah kita masuk saja, nanti mas cobain makan lele nya, di jamin mas ketagihan deh" ucap Alina.

Mereka berdua pun masuk dan Alina langsung memesan dua porsi pecel lele dan dua gelas es jeruk.

"Kamu sering makan di sini ya Yang? Tanya Gilang sambil melihat ke sekeliling warung tenda yang lumayan cukup ramai itu.

"Ya kalau lagi pengen aja, terakhir kali bulan kemarin pas dapat bonus, aku makan di sini bersama bapak, ibu dan si kembar, mereka senang banget kalau ku ajak makan di sini" jawab Alina sambil tersenyum mengenang kebersamaan bersama keluarga nya.

Pesanan pun datang, pelayan nya langsung menghidangkan dua porsi pecel lele dan dua gelas es jeruk.

"Selamat menikmati mas, mbak" ucap si pelayan dengan sopan.

"Makasih mas" jawab Alina sambil mengambil piring untuk diri nya.

Gilang pun hanya diam dan menatap kearah piring yang berisikan nasi putih dan ikan lele dengan sambal ciri khas nya di tambah lalapan.

"Gimana makan nya, aku ngga biasa makan yang begini" gumam bathin Gilang sambil menatap aneh kepada makanan yang ada di hadapan nya.

Alina yang memang sudah lapar pun langsung menyantap makanan nya, tapi ketika lagi mengunyah, Alina pun menatap ke arah Gilang yang hanya diam saja sambil menatap ke arah piring nya.

"Kamu ngga makan mas? oh iya kamu kan ngga pernah makan lele ya mas, sebentar," Alina pun mengambil nasi dan lele lalu memberikan suapan kepada Gilang.

"Buka mulut nya mas, ayo cobain deh, pasti kamu ketagihan" Alina pun membujuk Gilang agar mau membuka mulut nya.

Karena Alina terus memaksa dan merayu nya, akhir nya Gilang mau membuka mulut nya lalu menyantap makanan dari tangan Alina.

Satu kunyahan dua kunyahan Gilang rasakan sambil mata nya terpejam, tiba-tiba Gilang mengunyah cepat lalu menelan nya.

"Enak Yang, lagi dong" kata Anggar sambil membuka mulut nya lagi minta disuapin.

"Nah kan, apa ku bilang, pasti mas jadi ketagihan" jawab Alina.

"Tapi aku ngga bisa makan pakai tangan Yang, apalagi makan ikan seperti ini" rengek Gilang.

"Modus kamu mas, bilang aja ingin di suapin makan nya" ucap Alina sambil menyuapi Gilang lagi.

"Kalau di suapin gini itu lebih enak Yang" jawab Gilang sambil tersenyum.

Akhirnya Gilang menghabiskan satu porsi pecel lele dengan di suapin Alina.

Mas di bungkus empat porsi ya? Teriak Gilang.

"Buat siapa mas? Tanya Alina.

"Buat ibu, bapak sama si kembar" jawab Gilang.

"Tapi kamu kan belum bayaran mas? Ngga usah, ngga apa-apa" ucap Alina merasa ngga enak dengan Gilang.

"Tenang mas masih ada uang simpanan kok, bahkan kalau kamu mau nikah minggu depan pun mas sudah ada kok dana nya" jawab Gilang sambil tersenyum.

"Kamu ini mas, ada-ada saja" jawab Alina dengan wajah yang sudah memerah.

"Oh iya mas, kan setiap tahun perusahaan suka merayakan ulangtahun perusahaan, dan katanya nanti kita akan pergi ke puncak untuk merayakan nya" kata Alina.

"Beneran? Kapan itu? Tanya Gilang pura-pura ngga tahu.

"Minggu depan mas, mas ikut ngga? tanya Alina.

"Ikut dong, masa kamu ikut aku ngga, sekalian kita jalan-jalan di sana ya" ucap Gilang sambil tersenyum.

"Oke deh kalau begitu, nanti aku masukan ke daftar list yang mau ikut" ucap Alina.

Mereka pun selesai dengan makan malam nya, lalu pergi setelah mengambil pesanan dan membayar nya.

"Murah ya Yang" ucap Gilang tanpa sadar keceplosan.

"Lah, kan emang segitu kisaran harga pecel lele di warung tenda, beda dengan pecel lele yang ada di restoran, jangan-jangan kamu ngga pernah makan di warung tenda ya mas, hayo ngaku" Alina pun sedikit curiga.

"Aduh gawat, kenapa pula ini bibir harus ngomong kaya gitu" gumam bathin Gilang.

"Ngga, maksud aku, warung pecel lele di sini murah, jadi kalau untuk sekedar traktir makan si kembar aku ngga akan miskin gitu" Gilang pun mencari alasan yang tepat.

"Oh, kirain aku kamu ngga pernah makan di warung tenda" ucap Alina sambil memakai helm nya.

"Aku hampir tiap hari malah makan di warung tenda Yang, karena aku kan belum punya istri jadi ngga ada yang masakin" Anggar pun sedikit bercanda menghilangkan kecurigaan Alina.

"Makanya nikah dong biar ada yang urusin" jawab ALina sambil naik ke atas motor nya.

"Kamu nya siap belum kalau jadi istri aku, kalau aku sih kapan pun siap jadi suami kamu" jawab Gilang sambil meraih kedua tangan nya Alina.

"Untung ngga ketahuan" gumam bathin Gilang sambil melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

MAKANYA BIASAKN MKN DIWARUNG2 TENDA SDERHANA, DI WARTEG, JGN DI RESTAURANT2 MAHAL, YG MNA BIKIN ORG KAYA TMBH KAYA, BNTU DONK PREKONOMIAN PEDAGANG KKI LIMA.. AKU PNY BOS DARI BULE SWISS, TPI DOYAN MKN MASAKN INDO, BELIAU SUKA GADO2, NASI UDUK DN NASI RAWON.. BLINYA BKN DI RESTAURANT MAHAL, TPI DIKANTIN KANTOR... DN GK GENGSI MKN BRSAMA BAWAHN DI KNTIN.. BEGITU JUGA PRESDIR KU YG ORG INDONESIA BLASTERAN TURKI, WALAU SDIKIT WAH, TTPI SELERA INDONESIA, SELAIN KEBAB, ROTI CANE, BELIAU SUKA NASI KEBULI, SAMA NASI PADANG, GULAI KAMBING & SATE KMBING

2023-11-16

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

TYPO LAGI, GILANG JDI ANGGAR..😁😁😁😁😁

2023-11-16

1

Dedeh Dian

Dedeh Dian

wah masih ada pr tuh ... Gilang belum terus terang siapa dirinya

2023-02-28

2

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!