Berharap

"Gimana bu? Mau ngga naik motor butut saya? Kembali Gilang pun bertanya kepada Alina.

"Ya sudah ayo, kalau kamu ngga keberatan, dan satu lagi kalau lagi diluar kantor panggil nama saja, lagian umur saya juga di bawah kamu" jawab Alina sambil tersenyum.

"Panggil apa ya? saya ngga mau manggil ibu dengan nama ah" kata Gilang.

"Terus mau panggil nya apa? Kalau di luar kantor begini saya merasa risih di panggil ibu" kata Alina.

"Saya mau nya panggil ibu dengan panggilan sayang" jawab Gilang dengan senyum menggoda nya.

"Ya ampun senyuman nya, ah kenapa jantung ku selalu berdebar begini sih, kalau lagi sama dia" gumam bathin Alina.

"Ya sudah kalau ibu ngga mau di panggil sayang" kata Gilang sambil mendorong motor Alina ke mes nya.

Alina pun diam, dia bingung harus menjawab apa dan bagaimana.

Gilang pun kembali menghampiri Alina dan motor jadul nya, setelah menyimpan motor Alina di dalam mes nya.

"Ya sudah ayo bu, jadi ngga saya antar? Tanya Gilang.

Alina pun naik ke atas motor jadul nya Gilang, tangan nya pun memegang erat ujung baju kerja Gilang.

Gilang yang mau melaju pun kembali melepaskan genggaman tangan dari motor nya, Gilang pun meraih kedua tangan Alina lalu dia erat kan di pinggang nya sambil tersenyum.

"Pegangan yang benar itu seperti ini bu" kata Gilang sambil meraih kedua tangan Alina lalu menyimpan nya di atas perut dia.

Alina yang berada di belakang pun hanya diam dan pasrah, apalagi kini jantung nya semakin berdebar kencang.

"Untung dia ngga melihat wajahku, kalau dia melihat tambah malu aku, wajah ku terasa panas pasti wajahku sudah merah ini" gumam bathin Alina.

Gilang pun melajukan motor jadul nya dengan kecepatan sedang, dengan arahan jalan dari Alina.

Di sepanjang jalan mereka hanya diam, mau ngobrol pun merasa ngga nyaman dengan suara motor Gilang yang sedikit berisik.

Tidak berapa lama mereka pun sudah sampai ke tempat yang mereka tuju.

"Nah itu rumah saya" teriak Alina sambil menunjuk sebuah rumah sederhana.

Gilang pun menepikan motor nya di depan sebuah rumah yang sederhana.

"Ini rumah ibu? Tanya Gilang sambil menunjuk rumah Alina.

"Iya, mari mampir dulu" ajak Alina sambil membuka helm nya.

"Kapan- kapan saja bu, lagian ini takut kemalaman terus kan motor ibu di mes kasihan sendirian" Gilang pun bercanda.

"Sudah berapa kali saya bilang kalau lagi diluar kantor jangan panggil ibu" kata Alina.

"Ya kan saya juga sudah bilang kalau saya mau nya panggil ibu dengan panggilan sayang" jawab Gilang.

"Jangan begitu nanti pacar kamu marah dan cemburu sama saya" ucap Alina.

"Tenang saja saya jomblo kok, siapa yang mau sama saya yang hanya seorang OB" kata Gilang.

"Saya mau kok, eh" Alina spontan menjawab, dengan rasa malu Alina pun menunduk dengan wajah yang sudah berubah warna menjadi merah.

"Apa barusan ibu bilang apa? Gilang pun bertanya ingin memastikan omongan Alina.

"Ngga, ngga apa-apa, ya sudah saya masuk dulu ya" kata Alina lalu pergi meninggalkan Gilang yang sedang tersenyum melihat langkah nya dari belakang.

"Pah, mah, aku sudah menemukan calon menantu buat kalian, benar yang di katakan anak-anak di kantor, kalau Alina tidak memandang uang dan jabatan.

Gilang pun pergi meninggalkan rumah Alina dengan hati yang teramat senang dan bahagia.

Alina yang langsung masuk pun sedang ngintip dari jendela sambil bibir nya tersenyum.

"Ah, kenapa dengan aku ini, kenapa pula harus pakai keceplosan segala" gumam Alina sambil terus melihat ke arah Gilang yang mulai pergi meninggalkan rumah nya.

"Hayo, kakak lagi ngintip siapa? Teriak Nura.

"Kamu ini bikin jantung kakak lepas dari tempat nya aja" jawab Alina yang kaget.

"Paling juga kakak diantar cowok pulang nya, makanya kakak ngintip" jawab Nuri dari belakang mereka.

"Diantar gimana sih kamu ini, kakak kan bawa motor sendiri" kata Nura.

"Oh iya yah? Tapi bisa saja kan jalan barengan pakai motor juga" jawab Nuri.

Alina pun diam-diam meninggalkan si kembar yang lagi berdebat, mendebatkan yang ngga jelas.

Alina berlari dan masuk ke dalam kamar nya, "Ah kenapa senyuman nya selalu terbayang-bayang" gumam Alina sambil merebah kan tubuh nya.

"Dia tadi dengar tidak ya? Mudah-mudah han saja dia ngga dengar, kenapa juga ni mulut suka lepas kontrol, ah sudah lah lebih baik aku mandi saja, dari pada memikirkan yang belum pasti" Gumam Alina lalu pergi menuju kamar mandi yang berada di ruang belakang.

Rumah Alina memang sederhana, bukan seperti rumah orang kaya yang setiap kamar pasti ada kamar mandi nya.

"Kamu sudah pulang nak? Tanya bu Diah ibunya Alina.

"Sudah bu, ya sudah Alina mau langsung istirahat saja ya bu" jawab Alina.

"Kamu ngga makan dulu? Kalau kamu mau makan mau ibu angetin dulu makanan nya" ucap bu Diah.

"Ngga usah bu, Alina masih kenyang, Alina mau langsung istirahat saja" jawab Alina.

Alina pun pergi ke kamar nya dan langsung merebah kan tubuh nya.

"Ah segar nya kalau udah mandi, Gilang udah sampai apa belum ya? Gumam Alina sambil mengambil ponsel dalam tas nya.

"Ah, masa aku telepon duluan, udah lah tadi bilang mau duluan masa sekarang juga aku harus menghubungi dia duluan" gumam Alina sambil menyimpan kembali ponsel nya.

"Kamu itu tampan, walaupun cuma seorang OB aku ngga masalah, ah kenapa aku jadi ingat Gilang terus, apa begini ya rasa nya jatuh cinta" Alina terus membayangkan Gilang.

Alina memang belum pernah pacaran, dari dulu dia fokus sekolah sama membantu kedua orang tua nya, bukan ngga ada yang mau sama Alina.

Yang mau sama Alina banyak bahkan sampai berebut, siapa yang ngga naksir sama perempuan yang berparas cantik, baik, sopan, juga mandiri dan pekerja keras.

Tapi ya begitu, Setampan apapun cowok itu Alina tetap saja menolak nya, Alina tetap ingin fokus sama belajar dan membantu kedua orang tua nya.

Alina pun terus berharap kalau Gilang menghubungi nya, Alina sadar kalau Gilang memang ngga punya no nya, tapi dia punya no Gilang, karena pas Gilang melamar kerjaan, di surat lamaran nya tertera no ponsel Gilang dan Alina menyimpan nya.

"Andaikan ada keajaiban Gilang menghubungiku, andaikan dia menghubungiku malam ini berarti dia adalah jodoh ku, aku pasti akan menerima dia sebagai kekasih nya, bahkan kalau dia ngajak menikah aku pun mau banget" Alina terus berharap dan berkhayal sambil menatap langit-langit kamar dengan sebuah guling yang dia peluk di atas tubuh nya.

Terpopuler

Comments

Dedeh Dian

Dedeh Dian

wah Alina kayaknya mulai bucin tuh sama Gilang

2023-02-28

5

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

wkwkwk kok jadi aku yg baper ya

2023-01-20

3

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

wiiiih alin dah mau d nikahi nech....
Gilang ayo tlp

2023-01-14

3

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!