Mengungkapkan Perasaan

Hari-hari pun mereka lalui seperti biasanya, Gilang dan Alina pun semakin hari semakin dekat, Gilang sudah menemukan wanita yang memang menerima apa ada nya dia.

Alina bukan cewek matre seperti cewek lain nya, Gilang semakin mantaf dan yakin kalau Alina adalah sosok perempuan yang sedang ia cari.

"Hen, menurut lo kalau gue nembak bu Alina di terima ngga ya? Tanya Gilang kepada Hendra.

"Gue yakin ya Lang, kalau bu Alina pasti nerima elo, soal nya kelihatan banget deh kalau bu Alina juga menyukai elo" jawab Hendra.

"Iya deh nanti pulang kerja gue akan lamar dia" kata Gilang sambil tersenyum.

"Gila lo, mau langsung lamar aja" teriak Hendra.

"Biar cepat resmi Hen" jawab Gilang sambil tertawa.

"Ya deh terserah lo Lang, tapi ngomong-ngomong, emang lo udah punya modal buat nikah nya? Tanya Hendra.

"Gampang kalau modal buat nikahan mah yang penting bu Alina nya menerima dulu lamaran gue" jawab Gilang.

"Iya deh, semoga bu Alina nerima lamaran lo" jawab Hendra.

"Ya udah ayo kerja lagi, biar cepat pulang" ajak Gilang.

Gilang sudah merasa nyaman dengan kehidupan dia sebagai OB, sampai-sampai dia lupa ngasih kabar sama sang mamah, tapi walaupun Gilang ngga ngasih kabar mamah nya selalu mendapat kabar dari Dhea adik nya.

*

*

Sementara di suatu tempat terdengar pertengkaran seorang wanita dengan seorang pria.

"Gue menyesal telah merebut kamu dari Gilang" teriak Ronald.

"Gue ngga nyuruh" jawab Rena dengan santai.

"Ternyata semua yang Gilang bicarakan tentang kamu semua nya benar, kamu hanya memuja harta" teriak Ronald.

"Kan dari awal aku sudah ngasih tahu, bahkan di depan kamu aku bilang, kalau harus memilih diantara cinta dan uang aku lebih memilih uang dan kehangatan daripada cinta" jawab Rena.

"Dasar perempuan mu ra han, matre, menyesal aku mengeluarkan semua nya demi kamu" kata Ronald.

"Tapi kamu juga kan ikut menikmati tubuh ku" jawab Rena ngga mau kalah.

"Ya, itu karena aku lagi terbuai sama tubuh kamu, tapi sekarang aku jijik sama kamu, jangan kan untuk tidur sama kamu, menyentuh kulit mu saja aku jijik" kata Ronald.

"Dan aku pun jijik di sentuh oleh pria yang tidak ada duit nya" jawab Rena.

"Dasar pe la cur, tidak tahu malu" kata Ronald sambil meraih jaket nya yang ia taro di sandaran sofa.

"Terserah kamu mau bilang apa, aku ngga perduli, jadi tolong sekarang kamu pergi dari apartemen mewah saya ini, karena pria miskin dan ngga bisa memberikan kehangatan di larang menginjak kan kaki di sini" ucap Rena dengan sombong nya.

"Tunggu kehancuran kamu" ucap Ronald lalu pergi meninggalkan apartemen Rena.

"Pergi saja sana, kamu ngga ada beda nya sama sahabat kamu itu, yang satu banyak uang tapi ngga bisa memberikan kehangatan, yang satu dulu bisa ngasih keduanya, tapi sekarang? Makan saja minta sama aku, makanya usaha yang benar, bego di piara akhir nya bangkrut kan" cerocos Rena sambil menatap punggung Ronald yang mulai menghilang karena terhalang pintu.

"Aku telepon Loudrick ah, dia kan kaya raya, usaha nya lagi di atas angin, udah gitu seperti nya dia juga akan memuaskan aku diatas ranjang" gumam Rena lalu mengambil ponsel dan menghubungi Loudrick.

*

*

"Maaf kan gue Lang, gue udah membuat persahabatan kita hancur gara-gara gue terbuai dengan rayuan mulut dan tergoda dengan tubuh Rena, Gue janji gue akan menebus semua kesalahan gue, walau gue harus menerima hinaan dan pukulan dari elo, mati pun gue rela di tangan elo, asal kan elo mau memaafkan kesalahan gue" gumam bathin Ronald sambil terus berjalan meninggalkan apartemen nya Rena.

Ronald pun memutuskan kembali ke Indonesia dengan sisa uang yang ada.

Selama ini Ronald selalu terbuai dengan mulut manis nya Rena, apalagi Rena selalu memberikan tubuh nya duluan tanpa dia minta.

Lelaki yang seperti Ronald gampang sekali tergoda dengan tubuh yang tanpa penghalang, apalagi ini berada tepat di depan mata nya sendiri.

Rena selalu berhasil membuat dia tergoda dan membuat dia tidak berdaya, maka dari itu Ronald selalu memberikan apa yang Rena minta.

Bahkan tanpa memikirkan perasaan sahabat nya Ronald rela membuat hati Gilang sakit dan memutuskan tali persahabatan nya.

Kini Ronald sadar setelah perusahaan nya jatuh bangkrut, Rena malah menghina dan mengusir nya, dan ngga segan-segan Rena membawa laki-laki kaya lain nya di depan mata dia.

Penyesalan pun datang kepada Ronald, dan dia ingin sekali bertemu Gilang dan meminta maaf kepada nya.

Ronald pun berjanji pada diri nya sendiri, kalau dia akan terus mengejar maaf dari Gilang walaupun cacian dan makian yang akan dia terima nanti nya.

*

*

Jam pun sudah menunjukan waktu nya pulang, Gilang pun sudah siap-siap pulang dan kembali ke mes nya.

Setiap hari motor Alina pun di simpan di mes nya Gilang, kalau menurut orang lain kantor tempat nya bekerja lebih aman ketimbang mes, karena di kantor ada satpam nya sedang kan mes tidak ada, tapi jangan salah, mes nya Gilang selalu ada yang menjaga nya, siapa lagi kalau bukan suruhan mamah nya Gilang.

Gilang seperti biasa langsung ke mes nya duluan daripada Alina, tapi untuk kali ini Alina lah yang sudah lebih dulu berada di mes nya Gilang.

Gilang pun sampai ke mes nya dan melihat Alina yang sedang duduk sambil memainkan ponsel nya.

"Lo, kok tumben kamu duluan yang sudah sampai" kata Gilang sambil duduk di samping Alina.

"Iya, karena tadi kerjaan nya cepat selesai" jawab Alina sambil menyimpan ponsel ke dalam tas nya.

"Lin, ada yang mau aku omongin" kata Gilang.

"Iya Lang, ada apa? Tanya Alina sambil menatap ke arah Gilang.

Gilang pun mengambil sebuah kotak dari dalam tas nya, yang memang sudah di siap kan dari jauh-jauh hari.

Alina pun menatap Gilang dengan debaran jantung yang terus berdegup.

Gilang bersimpuh di depan Alina dengan satu tangan yang dia taro di belakang punggung nya dan yang satu sedang memegang sebuah kotak beludru berwarna merah.

"Alina setiap kali aku bersamamu, aku merasakan sesuatu yang sangat istimewa di hatiku, sejak bertemu perasaan itu sudah muncul, tapi aku masih ragu untuk mengungkap kan nya, dan hari ini aku beranikan diri untuk mengungkap kan nya, walau entah apa nanti jawaban yang akan kamu berikan untukku, yang penting aku mengungkap kan perasaan aku kepada kamu, Alina aku mencintaimu, mau kah kamu menjadi kekasih ku?

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

ASAL LO JGN JDI PEBINOR AZA LGI SETELH LIAT ALINA, ATAU LO MAU DKATI DHEA..

2023-11-16

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

WANITA JALANG IBLIS, SEMOGA LO KNK PENYAKIT KLAMIN, LKI2 BODOH YG MAU KENCAN SAMA LO YG BKS BNYK LAKI2..

2023-11-16

1

nur

nur

jangan kekasih tapi jadi istri aja

2023-05-26

3

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!