Motor Jadul

Hari ini hari senin, dimana hari ini adalah hari ter sibuk buat sebagian orang, seperti pagi ini di rumah Alina, mereka sibuk mempersiapkan diri untuk bekerja dan berangkat sekolah.

"Kalian masih ada ngga uang jajan nya? Tanya Alina kepada adik kembar nya.

"Aman kak, lagian kalau habis juga kakak ngga bakalan ngasih kita lagi, iya ngga Ra? Tanya Nuri pada kembaran nya Nura.

"Hooh" jawab Nura sambil mengangguk kan kepala nya.

"Ya iya lah, kan kakak gajian nya juga sebulan sekali, jadi jatah jajan kalian juga sebulan sekali lah" jawab Alina.

Alina memang yang memberikan uang jajan dan membayar ke dua adik nya, karena dia ingin meringankan ke dua orang tua nya.

"Ya sudah kita berangkat duluan ya kak" kata Nuri sambil meraih tas nya.

Mereka berdua pun pamit kepada ayah dan ibu mereka sambil mencium telapak tangan nya.

"Hati-hati kalian, jangan ngelayap kemana-mana, belajar yang benar, buktikan kepada kita kalau kalian dapat nilai yang bagus dan menjadi kebanggaan kita semua, jangan mikirin pacaran dulu" Setiap pagi ngga henti nya Alina memberikan petuah buat adik kembar nya.

"iya kakak bawel tapi baik hati" teriak ke duanya sambil berlari.

Sedangkan pak Abidin dan Bu Dewi hanya melihat kelakuan ke tiga anak nya sambil tersenyum dan menggelengkan kepala nya, walaupun mereka selalu berdebat tapi mereka saling menyayangi.

"Ya sudah kalau begitu Alin juga pamit ya bu, takut jalanan macet, nanti kesiangan lagi" kata Alina sambil mencium telapak tangan ibu dan bapak nya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Berbeda dengan kedua adik nya, Alina pergi ke kantor dengan motor matic nya, yang dia beli dengan hasil keringat dia sendiri, hasil selama dia bekerja di perusahaan pak Surya.

"Ngga terasa ya pak, anak-anak kita sudah pada dewasa, berasa kemarin ibu menggendong mereka" ucap bu Diah sambil membayangkan masa kecil mereka.

"Iya bu, ternyata kita sekarang udah tua ya bu" jawab pak Abidin lalu menyeruput kopi yang di buatkan istri nya.

"Ya sudah bu, bapak kerja dulu, hati-hati di rumah" pak Abidin pun pamit kepada istri nya, lalu sang istri mencium telapak tangan suami nya.

Anak-anak dan suami nya telah pergi dengan rutinitas mereka masing-masing, kini tinggal lah bu Diah seorang diri di rumah, bu Diah pun melanjutkan pekerjaan rumah nya dengan semangat.

*

*

Pagi hari di kediaman pak Surya, gilang sudah siap dengan baju hitam putih dan berkas untuk melamar pekerjaan.

"Widih,,,, yang mau melamar jadi OB semangat banget" ejek Dhea adik Gilang.

"Diam lo dek, awas ya kalau mulut mu ember nanti di kantor" jawab GIlang.

"Sabar bang, woles, adik my yang cantik dan imut ini hanya ember di dalam rumah saja" jawab Dhea sambil mengambil sarapan nya.

"Sudah, kalian itu kalau dekat selalu saja ribut, ayo makan nya jangan pada bercanda" kata bu Dew

"Pagi semua nya" teriak Glen yang baru datang.

"Ngapain lo pagi-pagi udah nongol di sini? Tanya Gilang.

"Biasa kak, mau minta sarapan gratis" jawab Dhea.

"Enak saja lo dek, gue datang kesini mau ngasih ini" kata Glen sambil memberikan sebuah kunci motor, lalu duduk di samping Gilang.

Pak Surya dan bu Dewi hanya diam dan melihat ke arah mereka sambil menikmati sarapan nya.

"Ini seperti kunci motor" gumam Gilang sambil menelisik sebuah kunci yang kini ada di tangan nya.

"Ya, benar, itu adalah kunci motor, dan motor itu buat elo berpergian" jawab Glen.

"Gue harus pakai motor? Tanya Gilang sedikit kaget.

"Ya iya lah kak, kakak kan lagi nyamar, kalau kakak bawa mobil ya pasti ketahuan dong" jawab Dhea.

"Benar kata adik mu kak, kalau kamu pakai mobil nanti penyamaran kamu cepat terbongkar" kata pak Abidin.

"Ya sudah lah ngga apa-apa yang penting motor nya keren" kata Gilang dengan tersenyum.

Glen hanya menyunggingkan sebuah senyuman yang sulit diartikan.

"Glen ayo sambil makan, kamu pasti belum sarapan" ajak bu Dewi pada Glen.

"Iya mah, kebetulan memang belum sarapan" jawab Glen sambil ngambil piring dan mengisi nya dengan nasi goreng spesial yang ada di atas meja makan.

"Nah kan benar, ujung-ujung nya minta sarapan" celoteh Dhea.

"Kan di tawarin dek, rezeki jangan di tolak, dosa" Glen pun nge les.

"Ya sudah adek berangkat duluan ya? Dhea pun pamit dan mencium telapak tangan semua nya.

"Bye calon OB, nanti kita ketemu di kantor ya? Teriak Dhea lalu berlari meninggalkan mereka.

"Awas kamu dek" gumam Gilang.

"Sudah,,sudah,, jangan di ladenin, kayak ngga tahu aja kelakuan adik mu" ucap bu Diah.

"Papah berangkat mah, kalian jangan sampai kesiangan ke kantor nya" kata pak Abidin lalu pergi dengan mobil nya yang di kemudikan oleh pak Rahmat sopir nya.

"Lo ke kantor naik apa? Tanya Gilang pada Glen.

"Kan gue pecinta motor, jadi gue pakai motor gue lah" jawab Glen lalu membersihkan mulut nya dengan tisu.

"Ya sudah ayo kita berangkat" ajak Gilang.

"Mah kita berangkat ya? Mereka pun pamit lalu pergi setelah mencium telapak tangan bu Dewi.

Glen sudah duduk manis di motor Ninja keluaran terbaru nya dengan helm full face nya, terlihat keren dan macho.

Sedangkan Gilang masih mencari-cari motor yang mau dia pakai.

"Bro, motor gue mana? Tanya Gilang dengan wajah bingung nya.

"Lah, kan motor lo itu yang di depan itu" kata Glen setelah membuka helm nya kembali.

Betapa terkejut nya Gilang begitu melihat motor jadul yang terparkir tidak jauh dari diri nya berdiri saat ini.

"Lo ngga salah? Masa gue di kasih motor jadul kaya gini" Gilang pun protes.

"Kan lo mau nyamar jadi orang biasa, jadi ya lo juga harus beradaf tasi dengan hal-hal yang biasa, kalau lo pakai yang mewah bukan nyamar itu nama nya" kata Glen.

"Nasib ko gini-gini amat ya, hanya untuk menemukan seorang istri yang mencintai gue apa adanya, bukan ada apa nya" gumam Gilang lalu naik ke motor jadul nya.

Glen pun tersenyum dari balik helm full face nya sambil menggelengkan kepala nya.

"Ya sudah gue duluan" teriak Glen sambil melajukan motor nya.

Gilang pun mulai menyalakan motor jadul nya lalu berangkat menuju perusahaan papah nya, Gilang pun menjelajah kepadatan jalanan dengan motor jadul nya, meski begitu Gilang mulai menikmati hari nya sebagai orang biasa.

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

bukan telapak tangan kali thor... d mana2 cium tangan itu punggung tangan 🤭

2024-08-31

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

TYPO, PAK SURYA, PAK ABIDIN ITU AYAHNYA ALINA..😁😁😁😁😁

2023-11-16

0

Dedeh Dian

Dedeh Dian

senengnya bacanya bikin penasaran.

2023-02-28

4

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!