Mendatangi Rumah Gilang

Gilang pun mengantarkan Alina pulang dengan motor Alina, karena kalau pakai motor jadul nya Gilang, Alina khawatir mogok, apalagi ini sudah malam.

Tanpa di suruh lagi Alina memeluk perut Gilang, sepanjang perjalanan mereka pun selalu bercanda hingga Gilang selalu mendapatkan cubitan-cubitan kecil di pinggang nya.

"Sakit Yang, belum juga jadi istri aku, kamu udah melakukan kdrt" teriak Gilang sambil meraih dan menggenggam tangan Alina dengan mata tetap fokus sama jalanan.

"Lagian kamu ini ada-ada saja sih mas" jawab Alina.

Tak terasa mereka pun kini sudah sampai di depan rumah nya Alina.

"Mampir dulu mas" ajak Alina setelah sampai dan turun dari motor nya.

"Sudah malam Yang, besok pagi aja aku kesini sekalian jemput kamu" jawab Gilang.

Tapi kamu capek ntar antar jemput aku terus, besok aku naik angkutan umum aja lah" kata ALina.

"Jangan dong Yang, ngga apa-apa, aku aja yang antar jemput kamu, no debat lagi" jawab Gilang.

"Ya sudah aku pulang ya? Kamu buruan masuk sudah malam, ntar ada yang bawa kabur kamu lagi" kata Gilang.

"Ya sudah aku masuk ya" kata Alina lalu membalikan tubuh nya dan masuk ke dalam rumah.

Gilang pun menatap Alina hingga Alina menghilang di balik pintu, lalu Gilang pun pergi meninggalkan rumah Alina.

Gilang sangat bahagia sekali malam ini, setelah dia menyatakan semua perasaan nya kepada Alina, tapi Gilang melupakan sesuatu, dia belum jujur kepada Alina dan melupakan kalau Alina benci pembohong.

Saking bahagia nya di sepanjang perjalanan pulang ke mes, bibir nya tidak lepas dari senyuman, dan melupakan apa yang akan terjadi jika Alina tahu kalau dirinya sedang menyembunyikan identitas asli nya.

*

*

Ronald pun sudah berada di Indonesia, dan hari ini pun Ronald akan mendatangi rumah nya Gilang untuk meminta maaf.

Ronald pun kini sudah sampai di depan mansion nya pak Surya.

Dengan langkah pasti Ronald pun berjalan menghampiri pintu utama mansion pak Surya setelah melalui gerbang utama.

Para satpam yang menjaga pintu gerbang sudah kenal dengan Ronald, sehingga mereka membuka kan pintu gerbang untuk nya.

Kini Ronald sudah berada tepat di depan pintu utama, lalu memencet bel yang berada di samping pintu.

Tidak lama pintu pun terbuka, dan menampilkan seorang pelayan yang sudah ia kenal.

"Siang bi" sapa Ronald sambil tersenyum kepada bi Surti.

"Siang juga den Ronald, kemana aja? Sudah lama ngga pernah main ke sini? Tanya bi Surti.

"Saya baru pulang bi, oh ya bi Gilang nya ada di rumah ngga? Tanya Ronald.

"Den Ronald sudah lama ngga tinggal di sini, silahkan masuk saja dulu, biar saya panggil kan nyonya besar" kata bi Surti.

"Makasih bi" jawab Ronald lalu masuk dan duduk di sofa tamu.

"Sebentar ya den, bibi panggilkan nyonya dulu" kata bi Surti lalu pergi memanggil bu Dewi.

Ronald menunggu dengan hati yang gelisah, dia sadar kalau kesalahan nya memang ngga pantas dan ngga bisa untuk di maafkan, tapi Ronald berusaha untuk meminta maaf dan Ronald akan memperbaiki hidup ke depan nya, dia berjanji akan hidup lebih baik lagi.

"Ronald? Kapan kamu pulang? Tanya bu Dewi, bu Dewi bukan ngga tahu dengan cerita Ronald yang telah merebut Rena dari Gilang, tapi bu Dewi sebagai orang tua, harus mendengar penjelasan dulu dari nya.

"Tante, kemarin tan? Gimana sehat tan? Tanya Ronald sedikit berbasa basi.

"Tante sehat nak, gimana bisnis kamu di sana? Tanya bu Dewi.

"Hancur tan" jawab Ronald sambil menunduk kan kepala nya.

"Ya sudah, mungkin belum rezeki nya di sana, kamu merintis usaha di sini saja" jawab bu Dewi.

"Iya tan, oh ya ngomong-ngomong Gilang kemana ya tan? Ronald pun langsung menanyakan Gilang.

"Gilang sekarang lagi mencari cinta sejati nya, dan alhamdulilah dia sudah mendapat kan nya, dan tante yakin kalau Alina yang sekarang menjadi kekasih nya tidak matre seperti mantan nya" jawab bu Dewi sambil tersenyum.

Ronald pun merasa ngga enak dengan ibu nya Gilang, dia pun menunduk dan meminta maaf.

"Tante pasti sudah tahu cerita nya dari Gilang, saya datang kesini mau minta maaf sama Gilang, karena saya yang sudah tergoda dengan wanita matre itu, sampai-sampai saya menghancurkan persahabatan saya dengan Gilang dan usaha saya sekarang bangkrut, mungkin ini semua karma yang harus saya terima" kata Ronald.

"Ya, tante sudah tahu semuanya, maka dari itu Gilang sekarang mencari cinta sejati nya dengan pura-pura menjadi seorang OB dan meninggalkan semua fasilitas dari papah nya" jawab bu Dewi.

"Apa tan, Gilang menjadi seorang OB? Tanya Ronald sedikit tak percaya.

"Iya, dia menjadi seorang OB di perusahaan dia sendiri" jawab bu Dewi.

Ya memang perusahaan itu salah satu punya suami nya, tapi tanpa sepengetahuan mereka, pak Surya telah menyiapkan masing-masing anak nya satu perusahaan, tapi pak Surya belum memberitahukan nya, karena biar mereka belajar dari bawah dulu.

"Terus dia tinggal dimana tan? Tanya Ronald.

"Dia tinggal di mess perusahaan dan hanya mengendarai motor jadul yang di berikan Glen, dan syukur nya ada seorang wanita yang begitu cantik dan tidak matre sehingga mau menerima Gilang walaupun hanya seorang OB, padahal wanita itu bekerja sebagai kepala HRD" jawab bu Dewi.

Bu Dewi sengaja bilang semua itu kepada Ronald, biar Ronald tahu kalau Gilang tidak terpuruk dengan wanita matre yang dia rebut.

"Dan tante yakin, kalau Alina itu tidak akan tergiur sama lelaki yang kaya, karena dia tidak mencari yang kaya, tapi dia mencari cinta sejati nya sama seperti Gilang" bu Dewi melanjutkan omongan nya kembali.

"Semoga Gilang bahagia sama wanita itu, dan saya sudah berjanji pada diri saya sendiri, saya akan merubah hidup saya, jadi tante tenang saja saya ngga bakalan merebut apa yang telah menjadi punya Gilang" jawab Ronald.

"Semoga kamu bisa menjadi lebh baik lagi, jadikan yang sudah terjadi sebagai pembelajaran, bahwa mengambil punya orang lain itu tidak baik dan akhir nya diri kita yang hancur" bu Dewi pun sedikit memberikan petuah kepada Ronald.

Ronald pun merasa sangat malu di depan ibu nya Gilang, "Apa saya akan mendapatkan kata maaf dari Gilang tan? Tanya Ronald.

"Berusahalah nak, walaupun pasti nya untuk saat ini Gilang bakal susah untuk memaaf kan mu, tapi kamu jangan pantang menyerah, tante harap kamu memegang segala ucapan kamu" kata bu Dewi.

"Iya tan" jawab Ronald, untuk saat ini Ronald tidak mengingin kan apa-apa, dirinya hanya ingin di maafkan sama Gilang, itu saja.

Terpopuler

Comments

Dedeh Dian

Dedeh Dian

wah Ronald baru tau rasa ya...klo persahabatan itu segalanya

2023-02-28

4

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

diiih yang bahagia yang dah punya pacar.....

2023-01-21

5

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

semoga Ronal bisa berubah

2023-01-20

1

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!