Game tantangan

Tak terasa perjalanan panjang telah mereka tempuh, dan kini sampai lah mereka di puncak, mereka di suguhkan pemandangan yang sangat indah dan cuaca yang dingin.

Satu per satu para karyawan pun turun dari bus dan langsung menikmati indah nya pemandangan di sekitaran puncak.

"Ah, indah nya" teriak Suci.

"Norak lo" jawab Hendra.

"Ngga nora kok, dia hanya mengagumi keindahan alam" Irman pun membela Suci.

"Wah ada yang belain rupa nya" ucap Hendra.

"Syirik aja lo" teriak Suci lalu pergi menghampiri Retno dan yang lain nya.

"Lo deketin terus aja tuh si Suci, lama-lama juga dia menyukai mu" ucap Hendra pada Irman.

"Lo juga ungkapkan lah perasaan lo sama Retno, jangan lama-lama nanti keburu ada yang nikung lagi" jawab Irman.

"Pasti nya, gue akan ungkapin malam ini juga" jawab Hendra.

"Ya udah kesana yok, kita kan belum ngambil kunci kamar kita" ajak Irman.

Mereka berdua pun menghampiri Glen untuk meminta kunci kamar buat istirahat mereka.

Seperti biasa Glen yang mengatur, sebelum berangkat Glen mengatur tempat duduk di bus, sedang kan di puncak Glen mengatur kamar buat di tempati para karyawan termasuk diri nya.

Glen pun memberikan kunci dengan gantungan nama penghuni kamar nya.

"Wah kita sekamar Ret" teriak Suci sambil memegang tangan Retno.

"Ya sudah ayo kita cari kamar nya" ajak Retno.

"Dhe, kita satu kamar" ucap Alina sambil menatap ke arah Dhea.

"Bagus lah, ayo kita cari kamar kita lalu kita istirahat" ajak Dhea.

"Pak Glen bisa nego ngga teman sekamar saya? Tanya Hendra.

"Memang nya kamu mau sekamar dengan siapa? Dengan Retno? Ngga lah kalian belum sah" jawab Glen.

"Bukan pak. Saya mau sekamar dengan cowok lagi, tapi ngga dia juga lah pak, aku bosan ngga di kantor ngga di sini sama dia melulu" ucap Hendra sambil nunjuk ke arah Irman.

"Emang kalau sama gue kenapa? Gue juga sehat kok, gue ngga punya penyakit" jawab Irman.

"Sudah-sudah, mendingan kalian cari tuh kamar terus kalian pada istirahat sana, nanti malam kita mulai acara nya" ucap Glen.

Mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat, tinggal Glen dan Gilang yang berada di situ.

"Ini kamar Lo, posisi nya sebelah kanan kamar Alina dan gue di sebelah kiri nya" ucap Glen sambil memberikan kunci kamar kepada Gilang.

"Oke, thanks ya Glen" jawab Gilang lalu mereka pun masuk ke kamar masing-masing.

*

*

Tiba malam hari nya acara pun di mulai dengan kata sambutan dari pak Surya sebagai orang yang mempunyai perusahaan dan sambutan dari bu Dewi istri pak Surya.

Pak Surya dan bu Dewi memang ngga bareng mereka, tapi mereka memakai kendaraan pribadi nya.

Selama memberi sambutan mata bu Dewi pun terus menatap ke arah Gilang yang sedang duduk di samping Alina.

Acara demi acara pun mereka lewati, hingga tengah malam dan diakhiri dengan acara makan bersama.

Para karyawan sangat bahagia sekali dengan diadakan nya acara seperti ini dari tempat nya bekerja, karena mereka bisa sekalian liburan gratis, karena mulai dari transfortasi, kamar untuk istirahat dan juga makan di tanggung semuanya oleh perusahaan.

Para karyawan yang sudah mulai lelah pun satu persatu meninggalkan tempat acara dan masuk ke kamar nya masing-masing termasuk pak Surya dan bu Dewi.

"Pah, Alina yang bagian HRD itu cantik ya anak nya, ngga salah anak kita memilih nya" ucap bu Dewi ketika sudah berada di dalam kamar.

"Ya Alina itu anak nya pintar dan dia pun di segani banyak karyawan karena ke ramahan dia, memang nya Gilang sudah memilih Alina? Tanya pak Surya.

"Udah pah, ni mamah kasih lihat video nya" jawab bu Dewi sambil memberikan ponsel nya yang sudah dia putar video nya.

Pak Surya pun melihat isi video disaat Gilang menyatakan perasaan nya kepada Alina.

*

*

Sebagian karyawan lainnya sudah pada masuk kamar dan istirahat, sedangkan sebagian lagi masih kumpul di luar.

"Kalian belum ngantuk kan? Kita main game yuk? ucap Irman.

"Ayo, aku ikut ya? Tapi main game apa? tanya Retno.

"Gimana kalau kita main putar botol ini" ucap Hendra sambil memegang botol kosong di tangan nya.

"Cara nya gimana? Tanya Suci.

"Kita duduk membuat lingkaran terus botol kita putar, nah dimana botol ini berhenti menghadap salah satu dari kita maka dia yang harus mendapat kan tantangan" jawab Hendra.

"Tantangan nya apa? Tanya Gilang.

"Pilih salah satu antara tantangan atau kejujuran, gimana? Tanya Hendra.

"Kayak nya seru tuh mereka main seperti itu, ikuta yuk" ajak Alina sambil menarik tangan Dhea.

"Ikutan dong" teriak Alina.

"Boleh bu sini, bu dhea juga mau ikutan? Tanya Suci.

"Udah sini ikut saja" ucap Alina sambil menarik tangan Dhea agar duduk di samping nya.

Mereka pun mengelilingi meja dan duduk di kursi yang sudah di tata oleh Hendra.

"Kalian lagi pada ngapain? Tanya Glen yang baru gabung.

"Kita mau main game pak, bapak mau ikutan? Tanya Hendra.

"Ikut dong, kayak nya seru ni" jawab Glen sambil duduk di samping Dhea.

"Oke, saya mulai putar ya? Dan saya harap yang ikutan game ini sportif semua nya" ucap Hendra sambil memutar botol nya.

Mereka pun menatap botol yang sedang memutar dan akhir nya berhenti pas mengarah ke arah Glen.

"Pak Glen pilih tantangan atau kejujuran? Tanya Hendra sambil menatap ke arah Glen.

"Saya pilih kejujuran" jawab Glen dengan yakin.

"Silahkan pak, bapak mau jujur tentang apa? Tentang perasaan bapak kah sama seseorang? Tanya Suci.

"Iya benar yang kamu katakan Suci, di sini di depan kalian saya akan jujur mengatakan semua perasaan saya kepada seseorang" jawab Glen.

"Kalau begitu silahkan pak, bisa di mulai dari sekarang" kata Hendra

Glen pun menggeser duduk nya lalu menghadap ke arah Dhea, Dhea yang merasa di tatap Glen kaget dan salah tingkah.

"Gue ungkapkan di sini saja lah, kan kalau Gilang marah, dia ngga akan berani marah di depan mereka" gumam bathin Glen.

"Dhe, sebenar nya pertama kali abang ketemu kamu, abang sudah menyimpan rasa, tapi selama ini abang menyimpan nya sendiri, karena abang merasa abang ngga pantas bersanding dengan kamu, jadi malam ini dan di depan mereka semua abang mau menyatakan perasaan abang kalau abang suka sama Dhea, abang mencintai Dhea, itulah ke jujuran dari saya" ucap Glen.

"Apa! Jadi bang Glen juga punya perasaan yang sama dengan aku" gumam bathin Dhea.

Terpopuler

Comments

Dedeh Dian

Dedeh Dian

wah ternyata gayung bersambut tuh Glen sama Dhea...sip lah

2023-02-28

2

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

ternyata Dea juga suka m glen

2023-02-12

1

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

Dhea pasti bahagia bgt tu

2023-01-20

1

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!