Hati Tulus Alina

Alina pergi ke pantry seperti biasa nya, hanya untuk makan siang di sana.

Para office boy dan office girl yang biasa sudah paham akan kebiasaan Alina, kadang mereka ikut bergabung menikmati makan siang nya.

Alina yang ngga pernah mem,bedakan siapa pun merasa senang kalau makan siang nya di temani mereka.

Mereka pun senang dengan Alina, karena selain cantik Alina orang nya baik dan tidak sombong, maka dari itu mereka merasa sangat dekat dengan Alina padahal Alina mempunyai kedudukan yang tinggi diantara mereka.

Gilang yang melihat kebersamaan para office boy dan office girl bersama Alina pun tersenyum dan merasa kalau Alina ini wanita baik dan rendah hati.

"Lang sini gabung" teriak Hendra yang ber propesi sama dengan Gilang.

Gilang pun menghampiri mereka sambil melihat ke arah Alina.

"Eh ada bu Alina juga rupa nya" Gilang pun basa basi dengan Alina.

"Eh, kamu yang anak baru tadi ya? Gimana di hari pertama kamu kerja? Tanya Alina dengan jantung yang berdebar.

Alina sungguh tidak mengerti dengan jantung nya ini, padahal baru dua kali dia bertemu dengan Gilang, tapi setiap bertemu jantung nya selalu merasa debaran-debaran yang sulit diartikan.

"Senang bu, saya senang sekali karena mereka semua pada baik dan mau mengajari saya dengan pekerjaan saya ini" jawab Gilang dengan debaran jantung yang sama yang Alina rasakan.

"Seperti nya Gilang menyukai bu Alina" gumam bathin Hendra.

"Kenapa anak baru itu menatap terus ke bu Alina sih bukan nya ke gue, kalau gue harus bersaing sama bu Alina mah mending gue mundur alon-alon saja lah, bu Alina kan idaman para pria" gumam bathin Retno yang berpropesi office girl.

"Lo kenapa melamun Ret? Ngelamunin aku ya? Ya sudah dari pada aku selalu jadi bahan lamunan kamu, mending kita pacaran saja yuk" kata Hendra yang membuat semua yang ada di situ tersenyum termasuk Alina.

Hendra memang dari dulu menyukai Retno, tapi Hendra belum mengungkapkan nya, dengan alasan takut di tolak.

"Huh mau lo itu mah" jawab Retno sambil melempar Hendra dengan tisu.

"Ngga apa-apa lo Ret kalau Hendra memang benar-benar suka sama Retno, ya terima saja, toh kalian berdua masih pada sendiri kan? ucap Alina.

"Retno mau sama orang yang lebih kaya dan punya kedudukan tinggi bu" teriak Suci teman Retno.

"Apa sih lo Ci" jawab Retno sambil melirik ke arah Suci.

"Sini saya kasih tahu, dengar ya? Kita ngga bisa menolak jodoh yang sudah di takdir kan tuhan untuk kita, siapa pun yang menjadi pendamping kita nanti nya, kita tetap harus bersyukur, mencintai dan menyayangi nya, karena cinta itu tidak bisa di ukur dengan harta, memang di kehidupan ini harta penting, tapi apa kalian mau hidup bergelimangan harta tapi tidak di cintai? tapi dengan cinta dan mau berusaha insya allah rezeki untuk kita dan pasangan pun akan mengalir seiring nya dengan waktu, maka carilah pria yang bertanggung jawab dan yang benar-benar mencintai diri kita apa adanya" jawab Alina sambil tersenyum.

Ini yang mereka suka dengan Alina, hati nya tulus dan selalu memberikan sara-saran yang baik, Alina tidak pelit akan ilmu dan Alina juga sering berbagi jika diantara mereka ngga membawa bekal makan siang nya.

"Boleh saya bertanya pada ibu? Tanya Gilang yang penasaran dengan sosok Alina ini.

"Boleh saja, asalkan saya bisa menjawab nya, kalau ngga bisa menjawab nya saya minta maaf, tapi kok saya berasa tua ya, di panggil ibu sama kalian, padahal usia kita juga ngga beda jauh, bahkan kalian ada yang tua dari saya" ucap Alina sambil melihat ke arah Gilang.

"Ya ngga bisa bu, ini kan kita lagi di kantor, ngga enak kalau harus manggil nama, kesan nya kita itu ngga menghormati dan ngga menghargai ibu sebagai kepala HRD di kantor ini" jawab Hendra.

"Iya benar bu, jadi biarkan kita memanggil Ibu dengan panggilan Ibu saja, anggap saja kita ini semua anak-anak nya ibu" jawab Suci sambil tertawa.

"Waduh, kalau kalian anak-anak ibu, terus bapak nya siapa? Alina pun ikut bercanda.

"Bapak nya saya aja bu" Gilang pun keceplosan bicara membuat semua orang yang ada di situ pun terdiam dan menatap ke arah Gilang.

Alina pun merasa salah tingkah dan Jantung Alina begitu berdebar disaat Gilang mengatakan nya.

"Maaf saya hanya bercanda, lagian mana mau bu Alina nya juga sama saya yang hanya seorang office boy" kata Gilang.

"Ya sudah, tadi apa yang mau kamu tanyakan kepada saya? Tanya Alina.

"Saya hanya mau bertanya, bagaimana kalau seandainya ada seorang OB menyukai bu Alina? Apa ibu akan menerima nya atau menolak nya karena dia ngga sepadan dengan ibu? Tanya Gilang yang langsung mendapat kan sorak sorai dari teman-teman sepropesi nya.

"Alah itu mah modus lo Lang" teriak Hendra sambil tertawa.

"Tuh kan Gilang menyukai bu Alina, ya sudah lah aku mundur, belum juga aku mendekati Gilang, sudah patah hati duluan" gumam bathin Retno.

"Apa jangan-jangan pertanyaan itu karena kamu menyukai bu Alina Lang? Tanya Suci yang suka blak-blak kan.

"Kan aku bilang, ini seandainya, kalian ngga dengar ya pertanyaan saya tadi" Gilang pun ngeles.

"Sudah-sudah jangan ribut, saya akan menjawab nya kok" jawab Alina sambil tersenyum.

"Seandainya ada seorang OB atau siapa pun dan dengan pekerjaan apapun yang menyukai saya, saya pasti akan menerima nya, asal pria itu tulus menyayangi, mencintai dan menerima keluarga saya, saya ngga perduli dengan status pekerjaan nya, asal kan dia punya kerjaan, bertanggung jawab serta setia sama saya, saya pasti akan menerima nya, hanya satu yang saya benci di dunia ini" jawab Alina.

"Apa bu yang ibu benci? Tanya Hendra penasaran.

"Saya benci PEMBOHONG" jawab Alina dengan menekan kan kata-kata pembohong.

"Wah kalau itu mah saya juga benci bu" teriak Suci.

"Waduh, mana gue lagi berbohong lagi soal status gue, apa Alina nanti nya mau menerima gue yang sudah membohongi nya dengan pura-pura menjadi seorang OB? Gumam bathin Gilang.

"Benar juga ya? Yang di bilang bu Alina barusan? Ya udah aku ngga akan berbohong lagi, dan akan jujur dengan perasaan ini kepada Retno" gumam bathin Hendra.

"Ya sudah, jam makan siang sudah habis, ibu mau kembali ke ruangan ibu, makasih ya kalian sudah menemani ibu makan siang" kata Alina lalu pergi dan kembali ke ruangan nya.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SATU LAGI LIN, PENGHIANAT...

2023-11-16

0

Dedeh Dian

Dedeh Dian

tuh kan Gilang belum apa apa dah bingung...dia terpaksa jadi ob...untuk mencari jodoh yang tulus...

2023-02-28

5

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

pertanyaan yang untuk dirimu sendiri ya lamg😂😂

2023-01-20

3

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!