Yes

Gilang pun masih bersimpuh dengan jantung yang berdebar, menunggu jawaban dari seorang Alina, wanita yang sudah membuat hati nya berdebar setiap kali bertemu dan berdekatan.

Antara senang, terkejut dan sedih bercampur menjadi satu pada perasaan Alina saat ini, dia sungguh tak menyangka kalau Gilang akan menyatakan perasaan nya sore ini.

"Mungkin saat nya aku menerima seseorang dalam hati dan hidup ku" gumam bathin Alina.

"Lang, aku tak menyangka kalau kamu akan menyatakan perasaan kamu sore ini, jujur dari pertama aku bertemu sama kamu, aku pun merasakan perasaan yang berbeda, aku juga merasakan perasaan yang sama" jawab Alina sambil menatap ke arah Gilang yang masih bersimpuh di depan nya.

"Jadi, mau kah kamu jadi pacarku? Kembali Gilang bertanya pada Alina.

"Yes" jawab Alina sambil mengangguk, Gilang pun langsung berdiri dan tanpa sadar langsung memeluk ALina.

"Lang, lepas ntar ada yang lihat" bisik Alina.

"Maaf, aku terlalu senang karena kamu menerima ku jadi kelepasan" jawab Gilang sambil tersenyum.

"Jadi mulai sekarang kita pacaran ya? Kata Gilang sambil menyemat kan cincin di jari manis nya Alina, Alina hanya mengangguk dengan senyuman bahagia nya.

Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada yang mengabadikan momen itu dan mengirimkan nya kepada bu Dewi ibu nya Gilang.

Gilang sungguh sangat bahagia dengan jawaban yang di berikan Alina kepada nya, tapi Gilang melupakan sesuatu, kalau Alina benci pembohong.

*

*

Sore itu seperti biasa bu Dewi duduk di teras rumah sambil melihat tanaman bunga kesayangan nya.

Tiba-tiba ponsel yang dia simpan di atas meja pun bergetar, sebuah notif chat masuk ke ponsel nya.

Bu Dewi langsung membuka chat yang di kirim anak buah suruhan nya dan melihat sebuah video, dimana anak nya Gilang sedang bersimpuh di depan seorang wanita, bu Dewi memang hanya bisa melihat video nya dan ngga bisa mendengar percakapan mereka, karena video itu di ambil dari jarak yang sedikit jauh dari Gilang berada, namun terlihat bu Dewi juga ikut bahagia karena melihat anak nya yang sedang menyamar sebagai seorang OB memnta seorang perempuan untuk menjadi kekasih nya.

"Mamah yakin dia wanita baik, terbukti dia mau menerima kamu, walau kamu seorang OB" gumam bu Dewi dengan bibir tersenyum sambil melihat video di ponsel nya.

"Hayo mamah lihat apa? Serius amat sih mah. sampai-sampai aku datang saja ngga kelihatan dan ngga di sambut nya" kata Dhea sambil menyentuh ke dua pundak ibu nya.

"Ini mamah dapat kiriman video kakak mu dari orang suruhan mamah" kata bu Dewi sambil memperlihat kan video Gilang kepada Dhea.

"Mana mah lihat" kata Dhea sambil mengambil ponsel mamah nya.

Dhea pun memutar video kakak nya yang lagi meminta Alina menjadi pacar nya.

"Jadi kakak nembak Alina? Teriak Dhea sambil menatap ponsel tak percaya.

"Jadi nama nya Alina? Kamu kenal nak? tanya bu Dewi pada Dhea.

"Kenal bu, Alina ini kerja di perusahaan kita sebagai HRD, dia itu selain cantik, dia juga baik dan rendah hati, tapi," Dhea pun terdiam mengingat penjelasan dari Alina waktu itu.

"Tapi apa nak? Bu Dewi pun penasaran.

"Tapi Alina ngga suka sama pembohong mah, dan dia ngga akan memaafkan bahkan dia akan pergi jauh dari orang yang telah membohongi nya dengan alasan apapun" jawab Dhea.

Bu Dewi pun terdiam dan mencerna semua perkataan Dhea.

"Tapi kan kakak mu hanya ingin mendapat kan wanita yang menerima dia apa adanya, jadi itu bisa di maafkan nak" kata bu Dewi.

"Bagi Alina bohong tetap bohong apapun itu alasan nya, dan dia sangat benci dengan kebohongan" jawab Dhea dengan nada lemah.

"Apa perlu mamah yang bicara dan menjelaskan semua nya kepada Alina? Tanya bu Dewi.

"Tidak mah, jangan, kalau mamah sekarang datang dan menjelaskan semua nya, kasihan juga sama kakak, dia baru mau bahagia dengan wanita yang dia impikan, biar kakak sendiri nanti nya yang menjelaskan sama Alina" jawab Dhea.

"Ya sudah kalau begitu kita ber do\*a saja agar kakak mu dimaafkan oleh Alina" bu Dewi pun pasrah dengan semuanya.

*

*

"Aku antar pulang ya? Gilang pun menawar kan diri untk mengantar Alina pulang.

"Kan aku bawa motor sendiri, kamu mau ngantar nya gimana? Alina pun balik bertanya.

"Ya sudah mulai besok aku antar jemput kamu ya? Tapi motor ku jelek, kamu pasti malu untuk di bonceng nya juga" ucap Gilang.

"Syut, kamu ngga boleh ngomong kaya gitu, walaupun aku harus berjalan setiap hari sama kamu aku mau, aku mencintai kamu apa ada nya kamu, yang penting kamu selalu ada buat aku" jawab Alina.sambil menyentuh bibir Gilang dengan telunjuk nya.

"Tidak salah aku memilih kamu, kamu beda dari perempuan yang lain nya, yang hanya mencintai laki-laki hanya dengan harta nya saja" ucap Gilang sambil memegang tangan Alina lalu mencium nya.

Sungguh Alina ingin sekali berjingkrak-jingkrak saking senang nya dengan apa yang di lakukan oleh Gilang, ini pertama kali bagi Alina ada seorang pria yang mencium lembut tangan nya.

"Em ya sudah aku pulang dulu ya? Alina pun grogi di buat nya.

"Jangan pulang dulu lah, mending kita makan dulu, kita rayakan dulu lah hari jadian kita ini" ajak Gilang.

Alina pun terdiam dan berpikir, "Tapi aku takut kemalaman pulang nya mas" kata Alina.

"Apa, kamu panggil aku apa barusan? Tanya Gilang dengan bibir tersenyum.

"Aku panggil kamu mas, kamu kan lebih tua dari aku, aku merasa ngga enak kalau harus manggil dengan nama saja, ngga sopan" jawab Alina.

"Ya udah terserah kamu saja Yang" ucap Gilang.

"Kamu manggil aku apa? Sekarang giliran Alina yang ingin memastikan panggilan yang di berikan Gilang pada diri nya

"Aku panggil kamu sayang" jawab Gilang sambil tersenyum.

Alina pun menunduk malu karena baru kali ini ada yang memanggil nya dengan sebutan sayang, rasa-rasa nya Alina ngga ingin pergi dari samping Gilang.

"Jadi begini ya, rasanya di cintai, tahu begini aku dari dulu saja punya pacar" gumam bathin Alina.

"Kamu kenapa diam Yang? Ada yang salah ya dengan omongan aku? Apa kamu ngga mau di panggil sayang? Tanya Gilang.

"Eh, iya mas, ngga, ngga ada yang salah kok" jawab Alina sambil menatap ke arah Gilang.

"Jadi gimana? Jadi ngga kita makan dulu, pulang nya nanti aku yang anterin deh, aku juga ngga tega lah masa kamu cewek jalan sendirian, malam hari lagi" kata Gilang.

"Ya udah ayo" jawab Alina smbil menarik tangan Gilang.

"

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

jadi pacar wae kok pakai cincin.. 🤭

2024-08-31

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KLO DARI DLU BLM TNTU PACAR LO PRIA BAIK2, BISA SJA PRIA YG MNFAATKN DUIT ATAU TUBUH LOO

2023-11-16

1

Dedeh Dian

Dedeh Dian

Yoi...langkah awal berhasil nih Gilang ..

2023-02-28

4

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!