Aman

Glen pun mengajak para karyawan semua nya untuk makan siang tidak lupa Glen juga mengajak Dhea.

Semua karyawan pun senang karena mau makan enak di traktir sama Glen.

"Gilang kemana ya? Sejak berenang semalam kok belum kelihatan ya? Tanya Hendra pada Irman.

"Masih tidur kali karena kedinginan semalam" jawab Irman.

"Kalian berdua mau ikut ke cafe ngga? Katanya pak Glen yang traktir" teriak Suci.

"Ikut dong, kalau makan gratis jangan di lewat kan" jawab Irman.

"Huh dasar si mulut gratisan" teriak Suci.

"Sudah jangan debat mulu, ayo kita ke cafe sekarang" ucap Retno sambil menarik tangan Suci tanpa melihat nya, tapi dengan gesit Suci menarik tangan Hendra dan menyatukan nya dengan tangan Retno.

"Nah kalau begitu kan bagus" gumam Suci sambil melihat ke arah Hendra dan Retno yang sedang berjalan dengan pegangan tangan.

Glen memang mentraktir semua nya, tapi dengan uang pemberian dari Gilang.

"Gimana? Gilang pun menelepon Glen dengan suara pelan.

"aman, mereka semua sudah ada di cafe, kamu mau keluar atau mau melanjutkan yang semalam lagi juga aman" jawab Glen menggoda nya.

"Breng sek lo" ucap Gilang lalu memutus kan panggilan nya.

"Mas, terus aku pakai baju apa? Baju ku kan semuanya ada di kamar" teriak Alina dari dalam kamar mandi.

"Ini sudah mas bawakan" jawab Gilang sambil memegang baju ganti lengkap dengan dalaman nya.

Alina pun membuka pintu kamar mandi sedikit lalu mengulur kan tangan nya keluar.

"Mana mas? ucap Alina sambil mengulurkan sebelah tangan nya.

Gilang pun memberikan semua baju yang di pegang nya ke tangan Alina.

"Siapa yang ngambil baju aku mas? Tanya Alina sambil memakai baju di dalam kamar mandi.

"Mas lah, terus siapa lagi? Jawab Gilang.

"Jadi mas Gilang juga yang membawakan dalaman ini? Oh my god" gumam Alina.

Alina pun keluar kamar mandi setelah dirasa sudah lengkap dengan pakaian nya.

"Ya sudah kamu mau langsung makan siang apa ke kamar kamu dulu Yang? Tanya Gilang.

"tapi sprey nya mas" ucap Alina sambil menunjuk ke arah tempat tidur.

"Biar nanti pelayan hotel ini yang membersih kan nya" jawab Gilang.

"Malu dong mas, kan ada bercak merah nya" ucap Alina.

"Sudah ngga usah di pikirin, kamu cantik banget kalau rambut kamu basah gini Yang" ucap Gilang sambil menyentuh rambut basah nya Alina.

"Jangan gombal deh mas," jawab Alina.

"Siapa yang gombal, beneran kok" ucap Gilang sambil memeluk erat Alina.

"Mas lepas aku mau ke kamar ku" ucap Alina sambil berusaha melepas kan pelukan Gilang.

"Sebentar dong Yang, aku kan masih kangen" ucap Gilang.

"Kangen gimana, orang dari kemarin sama-sama terus, apalagi mas semalam sudah mengambil yang paling berharga dalam hidup aku" ucap Alina.

"Pokok nya mas akan langsung membicarakan tentang kita pada keluarga mas, mas akan langsung menikahi kamu Yang" ucap Gilang sambil mencium pipi Alina.

"Ya sudah sekarang lepas kan aku mas, nanti mereka akan mengetahui kalau aku ada di kamar kamu" ucap Alina.

"Ya sudah tunggu aku di cafe hotel ini ya? Aku mau mandi dulu" ucap Gilang sambil melepas kan pelukan nya.

Alina pun keluar dengan membawa baju kotor nya, dia melirik kearah sekitar hotel.

"Alhamdulilah sepi" ucap Alina lalu pergi ke kamar nya yang ada di sebelah kamar Gilang.

Alina pun kembali merapihkan penampilan nya, setelah di rasa oke, Alina pun keluar menuju cafe hotel dan bergabung bersama Dhea.

Glen yang sedang duduk bersama Dhea menatap ke arah Alina.

"Rambut nya bash, gila lo Lang, anak orang lo buat nyicil dulu" gumam bathin Glen.

"Alina? kamu kemana aja? aku tungguin kamu dari semalam" teriak Dhea.

"Maaf Dhe, semalam aku ketiduran di kamar Gilang" jawab Alina pelan karena takut ada yang mendengar nya.

"Apa! tapi kalian berdua ngga melakukan nya kan? Tanya Dhea sambil menatap ke arah Alina.

Alina yang di tatap seperti itu pun grogi, "Melakukan apa sih Dhe, udah lah jangan di bahas yang penting aku sudah ada dengan kamu sekarang" jawab Alina dengan melihat ke arah sekeliling nya, dia ngga mau menatap mata Dhea.

"Kelihatan grogi, berarti semalam benar-benar terjadi, lo harus menjelaskan semua ini Gilang Ramdani Saputra" gumam bathin Glen.

Gilang pun datang menghampiri mereka dengan wajah segar nya dan rambut yang masih sedikit basah.

"Hai bu Alina, udah makan siang belum? Tanya Gilang yang kembali dengan sandiwara nya.

"Belum Lang," jawab Alina sambil tersenyum.

"Ya ampun Lang, kamu tampan banget pakai baju itu, apalagi rambut mu yang basah seperti ini" gumam bathin Alina sambil menatap Gilang.

"Gabung sini aja Lang" ucap Glen yang menatap tajam ke arah Gilang.

"Memang nya boleh pak? Gilang balik bertanya.

"Ya di sini aja bareng kita" ucap Dhea sambil tersenyum.

Gilang pun duduk di depan Alina, mereka saling menatap dan melempar senyuman.

"Maaf kalau pak Surya masih ada di hotel ini atau sudah kembali? Tanya Gilang.

"Beliau sudah kembali tadi pagi bersama istri nya, kenapa? Ada perlu ya sama pak Surya? Tanya Glen.

"Ngga ada apa-apa, saya cuma bertanya soalnya ngga kelihatan" jawab Gilang.

"Gimana mau lihat, bangun nya aja siang begitu, apa terlalu dingin ya air yang ada di kolam renang semalam, hingga kamu mencari kehangatan yang lebih dari sekedar selimut" Ucapan Glen membuat Alina yang sedang minum jus tersedak seketika.

"Pelan-pelan dong bu" ucap Gilang sambil menepuk pelan tengkuk Alina.

"Pelan-pelan dong Lin, aku juga punya minuman nya, ngga akan aku minta kok" ucap Dhea.

Glen tersenyum penuh arti sambil menatap ke arah Alina yang sedang tersedak.

"Nah kan, berarti dugaan gue benar, setelah ini lo bakal mendapat kan masalah besar Gilang" gumam bathin Glen.

Oh ya Lang, boleh saya minta tolong kamu? Tanya Glen.

"Boleh pak, bantu apa ya pak? Gilang pun balik bertanya.

"Tolong bantu saya packing, nanti sore kita kan pulang, nah saya belum packing" ucap Glen.

"Oh boleh pak, mari saya bantu" jawab Gilang sambil tersenyum kesal.

"Mau ngapain lagi sih, pasti bukan packing, pasti mau interogasi lo ya" gumam bathin Gilang.

"Ya sudah kalau begitu, ayo ikut saya" ajak Glen lalu berdiri dari duduk nya.

"Dhe sebentar ya? Abang mau packing dulu, mumpung ada Gilang yang bantuin" ucap Glen pada Dhea.

"Iya bang, jangan lama-lama ya" ucap Dhea.

Glen pun melangkah menuju kamar nya dan di ikuti oleh Gilang dari belakang.

Terpopuler

Comments

Dedeh Dian

Dedeh Dian

wah gimana ini kenapa kamu Alina jadi ke blablasan gitu...

2023-02-28

2

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

💫✰✭𝕾𝖊𝖗𝖑𝖞𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹🎯™

minta d bantu peking taunya pengen tau cerita tidur berdua m alin glen glen ada ada aja

2023-02-12

1

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

gmn ya kalau keluarga mereka tau

2023-01-23

1

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!