Menyimpan Perasaan

Hari-hari terus berlalu dan kini saat nya acara aniversary perusahaan yang akan di adakan di puncak.

Para karyawan pun sudah bersiap dan memasuki bus pariwisata, Dhea duduk di samping Glen, Gilang di samping Alina dan Retno di samping Hendra.

Posisi duduk di atur sama Glen, Glen sengaja duduk di samping Dhea, karena memang dari dulu Glen menyukai Dhea, tapi tidak ada yang tahu dengan perasaan nya kepada Dhea, selama ini Glen menyimpan perasaan nya sendiri.

"Wah bagus ya duduk nya pada pasangan semua nya, apalah dayaku yang jomblo sejati ini, oh Tuhan kirimkan lah satu pria yang mau menjadi imamku, yang ganteng, yang baik, yang bagus posisi kerja nya daripada aku" teriak Suci.

"Permintaan kamu banyak sekali sih Ci" teriak Retno.

"Ya kalau permintaan itu harus banyak Ret, jangan nanggung" jawab Suci.

"Kamu ini Ci, ada-ada saja, terserah kamu lah Ci" akhir nya Retno pun pasrah dengan segala omongan sahabat nya itu.

"Sama aku aja Ci" teriak Irman teman nya Hendra.

"Mau lo itu mah, eh bentar-bentar, tempat duduk aku kok no nya ada di samping kamu, ngga salah apa" ucap Suci heboh.

"Lah emang tempat duduk mu di samping Irman Ci" teriak Hendra.

"Siapa sih yang ngatur tempat duduk nya, andai kan aku tahu yang ngatur tempat duduk ini aku pites dia" teriak Suci.

"Yang ngatur duduk nya saya, silahkan pites aja, saya ikhlas kok" jawab Glen dengan nada santai nya.

"Eh, ternyata pak Glen, ngga kok pak, tadi saya cuma becanda aja biar ngga ngantuk" ucap Suci asal-asal lan.

"Ngga salah Ci, kita itu berangkat aja belum, bis nya aja masih diam di tempat udah ngantuk aja" jawab Retno.

"Sudah lah Ci, kamu duduk aja kenapa sih, atau kamu mau pak Glen turunin lagi dan ngga ikut ke puncak" ucap Retno.

"Suci pun akhir nya duduk di samping Irman dengan mulut terus saja komat kamit.

Semua karyawan yang sudah duduk di kursi masing-masing pun tertawa mendengar ocehan Suci.

"Dia itu lucu ya" ucap Gilang pada Alina.

"Ya dia memang gitu, orang nya apa adanya dan suka ceplas ceplos" jawab Alina.

Semenjak Gilang pura-pura jadi OB dan berbaur dengan kalangan tengah, Gilang pun bisa merasakan bagaimana keras nya hidup yang mereka jalani, dan Gilang banyak belajar dari mereka.

Bus pun mulai melaju dengan kecepatan sedang, para karyawan pun sangat bahagia sekali dengan ada nya acara ini, jadi mereka bisa rehat sejenak dari kerjaan nya, dan menikmati masa liburan yang jarang datang.

Perjalanan yang lumayan jauh membuat mereka pada ngantuk di perjalanan, Alina yang sudah tertdur dari tadi kepala nya sudah bersandar manis di pundak nya Gilang.

Dhea pun melirik ke arah Alina yang sedang tidur dipundak sang kakak menyungging kan senyuman.

"Dia memang perempuan baik buat lo kak, aku sebagai adik mu mendukung kamu, jaga selalu dia kak, aku tahu kalau Alina adalah perempuan baik, tapi aku juga takut kalau seandainya dia tahu kalau kakak lagi berbohong pada nya." gumam bathin Dhea.

"Kenapa Dhe? Tanya Glen sambil melirik kearah Dhea.

"Ngga apa-apa, cuma aku salut aja sama Alina, dia itu mau menerima pria yang kerjaan nya di bawah dia, kakak beruntung mendapat kan Alina, tapi aku juga takut," jawab Dhea.

"Takut? Takut kenapa? Tanya Glen penasaran.

"Alina pernah bicara sama aku, kalau dia ngga pandang pria itu siapa yang penting dia mau kerja keras dan tanggung jawab, tapi satu hal yang Alina benci" ucap Dhea.

"Apa memang nya? tanya Glen.

"Alina ngga suka sama pembohong, sedangkan kakak kan lagi berbohong sekarang" jawab Dhea.

"Tapi kan Gilang berbohong juga ada alasan nya" ucap Glen.

"Alina ngga pandang alasan nya apa, sekali berbohong tetap berbohong, makanya aku takut" jawab Dhea.

"Sudah lah ngga usah di pikirin, kita do\*a kan saja yang terbaik buat mereka berdua." jawab Glen.

Dhea pun mengangguk dengan bibir tersenyum lalu menyandarkan punggung nya ke sandaran bus.

"Cantik sekali kamu Dhe, andai kamu tahu kalau abang ini suka sama kamu, apa kamu akan marah sama abang? Abang belum sanggup untuk menyatakan perasaan ini Dhe, abang masih takut, takut kamu membenci abang" gumam bathin Glen sambil terus menatap wajah cantik Dhea.

Glen tidak mengetahui nya kalau Dhea lagi melirik ke arah nya juga, tapi Glen tidak melihat nya karena Dhea lagi memakai kacamata hitam kesayangan nya.

"Kenapa bang Glen ngelihatin aku terus ya, apa dia tahu perasaanku selama ini kepada nya? Dhea pun bertanya-tanya dalam hati nya, sebenar nya Dhea juga menyukai Glen semenjak Glen main ke rumah nya, tapi Dhea menyimpan semua perasaan nya, karena pikir Dhea seorang pria lah yang harus menyatakan perasaan nya lebih dulu.

Akhir nya Dhea pun ikut tertidur dan tanpa sadar kepala nya bersandar di pundak Glen, Glen yang memang menyukai nya pun dengan senang hati pundak nya di jadikan sendaran.

*

*

Ronald yang sudah berada di kampung kakek nya pun kini sedang merintis usaha, dia membuka sebuah mini market dengan pekerja lima orang.

Selain tampan Ronald di kenal pemuda baik di kampung kakek nya, maka banyak anak-anak gadis mereka yang tergila-gila dengan Ronald.

Tapi Ronald sudah berubah, dia ngga mau jatuh ke lubang yang sama lagi, dia akan mencari wanita yang tulus dan menerima dia apa adanya.

"Kak Ronald ganteng ya? Tanya Risma pada Nazwa.

"Biasa aja tuh" jawab Nazwa yang sedikit chuek.

"Aku tuh heran deh sama kamu Wa, kamu itu normal ngga sih sebenar nya? Tanya Risma.

"Aku masih normal Risma, gila aja kamu anggap aku ngga normal" teriak Nazwa.

Risma pun tertawa terbahak-bahak melihat Nazwa sahabat nya yang marah karena ucapan nya.

"Lagian ya, kak Ronald ganteng gitu kamu bilang biasa saja, heran aku sama kamu" ucap Risma.

"Kamu ngga tahu aja Ris, sebenar nya aku itu menyukai dia, tapi aku ngga mungkin harus bilang menyukai nya duluan, aku kan perempuan yang masih punya harga diri" gumam bathin Nazwa sambil melihat Ronald dari kejauhan.

Risma pun melihat ke arah yang di tatap oleh mata Nazwa."Oh begitu ya Wa, sebenar nya kamu suka kan sama kak Ronald, tapi kamu gengsi mengakui nya, baik lah aku akan buat kamu cemburu dan mengakui nya kalau kamu itu suka sama kak Ronald," gumam bathin Risma sambil tersenyum.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

TERNYATA DIAM2 DHEA & GLEN SALING SUKA..

2023-11-16

1

Dedeh Dian

Dedeh Dian

gken ternyata suka sama Dhea ya

2023-02-28

2

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

Glen bilang aja sejujurnya apa yg kamu rasakan sama dhea

2023-01-20

5

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!