Berkunjung Ke Rumah Alina

Pagi hari di kala keluarga pak Abidin lagi pada sarapan, terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah Alina.

"Tumben, siapa pagi-pagi sudah ada yang mengetuk pintu" kata Pak Abidin.

"Biar Nuri yang bukakan pintu nya" kata Nuri lalu berdiri dan melangkah menuju pintu depan.

"Maaf bu Alina nya ada? Tanya Gilang dengan sopan dikala pintu nya sudah ada yang membuka dari dalam.

"Maaf, kakak siapa? Tanya Nuri sambil menatap Gilang.

"Saya Gilang, saya kesini mau mengantarkan motor bu Alina, karena kemarin sore mogok" jawab Gilang.

"Oh, ya sudah ayo masuk aja kak,sekalian ikut sarapan" ajak Nuri, Gilang pun masuk dan mengikuti langkah Nuri.

"Kak, ada yang mencari" kata Nuri, mereka semua pun menatap ke arah Gilang.

"Pagi semua" sapa Gilang dengan tersenyum.

"Pagi juga, kok udah di sini? Memang nya ada apa? Tanya Alina.

"Saya sengaja datang pagi-pagi buat nganterin motor bu Alina, maaf kalau saya mengganggu" kata Gilang.

"Oh, ya ampun, saya lupa kalau motor masih di kantor" teriak Alina sambil menepuk jidat nya.

"Ya sudah nak, ayo ikut sarapan? Pasti belum sarapan" ajak pak Abidin dan bu Diah bersamaan.

"Makasih bu, tapi tadi saya,,,," kalimat Gilang jadi menggantung karena Alina menyerobot pembicaraan nya.

Sudah dari mana? Kamu kan tinggal di mes sendirian, jadi pasti nya kamu belum sarapan, ayo duduk sini" ajak Alina lalu mengambil kan piring dan mengisi nasi goreng buatan ibu nya.

"Ayo makan yang banyak nak? Biar bisa bekerja dengan kuat" kata bu Diah sambil tersenyum.

Gilang merasa senang sekali, diperhatikan seperti itu oleh keluarga Alina, padahal dirinya saat itu sedang memakai seragam OB nya, tapi keluarga ini sungguh mulia karena tidak membedakan derajat manusia.

Akhir nya Gilang pun menyantap nasi goreng buatan ibu nya Alina sambil mencuri-curi pandang pada Alina.

"Cantik" gumam Gilang tanpa sadar.

"Kenapa nak? nasi goreng nya tidak enak ya? Tanya bu Diah yang sedikit mendengar gumam man Gilang.

"Ng, ngga bu, nasi goreng nya enak sekali, baru kali ini saya menikmati nasi goreng seenak ini" jawab Gilang.

"Kirain ibu ngga enak, ayo jangan malu-malu nambah lagi" kata bu Diah.

Sedang kan Alina hanya diam dengan debaran jantung yang selalu saja berdegup.

Nura dan Nuri hanya tersenyum melihat kakak nya dan Gilang yang selalu saling melirik.

"Nuri sepertinya sebentar lagi kita bakalan punya kakak ipar nih" kata Nura, Nuri hanya mengangguk sambil menghabiskan makanan nya.

"Kalian diam ya dek, habiskan saja makanan kalian, terus berangkat sekolah nanti terlambat" kata Alina sambil menatap tajam ke arah si kembar.

"Kalian kembar? Tanya Gilang dengan tatapan penuh kagum.

"Iya kakak tampan" jawab Nuri, yang langsung mendapatkan pelototan dari Alina kakak nya.

"Kak, kita kan ngga tahu nama nya jadi kita manggil nya kakak tampan saja" jawab Nura.

"Kalian ngga tahu nama nya ya? Kalian bisa baca ngga? Sudah jelas-jelas ada name tag di baju nya, pakai alasan ngga tahu" cerocos Alina.

"Oh iya yah ternyata ada name tag nya, sory kak, tapi kita sudah keenakan manggil kakak tampan" jawab Nuri.

"Terserah kalian lah, tapi lihat saja uang jajan kalian bulan nanti kakak potong lima puluh persen" jawab Alina dengan senyum penuh kemenangan.

"Ya jangan dong kak, iya deh iya kita panggil kak Gilang saja" jawab Nura.

"Ngga apa-apa senyaman kalian saja" jawab Gilang, Gilang merasa nyaman berada di tengah-tengah keluarga Alina, seakan-akan dia ngga mau pergi dari rumah itu.

"Sudah, sudah, kalian ini kebiasaan setiap pagi selalu ribut, maaf ya nak Gilang, mereka memang selalu seperti ini setiap pagi, padahal mereka ini sudah pada dewasa, tapi ya begitu lah kalau mereka sudah bersatu" kata bu Diah yang merasa ngga enak dengan Gilang.

"Ngga apa-apa bu, saya senang kok melihat nya" jawab Gilang.

"Oh ya nak, kamu kerja sekantor dengan Alina? tanya pak Abidin.

"Iya pak, tapi saya di sana cuma jadi OB sedang kan bu Alina bagian HRD, jauh berbeda sekali pangkat nya pak" jawab Gilang .

"Dengar ya nak Gilang, mau pekerjaan apa pun itu semua sama saja, asalkan kita mengerjakan nya dengan ikhlas dan jujur, jadi nak Gilang ngga usah merasa kecil, justru nak Gilang harus bangga menjadi OB, kalau tidak ada OB mereka akan kerepotan, sudah lah kerjaan mereka banyak ditambah harus bersih-bersih dan yang lain nya, jadi inti nya kita harus aling menghargai pekerjaan yang lain nya, dan ngga ada pekerjaan yang hina di dunia ini asal kita melakukan nya dengan hati bersih, jujur dan penuh dengan rasa tanggung jawab yang besar" jawab pak Abidin.

Sungguh baru kali ini Gilang mendengar perkataan yang tulus dari bibir orang-orang yang dia kenal.

"Baru kali ini gue merasa di terima walau pun dengan keadaan gue seperti ini" gumam bathin Gilang.

"Ya sudah, ayo kita berangkat Nur, ntar kita terlambat" ajak Nura.

Nura dan Nuri pun pamit kepada semuanya dengan cara mencium telapak tangan mereka, terakhir mencium telapak tangan nya Gilang.

"Kalian nama nya siapa, sumpah kakak ngga bisa membedakan nya" ucap Gilang sambil menatap Nura dan Nuri.

"Aku Nura, dan ini kembaran ku Nuri" jawab Nura.

"Oh, Nura dan Nuri" kata Gilang sambil menunjuk mereka berdua dengan tatapan bingung nya.

Setelah kepergian Nura dan Nuri, Gilang dan Alina pun pamit untuk berangkat kerja.

"Pak, bu, saya berangkat kerja dulu" pamit Gilang pada pak Abidin dan bu Diah.

"iya nak, hati-hati di jalan, sering-sering lah main kesini" kata bu Diah.

"Insya Allah bu, kalau bu Alina mengizinkan" jawab Gilang sambil melirik ke arah Alina.

"Maaf saya bukan ibu anda" jawab Alina sambil cemberut, dia kesal karena Gilang selalu saja memanggil nya dengan panggilan ibu.

Bu Diah pun tersenyum melihat kelakuan mereka berdua.

"Bapak kerja ngga hari ini? Tanya Alina.

"Kerja lah nak, kalau ngga kerja kasihan kamu, masa semua nya kamu yang nanggung" jawab pak Abidin.

"Ya ngga apa-apa pak, selama Alina masih sehat dan bisa membantu bapak dan ibu apa salah nya" jawab Alina.

Sungguh dalam hati Gilang, Gilang merasa terharu melihat kasih sayang yang tulus diantara mereka, mereka saling membantu satu sama lain nya, walaupun mereka hidup sederhana tapi kasih sayang diantara mereka begitu lekat, Gilang merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

ORG MNENGAH KE BAWAH CARI UANG BNAR2 UNTUK BIAYA HIDUP, ORG KAYA CARI UANG HNY UNTUK FOYA2,; TRAVELING KE LN, SHOPING2 BRG BRANDED, PARTY2 GK JELAS, DUGEM DI CLUB. KLO YG LKI2 PNY SUGAR BABY, YG WANITA PNY SIMPANAN BRONDONG..

2023-11-16

1

Dedeh Dian

Dedeh Dian

tuh kan Gilang gayung bersambut Nih kayanya...Alina juga suka sama kamu...padahal selama ini banyak cowok yang antri tapi Makah Alina ga respect.

2023-02-28

4

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

cieeeee udah mulai pdkt

2023-01-20

3

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!