Debaran Jantung

Kini Gilang pun sudah berada di perusahaan papah nya, Gilang lagi menunggu di panggil pihak HRD.

Alina yang baru sampai ke ruangan pun dia mendapat kabar dari Glen kalau hari ini akan ada yang melamar kerja sebagai OB.

"Maaf apakah anda yang akan melamar kerja sebagai OB? Tanya Alina dengan sopan kepada Gilang.

"Oh iya bu, saya" jawab Gilang sambil berdiri dari duduk nya.

"Silahkan masuk" Alina pun menyuruh Gilang masuk.

"Cantik sekali cewek ini, ah sudah lah kalau aku penampilan seperti ini mana ada yang mau sama aku, semua perempuan sama saja" gumam bathin Gilang.

"Silahkan duduk, apa persyaratan nya sudah lengkap? Tanya Alina sambil menatap ke arah Gilang.

"Oh iya ini bu, sudah lengkap kalau menurut saya, tapi tolong di cek kembali saja takut nya masih ada yang kurang." Jawab Gilang sambil menyerahkan sebuah map kepada Alina.

Alina pun membuka dan membaca semua persyaratan yang diajukan oleh Gilang.

"GIlang Ramdani usia tiga puluh tahun pendidikan terakhir SMA" gumam Alina.

"Saudara Gilang apa anda sebelum nya sudah pernah bekerja? Tanya Alina.

"Dulu pernah tapi bantu teman saja bu" jawab Gilang berbohong.

"Apa saudara siap bekerja menjadi OB dan mematuhi segala peraturan kantor ini? Tanya Alina.

"Siap bu, soal nya saya lagi membutuh kan pekerjaan ini, orang tua dan adik saya di kampung lagi butuh biaya" jawab Gilang dengan wajah di buat seperti orang yang benar-benar sedih.

"Terus kalau seandainya kamu diterima di perusahaan ini, apa kamu siap kalau diwajibkan datang lebih pagi dan pulang lebih sore dari karyawan lain nya? Tanya Alina.

"Saya siap bu, dan saya akan rajin bekerja demi membiayai kedua orang tua dan adik saya" jawab Gilang.

Alina pun terus menerus memberikan pertanyaan demi pertanyaan kepada Gilang, dan Gilang pun terus menjawab nya.

"Selamat, anda di terima di perusahaan ini sebagai OB, dan silahkan anda langsung ke ruang pantry, anda bisa bertanya ke karyawan lain nya di luar" Alina pun memberikan ucapan sambil mengangkat sebelah tangan nya untuk saling berjabat.

Gilang pun menerima uluran tangan Alina dengan antusias dan senyuman di bibir nya .

Begitu tangan mereka bersentuhan disaat berjabat tangan, entah kenapa kedua nya merasakan seperti ada aliran listrik yang mengenai tubuh kedua nya.

Sejenak mereka pun saling menatap dengan degupan jantung masing-masing.

"Kenapa jantung ku berdebar, dan rasa nya tubuh ku terkena aliran listrik ya? Padahal bukan sekali ini aku berjabat tangan dengan seorang pria" gumam bathin Alina.

"Ya ampun ada apa dengan jantung gue ini, kenapa wanita ini membuat jantung gue berdebar, terus perasaan apa ini, kok tubuh gue berasa terkena aliran listrik dan ada apa dengan gue, kenapa gue ngga mau melepaskan tangan wanita ini" Gumam bathin Gilang sambil menatap ke arah Alina.

Alina yang tersadar dari lamunan nya pun segera melepas kan tangan nya dari genggaman tangan Gilang.

"Oh maaf bu, saya hanya kagum sama ibu" ucap Gilang grogi.

"Ngga apa-apa, silahkan anda ke ruang pantry sekarang" Alina pun menyuruh Gilang pergi secepat nya karena kalau dia masih ada di ruangan ini entah akan jadi apa jantung nya itu.

"Untung dia sudah pergi, aduh ada apa dengan jantung ku ini" gumam Alina sambil menyentuh dada nya.

"Tampan juga, aku salut sama orang itu, udah tampan ngga malu lagi melamar sebagai OB" gumam bathin Alina sambil melamun

"Wah tumben bu Alina masih pagi sudah melamun? Tanya Dhea yang baru masuk ke ruangan HRD.

Alina yang sedikit terkejut pun langsung menatap ke arah Dhea.

"Kamu Dhe, ada apa tumben pagi ini sudah keruangan ku" tanya Alina.

"Cuma mau ngajak aja ntar siang kita makan bareng ya? di kantin" ajak Dhea.

Dhea sangat dekat dengan Alina, tapi Alina belum tahu siapa sebenar nya Dhea ini, yang Alina tahu Dhea ini anak nya ceria humble, pintar, baik dan juga cantik tentu nya.

"Maaf Dhe aku makan di pantry saja, seperti biasa aku bawa bekal" jawab Alina.

Alina memang hampir tiap hari membawa bekal untuk makan siang nya, pikir Alina biar bisa irit dan uang nya bisa ditabung.

"Ya, kalau gitu mulai besok aku juga mau bawa bekal, biar besok kita bisa makan bareng dan bisa juga tuker makanan" jawab Dhea.

"Ya sudah sana kerja, memang nya lagi ngga ada kerjaan nya, sampai pagi-pagi udah ngajak buat makan siang aja" kata Alina sambil tersenyum.

"Tenang saja, kerjaan mah gampang, yang penting isi perut dulu, biar kita bisa bekerja dan bisa berpikir, kalau perut kosong otak kita ngga akan bisa diajak bekerja dan berpikir" jawab Dhea dengan senyuman khas nya.

"kamu ini selalu saja ada jawaban" Alina pun mengakui kepintaran Dhea.

"Eh ngomong-ngomong tadi aku lihat ada yang keluar dari ruangan kamu siapa? seperti nya aku belum pernah melihat nya? Tanya Dhea pura-pura.

"Oh yang cowok tadi? Dia itu namanya Gilang, dia melamar kerja menjadi OB di kantor ini, padahal menurut aku dia itu pintar lo, tapi kenapa dia melamar hanya menjadi OB" ucap Alina.

"Ya mungkin karena memang mencari kerja itu susah untuk zaman sekarang, makanya jadi OB pun dia mau" jawab Dhea yang mulai memerankan sandiwara kakak nya itu.

"Jujur aku salut sama orang tadi, udah tampan, bersih, tapi dia ngga gengsi untuk menjadi OB, dan kelihatan nya juga dia sangat bertanggung jawab sebagai pria" kata Alina sambil membayangkan Gilang.

"Kamu tahu darimana kalau dia itu bertanggung jawab? Tanya Dhea penasaran.

"Bukti nya dia bilang, dia mau kerja apa saja yang penting dia mendapatkan pekerjaan agar dia bisa membantu kedua orang tua dan adik satu-satu nya" jawab Alina.

"Kamu naksir ya sama dia? Tanya Dhea.

"Apa sih kamu Dhe, aku hanya kagum saja, lagian gimana mau suka, orang bertemu saja baru kali ini" jawab Alina dengan wajah yang sedikit memerah.

"Ni yah ku kasih tahu, kita itu nyari calon suami harus yang kaya raya biar kita hidup senang dan bahagia" Dhea pun memancing Alina, karena Dhea yakin kalau Alina seperti nya menyukai kakak nya Gilang.

"Bagiku siapapun pria yang akan menjadi suamiku nanti, aku ngga perduli dia kaya atau pun miskin, apapun pekerjaan nya yang penting halal aku terima, yang terpenting dia sebagai laki-laki punya rasa tanggung jawab, setia dan tentu nya jujur, karena aku benci pembohong" jawab Alina dengan wajah serius nya.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

WAHHH BERAT NI, PNTAS DI SINOPSIS, STELAH TAU SIAPA GILANG, ALINA PERGI DRI KHIDUPAN GILANG KRN MRASA TK PANTAS..

2023-11-16

0

Dedeh Dian

Dedeh Dian

wah ...klo nyamar itu pembohong bukan ya?

2023-02-28

4

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

💫✰✭𝕰𝖐𝖆𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹

nggak sadar dia ternyata udah mulai ada getaran2 gmn gitu😅

2023-01-20

3

lihat semua
Episodes
1 Di manfaatkan
2 Rencana Gilang
3 Motor Jadul
4 Debaran Jantung
5 Hati Tulus Alina
6 Cewek Sombong
7 Berharap
8 Berkunjung Ke Rumah Alina
9 Pengganggu
10 Mengungkapkan Perasaan
11 Yes
12 Mendatangi Rumah Gilang
13 Nasi Sudah Menjadi Bubur
14 Pecel Lele
15 Menyimpan Perasaan
16 Game tantangan
17 Berenang Tengah Malam
18 Karena Cinta
19 Aman
20 Harapan
21 Menginap
22 Kesal
23 Ngga Enak Perasaan
24 Kecewa
25 Kecewa
26 Mendatangi Rumah Alina
27 Kepergian Alina
28 Seorang CEO
29 Mencari Alina
30 Kakak Tampan
31 Aneh
32 Terlambat Bulan
33 Garis Dua
34 Titik nya Ada Dua
35 Diluar Nalar
36 Ngidam
37 Berharap
38 Rezeki
39 Mencari Tahu
40 Berbeda
41 Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42 Omongan Tetangga
43 Sakit Perut
44 Kabar Dari Suci
45 Ngga Sabar
46 Cemburu
47 Ngga Sudi Di Madu
48 Bertemu nya Gilang dan Ronald
49 Indah nya Saling Memaaf kan
50 Cucu
51 Kakak Ipar
52 Azzam Dan Azzura
53 Anak Haram
54 Penjelasan
55 Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56 Melamar
57 Ikhlas
58 Buka Lembaran Baru
59 Uang Saku
60 Boleh
61 Tiga Kabar Bahagia
62 Murung
63 Couple lan
64 Menggantikan nya
65 Sah
66 Kerinduan
67 Tamparan
68 Kamu Nanya?
69 Penyesalan Ronald
70 Maafkan Aku
71 Demam
72 Siap Untuk Pergi
73 Kesalahan Bersama
74 Baby Genius
75 Cinta yang terbalas
76 Bucin
77 Mencintai Apa Adanya.
78 Balas Dendam
79 Bingung
80 Mencintai Dari Jauh
81 Di Buly
82 Datang Kembali
83 Percaya Diri
84 Percaya
85 Yanto vs Yanti
86 Aku Hendra bukan Bambang
87 Sudah Merasakan
88 Keras Kepala
89 I Love You Hunny
90 Air Mata Kebahagiaan
91 Posesif
92 Sambutan
93 Pingin Adik Laki-Laki
94 Ingin Mandiri
95 Marah
96 Bosan
97 Kedatangan Alina
98 Air Mata Dan Keringat
99 Mengantar Pulang
100 Kartu Mainan
101 Penjelasan
102 Kesadaran Rena
103 Berbeda
104 Ingin Saling Melengkapi
105 Gilang Sakit
106 Ingin Makan Rujak
107 Hamil.
108 Panggil Aku Rena
109 Periksa
110 Jadi Ayah nya Zidan
111 Ternyata Suamiku Seorang CEO
112 Heran
113 Nostalgia
114 Baby Ziel
115 Kebahagiaan
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Di manfaatkan
2
Rencana Gilang
3
Motor Jadul
4
Debaran Jantung
5
Hati Tulus Alina
6
Cewek Sombong
7
Berharap
8
Berkunjung Ke Rumah Alina
9
Pengganggu
10
Mengungkapkan Perasaan
11
Yes
12
Mendatangi Rumah Gilang
13
Nasi Sudah Menjadi Bubur
14
Pecel Lele
15
Menyimpan Perasaan
16
Game tantangan
17
Berenang Tengah Malam
18
Karena Cinta
19
Aman
20
Harapan
21
Menginap
22
Kesal
23
Ngga Enak Perasaan
24
Kecewa
25
Kecewa
26
Mendatangi Rumah Alina
27
Kepergian Alina
28
Seorang CEO
29
Mencari Alina
30
Kakak Tampan
31
Aneh
32
Terlambat Bulan
33
Garis Dua
34
Titik nya Ada Dua
35
Diluar Nalar
36
Ngidam
37
Berharap
38
Rezeki
39
Mencari Tahu
40
Berbeda
41
Misteri Cinta Di Rumah Kang Pecel
42
Omongan Tetangga
43
Sakit Perut
44
Kabar Dari Suci
45
Ngga Sabar
46
Cemburu
47
Ngga Sudi Di Madu
48
Bertemu nya Gilang dan Ronald
49
Indah nya Saling Memaaf kan
50
Cucu
51
Kakak Ipar
52
Azzam Dan Azzura
53
Anak Haram
54
Penjelasan
55
Kedatangan Pak Surya dan Bu Dewi.
56
Melamar
57
Ikhlas
58
Buka Lembaran Baru
59
Uang Saku
60
Boleh
61
Tiga Kabar Bahagia
62
Murung
63
Couple lan
64
Menggantikan nya
65
Sah
66
Kerinduan
67
Tamparan
68
Kamu Nanya?
69
Penyesalan Ronald
70
Maafkan Aku
71
Demam
72
Siap Untuk Pergi
73
Kesalahan Bersama
74
Baby Genius
75
Cinta yang terbalas
76
Bucin
77
Mencintai Apa Adanya.
78
Balas Dendam
79
Bingung
80
Mencintai Dari Jauh
81
Di Buly
82
Datang Kembali
83
Percaya Diri
84
Percaya
85
Yanto vs Yanti
86
Aku Hendra bukan Bambang
87
Sudah Merasakan
88
Keras Kepala
89
I Love You Hunny
90
Air Mata Kebahagiaan
91
Posesif
92
Sambutan
93
Pingin Adik Laki-Laki
94
Ingin Mandiri
95
Marah
96
Bosan
97
Kedatangan Alina
98
Air Mata Dan Keringat
99
Mengantar Pulang
100
Kartu Mainan
101
Penjelasan
102
Kesadaran Rena
103
Berbeda
104
Ingin Saling Melengkapi
105
Gilang Sakit
106
Ingin Makan Rujak
107
Hamil.
108
Panggil Aku Rena
109
Periksa
110
Jadi Ayah nya Zidan
111
Ternyata Suamiku Seorang CEO
112
Heran
113
Nostalgia
114
Baby Ziel
115
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!