Setelah pulang Tanjiro langsung pergi ke penginapan, rasanya tubuhnya sangat lelah meskipun dia tidak melakukan sesuatu yang berat.
Mentalnya sedikit menurun dan dia bingung harus melakukan apa kedepannya.
Dewa takemikazuchi bilang dia lebih baik untuk menjadi seorang petualang, tapi Tanjiro tidak terlalu menyukai perkelahian, alasan mengapa dia ingin menjadi kuat saat itu adalah karena dia ingin melindungi semua orang, dan dia ingin tidak ada lagi orang yang bernasib sama dengannya dimana keluarga mereka direnggut oleh para iblis.
Meskipun didunia ini memiliki monster jahat yang mengincar nyawa manusia, tetapi banyak sekali petarung kuat yang bisa mengatasinya jadi meskipun Tanjiro membantu mengurangi jumlah mereka tidak akan banyak perbedaan.
"Dungeon?, haruskah aku memasuki dungeon?"
"takemikazuchi-sama mengatakan mungkin saja akan ada petunjuk di sana, tetapi haruskah aku mencoba?"
Tanjiro mencoba membenamkan matanya dan berpikir sampai akhirnya dia kembali membuka matanya dan memulai menetapkan tekadnya.
"Aku tidak tahu apakah di Dungeon memang ada petunjuk atau tidak...tapi tidak ada salahnya untuk mencari tahu, selain itu bukanlah hal buruk mengurangi jumlah monster agar tidak ada monster yang melukai orang lain"
Mengenakan haorinya kembali Tanjiro menggantungkan pedangnya di pinggangnya lalu dia memutuskan untuk pergi ke tempat Eina Tulle untuk meminta nasihat.
"jika tidak salah guild persekutuan akan membantu orang untuk mendapat informasi tentang seputar Dungeon dan Familia di orario, mungkin Tulle-san bisa membantuku" gumam Tanjiro.
Tanjiro langsung melompat dari jendela kamarnya dan pergi ke arah guild persekutuan.
Tidak butuh waktu lama bagi Tanjiro untuk sampai di guild. tetapi sesampainya di sana guild terlihat penuh karena mungkin para petualang banyak yang baru kembali dari dungeon
"dia ada disitu" Tanjiro langsung melihat Eina yang sepertinya sedang melayani petualang lain, semua resepsionis di guild persekutuan terlihat ramai dan sibuk tidak terkecuali Eina Tulle Tanjiro bisa melihat sekitar 6 orang berbaris di depan mejanya.
Karena Tanjiro sudah mengetahui Eina dan Eina juga sudah mengetahui Tanjiro jadi dia memilih untuk ikut berbaris meskipun ada resepsionis lain yang hanya memiliki 4 orang didepannya.
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya giliran Tanjiro tiba.
"tulle-san koniciwa" sapa Tanjiro pada Eina.
"kamado-kun koniciwa.. apakah ada yang bisa kubantu" tanya Eina pada Tanjiro, ini sudah kali ketiga Tanjiro bertemu dengan-nya.
"tulle-san aku memutuskan ingin bergabung ke sebuah familia dan memasuki dungeon bisakah aku menanyakan beberapa hal pada anda"
"tentu saja kamado-kun, tunggu sebentar" jawabnya sambil menyuruh Tanjiro menunggu sementara itu dia masuk dan Tanjiro bisa melihat dia berbicara dengan seorang wanita berambut merah yang mengenakan pakaian yang sama dengan yang Eina gunakan.
Setelah beberapa saat Eina kembali mendekat kearah Tanjiro diikuti oleh wanita berambut merah yang diajak bicara sebelumnya.
"kamado-kun biar aku perkenalkan dia Rose Fannett salah satu staf di guild persekutuan, dia akan menjelaskan semuanya pada anda"
"salam kenal namaku Rose Fannett" jawab wanita berambut merah tersebut dengan nada tegas dan dingin.
Meskipun nadanya dingin Tanjiro tidak mempermasalahkannya sama sekali dia langsung membalas perkenalan wanita berambut merah di depannya "salam kenal Fannett-san namaku kamado Tanjiro, untuk kedepannya aku mohon bantuan anda" jawab Tanjiro dengan sedikit menundukan kepalanya.
Setelah memperkenalkan diri Tanjiro merasa bahwa wanita di depannya memperhatikan Tanjiro dari atas ke bawah.
"aku mengerti, aku juga mohon bantuannya" balasnya dengan nada dingin yang sama "ayo ikuti aku" pintanya sambil berjalan menjauh.
"iya" jawab Tanjiro.
"kalau begitu Tanjiro-kun sampai jumpa" tambah Eina pada Tanjiro.
"terima kasih Eina-san" setelah berpisah dengan Eina Tanjiro mengikuti rose masuk ke arah ruangan kecil tertutup yang berada di lobby guild persekutuan.
......................
Setelah memasuki ruangan tertutup di lobby guild persekutuan, Tanjiro dan rose duduk saling berhadapan.
"jadi apa yang ingin kau tanyakan?" jawabnya langsung ke point utama.
"sebenarnya aku berencana untuk masuk kedalam familia karena kudengar jika seseorang ingin memasuki dungeon mereka harus terlebih dahulu masuk kedalam familia"
"memang benar untuk memasuki dungeon kamu harus masuk dalam familia terlebih dahulu tetapi sebenarnya tanpa bergabung dalam familia anda juga bisa memasukinya atas izin guild persekutuan"
".."
"tetapi kebanyakan orang yang masuk kedalam dungeon rata rata tidak ada yang cukup gila untuk memasukinya tanpa bergabung dengan familia sebelumnya apa kau tahu mengapa?"
"tidak"
"itu karena memasuki dungeon tanpa diberikan 'berkah' dari dewa sama seperti orang bodoh yang bertarung dengan monster tanpa senjata apapun, orang itu akan mati karena terlalu lemah, dan meski memiliki berkah sekalipun masih banyak orang yang mati di dalam dungeon karena monster disana jumlahnya sangat banyak dan sangat kuat" jawabnya masih dengan nada dingin seolah olah menakuti tanjiro "jadi setelah mendengar itu apakah kau masih ingin menjadi seorang petualang" tanyanya sekali lagi.
Tanjiro saat ini sedang kebingungan, dia melihat gadis bertelinga anjing dengan rambut merah panjang dan mata emas dengan pupil hewan sedang menceramahi nya seolah dia ingin menakut-nakutinya.
Meskipun begitu Tanjiro tidak merasa sedikitpun perasaan kebencian pada dirinya atau cemoohan yang diberikan dari kata katanya, itu karena Tanjiro bisa mencium bau kekhawatiran yang memancar darinya pada Tanjiro.
Tanjiro tahu wanita di depannya ini ingin memperingati Tanjiro seberapa berbahayanya dungeon, rasanya seperti dia ingin Tanjiro menjauhi tempat yang dianggapnya berbahaya itu.
Dan tanpa sadar Tanjiro tersenyum karenanya 'dia mengkhawatirkan aku, meskipun kami baru bertemu...aku tahu dia pasti berbicara karena pengalaman, mungkin sepertinya memang benar bahwa dungeon adalah tempat yang berbahaya ' pikir Tanjiro dalam hatinya 'tetapi aku tidak bisa mundur, hanya tempat itu satu satunya petunjuk ku..aku hanya bisa terus maju'
"kau.." melihat Tanjiro yang tersenyum wanita itu terlihat marah namun kata kata Tanjiro setelahnya membuat dia terdiam.
"Fannett-san terima kasih karena telah mengkhawatirkan aku, tapi aku tidak bisa mundur" jawab Tanjiro dengan mata berapi-api "tujuanku mungkin berada disana, aku hanya bisa terus melangkah maju" jawab Tanjiro dengan serius
Mendengar perkataan Tanjiro, Rose terlihat terkejut karena keseriusan di matanya, setelah rose kembali tersadar dia hanya bisa menghela nafas dan mulai menjelaskan tentang apa itu Familia dan jenisnya lalu ada Dungeon dan para monster di dalamnya yang telah diketahui, beserta lantai yang dimiliki dungeon.
Percakapan Tanjiro dengan rose cukup panjang hingga matahari hampir tenggelam.
Melihat persekutuan sudah siap bubar Tanjiro menghentikan rose yang masih terus berbicara dan memperingati Tanjiro untuk berhati hati.
"Fannett-san maaf tapi sepertinya hari sudah menjelang malam aku rasa kita sudahi dulu sampai disini"
Fannet melihat sekitar dari celah ruangan dan melihat bahwa anggota guild persekutuan lain sudah bersiap siap pulang "hufff..kau benar Tanjiro, mari kita sudahi sampai disini"
"iya"
Setelah itu Tanjiro dan rose berjalan bersamaan keluar gedung persekutuan
"apa kau sudah memilih akan memasuki familia dewa mana" tanya rose pada Tanjiro saat berjalan keluar.
"aku belum tahu, setelah berbincang dengan anda aku bisa memiliki gambaran sebanyak apa familia yang berada di orario"
"aku mengerti, meskipun ada banyak familia diluar sana semuanya baik baik saja selama familia itu bukan ishtar familia"
"ishtar Familia?.. memangnya ada apa dengan familia itu?" tanya Tanjiro dengan polosnya.
Tanjiro melihat rose berhenti masih dengan nada dinginnya dia berkata "kau tidak perlu tahu"
"baik" Tanjiro tidak tahu mengapa tetapi dia merasa wanita itu akan marah jika dia tidak menurutinya.
"terima kasih Fannett-san, karena memberitahukan banyak hal padaku"
"tidak masalah aku hanya mengerjakannya tugasku" jawabnya masih dengan nada dingin yang tidak berubah.
Melihat itu Tanjiro hanya tersenyum dan melambaikan tangannya lalu pergi menjauh dari guild persekutuan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
☠zephir atrophos☠
gampang itu mah, ubah aja menjadi "kau/aku bertarung demi melindungi dirimu sendiri"
2023-01-23
1