Setelah mengalahkan goblin Tanjiro mencari monster lain dan menemukan monster berkepala anjing yang disebut kobold, sama seperti goblin para kobold yang dibunuh Tanjiro juga mengeluarkan batu sihir setelah mayat mereka menghilang.
Perburuan monster hari ini Tanjiro berhasil mendapat 16 batu sihir, setelah hari mulai gelap Tanjiro bersiap untuk kembali kedesa karena cukup berbahaya berada di hutan saat malam hari.
Meskipun Tanjiro cukup kuat tapi dia memilih untuk tetap berhati hati. sesampainya di desa Tanjiro langsung mandi menggunakan air yang diambil dari sungai saat perjalanan pulang berburu sebelumnya.
Tanjiro terus melakukan perburuan sampai pertengahan musim semi tiba, Tanjiro saat ini mulai mengemasi barang barang nya karena 2 hari kedepan Tanjiro akan pergi meninggalkan desa.
"besok aku akan berpamitan pada penduduk desa untuk pergi meskipun sangat mengecewakan untuk meninggalkan para warga desa yang lain, aku harus mencari jalan pulang" Tanjiro merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan penduduk desa lain karena Tanjiro sudah tinggal selama lima bulan di desa ini Tanjiro sudah sangat akrab dengan para penduduk desa lainnya.
Tetapi Tanjiro harus pergi untuk mencari petunjuk bagaimana cara untuk pulang. sebelumnya Tanjiro berpikir untuk berkeliling sambil bertanya dari tempat lain ke tempat lainnya, tapi caam-san dulu pernah berkata jika mungkin saja para kamigami yang tinggal di orario mungkin tahu apa yang terjadi padanya.
```
Beberapa bulan yang lalu.
Tanjiro menceritakan kisahnya pada caam-san dan caam-san mendengarkannya dengan serius dan mempercayainya.
"jadi hal seperti itu pernah terjadi padamu Tanjiro muda"
"benar" jawab Tanjiro
"kau pasti menjalani hidup yang berat Tanjiro muda, aku paham kau ingin cepat pulang ketempat keluargamu berada tapi aku benar benar minta maaf karena aku tidak tahu tentang tempat tinggalmu dan juga demon yang kau sebutkan dalam ceritamu"
"caam-san tidak perlu meminta maaf, aku juga cukup merasa aneh dengan tempat ini" sambil melihat kearah jendela Tanjiro melanjutkan "tempat ini benar benar berbeda dengan tempat yang aku tahu, terlebih ada beberapa manusia yang memiliki keunikan pada tubuh mereka"
"ahh maksudmu para ras lain selain manusia?"
"benar, beberapa penduduk yang tadi kami temui memiliki karakteristik binatang pada tubuh mereka"
"apa ditempat Tanjiro muda tidak ada ras lain selain manusia"
"tidak, aku belum pernah mendengarnya ataupun melihatnya, kecuali para demon tapi bau mereka sangat berbeda karena bau para demon seperti campuran bau busuk dan darah"
"jadi begitu pantas saja saat bertemu sila yang seorang chienthrope tadi kau terus melihat kearah telinganya" jawab caam-san pada Tanjiro yang terlihat meminta maaf karena tidak sopan melihat ke arah telinga sila sebelumnya
"Aku benar benar minta maaf soal itu" jawab Tanjiro karena malu sambil mengusap belakang kepalanya
"Hahaha tidak, aku yakin sila tidak merasa keberatan karena kau sudah minta maaf sebelumnya jadi Tanjiro soal tempat tinggalmu" memotong percakapan sebelumnya caam-san kembali melanjutkan pembahasan tentang tempat tinggal Tanjiro sebelumnya "aku mungkin tidak memiliki petunjuk apapun tentang tempat tinggalmu sebelumnya tapi mungkin saja para kamigami akan tahu"
"kamigami, maksud anda para kami-sama ? caam-san anda mengatakan seolah-olah mereka seperti bisa ditemui" tanya Tanjiro kebingungan
"hahahah sepertinya Tanjiro muda memang belum mengetahuinya ya?" jawab caam-san sambil tertawa ringan dan mulai menjelaskan pada Tanjiro "sebenarnya tidak ada yang tahu pasti kapan tepatnya dahulu kali para kami-sama turun kebumi…
................
Hari ini adalah salah satu hari yang penting untuk Tanjiro karena hari ini Tanjiro akan meninggalkan desa edas.
Setelah tinggal lebih dari 5 bulan di desa ini Tanjiro telah mengumpulkan beberapa ribu valis dan beberapa batu sihir yang akan dijual nantinya.
"batu sihir yosh, uang yosh, pakaian dalam ganti yosh" gumam Tanjiro sambil melihat perlengkapan yang akan dibawanya "semua yang diperlukan sudah kubawa sekarang aku tinggal berpamitan dengan caam-san dan Lina-san"
Tanjiro sudah berpamitan pada semua penduduk desa kemarin dan caam-san dan Lina-san tidak terkecuali. tetapi Tanjiro tetap memilih untuk pergi kesana untuk berpamitan kembali dengan mereka.
Keluar dari gubuk lamanya Tanjiro ingin bertemu dengan paman gilbert tapi dia sudah tidak ada.
'paman gilbert tidak, yah bukan berarti aku tidak akan kesini lagi jadi kupikir aku akan bertemu dengannya suatu hari nanti' pikir Tanjiro.
Sesampainya dirumah caam-san Tanjiro melihat banyak sekali warga desa ada didepannya.
"semuanya..kenapa?"
"hahaha pertanyaan apa itu Tanjiro, kau sudah seperti bagian keluarga dari desa ini, biarkan kami mengantar keberangkatanmu"
jawab paman gilbert yang ternyata berada disini
"itu benar Tanjiro kau itu sudah seperti keluarga disini"
"itu benar"
"ya benar sekali"
"Kakak Tanjiro"
Banyak sekali persetujuan dari para penduduk desa yang lain yang merasakan hal yang sama seperti paman gilbert, dari sini saja bisa terlihat seberapa penting dan perhatiannya mereka pada Tanjiro yang bisa dibilang hanya sebagai pendatang
"terima kasih semuanya" jawab Tanjiro sambil tersenyum dan meneteskan air mata karena kegembiraan diperhatikan oleh mereka.
"Tanjiro muda" tiba tiba terdengar suara yang sudah dikenalnya, suara ini adalah milik orang pertama yang dikenal Tanjiro di tempat yang tidak diketahui Tanjiro sama sekali ini.
Pemilik suara itu terlihat sudah tua dan berjalan bungkuk, tetapi saat ini wajahnya tersenyum tulus melihat langsung ke arah Tanjiro
"caam-san?" jawab Tanjiro tersedu sedu.
"Tanjiro meskipun kau baru tinggal disini tapi kau telah menjadi sosok yang penting bagi desa ini, sifatmu yang baik dan pekerja keras membuat kami mengagumi dirimu,"
'tidak aku, aku tidak sehebat itu' pikir Tanjiro tanpa mengucapkannya dan memilih untuk mendengarkan.
"oleh karena itu Tanjiro sebenarnya kami tidak ingin kau pergi. tapi kami tau kau punya tujuan yang harus kamu capai jadi kami hanya bisa mendoakan keberhasilanmu dari sini"
"terima kasih caam-san, semuanya, aku.. aku sangat merasa beruntung karena kalian semua mau mendoakan diriku" jawab Tanjiro sambil tersenyum karena merasa gembira diperhatikan dan disayangi para penduduk.
"Tanjiro kemarilah" minta caam-san untuk Tanjiro agar mendekat ke arahnya.
Mendengar permintaan caam-san Tanjiro berjalan mendekat ke arahnya "caam-san..in.ini" tanya Tanjiro melihat sebuah kain di kedua lengan caam-san yang diarahkan pada Tanjiro.
"Lina memperbaikinya untukmu" jawab caam-san.
Apa yang dipegang caam-san adalah haori motif kotak-kotak dengan warna hijau dan hitam. haori itu tidak lain adalah haori milik Tanjiro yang telah rusak sebelumnya.
Tapi sekarang haori itu telah menjadi seperti baru. meskipun ada beberapa jahitan baru, tapi itu tidak terlihat sama sekali.
"terima kasih caam-san, lina-san" jawab Tanjiro sambil memeluk haori kenangan miliknya.
"tidak masalah Tanjiro-kun" jawab Lina dan caam-san yang tersenyum.
Setelah menggunakan haorinya Tanjiro pergi keluar desa sambil saling melambai dengan penduduk lain.
"semuanya sampai jumpa"
"oh..jaga dirimu Tanjiro"
"jangan lupa makan yang banyak nak"
"Kakak Tanjiro sampai jumpa"
Kepergian Tanjiro pun berakhir dengan baik tanpa ada masalah.
"jangan menangis" Tegur caam pada penduduk yang lain yang terlihat hampir menangis "jika kita menangis itu akan membuat Tanjiro muda merasa bersalah"
Dan semua penduduk akhirnya menahan rasa sedih mereka dan mengantarkan kepergian Tanjiro dengan senyuman diwajah mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments