Setelah akhirnya mengantri cukup lama giliran caravan kami yang akan masuk, aku dibantu oleh simon-san untuk mendaftarkan diri.
"AKU ADALAH GANESHA" teriak seorang pria tinggi dan kekar terus menerus di dekat gerbang.
Simon mengatakan dia adalah seorang dewa dari Ganesha familia, tanjirou awalnya tidak merasakan aura yang luar biasa darinya tetapi tanjirou bisa merasakan kharisma yang terpancar darinya sama seperti milik oyakata-sama.
'sungguh perasaan yang unik kharisma yang dimiliki Ganesha -sama hampir mirip dengan rasa tenang yang diberikan oyakata-sama hanya saja sepertinya Ganesha-sama jauh lebih ceria' pikir tanjirou.
Melihat tanjirou yang menatap Ganesha, ternyata Ganesha menyadarinya dan menengok kearah tanjirou sambil tersenyum dan memberikan jempol padanya.
"ahh.." tanjirou membalasnya dengan senyuman dan melambai. sampai suara lain muncul di depannya.
"permisi"
"baik.." jawab tanjirou
"apa ini pertama kalinya kamu datang ke orario" tanya salah satu pria yang mengenakan topeng kepala gajah di setengah wajahnya.
"baik.. ini pertama kalinya saya datang ketempat ini"
"kalau begitu tolong tulis nama, umur dan dari mana anda berasal" kata pria bertopeng gajah itu sambil memberikan kertas dan alat tulis pada tanjirou.
"aku mengerti" jawab tanjirou sambil menerima dokumen pendaftaran.
Tanjirou sudah belajar dari lina-san dan caam-san tentang membaca dan menulis jadi tanjirou bisa menuliskan namanya dengan bahasa dan penulisan yang baru.
"Kamado Tanjirou"
"16 tahun"
"dari desa edas. hmmm?"
"desa edas ada di bawah jurang dekat pegunungan beol" jawab tanjirou melihat kebingungan dari pria bertopeng itu
"oh jadi disana...aku mengerti kalau begitu silahkan masuk dan juga selamat datang di orario" setelah mengetahui itu pria itu mempersilahkan tanjirou masuk dan memberikan salam selamat datang sambil membuka lengannya lebar-lebar.
"terima kasih banyak" tanjirou belum beranjak dan ingin menanyakan sesuatu pada dewa Ganesha jadi dia berjalan perlahan pada sosok pria kekar di depannya
"AKU ADALAH GANESHA" dan pria kekar itu masih saja berteriak terus menerus.
"anoo, permisi"
"hmm..ada yang bisa kubantu wahai anak manusia (hito no ko yo)"
"apakah anda dewa Ganesha"
"itu benar sekali, AKU ADALAH GANESHA.. jadi ada apa gerangan"
"jadi seperti ini Ganesha-sama aku ingin meminjam pengetahuan anda dan menanyakan apakah anda mengetahui letak gunung kumotori,atau gunung sagiri.." tanjirou mulai menjelaskan tempat tempat yang Tanjirou ketahui di tempat asalnya pada dewa Ganesha.
"hmmm.."melipat tangannya di dada dewa Ganesha terlihat seperti berpikir tetapi setelah beberapa saat di menggelengkan kepalanya "maafkan aku wahai anak manusia (hito no ko yo) aku tidak tahu tempat-tempat yang kau sebutkan barusan"
"tidak .. anda tidak perlu minta maaf, dan juga terima kasih banyak karena mau menjawab pertanyaan yang saya berikan" jawab tanjirou sambil menundukkan kepalanya.
"hahahaha... tidak masalah karena AKU ADALAH GANESHA" jawab dewa Ganesha dengan riang.
"ehm" tanjirou tersenyum melihat semangat yang besar dari dewa Ganesha 'aku jadi teringat dengan inosuke, inosuke, nezuko, zenitsu apa kalian baik baik saja'
Melihat senyum ramah kerinduan Dimata tanjirou dewa Ganesha tersenyum dan mengatakan sesuatu pada tanjirou "wahai anak manusia (hito no ko yo) tempat tempat yang kau sebutkan tadi sepertinya seperti nama nama kota yang berada di timur jauh, saat kau memasuki orario cobalah mencari temanku sesama dewa bernama takemikazuchi mungkin saja dia akan mengetahuinya"
"takemikazuchi-sama, .. aku mengerti sekali lagi terimakasih banyak Ganesha-sama"
"hahahaha.. tidak masalah tidak masalah"
Setelah mendapat informasi tanjirou berpamitan dengan Ganesha "kalau begitu aku permisi Ganesha-sama"
"emu..." jawab dewa Ganesha sambil mengangguk "wahai anak manusia jika kau tidak punya tempat datanglah padaku"
"terima kasih Ganesha-sama, sampai jumpa" jawab tanjirou sambil tersenyum lebar dan melambai pada dewa Ganesha dan berlari menjauh memasuki orario.
"sungguh anak yang menarik" gumam Ganesha.
"Ganesha-sama yang barusan" tanya seseorang dari anggota dewa Ganesha pada dewanya.
"bukan apa-apa, aku hanya baru saja bertemu dengan anak yang menarik" Jawab Ganesha sambil tersenyum lalu kembali menjadi seperti biasa "AKU ADALAH GANESHA"
"ohhh" pemuda yang bertanya itu hanya bisa diam dan melihat sosok pemuda yang baru saja mengajak bicara dewanya.
................
Saat memasuki kota orario lagi lagi terkejut dengan apa yang ada didalamnya "tinggi, bangunan di tempat ini sangat tinggi" gumam Tanjiro sambil melihat sekitar, Tanjiro juga melihat bangunan terlihat memiliki desain dan bentuk yang berbeda dari tempat yang pernah dikunjunginya dulu.
Di Kanan dan kiri banyak pedang buah, daging , sayur , perabotan, bahkan senjata dan aksesori serta hal hal lain yang Tanjiro belum pernah lihat.
Tanjiro terus memutar tubuhnya untuk melihat lihat, ditempat itu juga memiliki banyak sekali orang yang berlalu lalang, bukan hanya manusia ras , seperti elf yang diceritakan caam-san juga terlihat ada juga ras ras lain yang hanya pernah didengar Tanjiro dari caam-san.
"luar biasa" gumam Tanjiro karena merasa takjub dengan pemandangan sekitar.
"luar biasa bukan" tambah anggota caravan sekaligus anggota dari Bheara familia seorang wanita bernama Roxy "sebenarnya aku sudah dua kali ke orario aku juga masih takjub dengan tempat ini" Roxy adalah seorang pemain tombak dia mengenakan armor besok ditempat tempat seperti di lengan dan dadanya.
"benar, Roxy-san tempat ini sungguh tempat yang menarik"
"kau tau Tanjiro, masih ada banyak tempat yang menarik lagi di sini" lanjut Roxy ingin memberi tahu Tanjiro ada tempat yang menjadi ikon dari orario.
"ehh.. apa itu Roxy san"
"Hem Hem, dengar dan terkejutnya tempat itu adalah-" sebelum Roxy menyelesaikan perkataannya dia sudah disela oleh Simon yang mendengar percakapan kami berdua.
"Menara Babel dan Dungeon" jawab Simon memotong perkataan Roxy.
"TUNGGU DULU SIMON, AKU YANG INGIN MENGATAKANNYA" teriak Roxy sambil cemberut karena tidak senang.
".." Tanjiro hanya bisa tersenyum sambil melihat kearah pertengkaran itu seperti itu, karena Tanjiro tahu mereka tidak serius bertengkar jadi tidak perlu melerainya.
"maaf..maaf" jawab Simon meminta maaf pada Roxy "jadi Tanjiro apa kau sudah tahu tentang menara Babel dan Dungeon" tanya Simon berbalik ke arah Tanjiro.
"hmmm jika Dungeon kepala desa di tempatku tinggal sementara sebelumnya dia pernah menceritakannya, tetapi untuk menara Babel aku tidak tahu Simon-san"
"Jadi begitu" sambil mengobrol kami tiba di lapangan terbuka lalu Simon menunjuk ke arah tertentu hingga membuat Tanjiro melebarkan matanya " itu adalah menara-"
"itu adalah menara Babel" potong Roxy dan mereka pun saling bertengkar karena hal kecil kembali.
Tanjiro tidak memperhatikan mereka karena merasa takjub dengan menara besar yang dilihatnya 'tinggi dan besar' hanya itu yang bisa digambarkan, menara itu adalah bangunan terbesar dan tertinggi dari bangunan yang pernah Tanjiro lihat seumur hidupnya ' menara itu benar benar tinggi, jika saja inosuke ada disini aku yakin dia akan sangat bersemangat, aku juga ingin menunjukkan ini pada nezuko' pikir Tanjiro sambil mengingat adik dan teman seperjuangan nya.
"luar biasa bukan Tanjiro" suara Simon dari belakang membangukan lamunan Tanjiro.
"benar sekali simon-san itu adalah bangunan terbesar yang pernah aku lihat" jawab Tanjiro sambil melihat kembali menara Babel "bangunan itu bahkan mencapai awan.. karena itu bangunan apa ada yang tinggal diatas"
"hmm..aku tidak begitu tahu tapi dari yang aku dengar bagian atas dari menara Babel ditinggali oleh seorang Dewi kecantikan Freya"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments