Tanjiro tahu bahwa terkadang manusia akan menjadi cukup kejam saat mereka dikuasai oleh keserakahan mereka jadi Tanjiro juga akan bersikap tegas pada mereka.
Tanjiro melakukan pernafasan konsentrasi penuh untuk memperkuat tubuhnya.
Zen Shuchu no Kokyu ( Pernafasan Konsentrasi Penuh).
Shhhhhh....
Dengan satu tarikan nafas panjang Tanjiro memasang kuda-kuda dengan menekuk tubuhnya dan memiringkannya ke samping sambil menghindari serangan belati, Tanjiro juga sudah memposisikan lengannya untuk menyerang jadi saat pisau meleset Tanjiro langsung memukul dagu lawan dengan lengan kirinya dan karena musuh terkena syok sesaat Tanjiro tidak berhenti dan langsung melakukan gerakan kedua dengan memukul dada musuhnya dengan telapak tangannya.
Dukkkk.
ughhh... orang itu mengeluarkan cairan dari mulutnya karena serangan Tanjiro, karena belum lumpuh Tanjiro melihat musuhnya sedikit membungkuk jadi Tanjiro melakukan tendangan berputar dan mengenai wajah pria kurus itu hingga tersungkur ke samping.
Tanjiro tidak lengah sama sekali serangan barusan hanya dilakukan dalam waktu 1 detik dan pria kurus itu tidak bisa merespon sama sekali.
kedua temannya yang lain berhasil menyusul dan mendekat dengan Tanjiro tetapi Tanjiro sudah siap dan menjaga jarak.
Pria berjanggut pemegang palu dan pria kekar dengan senjata pedang mendekat secara bersamaan jadi Tanjiro terus menghindar dengan tipis terus menerus.
'mereka memiliki banyak sekali gerakan yang sia-sia tapi kekuatan mereka terlihat cukup mampu' pikir Tanjiro saat memperhatikan dampak serangan mereka.
Tanjiro terus mengelak dengan jarak tipis hingga melihat sebuah celah yang dibuat keduanya.
'kupikir sekarang waktunya' saat Tanjiro melihat kesempatan dia mengelak pemegang palu yang memukul kearah bawah dan menggunakan palu yang terjatuh ke bawah sebagai pijakan untuk melompat ke kepala pria berjanggut itu, tanpa sadar pria berjanggut secara reflek menutup wajah dan matanya tetapi yang Tanjiro incar bukan dia karena Tanjiro hanya menggunakan kepalanya sebagai pijakan lain dan melompat ke arah pria berpedang yang terkejut.
Pria itu bahkan tidak bisa merespon karena dia pikir Tanjiro akan menyerang rekannya jadi dia hanya bersiap untuk menyerang Tanjiro saat dia jatuh setelah melakukan tendangan pada wajah rekannya, tetapi sepertinya orang itu tidak sadar bahwa target Tanjiro sebenarnya adalah dirinya.
Memposisikan pedangnya dengan tergesa gesa kearah Tanjiro tetapi itu semua terlambat karena Tanjiro sudah memegang wajahnya sambil masih diudara dan langsung menggunakan berat tubuhnya untuk membanting tubuh pria kekar itu kebelakang.
Hyattt.. dukkkk suara keras kepala terbentur cukup terdengar keras di gang itu.
Setelah Tanjiro berbalik kebelakang dan melihat lurus ke arah pria janggut karena hanya dia satu satunya yang tersisa.
"sebaiknya kamu pergi saja dan bawa teman temanmu yang lain" tegur Tanjiro.
"tidak mungkin.." jawabnya terkejut.
"..."
"Roland sudah level 2 tidak mungkin dia kalah semudah itu.. kau .. kau level berapa"
"aku tidak tahu apa yang kau katakan, tapi jika kamu bicara soal level aku tidak tahu karena aku belum mendapatkan 'berkah' dari dewa manapun" jawab Tanjiro.
"TIDAK MUNGKIN...meskipun kami baru level 1 tapi statistik kami sudah cukup berkembang dan juga Roland baru saja menjadi naik level...TIDAK MUNGKIN KAMI KALAH DARI BOCAH YANG BELUM DIBERIKAN BERKAH DEWA" wajahnya semakin berkeringat tidak percaya "KAU PASTI BERBOHONG"
'sepertinya aku melukai kepercayaan dirinya' pikir Tanjiro melihat seberapa kesalnya dia pada kenyataan bahwa dia baru saja dikalahkan oleh seseorang yang belum diberikan berkah dewa.
"AHHHHHHH... INI PASTI BOHONG" dengan teriakan terakhir pria itu menyerang bersama dengan palu besarnya kearah Tanjiro dengan membabi-buta.
Melihat serangan penuh titik lemah seperti itu, saat dia mengayunkan palunya diatas kepala Tanjiro dan gagal mengenainya Tanjiro dengan mudah melakukan tendangan samping dengan kaki kiri sebagai poros putaran dan kedua tangan dilantai sebagai penahan dan dorongan ke arah dagu pria berjanggut itu hingga dia terhuyung-huyung kebelakang.
'sudah kuduga daya tahan orang ini cukup kuat' pikir Tanjiro karena biasanya orang lain akan pingsan karena tendangannya.
Tanpa menunggu lebih lama Tanjiro melangkah masuk ke belakang pria berjanggut dan melakukan chop di belakang lehernya hingga dia pingsan.
"jadi seperti ini kekuatan dari para petualang" gumam Tanjiro, setelah Tanjiro merasa bersalah terlebih pada pria kekar yang mengenakan pedang sebelumnya, karena dia harus memukul kepala belakangnya cukup keras kejalan hingga hancur, menurut pria berjenggot pria bernama roland ini sudah mencapai level dua karena pria kurus tadi memanggilnya dengan nama Roland jadi seharusnya memang dia yang disebut sudah mencapai level 2.
"pantas saja aku merasa perasaan sedikit berbahaya darinya, jadi itu sebabnya" gumam Tanjiro, karena takut membangunkan mereka dan memulai pertarungan kembali Tanjiro memilih untuk pergi dan meninggalkan mereka tergeletak disana.
'maaf tapi aku tidak ingin menimbulkan masalah lebih, jadi semoga beruntung' pikir Tanjiro.
................
Roland adalah petualang yang berasal dari Soma familia di kota orario, dia baru saja naik level setelah bertahun tahun lamanya bekerja sebagai petualang, sama seperti anggota soma familia lainnya Roland sudah mencicipi minuman keras buatan dewa soma, dan sampai saat ini dia sudah kecanduan dan tergila-gila karenanya.
Setelah menjadi level 2 Roland mulai membuat party dengan 3 orang dari familia yang sama dengannya.
Saat ini Roland bersama dengan Max dan Belo pergi ke guild menukar batu ajaib dengan uang yang didapatkan dari perburuan di Dungeon sebelumnya.
Roland menunggu di bangku lobby guild persekutuan bersama dengan Marc sedangkan Belo pergi mengantri untuk menukarkan batu ajaib di bursa.
Setelah menunggu beberapa saat Belo kembali membawa kantong berisi uang, melihat itu Roland berteriak menegurnya.
"Belo, berapa yang kita dapat"
"Roland kita dapat 22.000 valis"
"APA HANYA 22.000 VALIS" teriak Roland karena kesal "kita pergi ke dungeon seharian hanya mendapat 22.000" lanjutnya sambil menarik kerah belo.
"ughh" belo hanya bisa meringis dan tidak bisa melawan karena takut dijadikan samsak tinju saat Roland marah.
"sial" keluh sedangkan Marc yang masih duduk di bangku lobby guild.
"sial jika hanya segini kita tidak akan bisa membeli minuman keras dewa soma" sekali lagi Roland mengeluh karena kekurangan uang untuk membeli minuman keras.
Minuman keras buatan dewa Soma dari soma familia adalah minuman keras terbaik yang ada di orario.
Banyak sekali yang tergila-gila olehnya dan Roland bersama Marc juga Belo sama seperti yang lainnya juga tergila-gila untuk bisa meminum minuman keras buatan dewa soma.
Minuman Soma familia biasa dijual di toko toko dan harganya cukup mahal tetapi yang dijual ditoko bukanlah minuman keras yang diinginkan Roland, karena minuman keras yang dijual di toko lain hanyalah minuman keras yang bisa dibilang produk gagal tetapi meskipun begitu rasanya masih menjadi yang terbaik di orario.
Sedangkan minuman keras yang Roland coba dan ingin dibeli adalah minuman keras dari produk yang berhasil dibuat oleh dewa soma. tidak mudah untuk membelinya bahkan untuk sesama familia Soma, terlebih harganya sangat mahal dan hanya dijual oleh ketua atau kapten dari soma familia gandharva, Zanis Lustra.
Kapten soma familia menjualnya dengan harga selangit sehingga membuat para anggota familia dan orang orang yang telah kecanduan minuman keras tersebut selalu setengah mati mencari uang untuk membelinya.
"soal itu Roland aku dapat kabar baik kamu mau dengar?" meskipun saat ini kerahnya ditarik Belo mengatakan dia mendapatkan informasi yang menguntungkan sambil tersenyum jahat.
"Kabar baik, kabar baik apa?" jawab Roland melepaskan belo untuk berbicara.
"sebenarnya aku mendengar resepsionis guild membawa seseorang untuk menukar uangnya dari bursa dan kulihat jumlahnya hampir mendekati 100.000 valis."
"Hohh.." gumam Marc mendengar perkataan Bello.
"kau serius Bello, apa kau menyuruh kita untuk mencurinya kau ingin terjadi perang antar familia?" tanya marc sedikit kesal sambil duduk.
"dengar dulu Roland, Marc.. sebenarnya aku mendengar bocah itu belum memasuki familia apapun dan batu ajaib yang ditukarkan adalah tabungannya selama ini saat membunuh monster di tempatnya"
"Hohh.. itu sebuah berita bagus.. apa dia kuat?" tanya Roland dengan nada tertarik.
"aku yakin kita bisa menang" jawab bello
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
𝐒𝐀𝐑𝐈•♬•♫•
lanjut Thor
semangat
2023-01-12
1