Volume 01, Chapter 07.

Didalam caravan Tanjiro terus ditanya oleh mereka dan Simon tidak lagi membantunya menghentikan mereka bertanya pada Tanjiro.

"Tanjiro dari familia mana kamu berasal"

"benar aku juga ingin tahu" tanya yang lainnya.

"familia, aku tidak tahu apa itu familia apakah itu adalah suatu organisasi yang dibuat oleh kami-sama?" tanya Tanjiro

"ya betul Tanjiro, kamu dari familia mana?"

"kau sudah level berapa Tanjiro?"

Tanjiro sedikit tahu soal familia karena caam -san pernah bercerita kepadanya tentang sebuah organisasi yang dibuat oleh banyak kami-sam yang disebut familia, dan untuk memasuki familia mereka akan melakukan sebuah ritual yang mana akan membuat pihak kedua akan mendapatkan sebuah falna dari dewa yang mereka kontrak.

"aku bukan dari familia manapun dan aku bahkan tidak tahu apa itu level"jawab Tanjiro, melihat ketidak percayaan mereka Tanjiro melanjutkan "benar aku tidak berbohong, aku bahkan belum pernah bertemu dengan para dewa dan dewa" lanjut Tanjiro.

"..." yang lainnya hanya terdiam sampai terdengar sebuah teriakan dari sudut

"TIDAK MUNGKIN"teriakan tersebut keluar dari seorang pria yang masih memiliki noda darah di pakaian dan wajahnya.

"ahh .. kamu yang tadi, apa kamu baik baik saja, apa kau terluka" tanya Tanjiro dengan lembut tanpa terpengaruh dengan tatapan tajam yang diarahkan pria itu pada Tanjiro.

"JANGAN MENGELAK.. KAU PASTI BERBOHONG MENGATAKAN TIDAK MEMILIKI FALNA DARI DEWA" lanjut nya dengan teriakan lain" TIDAK MUNGKIN KAU BISA SEHEBAT ITU TANPA DIBERIKAN FALNA OLEH DEWA"

"..."

"AKU YAKIN-"

"Sudah cukup" tegur Simon yang terlihat kesal "untuk seorang benalu kau cukup kasar bukan" lanjutnya dengan sedikit jengkel

"tembok orario sudah terlihat turun dari caravan ini dan pergilah sendiri"

"simon-san" Tanjiro sedikit khawatir karena pertengkaran ini, Tanjiro merasa pertengkaran ini terjadi karena dirinya jadi dia ingin menenangkan Simon.

"tidak perlu Tanjiro, aku tau kau orang yang baik dan ingin menengahi tapi kali ini dia sudah lama kelewatan" jawab Simon sambil mendekat kearah Raymond

hiiiii... Desis Reymond karena ketakutan saat Simon berdiri tepat di depannya sambil terlihat mengintimidasi.

"awalnya aku ingin merekrutmu karena kepercayaan dirimu tapi setelah melihat kelakuanmu aku sudah tidak tertarik padamu"  seru Simon sambil menunjukan jarinya ke arah Reymond "jadi sekarang turun dari caravan ini dan jangan pernah muncul di wajahku sekali lagi"

hiiiiiiiii

mengambil barangnya Raymond takut karena intimidasi Simon dan berlari turun ke arah tembok besar yang dikatakan Simon sebagai tembok milik kota orario.

"Simon-san, kupikir bertengkar bukanlah hal yang baik" ujar Tanjiro.

"hahahaha.. kau benar benar orang yang baik Tanjiro, aku suka sifatmu tapi jika kau ingin datang atau tinggal di kota orario kau juga harus tau tidak semua orang sebaik itu" jawab Simon menasehati Tanjiro "diluar sana banyak sekali orang orang yang berpikir licik jadi kau harus berhati hati Tanjiro"

"Simon-san, baiklah aku mengerti" jawab Tanjiro, sebenarnya Tanjiro juga tahu akan hal itu, Tanjiro juga akan menjadi orang yang tegas saat diperlukan hanya saja Tanjiro memiliki kebiasaan menyalahkan dirinya sendiri apabila orang lain terluka karenanya.

"ngomong ngomong Tanjiro apa kau tertarik untuk bergabung dengan Bheara familia?"

"benar Tanjiro bergabunglah dengan kami"

"itu benar" banyak sekali persetujuan dari mereka untuk mengajak Tanjiro bergabung dengan familia Bheara.

"aku sangat berterima kasih dengan ajakan kalian, tapi maaf ada hal lain yang harus aku lakukan dan aku belum bisa memutuskan apapun sampai tujuanku tercapai"

"jadi begitu ya, sungguh disayangkan tapi ini keputusanmu aku tidak akan memaksa" jawab Simon.

"terima kasih Simon-san"

................

"Tanjiro kita sudah sampai, tapi sepertinya kita harus mengantri" kata Simon memberitahu Tanjiro, tetapi disisi lain Tanjiro sedang kebingungan dengan tembok di depannya.

Ditempat asal Tanjiro tidak ada orang yang akan membangun tembok setinggi itu jadi Tanjiro cukup terkesan dengan apa yang baru dilihatnya saat ini.

"luar biasa bukan Tanjiro" tegur Simon pada Tanjiro yang masing melihat ke arah tembok

"benar, ini sungguh luar biasa simon-san"

"tunggu sampai kau masuk kedalam, karena didalam jauh lebih luar biasa"

"aku mengerti" jawab Tanjiro sedikit bersemangat dengan hal baru.

'kira kira seperti apa bagian dalam Orario' pikir Tanjiro sambil membayangkan apakah kota orario terlihat sama seperti kota yang dikenal Tanjiro.

Sebelum memasuki orario kami harus mengantri cukup panjang, dari dalam antrian Tanjiro bisa melihat banyak ras berkumpul, tentu saja Tanjiro sudah belajar dari caam-san tentang para ras lain selain manusia jadi Tanjiro sudah tidak terkejut lagi tidak seperti dulu.

Semakin Tanjiro mengenal mereka Tanjiro telah menganggap mereka sama sepertinya hanya saja mereka memiliki keunikan yang mengagumkan bagi Tanjiro.

Tapi mungkin ada beberapa bagian yang membuat Tanjiro masih belum terbiasa dengan budaya ditempat ini dan itu adalah pakaian wanita yang mereka kenakan terlihat lebih terbuka dan memperlihatkan banyak kulit.

Mencoba terbiasa dengan itu Tanjiro melihat kearah sekeliling dan matanya tertuju pada penjaga gerbang yang mengenakan topeng di wajahnya.

"mereka dari Ganesha familia" jawab Simon saat melihat Tanjiro melihat kearah para penjaga gerbang.

"Ganesha familia?" 

"ya.. dewa mereka adalah Ganesha, mereka adalah salah satu familia besar tetapi mereka lebih terkenal karena banyak anggota mereka yang dapat menjinakkan monster. dan juga dari apa yang kudengar mereka memiliki sebelas orang level 5" jawab Simon menjelaskan seperti apa Ganesha familia pada Tanjiro.

Tanjiro tidak mengetahui dewa bernama Ganesha dan Tanjiro juga belum mengetahui sekuat apa seseorang yang berlevel 5 tapi jika mendengar apa yang dikatakan Simon sepertinya seseorang yang telah mencapai level 5 adalah orang orang yang luar biasa.

"Simon-san anda terus mengatakan level, sebenarnya apa itu level?" tanya Tanjiro bingung, meskipun Tanjiro banyak diberikan informasi oleh caam-san tapi untuk level sepertinya caam-san belum memberitahunya.

"hmm, bagaimana ya aku harus menjelaskannya pada intinya level seorang petualang akan menentukan peringkat petualang semakin tinggi level mereka maka semakin kuat mereka, sebelum bisa menaikan level mereka akan diberikan falna oleh para dewa dan harus membunuh monster untuk mengumpulkan excalia yang besar" jawab Simon menjelaskan "sebenarnya aku juga tidak tahu banyak aku juga baru saja naik ke level 2 aku masih belum sekuat itu, oleh karena itu dari sudut pandang ku Tanjiro kau adalah orang yang hebat meskipun tanpa memperoleh berkat dari dewa tapi kau sudah memiliki kemampuan seperti itu"

"tidak aku tidak sehebat yang Simon-san pikirkan, tapi terima kasih simon-san"

"hahahaha... kau benar benar anak yang baik Tanjiro kau bahkan tidak suka menyombongkan kemampuanmu, jadi familia mana yang akan kamu akan bergabung?" tanya simon-san.

"ah .aku tidak yakin.."

"..."

"sebenarnya simon-san aku ingin mencari informasi tentang kampung halamanku" Tanjiro menjelaskan bahwa dia berasal dari tempat yang jauh dan dia saat ini tersesat tidak tahu arah pulang jadi dia ingin bertanya pada para dewa yang terkenal memiliki banyak kebijaksanaan dan pengetahuan karena mungkin saja mereka akan tahu tempat yang saat ini Tanjiro cari.

"jadi seperti itu ya, aku juga tidak tahu tempat yang kau sebutkan tadi, tapi saat aku kembali ke negaraku aku akan mencoba untuk bertanya pada yang lainnya, dan mungkin saja dewa dari familia ku Bheara-sama akan mengetahuinya"

"terima kasih banyak simon-san, mohon bantuannya"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!