Volume 01, Chapter 16.

Didepan dewa takemikazuchi, ouka, chigusa dan mikoto, Tanjiro bercerita awal mulai dia menjadi pembunuh iblis dimana dia berlatih dengan gurunya urokodaki sakonji dan juga Tanjiro bercerita tentang adiknya nezuko dimana adiknyalah alasan mengapa Tanjiro menjadi seorang pemburu Iblis.

Tanjiro juga bercerita tentang teman baiknya zenitsu dan inosuke beserta para hashira dan juga orang yang dihormatinya oyakata-sama atau ubuyashiki kagaya.

Dewa takemikazuchi dan yang lainnya hanya bisa diam dan mendengarkan Tanjiro bahkan chigusa dan mikoto sudah menangis sementara Ouka juga terlihat sedih.

Cerita Tanjiro akhirnya mencapai klimaksnya dimana dia bercerita tentang dia dan para korp pembunuh iblis bertarung dengan Kibutsuji Muzan,

Tanjiro juga bercerita tentang ingatan terakhirnya dimana dia menahan Muzan di tembok untuk menunggu matahari terbit, tetapi Muzan tiba tiba berubah menjadi monster bayi raksasa dan mencoba kabur tetapi para korps pembunuh iblis yang lain berhasil menghentikannya hingga dia terbakar menjadi abu.

Setelah itu Tanjiro mulai merasa tubuhnya menjadi dingin dan rasa sakit yang ditahan sebelumnya perlahan menghilang dan digantikan oleh rasa kantuk hingga matanya menjadi gelap dan akhirnya terbangun di sebuah desa dekat kota orario.

"iblis...mereka semua adalah monster , terutama Kibutsuji Muzan dia tidak bisa dimaafkan" jawab tegas mikoto, sedangkan chigusa mengangguk setuju.

"iblis, aku tidak pernah mendengar mereka Tanjiro apa kau serius tentang mereka" tanya ouka, meskipun dia terbawa oleh cerita Tanjiro tetapi dia ingin memastikan kembali kebenaran cerita yang diceritakan oleh Tanjiro.

"ouka-dono? apa maksud anda kamado-dono berbohong" tanya mikoto pada ouka.

"aku tidak tahu, hanya saja aku belum pernah mendengar tentang para iblis seperti yang dia ceritakan" lanjut ouka, sementara itu Tanjiro hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun karena mungkin saja bagi mereka ceritanya memang terasa tidak meyakinkan.

"dia tidak berbohong" jawab dewa takemikazuchi, saat dewa takemikazuchi berbicara semua orang melirik ke arahnya yang saat ini sedang menyilangkan tangannya di dada sambil menutup matanya.

"takemikazuchi-sama?" jawab ouka.

"dewa bisa merasakan kebohongan dan aku tidak merasakan kebohongan apapun dari kata katanya" lanjut takemikazuchi membenarkan cerita Tanjiro dan menganggap bahwa cerita yang diceritakan Tanjiro sebelumnya bukanlah sebuah kebohongan.

"Tanjiro jika apa yang kau katakan itu memang benar maka mungkin akan sangat sulit untuk mencari jalan pulang untukmu" lagi lagi takemikazuchi berbicara dengan nada serius kali ini "kau telah mati dan tanpa alasan telah ditransfer ke tempat atau mungkin dimensi yang berbeda. aku mempercayai teori dimensi atau dunia yang berbeda karena sebelumnya aku berada di dunia atas sebelum akhirnya aku turun ke gekai (dunia manusia) tapi untuk dimensi yang kau ceritakan aku masih belum mendengar atau mengetahuinya" tambah dewa takemikazuchi.

"jadi begitu" jawab Tanjiro semakin murung.

"Tanjiro sekali lagi aku meminta maaf belum bisa membantumu, tetapi nanti malam aku akan pergi ke acara yang diselenggarakan oleh dewa Ganesha di kediamannya" lanjut dewa takemikazuchi sambil berdiri dan menyemangati Tanjiro "aku akan menanyakan pada beberapa dewa lain kenalanku, karena mungkin saja mereka akan tahu sesuatu"

"terima kasih banyak takemikazuchi-sama" jawab Tanjiro sedikit lega mendengar perkataan dewa takemikazuchi yang mau membantunya.

"tapi Tanjiro, tolong untuk tidak terlalu berharap karena aku tidak bisa menjanjikan kabar baik untukmu" tambah dewa takemikazuchi mengingatkan Tanjiro untuk tidak terlalu berharap lebih untuk mendapatkan jalan pulang kembali karena kemungkinan Tanjiro tidak bisa kembali sangatlah besar.

................

Setelah mengobrol dengan dewa takemikazuchi dan yang lainnya, Tanjiro merasa sudah waktunya dia pergi jadi dia berpamitan dengan mereka.

"kalau begitu takemikazuchi-sama, ouka-san, mikoto-san, hitachi-san, aku pamit pergi dulu" Tanjiro sangat berterimakasih pada mereka karena mau mendengarkan ceritanya bahkan mereka juga mau membantu nya "sekali lagi terima kasih atas bantuannya" lanjut Tanjiro sambil menundukkan kepalanya.

"tidak masalah Tanjiro, itu bukanlah masalah besar buatku" jawab dewa takemikazuchi dengan tenang tanpa merasa terganggu sedikitpun.

"benar sekali kamado-dono, jika anda butuh sesuatu datanglah kemari lagi" Jawab Mikoto dengan bersemangat dan dijawab juga dengan anggukan dari chigusa yang berada disampingnya.

"Tanjiro, aku minta maaf karena meragukanmu sebelumnya" disini ouka meminta maaf karena sebelumnya dia tidak mempercayainya.

Tetapi sebenarnya Tanjiro memang dari awal tidak mempermasalahkan nya sama sekali."tidak apa apa ouka-san ngomong ngomong aku belum memperkenalkan diriku padamu namaku adalah kamado Tanjiro, aku mohon bantuannya" jawab Tanjiro sambil merentangkan tangannya meminta untuk saling menjabat tangan.

"ehm" mendengar itu ouka tersenyum dan juga dia merentangkan lengan kanannya untuk balas menjabat tangan Tanjiro "namaku adalah kashima ouka, aku menjabat sebagai kapten dari takemikazuchi familia ini, aku juga mohon bantuannya Tanjiro"

"apakah tidak masalah bagiku memanggilmu Tanjiro" tanya ouka pada Tanjiro karena ouka ingin memanggilnya dengan namanya bukan nama keluarganya.

"tentu saja kashima-san.... tidak maksudku ouka-san"

Mereka saling berjabat tangan sambil tersenyum sampai Mikoto dan Chigusa juga meminta Tanjiro untuk memanggil nama depan mereka juga bukan nama keluarga mereka.

"aku mengerti chigusa-san, mikoto-san" jawab Tanjiro mematuhi keinginan mereka.

"kalau begitu aku permisi takemikazuchi-sama, besok aku akan kembali lagi"

"aku mengerti Tanjiro kalau begitu berhati hati lah saat pulang Tanjiro"

"iya, ittekimasu"

"itterasshai"

"ITTERASSHAI, Tanjiro-DONO" teriak Mikoto pada Tanjiro yang sudah berjalan jauh, mendengar salam perpisahan mereka Tanjiro melambai tangan sambil berjalan menjauh dari takemikazuchi familia.

"sungguh pemuda yang sopan" gumam dewa takemikazuchi "kalau begitu aku akan bersiap-siap datang ke perjamuan para dewa dan dewi, kalian bisa kembali dan beristirahat"

""""iya takemikazuchi-sama""" jawab mereka bertiga bersamaan.

................

Setelah cukup jauh dari takemikazuchi familia Tanjiro melihat hari sudah sore dan saat diperjalanan pulang, banyak sekali orang orang yang memiliki bau nyaman yang sama dengan yang dimiliki oleh dewa takemikazuchi dan dewa ganesha.

'mereka, apakah mereka semua adalah dewa dan dewa'  pikir Tanjiro sambil memperhatikan sumber bau dari sosok pria dan wanita yang Tanjiro duga mereka adalah para dewa dan dewi.

Penampilan para dewa dan dewi sangat menarik, mereka terlihat tampan dan cantik bahkan sebelumnya dewa takemikazuchi juga terlihat seperti pria yang menawan.

Saat berjalan pulang Tanjiro merasa lapar jadi dia berpikir untuk kembali ke penginapan untuk makan malam disana tetapi sebelumnya dia ingin melapor dulu pada Eina dan ingin mengambil uang yang disimpan di guild persekutuan.

Karena dia saat ini sudah memiliki tempat tinggal sementara, jadi Tanjiro ingin menyimpan uangnya sendiri agar tidak merepotkan Eina.

***

Sesampainya Tanjiro di guild persekutuan Tanjiro melihat Eina yang sedang berbicara dengan pemuda berambut putih yang terlihat familiar.

Dari jauh Tanjiro melihat kedekatan mereka dan mereka sepertinya cukup akrab ketika Tanjiro mendekat pemuda berambut putih akhirnya berpamitan dengan Eina lalu pergi sambil berlari menjauh dari guild persekutuan.

Saat bocah itu berlari Tanjiro akhirnya Tanjiro ingat dengan pemuda yang terlihat riang saat berlari kemarin 'pemuda itu sepertinya orang yang menabrakku kemarin' pikir Tanjiro.

Melihat Eina akan memasuki guild kembali Tanjiro menyapanya sambil mendekat ke arahnya.

"Tulle-san konnichiwa"

"ah... kamado-san"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!