Mendengar seorang pria tanpa familia membawa uang sebanyak itu seorang diri membuat keserakahan dalam hati Roland tumbuh.
"apa yang kau tunggu Belo? cepat tunjukan seperti apa orang itu, kita akan mengikutinya dan mencari saat yang tepat untuk merampas semua yang dimilikinya.
Saat Belo menunjukkan seperti apa orangnya, dia melihat seorang bocah menggunakan jubah aneh berwarna hijau dan hitam dengan ransel di punggung nya.
Bocah itu memiliki rambut merah kehitaman dengan pedang yang disarungkan di pinggangnya.
"itu dia Roland"
Roland melihat orang itu pergi keluar guild seorang diri, jadi Roland memerintahkan kedua temannya untuk bersama dengannya mengikuti bocah itu.
"apa kau yakin bocah itu orangnya, lalu dimana kantong uangnya aku tidak melihatnya" tanya marc pada Belo.
"entahlah, tapi mungkin dia menyimpannya di dalam tas di punggung nya" jawab Belo
"diamlah dan ikuti saja dia" tegur Roland pada kedua temannya.
Setelah mengikuti nya cukup lama bocah itu memasuki sebuah gang kosong dan saat roland bersama yang lainnya mengikuti dia melihat bocah itu terdiam di tempat.
Roland dan yang lainnya mengambil posisi sembunyi sampai bocah itu tiba-tiba berkata.
"kalian bisa keluar"
'hoh, jadi sepertinya dia mengetahui kami mengikutinya' pikir roland
Roland bersama dengan temannya dengan gertakan mencoba untuk membuat bocah itu mau menyerahkan uangnya, pada awalnya Roland berpikir bocah itu akan memberikannya karena takut dengan kami tetapi tiba tiba dia berubah pikiran dan memilih untuk melawan kami.
Karena Roland merasa sudah tidak bisa menahan keinginan untuk meminum minuman keras secepatnya dia menyuruh march untuk menyerang.
Dan march menyerang menggunakan belati yang biasa dijilatinya sepanjang hari. melihat marc melompat maju Roland berpikir semuanya akan berakhir cepat.
Meskipun memang berakhir dengan cepat tetapi hasilnya diluar dugaan dari Roland, march yang seharusnya bisa memukuli bocah tanpa 'berkah' dari dewa itu berakhir dipukuli dengan cepat dan dibuat pingsan dalam sekejap menggunakan lengan kosong.
'jangan bercanda Marc, kau lengah dan dikalahkan bocah tanpa 'berkah' brengsek' pikir roland.
Belo selanjutnya ikut maju dan Roland juga mengikutinya di belakang tetapi serangan Belo juga berhasil dihindari dengan mudah.
'bocah ini bukanlah bocah biasa, aku yakin si bodoh Belo salah mendengar kalau bocah ini belum bergabung dengan familia manapun' pikir roland sambil melihat pertarungan antara Belo dan bocah itu 'sudah tidak ada jalan mundur yang perlu kulakukan hanya memukulinya atau membunuhnya agar orang lain tidak ada yang tahu, lagipula kehidupan di orario tidaklah semudah itu dan kematian adalah hal yang biasa jadi satu atau dua orang mati bukanlah hal yang aneh' pikir roland menyiapkan tekad untuk membunuh bocah di depannya.
Disaat Roland berpikir dan menunggu kesempatan menyerang saat bocah itu memukuli Belo, tiba tiba sesuatu diluar perkiraannya terjadi.
Saat bocah itu akan menyerang Belo tiba tiba dia melompati Belo dari titik buat Roland dan langsung menangkap wajah Roland sambil melompat turun dari udara.
Roland merasakan berat di wajahnya dan yang dia ingat hanyalah tubuhnya terdorong ke belakang dan kepalanya tiba tiba terasa kosong dan matanya berubah menjadi gelap.
………..
Saat terbangun Roland hanya bisa melihat temannya sedang pingsan sama sepertinya di gang sebelumnya dimana dia bertarung dengan bocah yang tidak dikenalnya.
"apakah aku kalah" gumam Roland.
ghhh
'sial dikalahkan oleh bocah seperti itu dengan mudah...aku ini level dua sialan' Roland terus menyesali kekalahannya saat itu sambil menggenggam tangannya dengan erat sampai berdarah.
'awas saja kau bocah sialan jika aku bertemu denganmu lagi aku akan membalas penghinaan ini' pikir roland membulatkan tekad.
................
Setelah Tanjiro selesai mengalahkan ketiga orang tersebut Tanjiro mulai mencari penginapan untuk ditinggalinya karena hari mulai gelap.
"karena hari mulai gelap sebaiknya aku mencari penginapan terlebih dahulu" Tanjiro memilih untuk mencari penginapan ketimbang pergi ketempat dewa takemikazuchi karena Tanjiro merasa tidak sopan bertamu saat malam hari dimana waktu malam biasa digunakan untuk beristirahat.
"anoo..aku ingin bertanya padamu-"
"..."
"anoo..permisi aku ingin bertanya-"
"aku sibuk cari orang lain saja?" Tanjiro mencoba bertanya pada orang-orang yang lewat di jalan tetapi mereka mengabaikannya dan sepertinya mereka cukup sibuk dengan keperluan mereka masing-masing.
Tanjiro tidak marah ataupun kecewa dia dengan lapang dada memaklumi mereka sampai seseorang mau menanggapinya.
"anoo..permisi"
"iya"
"ahh" setelah beberapa saat Tanjiro senang karena akhirnya ada yang menanggapinya "permisi bolehkah aku bertanya apakah ada penginapan di sekitar sini" tanya Tanjiro secara singkat karena takut mengganggu waktunya.
"ada.. kamu hanya perlu berjalan sejauh 400 meter kedepan dari sini jika kamu melihat tanda bunga mawar yang digantung didepan pintu maka tempat itu adalah penginapannya." jawabnya memberitahukan Tanjiro letak penginapan terdekat.
"ahh ternyata lumayan dekat.. terima kasih banyak" jawab Tanjiro, Tanjiro sekarang memperhatikan lawan bicaranya dia adalah seorang elf karena telinganya yang panjang dengan rambut kuning kehijauan dan mata berwarna biru langit.
Gadis itu mengenakan pakaian pelayan hijau dengan ikat kepala berjumbai putih, celemek putih yang serasi, dan sepasang sepatu bot coklat di atas legging hitam di kakinya yang indah.
Saat ini dia memegang beberapa bungkus belanjaan yang dipeluk kedua lengan di depan dadanya. wajah gadis itu sangat cantik hingga membuat wajah Tanjiro sedikit memerah hanya dengan melihatnya.
Kulitnya juga sangat putih dan sosoknya yang ramping membuat dia terlihat seperti gadis cantik yang keluar dari negeri dongeng.
"tidak masalah, kalau begitu aku permisi" lanjutnya membuat Tanjiro sadar dari lamunannya.
"baik, sekali lagi terima kasih banyak" jawab Tanjiro sambil sedikit menundukan kepalanya.
Tanjiro berjalan pergi ke arah penginapan yang ditunjukan oleh gadis elf sebelumnya 'gadis sebelumnya, luar biasa dia benar-benar gadis yang sangat cantik' puji Tanjiro dalam hatinya.
Sesampainya di penginapan Tanjiro berjalan ke arah seseorang yang berdiri dibalik konter, sosok yang berada dibalik konter adalah pria dewasa yang terlihat berumur 30 tahun lebih.
Tubuhnya besar dia menggunakan cap di kepalanya sangat pantas dengan wajahnya yang tampak kuat dan kumisnya yang melengkung di bawah hidungnya, pria didepannya tampak kuat hanya saja celemek berwarna putih dengan bentuk hati di depan dadanya rasanya kurang pantas untuk perawakannya.
"permisi aku ingin menginap disini namaku kamado Tanjiro"
"kamu, apa kau seorang petualang?" tanya paman itu pada Tanjiro dengan suaranya yang berat.
"tidak, aku baru saja datang kekota ini hari ini"
"jadi begitu kupikir kau petualang karena di balik pakaianmu aku bisa melihat tubuhmu dilatih dengan baik" jawabnya sambil memperhatikan Tanjiro dari atas ke bawah.
'oh...paman ini bisa melihat itu padahal aku tidak mengenakan pakaian yang ketat, sepertinya memang benar kota ini memiliki banyak sekali orang yang tidak biasa' pikir Tanjiro dengan sedikit ekspresi terkejut.
"Terima kasih banyak paman"
"hmm..kau ingin menginap berapa lama ditempat ini?" tanya pria tua itu sekali lagi.
"ah..aku belum tahu tapi kurasa beberapa hari"
"harga per malam di penginapan ini adalah 1000 valis dan jika kau ingin makan sarapan dan makan malam kau perlu menambahkan 1000 valis lagi" jawab pria itu.
Tanjiro tidak tahu 1000 valis permalam itu sudah termasuk mahal atau murah, tetapi karena Tanjiro memiliki uang lebih dari 10.000 valis di kantongnya saat ini jadi Tanjiro menyetujuinya.
"aku akan membayar untuk 3 malam terlebih dahulu" jawab Tanjiro.
"oke kalau begitu, kamado Tanjiro selamat datang di penginapan mawar putih".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments