Bab 20

Karena tidak tega jika Qian berpergian seorang diri, Austin pun memutuskan untuk ikut bersama dengan Qian padahal bisa saja Austin pulang ke negara asalnya Jerman.

Tetapi karena rasa sayangnya terhadap Qian terlalu besar, Austin pun tidak bisa membiarkan Qian hidup seorang diri.

Setelah ikut memasukkan barang-barangnya kedalam koper, Austin dan Qian pergi menuju bandara.

"Nona, sebenarnya kau mau pergi kemana?"

"Ayahku pernah berkata dia memiliki teman baik di negara yang akan akan kita tuju ini, namanya Tuan Domanick Limson aku akan menemuinya!"

"Tapi hanya berbekal sebuah nama? Ada banyak nama Domanick di dunia ini Qian,"

"Kata ayahku dia tampan, baik, dan karismatik, pokoknya aku akan tetap mencarinya dan menumpang hidup padanya jika bertemu nanti,"

"Ya Tuhan, kau benar-benar tidak bisa berusaha sendiri untuk hidupmu Qian?"

"Tidak bisa, kau tidak lihat bagaimana aku menghancurkan bisnis ayahku? Sudahlah jika kau bawel terus, lebih baik kau tidak usah ikut!"

Ternyata negara tempat Darrel berada saat inilah yang menjadi negara tujuan Qian untuk melanjutkan hidupnya! Yang dia ingat hanya sebuah nama Domanick Limson, yang diyakini oleh Qian bahwa Domanick Limson adalah orang yang baik dan bisa membantu hidupnya.

Setibanya di negara ini Qian pun bingung sendiri, dia sejak sampai mencari-cari nama Domanick Limson disosial media miliknya.

"Kita cari hotel dulu saja, aku lelah nanti aku cari lagi akun media sosial Paman Domanick,"

"Oke,".

Setelah memesan dua kamar hotel biasa, Austin dan Qian pergi mencari tempat makan di sekitaran hotel murah tersebut.

Sambil memakan makanannya, Qian terus mencari-cari nama Domanick Limson di sosial media miliknya.

"Austin, apa mungkin teman ayahku itu yang ini ya?"

Qian menemukan Instagram milik Domanick Limson.

"Kenapa kau yakin kalau itu adalah orang yang kau cari? Lalu bagaimana jika dia tidak mau peduli dengan nasib mu yang mengenaskan ini?"

"Benar juga ya, tapi tak masalah aku akan mengirimkan pesan dulu padanya!"

(Hai Paman, apakah benar kau berteman dekat dengan ayahku Feng Yuin, aku Qian putrinya! Paman bisakah kita bertemu? Aku ada di negara mu saat ini)

"Aku sudah mengirimkan pesan padanya semoga saja dia lekas membacanya,"

Di sebuah cafe malam ini, Paman Domanick baru saja selesai meeting bersama dengan rekan kerjanya, dia pun hendak mengabari Lindsey sang istri untuk mengatakan bahwa dia akan pulang telat karena akan menemani rekan kerjanya untuk berkunjung ke club' milik group Limson.

Saat melihat ada notif pesan masuk dari sosial media miliknya, Paman Domanick pun membuka isi pesan dari Qian.

Ketika membaca isi pesan dari Qian sembari minum, Paman Domanick sampai tersedak saat mengetahui Qian ada di negara ini.

(Kirimkan aku nomor handphone mu!)

"Eh lihat Austin, ini dibalas berarti benar yang ini waw dia keren sekali,"

(Qian mengirimkan nomor telepon miliknya)

Domanick tak lantas memberitahukan kedatangan Qian ke negara ini pada Darrel, dia ingin mengetahui kenapa Qian sampai ada di negara ini? Apakah ada sesuatu bahaya yang mengancamnya lagi atau tidak.

Setelah menerima nomor telepon Qian, Paman Domanick langsung menghubungi Qian untuk mengetahui lokasi tepatnya dia dimana?

"Halo, Qian ini Paman apa kau baik-baik saja?"

"Hai Paman salam kenal, aku baik-baik saja tetapi panjang ceritanya Paman,"

"Kau dimana sekarang?"

"Aku menginap di hotel Ifolia, tapi sekarang sedang makan di cafe dekat hotel,"

"Hotel Ifolia? Baiklah Paman akan ke sana sekarang," kata Domanick, sebenarnya itu sangat tidak familiar atau hotel murah itu memang tak pernah terdengar ditelinga Domanick.

Berbekal petunjuk maps Paman Domanick pun menuju lokasi tempat Qian berada saat ini, beruntung saat datang ke negara ini Qian memilih datang ke pusat kotanya sehingga jarak dirinya dengan Paman Nick sangat dekat.

Tak butuh waktu lama Paman Domanick turun dari dalam mobil lalu menengok ke kanan kiri ada banyak cafe disekitar hotel, Qian dan Austin yang sudah melihat wajah Paman Domanick difoto langsung mengetahui kalau yang sedang menengok ke kanan kiri itu adalah Domanick.

"Paman!" panggil Qian.

Paman Domanick segera menghampiri Qian.

"Qian ini kau kah?"

"Iya Paman ini aku!"

"Selama ini kita tidak pernah bertemu tapi ayahmu selalu memperlihatkan foto mu ketika kami bertemu,"

Sebenarnya Domanick mengetahui berita bisnis casino keluarga Qian bangkrut, tetapi Domanick ingin mendengar lebih detail lagi tentang penyebabnya, ketiganya duduk di cafe kecil tersebut untuk mengobrol, sebenarnya Domanick sangat shock mendengar Qian menceritakan bagaimana dalam waktu satu tahun dia menghancurkan bisnis ayahnya sendiri.

Tidak bisa disalahkan juga karena Qian dulunya terlalu dimanja sehingga dia tidak bisa jika berada didalam situasi sulit mengemban banyak tanggungjawab, apalagi Austin selalu tidak bisa menolak apapun yang diperintahkan oleh Qian, sehingga hancurlah sudah semua bisnis yang dibangun dengan susah payah.

"Qian, apa kau mau Paman menbantu mu untuk membangun kembali bisnis-bisnis ayahmu?"

"Tidak perlu Paman, bisnis bukan keahlian ku,"

"Lalu apa keahlian mu?"

"Aku bisa bekerja padamu,"

Membuat Austin dan Paman Domanick sama-sama merasa ragu dan saling menengok.

"Paman apa ada pekerjaan untuk ku?"

"Oke, datang saja ke perusahaan iklan Paman besok!" diberikannya kartu alamat perusahaan iklan group Limson.

"Kalian berdua bisa bekerja di sana, untuk urusan bagian nanti akan diatur oleh HRD," kata Domanick.

"Terimakasih Paman,"

Keesokan harinya Austin dan Qian mendatangi perusahaan iklan group Limson, tanpa menjalani proses yang ribet Austin dan Qian diterima bekerja tetapi tidak satu divisi

Tak masalah asalkan Austin masih bisa bersama-sama dengan Qian di perusahaan ini, Qian ditempatkan di ruangan staf biasa sementara Austin menjadi tenaga accounting karena CVnya bagus.

Hari ini karena Darrel memiliki waktu luang, dia menyempatkan diri untuk datang ke perusahaan iklan group Limson, setibanya di loby utama dari arah depan Qian yang sedang membawa lembaran kertas, tak sengaja menjatuhkan salah satu kertas hingga kertas tersebut jatuh di kedua kaki besar seorang pria.

Dengan posisi wajah yang menunduk fokus pada kertas yang jatuh untuk mengambilnya, Darrel terlebih dahulu memungut kertas tersebut kemudian menyodorkannya pada Qian.

"Terima ka,"

Bibir Qian terhenti berbicara saat melihat sosok yang berada tepat dihadapannya saat ini.

"Kau?"

"Kau?" Darrel pun tak kalah terkejut dengan pertemuannya kembali dengan Qian setelah sekian lama tidak bertemu.

Tetapi bila teringat bagaimana dulu Darrel pergi begitu saja dari hidupnya, kemudian menceraikannya tanpa sepatah katapun, Qian langsung mengambil kertas yang disodorkan oleh Darrel lalu lanjut berjalan tanpa peduli lagi dengan yang baru saja terjadi.

Cie ketemu lagi ya bang, ekhem Der kamu itu bikin jantung para emak-emak ser seran tau engga si😀

Terpopuler

Comments

Dewi Anggya

Dewi Anggya

hmmm ketemu lagiii

2023-12-31

1

Kenni Rohyani

Kenni Rohyani

assyiikk clbk eeyy😂😂

2023-06-13

1

Siti Maimunah

Siti Maimunah

cie..cie..alamat clbk nie..cinta lama belum kelar🤣🤣🤣🤣

2023-04-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!