Liu tetap dengan pendirian dan dendam terhadap kehidupan yang sangat tidak adil baginya, buruk bagi Liu tapi sangat membahagiakan untuk Qian. Kehidupan yang Qian jalani, sangat ingin Liu jalani.
"Aku akan mengambil kehidupan mu yang sempurna itu Qian,"
"Ambil lah, aku sudah tidak memiliki siapapun lagi Liu, yang aku miliki hanya kau tapi kau tidak mau lagi menyayangi ku Liu,"
"Diam! Diam! Jangan bicara atau aku bunuh kau disini!"
"Aku menyayangimu Ibu,"
Hati Liu rasanya seperti teriris pisau tajam saat mendengar Qian berkata menyayanginya.
Tiba-tiba mobil Darrel berhenti menyalip mobil para bodyguard, dan membuat mobil para bodyguard bayaran Liu terpaksa berhenti ditengah jalan.
"Nyonya mobil para bodyguard dihadang,"
"Tenang saja hanya satu orang paling dia akan tewas, kau tidak mencintai suamimu itu kan? Akan aku habisi dia kalau begitu,"
Qian hanya terdiam, perasaannya sangat sedih dan terpukul berada diposisi dirinya saat ini, Qian tau kemampuan Darrel sungguh luar biasa dia pasti bisa mengalahkan para bodyguard itu, tapi itu artinya Liu akan menjadi sasaran berikutnya.
Terjadi baku tembak diantara Darrel dan para bodyguard itu.
Dor.
Dor.
Dor.
Darrel bersembunyi dibalik mobil sambil terus menembak para bodyguard gadungan itu hingga beberapa terkena tembakan Darrel, Darrel bahkan menggunakan dua pistol sekaligus untuk bisa menghabisi mereka semua.
Tak butuh waktu lama bagi seorang Darrel Limson menghabisi para bodyguard itu, karena sejak kecil sudah diajari menembak kemampuan menembak Darrel jauh diatas Paman Domanick Limson.
Peluru-peluru Darrel tidak pernah meleset dan selalu tepat sasaran, tidak salah memang Domanick mendukungnya untuk menjadi ketua mafia group Limson menggantikan posisinya.
Sebenarnya di sana ada dua orang anggota group Limson yang menonton dari kejauhan, mereka tidak diizinkan oleh Paman Domanick membantu Darrel karena Paman Domanick yakin dengan kemampuan Darrel.
Saat ini dari kejauhan kedua anggota group Limson malah sedang bermain game, sementara Darrel sedang bertaruh nyawa didepan mereka.
"Hei kita benar tidak mau bantu?" sambil fokus pada layar game di handphone.
"Jangan nanti Tuan Domanick marah, biarkan saja keponakannya itu dia jago menurutku bahkan lebih jago dari Tuan Nick cara menembaknya!" tetap fokus pada layar handphone.
"Baiklah, kita maen game saja!"
Selesai menghabisi seluruh bodyguard yang berada didalam mobil tersebut, Darrel kembali kedalam mobil untuk menyelamatkan Qian.
"Nyonya lihat, mobil milik Tuan Darrel berhasil mengejar kita!" ujar supir yang mengemudikan mobil yang ditumpangi oleh Qian dan Liu beserta satu orang bodyguard.
"Sial!! Kenapa bisa? Dasar bodyguard-bodyguard bodoh, kenapa mereka tidak becus mengurus satu orang, sebenarnya siapa Darrel ini kenapa dia selalu berhasil menghabisi orang-orang suruhan ku?"
Liu mendadak penasaran terhadap sosok Darrel, sementara Qian hanya tersenyum saat melihat mobil Darrel kian dekat.
Dor.
Dor.
"Nyonya mobil kita ditembak,"
"Hentikan mobilnya!" teriak Liu.
"Baik Nyonya!"
Mobil Liu berhenti dan disusul oleh mobil Darrel yang berhenti.
"Mana pistol mu?" tanya Liu pada seorang bodyguard.
"Ini Nyonya," diberikannya pada Liu.
"Ayo kita turun,"
Satu bodyguard, supir, Liu dan Qian keluar dari dalam mobil! Liu memerintahkan kedua tangan Qian diangkat keatas sementara Liu menodongkan pistol pada kepala Qian untuk mengancam Darrel.
"Der, berhenti ikut campur maka aku akan membiarkan mu hidup!"
Darrel hanya menyelipkan senyum tipis disudut bibirnya.
"Aku bilang pergi jangan ikut campur atau aku ledakan kepala istrimu ini, toh cepat atau lambat dia akan mati ditangan ku!"
"Tembak saja!" kata Darrel dengan santainya.
Sementara Darrel sangat tau betul jika Liu tidak akan menembak Qian sekarang karena Liu membutuhkan tanda tangan Qian untuk mengambil alih seluruh aset keluarga Qian ke tangannya. Jika Qian tewas sebelum usianya 25 tahun maka Darrel sebagai suami sahnya yang akan menerima 90 persen kekayaan keluarga Qian.
Jadi Darrel bisa bersikap santai karena Liu masih membutuhkan Qian untuk pengalihan harta sebelum nantinya menghabisi Qian.
"Kau tidak mencintai wanita Qian?"
"Kau tau kami tidak saling mencintai, malah bagus jika Qian mati itu artinya aku akan menguasai seluruh hartanya!"
Jawaban Darrel tentu saja membuat Qian terluka, memang belum ada cinta dihati Qian untuk Darrel tapi ucapan Darrel terdengar sangat kejam sebagai ucapan seorang suami yang melihat istrinya hampir mati seperti ini.
Liu gelagapan, dan mulai hilang fokus memikirkan ucapan Darrel, posisinya benar-benar sulit. Inilah kenapa ayahnya Qian menuliskan wasiat agar Qian menikah dengan Darrel, karena dia tau kecerdasan Darrel dan tau asal usul keluarga Darrel, untuk mengantisipasi posisi Qian jika berada dalam keadaan seperti sekarang.
Coba saja jika Qian masih single tentu saja Liu akan langsung menghabisinya, tetapi karena Qian sudah memiliki suami yang sah otomatis jika mati mendadak maka suami yang akan menjadi ahli waris, terkecuali Qian menandatangani berkas yang sudah disiapkan oleh Liu.
"Tega sekali kau Der mengatakan hal itu," dalam hati Qian.
Saat Liu sedang tidak fokus Darrel pun langsung melepaskan tembakan yang mengenai lengan Liu, hingga pistol itu pun jatuh.
Dor.
Dor.
Dor.
"Liu!!!" Qian memeluk tubuh Liu yang sudah tertembak.
Tanpa rasa kasihan sama sekali Darrel menembak beberapa kali yang membuat peluru bersarang di tubuh Liu, setelah itu bodyguard satu yang tersisa dan hendak lari tapi Darrel sudah menembaknya terlebih dahulu.
Liu pun mati didalam pelukan Qian dan belum sempat meminta maaf.
"Ampun Tuan saya hanya supir!"
"Pergi sana!"
Supir pun lari tunggang langgang karena dia tidak mau ikut mati juga, tetapi dua anggota group Limson yang baru saja tiba menembak supir tersebut.
Dor.
Supir ambruk dan mati ditempat, membuat Darrel menengok siapa yang datang.
"Tidak pernah mengasihani musuh itulah hukum ketua group Limson!" ujar anggota group Limson.
Darrel pun tersenyum menyadari dua orang anggota group Limson datang menemuinya.
Terlihat Qian masih menangis sambil memeluk Liu, kini hidupnya hanya tinggal sebatang kara. Saat Darrel hendak menghampiri Qian, tapi kedua anggota group Limson menahannya.
"Tuan Darrel, tugasmu sudah selesai dan berhasil sesuai dengan janji ketua kau akan pulang bersama dengan kami,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Kasihan Qian😌 sebatang kara
2024-05-27
0
Dewi Anggya
pengen tau nasib si qian
2023-12-31
0
Aqu Arya
sepertinya domanik masih hidup
2023-05-05
0