Pertanyaan salah satu temannya itu berhasil menyulut api kekesalan dan kemarahan Qian akan pernikahan yang menurutnya adalah pernikahan pembawa sial, sehingga Qian pun melirik sinis kearah Darrel.
"Sudahlah jika kau tidak lihat itu masih banyak yang ingin memberikan selamat padaku, pertanyaan mu itu membuang-buang waktuku!" dengan nada kesal.
"Kan cuma tanya, ya sudah kalau tidak mau jawab!"
Hampir semua teman-teman Qian mempertanyakan siapa Darrel itu, pria keturunan western itu begitu tampan dengan bentuk tubuh tegap dan wajah yang selalu terlihat serius.
Setelah seluruh rangkaian pernikahan selesai hingga malam hari, Qian dan Darrel bersama dengan Liu pulang ke mansion mewah mereka.
Saat tiba para pelayan di mansion bahkan memberikan kejutan dengan menghias dari mulai pagar hingga pintu masuk mansion dengan dekorasi cantik sebagai tanda ucapan selamat bagi Qian dan Darrel atas pernikahan mereka.
Terlihat juga beberapa karangan bunga yang semuanya besar-besar berjejer didepan gerbang sampai di halaman mansion mewah itu, semuanya karangan bunga pemberian dari para rekan bisnis mendiang ayahnya Qian (Fung Yuin).
"Apa-apaan ini," bukannya bahagia mendapatkan banyak karangan bunga serta ucapan selamat, Qian malah semakin membenci pernikahan ini.
Mereka pun turun dari mobil, tanpa basa-basi Qian menghampiri salah seorang pelayan.
"Buang semua karangan bunga itu aku tidak mau melihatnya, bersihkan semuanya!" ujar Qian.
Padahal baru saja para pelayan ingin memberikan selamat pada Qian, tapi nona mereka justru sudah berapi-api dan tidak menginginkan ucapan selamat apalagi karangan bunga-bunga itu.
"Baik nona!"
"Liu aku ke kamar dulu!" langsung pergi meninggalkan Liu, Darrel dan para pelayan.
Membuat Liu merasa tidak enak hati terhadap Darrel karena anak tirinya itu sama sekali tidak menyapa Darrel dari mulai pernikahan itu digelar, bahkan sekarang sudah berada di mansion pun Qian sama sekali tidak memberikan sikap ramah terhadap Darrel.
"Der aku meminta maaf atas sikap Qian, dia memang seperti itu jika kita belum kenal terlalu dekat tapi dia aslinya anak yang baik!"
Darrel hanya tersenyum dan tidak peduli atas sikap Qian terhadapnya, bagi Darrel tugasnya adalah menikahi Qian lalu membereskan masalah terselubung di keluarga ini setelah itu Darrel akan kembali ke negaranya karena kursi kedudukan sangat penting sudah menantikannya.
"Pelayan, tolong antar Tuan Darrel ke kamar nona Qian!"
"Baik Nyonya Liu!"
Satu orang pelayan mengantarkan Darrel hingga ke depan pintu kamar Qian, lalu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Darrel masuk begitu saja padahal ada Qian yang sedang berusaha membuka resleting gaun pengantinnya yang sulit sekali dia jangkau oleh tangannya sendiri..
Gaun pengantin indah itu memiliki resleting dibelakang punggungnya, sehingga memerlukan seseorang untuk membantu menurunkan resletingnya tetapi Qian justru berusaha sendiri dan hanya berhasil menurunkan separuh resletingnya saja.
Mendengar pintu kamarnya ada yang membuka, tentu saja Qian langsung menengok kearah pintu dan langsung terkejut melihat rupanya Darrel yang masuk kedalam kamarnya tanpa izin.
"Kau, beraninya masuk kedalam kamarku! Kau lupa kamar khusus bodyguard di mansion ini disebelah mana?"
Bukannya menjawab, Darrel justru memutar tubuh Qian hingga punggung putih mulus Qian itu berada didepan wajah Darrel, tanpa berbicara apapun pada Qian segera Darrel turunkan seluruh resleting gaun yang dikenakan oleh Qian karena Darrel mengetahui jika Qian sedang kesulitan menurunkan resleting gaunnya itu.
"Stop! Aku tidak butuh bantuan mu!" Qian berusaha untuk melepaskan diri, tetapi semuanya terlambat karena resleting gaun itu sudah diturunkan oleh Darrel seluruhnya sehingga tubuh bagian Qian pun otomatis terlihat jelas oleh Darrel saat ini.
Qian segera memutar tubuhnya begitu sadar jika tubuh bagian belakangnya telah menjadi pemandangan indah bagi Darrel Limson.
"Kau, kau benar-benar laki-laki kurang ajar! Dengar ya, aku menikahi mu bukan karena aku mencintaimu sedikit pun aku sama sekali tidak mencintai mu dan tidak memiliki minat terhadap mu!"
Darrel pun mendekatkan wajahnya dengan wajah Qian.
"Aku tidak peduli!"
"Apa?"
"Hanya itu yang kau katakan? Aku tau kau pasti menginginkan hartaku kan, makanya kau tidak menolak pernikahan ini? Dasar laki-laki tidak bermodal!"
"Aku sama sekali tidak memiliki minat terhadap hartamu, apalagi minat terhadap tubuhmu jadi tidak perlu kau tutupi!" dengan santainya Darrel pergi menuju kamar mandi setelah mengatakan hal yang membuat Qian tercengang.
Untuk beberapa saat otak dan pikiran Qian tercengang mendengar Darrel mengatakan bahwa dia tidak memiliki minat sama sekali dengan hartanya ataupun tubuhnya!! Qian pun bertanya-tanya, lalu apa yang diinginkan laki-laki miskin seperti Darrel jika bukan harta dan kepuasan??
Tapi Qian tak lantas percaya begitu saja, seorang bodyguard dengan gaji segitu mana mungkin jika tidak mengincar harta dan kekayaannya.
"Bulshit sekali kau Darrel, aku yakin kau sudah lama menghasut mendiang ayahku sampai-sampai dia menuliskan surat wasiat agar kita menikah! Dasar laki-laki licik!" gumam Qian.
Selesai mandi Darrel keluar hanya mengenakan handuk dipinggangnya, membuat Qian buru-buru memalingkan wajahnya. Rasanya sangat asing dan aneh sekali jika selama ini Qian berada didalam kamar sendiri, dan kini ada seorang laki-laki yang dengan percaya dirinya keluar dari dalam kamar mandi hanya mengenakan handuk sepinggangnya.
"Kau tidak tau malu ya? Sana keluar dari kamarku!"
Tapi Darrel tidak bergeming dan malah membuka lemari pakaian milik Qian karena didalamnya sudah tersimpan rapih pakaian miliknya, selama pernikahan berlangsung para pelayan lah yang ditugaskan oleh Darrel untuk menaruh pakaiannya didalam lemari pakaian milik Qian.
Dihampirinya Darrel oleh Qian begitu Qian melihat pakaian Darrel yang sudah tertata rapih didalam lemari pakaiannya.
"Kau, kenapa pakaian mu bisa ada dilemari ku, cepat singkirkan itu semua!" teriak Qian yang sudah hampir gila dengan keadaan yang dihadapinya saat ini.
Tapi Darrel tak bergeming sama sekali, dia cuek saja memakai pakaian dalam dan kaos santai lalu akan segera memakai celananya, tapi Qian yang sudah sangat kesal langsung merogoh pakaian-pakaian Darrel itu untuk dia singkirkan dari sana.
Ditahannya kedua tangan Qian dan Qian pun berusaha melepaskan kedua tangannya yang dipegang erat oleh Darrel, hingga tatapan keduanya akhirnya bertemu.
"Lepaskan aku!"
"Jangan sentuh pakaianku, atau,"
"Atau apa, aku tidak takut dengan mu!"
"Atau jari-jari mu bisa patah karenanya,,"
Baru kali ini ada seseorang yang berani mengancam akan mematahkan jari-jari lentiknya, dan itu adalah laki-laki yang baru saja dia nikahi. Darrel benar-benar sosok yang tidak dapat ditebak, bibir Qian gemetaran mendengar ancaman Darrel yang terlihat sangat serius terlihat dari sorot kedua matanya.
Aduh Qian kamu ngatain Darrel miskin terus kalau kamu tau identitas Darrel yang sesungguhnya, Mak yakin kamu akan sungkem langsung sama Darrel😃
VISUAL Qian :
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
fais ahmad
bru pertama baca....
2024-12-08
1
v taehyung
kekayaan mu GK ad apa2nya qian di banding m keluarga limson
2024-10-17
0
Puji Rahayu
cantiqq sihhh...tp tato na gk nguati achh....atuttt...
2023-11-19
0