Bab 5

Darrel mengunci pintu kamar hotel! Sementara Qian justru melihat-lihat ke sekitarnya dia berharap menemukan gunting tajam ataupun pisau tajam apapun itu yang terpenting bisa untuk melindungi dirinya jika benar dugaan Qian bahwa Darrel berniat menyingkirkannya.

Rupanya setiap tamu yang datang ke hotel ini mendapatkan dessert tiramisu yang ditaburi dengan kacang almond diatasnya, terlihat dua piring kecil dessert tersebut sudah tertata diatas meja, tentu saja dengan garpu untuk memakannya.

Garpu tersebut bisa untuk melindungi diri kalau-kalau Darrel akan melukainya, Qian pun segera mendekati meja lalu mengambil dua garpu itu dan menyembunyikan garpu itu kedalam tasnya.

Tiba-tiba Darrel menepuk pundak Qian, membuat Qian langsung merogoh kembali garpu didalam tasnya dan langsung membalikkan tubuhnya dengan satu tangan yang memegangi garpu melayang di udara.

Qian berpikir jika Darrel menepuk pundaknya dan akan langsung menyingkirkannya sekarang juga, karena itu garpu yang dipegang Qian hampir saja menusuk kulit leher Darrel, untung saja Darrel memiliki tingkat kepekaan terhadap gerakan tangan, kaki ataupun mata seseorang.

Ditahannya satu tangan Qian yang hampir menusuk lehernya dengan garpu, lalu ditekuknya oleh Darrel hingga tangan Qian pun menjatuhkan garpu tersebut.

"Kau!" Qian ketakutan setelah melihat Darrel bahkan bisa menangkis serangan tak terduga darinya.

Diinjaknya garpu itu oleh Darrel dan Qian hanya bisa melongo dibuatnya.

"Jangan lakukan hal bodoh macam itu!"

"Kau pasti akan membunuh ku kan? Kau penjahat itu kan?"

Qian meraba-raba pinggang Darrel, saku depan celana yang dikenakan oleh Darrel lalu terus menelusuri dibagian perut Darrel karena Qian takut Darrel menyembunyikan pistol atau pisau untuk membunuhnya.

Kesal karena Qian tak kunjung menghentikan aksi konyolnya, Darrel mencengkram kanan dan kiri pundak Qian lalu mendorong tubuh Qian hingga tubuh langsing itu jatuh terlentang diatas ranjang.

Dinaikinya tubuh Qian oleh Darrel dan kedua tangan Qian dicengkeram kuat oleh Darrel sehingga Qian hanya bisa berontak dengan bibirnya.

"Lepas! Lepaskan aku! Kau mau apa?"

"Menurut mu?"

"Berhenti main-main dasar laki-laki pikiran kotor, aku tidak mau tubuhku kau sentuh! Lepaskan aku!"

"Dengar baik-baik, aku tidak minat terhadap tubuhmu dan jangan pelihara pikiran bodoh mu itu!"

Setelah mengatakan itu Darrel pun bangun dari atas tubuh Qian, sementara Qian masih sangat kesal karena Darrel tadi seperti hendak melakukan sesuatu pada tubuhnya.

"Lalu apa tujuan mu menikahi aku? Bayaran tinggi? Bisnis? Atau apa?" tanya Qian.

Tidak ingin lagi berbicara ataupun menanggapi istrinya itu, Darrel segera menuju ke kamar mandi meninggalkan Qian dengan rasa penasarannya.

"Sepertinya tidak ada yang bisa aku pahami dari laki-laki itu, apa perkataan dia benar bahwa aku target berikutnya?" Qian gelisah mondar-mandir bahkan hingga Darrel keluar dari dalam kamar mandi Qian masih memikirkan berbagai kemungkinan.

Tanpa peduli apa yang dipikirkan oleh istrinya itu, Darrel segera memakai pakaian setelah itu dia membuka pintu kamar namun Qian yang melihat Darrel hendak keluar kamar langsung menghentikannya.

"Heh, kau mau kemana?"

"Makan malam!"

"Makan malam? Dan kau tidak mengajak aku? Kau pikir aku tidak memiliki lambung?"

Sikap Qian yang selalu marah-marah dan tidak sedikitpun bisa diajak kerjasama membuat Darrel malas jika menanggapi setiap pertanyaannya. Darrel pun masa bodo dan tetap melanjutkan langkah kakinya disusul oleh Qian yang mengekor tapi dengan memberi jarak agar tidak terlalu dekat dengan Darrel.

Keduanya tiba di restoran yang berada di hotel tersebut untuk makan malam, diantara ramainya orang-orang yang datang untuk makan Qian tetap waspada kalau-kalau pembunuh itu berada di antara mereka.

Pandangan mata Qian yang tidak fokus karena melihat k ke sekeliling tanpa menoleh kedepan, membuat Qian menubruk seorang wanita sosialita hingga minumannya tumpah pada gaun yang dikenakan oleh wanita sosialita tersebut.

Brugh..

"Astaga!" bentak wanita sosialita itu yang langsung menampakkan kedua sorot mata melotot tajam pada Qian.

"Aduh, maaf Nyonya aku tidak sengaja!"

"Apa kau bilang! Tidak sengaja, ku lihat ini gaunku basah seperti ini, kau pikir ini gaun murahan?" dengan nada tinggi.

Suara si wanita sosialita itu membuat perhatian orang-orang tertuju pada Qian, sementara Darrel yang sudah lebih dulu duduk disalah satu meja melihat Qian yang tengah dimarah-marahi oleh wanita itu.

Sebenarnya malas sekali menghampiri Qian apalagi menolongnya dari situasi sulit ini, tapi apa boleh buat daripada wanita sosialita itu terus mengoceh Darrel pun menghampiri keduanya.

"Ini aku ganti uang untuk membeli gaun baru!" Qian menyodorkan sejumlah uang.

"Hei wanita bodoh, kau pikir aku wanita miskin yang memerlukan uang darimu?"

"Permisi!" Darrel berdiri ditengah-tengah kedua wanita yang tengah berdebat tersebut.

"Waw, kau siapa Tuan?"

"Aku ingin meminta maaf atas keteledoran adikku, dia benar-benar tidak sengaja melakukan itu!"

"Ow, wanita ini adikmu rupanya! Sebenarnya aku tidak marah, aku hanya bicara saja dengan adikmu ini lain kali dia harus hati-hati, ngomong-ngomong boleh aku meminta kartu namamu tampan?" dengan nada manja pada Darrel.

Membuat Qian melirik sinis kearah wanita tersebut, bisa-bisany dia terlihat seperti wanita lemah lembut jika didepan seorang pria. Qian juga sebenarnya agak kesal kenapa Darrel mengatakan bahwa dia adiknya? Padahal kan bukan?

"Ini kartu namaku," diberikannya kartu nama itu oleh Darrel.

"Oh oke tampan, uhh namamu Darrel nama yang bagus sesuai dengan ketampanan mu, nanti aku call you ya siapa tau kita bisa one night stand mungkin," tersenyum genit.

"Tentu saja, sekali lagi aku meminta maaf atas kejadian ini!"

"Tidak masalah, bye tampan!" dengan nada genit bahkan sampai memberikan kiss bye pada Darrel.

Dan Darrel pun tersenyum ramah pada wanita tersebut.

"Apa-apaan dia? Kenapa pada wanita lain sangat ramah dan tersenyum begitu, padahal padaku dia tidak pernah tersenyum begitu!"

"Dasar laki-laki murahan gampang sekali memberikan kartu nama pada wanita, dan tidak menolak untuk melakukan one night stand dengan wanita genit dan gila seperti itu!"

Qian terus mengumpat didalam hatinya sembari mengikuti langkah kaki Darrel menuju meja yang tadi sudah dia tempati. Setelah memesan beberapa makanan, Qian pun langsung melirik sinis kearah Darrel yang so sibuk dengan handphone ditangannya.

"Dasar laki-laki murahan dengan wanita genit seperti itu saja mau diajak one night stand," sindir Qian.

Tapi kedua mata Darrel tetap fokus pada handphone miliknya seperti sedang mengurusi banyak hal.

"Kalau begitu untuk apa kau mau menikahi aku, kenapa tidak tolak saja pernikahan itu aku kan jadi bisa menikah dengan laki-laki lain yang lebih terhormat!" sindir Qian lagi.

"Setelah ditolong bukankah harusnya kau berterimakasih?" tanya Darrel kali ini Darrel menatap kearah Qian.

Terpopuler

Comments

ᵉᴸiˢ🇵🇸Kᵝ⃟ᴸ

ᵉᴸiˢ🇵🇸Kᵝ⃟ᴸ

marah marah mulu qian, bikin malas

2024-08-28

1

sherly

sherly

adek ketemu gede hahahhaha mau aja si mbaknya di boongin Ama darrel

2023-05-13

0

Dee Na

Dee Na

Darrel muka bule, Qian oriental hmmm mau SJ tu mbak2 sosialita dibohongi entah mirip dr mananya,,😂😂

2023-02-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!