Bab 9

Keduanya lalu duduk untuk makan malam bersama, seperti biasanya tidak ada pembicaraan diantara Qian dengan Darrel, sebenarnya ada banyak sekali pertanyaan yang ingin Qian tanyakan pada Darrel, tetapi menatap wajah Darrel saja Qian sudah yakin jika laki-laki itu pasti tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaanya.

Karena bosan hanya menikmati makanan tanpa pembicaraan apapun, Qian pun memulai untuk berbicara terlebih dahulu pada Darrel.

"Untuk tadi aku berterimakasih padamu, nanti begitu kita pulang aku akan memberikan mu uang yang banyak karena kau sudah melindungi aku!"

"Aku tidak membutuhkan uangmu!"

"Lalu yang kau butuhkan apa? Selain uang? Mungkin tubuhku, benar juga apa kau ingin aku memberikan tubuhku setelah kau susah payah menyelamatkan aku?"

Darrel hanya diam dan tidak menjawab apapun.

"Baiklah kau berhak atas tubuhku, jika satu atau dua kali lagi kau mampu menyelamatkan nyawaku, aku rasa aku akan memberikan tubuhku untuk mu!"

Wajah Darrel semakin terlihat tegang mendengar perkataan Qian yang cukup menantang bagi seorang laki-laki normal, apalagi tubuh Qian memanglah sangat seksi bahkan berisi depan belakang.

Ckckckck..

"Kau ini kaku sekali, aku hanya bercanda kok,"

Darrel menghembuskan nafas panjangnya lalu selesai dengan makanannya, rasanya sudah cukup kenyang. Setelah makan malam Qian dan Darrel pun bergantian untuk mandi karena setelah berlarian dari kejaran musuh membuat tubuh keduanya penuh dengan keringat.

Darrel kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang, disusul dengan Qian yang berbaring disamping Darrel. Keduanya saling diam dan ingatan soal peluk memeluk seperti semalam membuat Qian dan Darrel sama-sama takut jika kejadian itu terulang kembali.

"Aku minta maaf untuk kejadian semalam, aku akan berusaha menghindarinya!"

"Oke, aku harap kau memegang ucapan mu itu,"

Setelah menarik selimut Qian dan Darrel pun memejamkan kedua matanya. Pagi hari ternyata benar Darrel menepati janjinya karena dia tidak memeluk tubuh Qian lagi.

Bahkan Darrel sudah tidak ada ditempat tidur, tak berapa lama Darrel keluar dari dalam kamar mandi karena dia lupa membawa sabun cuci muka miliknya.

Didalam bathtub pun sudah diisi air hangat oleh Darrel, karena Qian berpikir Darrel sudah selesai mandi. Qian pun langsung saja turun dari ranjang kemudian masuk kedalam kamar mandi, tapi saat hendak menutup pintu kamar mandinya satu tangan Darrel menahan pintu tersebut ditutup.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Qian.

"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau menyerobot antrian?"

"Menyerobot antrian? Antrian apa? Aku mau mandi!"

"Aku sudah menyiapkan air hangat untukku berendam, biarkan aku lebih dulu!"

"Enak saja, tidak mau kau seharusnya mengalah padaku aku kan wanita,"

Tetapi Darrel justru memaksa masuk hingga kedua kaki Qian pun melangkah mundur.

"Kau mau apa?"

"Aku akan mandi lebih dulu,"

"Kalau aku tidak mau?"

Darrel melangkah maju hingga tubuh Qian mentok dengan wastafel kamar mandi.

"Kau mau mandi bersama?" tanya Darrel.

Glek..

"Kau gila?"

"Daripada berebut bukankah sebaiknya mandi bersama?"

Wajah Darrel mendekati wajah Qian membuat deru nafas Qian mendadak tidak beraturan, wajah Darrel yang semakin mendekati wajahnya begitu juga bibir Darrel yang basah semakin dekat dengan bibirnya, Qian pun replex saja memejamkan kedua matanya.

Qian berpikir Darrel akan mencium bibirnya karena bibir Darrel semakin dekat dengan bibirnya, tak disangka Darrel justru menggendong tubuh Qian lalu membawanya keluar dari dalam kamar mandi.

"Darrel! Darrel! Turunkan aku!"

Barulah setelah berada diluar kamar mandi, Darrel menurunkan tubuh Qian lalu langsung kembali masuk kedalam kamar mandi.

"Sit, dasar laki-laki gila!" umpat Qian.

Tiba-tiba handphone Qian berdering, panggilan masuk dari Austin.

"Halo Austin,"

"Halo nona Qian, apa kau disana baik-baik saja?"

"Sebenarnya ada sedikit tragedi tapi aku baik-baik saja sekarang, Darrel bisa melindungi ku, ada apa?"

"Mansion kita diserang nona, dan Nyonya Liu terkena luka sayatan dilengannya,"

"Apa? Lalu bagaimana keadaan Liu?"

"Sudah ditangani oleh Dokter, kau jangan khawatir lukanya tidak dalam,"

"Tidak, aku akan pulang sekarang! Tolong sewa lebih banyak bodyguard lagi untuk melindungi mansion kita Austin,"

"Tentu nona,"

Qian sangat gelisah mendengar mansion diserang apalagi Liu sampai terluka terkena sayatan. Ketika Darrel selesai mandi, Qian langsung menghampiri Darrel.

"Kita harus pulang sekarang mansion diserang dan Liu terluka, aku tidak mau lagi kehilangan orang yang aku sayangi di dunia ini, aku mohon!" Qian memelas.

"Oke,"

Seharusnya masih ada waktu empat hari lagi untuk bulan madu Darrel dan Qian, tetapi karena Qian sangat khawatir dengan keadaan Liu, akhirnya Qian meminta pada Darrel untuk pulang saja sekarang juga.

Padahal maak pengennya ada adegan mandi bareng tadi ehh tapi sepertinya masih sama-sama kuat ya🥱

Terpopuler

Comments

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Astaga kasihan Liuterluka 😌

2024-05-27

0

Dewi Anggya

Dewi Anggya

masih blum terUngkaaaap...

2023-12-31

0

🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧

🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧

masih penuh misteri 😱

2023-01-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!