Beijing Capital Internasional Airport!
Tiba di bandara Beijing, kedatangan Qian dan Darrel dijemput oleh supir yang diperintahkan oleh Austin agar keduanya tidak harus repot menaiki taxi.
Tiba di mansion mewah keluarga Qian, dengan terburu-buru Qian langsung masuk kedalam mansion untuk bertemu dengan Liu yang dikabarkan terluka, Darrel pun mengikutinya.
Sebenarnya bagus juga tidak terlalu lama buang-buang waktu di Italia, karena setelah ini Darrel akan mulai menelusuri tempat disekitar Vila tempat ayahnya Qian meninggal, untuk mencari apapun itu yang bisa membuat Darrel lebih cepat menemukan dalang dibalik kekacauan keluarga Qian.
Saat ini Darrel hanya mengantongi foto salah satu orang suruhan penjahat itu, dan juga foto tato pohon yang terdapat dipunggung musuh-musuh yang berhasil dikalahkan oleh Darrel.
"Liu," Qian langsung memeluk Liu yang sedang terbaring diatas ranjang.
"Aku sebenarnya memarahi Austin, dia tidak perlu mengganggu bulan madu mu dan Darrel,"
"Tentu saja Austin harus memberitahukannya, aku sangat khawatir sekali Liu coba aku lihat lukanya,"
Dipegangnya lengan Liu yang terbalut perban, membuat Qian semakin takut jika Liu sampai dicelakai seperti ayahnya.
"Jangan khawatir lukanya tidak dalam kok, Der bagaimana malam pertama bulan madu kalian? Apa sudah emth,"
"Liu," Qian merasa hal seperti itu membuatnya malu.
Sementara Darrel hanya menampilkan wajah datar saja tanpa menjawab pertanyaan dari Liu. Tak lama kemudian Austin tiba didalam kamar Liu.
"Nona kau sudah kembali?"
"Austin, kau tidak apa-apa kan?"
"Seharusnya aku yang bertanya apakah kau tidak apa-apa?"
"Loh, memangnya Qian kenapa Austin?" tanya Liu.
"Qian dan Darrel juga diserang Nyonya, tapi untunglah Darrel bisa melindungi Qian,"
"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Darrel pada Austin sambil melirik sinis.
"Apa maksudmu Der?"
"Kau membiarkan Tuan meninggal dan sekarang Liu terluka? Sementara disini ada kau, tidakkah ini aneh?"
"Kau mencurigai aku dalang dibalik semua ini Der? Kau tidak pernah tau bagaimana kesedihanku ketika Tuan meninggal akibat kelalaianku, kau tidak tau bahkan hingga saat ini aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri!"
"Cukup! Darrel kau sangat keterlaluan, kau tidak sepantasnya mencurigai Austin asal kau tau aku jauh lebih percaya Austin dibandingkan dengan mu, kau pikir kau itu siapa? Kau itu hanya seorang bodyguard baru sementara Austin dia adalah laki-laki baik yang sudah jelas aku dan ayah telah lama mengenalnya jauh sebelum kau ada di keluarga ini, jadi aku peringatkan jangan pernah berkata demikian lagi pada Austin!" kata Qian.
Kata-kata Qian sebenarnya cukup menampar Darrel, itu sungguh kasar untuk ukuran perkataan seorang istri terhadap suaminya.
"Qian, kau jangan bicara kasar seperti itu pada Darrel ingat Qian, dia itu bukan lagi bodyguard mu dia suami yang harus kau hormati!" Liu berusaha menasehati anak tirinya itu.
"Nona minta maaflah pada Darrel dia tidak salah, wajar saja dia mencurigai aku karena aku telah lalai berkali-kali!"
"Tidak mau, untuk apa aku minta maaf pada laki-laki itu,"
Darrel hanya terdiam baginya setiap kali Qian berkata kasar seperti tadi, ingin sekali agar kasus ini bia dia ungkap setelah itu yang ada dipikiran Darrel hanya satu, yaitu kembali ke negara asal keluarganya dan tak lagi ada urusan dengan Qian.
"Aku akan buktikan padamu Der walaupun aku tau orang dibalik ini sulit untuk diungkap, tapi aku akan membuktikan bahwa pemikiranmu tentangku sangat keliru!"
"Sudah-sudah kita ini keluarga tidak mungkin pelakunya keluarga sendiri berhenti saling mencurigai, kalian pasti cape kan baru kembali istirahatlah!" kata Liu.
Memanglah sikap Liu sangat lemah lembut dan selalu bisa mencairkan suasana, tidak terbayangkan jika tidak ada Liu disituasi seperti ini mungkin semuanya sudah emosi dan saling tuduh.
Dari dulu padahal Liu sudah mengajarkan Qian untuk bisa lebih sabar dan bersikap lembut terhadap siapapun, terkadang jika lepas control Qian memang kerap berkata kasar, tapi mungkin karena Liu hanya Ibu tiri, Qian jadi kurang mendengarkan nasihat-nasihat baiknya.
Qian kembali ke kamarnya untuk berisitirahat sementara Darrel memilih menyelidiki penyerangan di mansion ini, terdapat beberapa cctv yang pecah dan rusak akibat ditembak oleh musuh. Mereka menyerang dari gerbang depan dan cctv yang rusak ternyata hanya di ruang tamu, hingga kamar Liu sementara lainya aman.
Darrel pun mengintrogasi beberapa pelayan untuk menguatkan pemikirannya, ternyata benar musuh hanya menyerang sampai kamar Liu, sementara dapur, ruangan televisi dan ruangan lain yang tidak mereka lalui tidak dirusak sama sekali, anehnya kenapa dari sekian banyak kamar dan ruangan di lantai satu ini mereka langsung mengetahui letak pasti kamar Liu.
Itu artinya ada orang didalam rumah ini yang menginformasikan tata letak rumah dengan sangat detail, dan cctv mana saja yang harus mereka hancurkan.
Darrel juga mengirimkan foto-foto musuh di Italia yang tewas kepada anggota group Limson untuk di cek biodatanya begitu juga dengan tato gambar pohon yang rindang itu.
Terlihat Austin sedang sibuk mengganti cctv yang terkena tembakan karena kemarin Austin tidak sempat untuk memasangnya kembali.
Darrel merasa semakin yakin bahwa pelakunya adalah orang yang sudah hafal setiap sudut rumah ini, untuk itu Darrel harus memperingatkan Qian agar dia tidak lagi percaya terhadap siapapun di rumah ini.
Saat Darrel masuk kedalam kamar, Qian hanya melirik sesaat. Sepertinya berbicara dengan Qian akan sangat percuma karena dia pasti tidak akan mau mendengarkan apapun yang keluar dari bibir Darrel.
Akhirnya Darrel memutuskan untuk tidak berkata apapun lagi pada Qian.
"Aku akan tidur di kamar lain mulai malam ini!"
Darrel berjalan kearah lemari, ditariknya satu buah koper besar untuk memasukkan pakaian-pakaiannya yang terdapat didalam lemari kamar Qian.
Seketika Qian langsung menatap kearah Darrel, Qian sendiri bingung kenapa tiba-tiba. Darrel sendiri malah memutuskan untuk tidak tidur satu kamar dengannya.
"Apa mungkin dia marah dan tersinggung gara-gara tadi aku membela Austin dan berkata terlalu kasar padanya? Haruskah aku minta maaf? Tidak, untuk apa aku minta maaf dia sendiri yang keterlaluan siapa pun dituduhnya sembarangan," dalam hati Qian.
"Ya sudah, lalu bagaimana jika mansion kembali diserang? Dan mereka masuk ke kamarku?"
"Bukankah kau lebih percaya Austin dibandingkan aku?"
"Maksudmu?"
"Minta saja Austin untuk menemani mu di kamar ini!"
Darrel memasukkan satu persatu pakaiannya, wajah laki-laki itu sangat datar hingga Qian sulit memahami apa yang sedang dirasakan oleh Darrel saat ini sampai-sampai dia memutuskan untuk pisah kamar.
Hayolo Qian jadi ngambek kan babang Darrel lagian si sekate-kate segala belain Austin sampai segitunya. Udah Der pindah aja yuk ke kamar othor dijamin lebih seru daripada sekamar sama Qian😃😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Apa Austin orangnya atau malah Liu sendiri jadi penasaran siapa pelaku sebenarnya
2024-05-27
0
Dewi Anggya
rugii Qian klo mpe Darrel pergiii....tp gpp jg abis kamu gede digengsi sm tu mulut lemeeees
2023-12-31
0
Puji Rahayu
kok curigation liu yak....
2023-11-20
0