Bab 14

Saat berada dipelukan Darrel tidak ada upaya Qian untuk melepaskan pelukan itu. Kini semua penjahat sudah berhasil ditumbangkan oleh Darrel.

"Kau tidak apa-apa?"

Tapi Qian hanya bengong dan menatap kearah Darrel.

"Bangunlah,"

"Ah iya Der, aku tidak apa-apa,"

Darrel membantu Qian untuk berdiri lalu menepuk-nepuk tangan Qian yang kotor akibat tadi terjatuh ke tanah.

"Tunggu disini!"

"Iya Der,"

Darrel mengecek keadaan penjahat terakhir yang tewas ditangannya, ternyata dia tewas dan tidak bisa dimintai informasi.

"Der, aku tadi meninggalkan Austin disana," Qian menunjuk kearah dekat danau.

"Kira ke sana sekarang,"

Darrel dan Qian berjalan bersama menuju tempat terkahir Qian meninggalkan Austin. Terlihat Austin tengah bersandar pada sebuah pohon dan meringis.

"Austin, kau tidak apa-apa?"

"Qian, Darrel? Untunglah kau selamat Qian, dan Darrel bagaimana kau bisa ada disini?"

"Apa kau berharap aku tidak datang kesini?"

Wajah Darrel terlihat menegang dia semakin mencurigai Austin, mana mungkin seorang laki-laki dengan hanya luka tembak dipunggungnya tidak bisa menyelamatkan nonanya sendiri? Meskipun kekuatan laki-laki memang berbeda-beda, tapi apa yang dilakukan oleh Austin jelas membuat Darrel semakin mencurigainya.

"Der apa tidak sebaiknya kita bawa pulang dulu Austin, baru kita bicara di rumah,"

Akhirnya Darrel pun membantu Austin berdiri dan memapahnya ke mobil, hingga tiba di mansion mewah itu ketiganya turun dari mobil.

"Panggilkan dokter untuk datang ke mansion sekarang juga!" perintah Darrel pada salah seorang bodyguard yang sedang berjaga didepan pintu masuk mansion.

"Baik Tuan,,"

Di dalam mansion, Liu terkejut karena Austin dipapah oleh Darrel dan ada tetesan darah dilantai.

"Der, ada apa ini?"

"Liu, aku dan Austin diserang bsaat sedang jalan-jalan untung saja ada Darrel datang kalau tidak mungkin aku,"

"Qian, apa kau pergi hanya berdua dengan Austin?"

"Iya Liu,"

"Ya Tuhan, kenapa tidak membawa bodyguard dari sini? Qian dengar, aku menyewa banyak bodyguard berjaga di mansion ini itu semua untuk melindungi mu,"

"Iya Liu aku tidak menyangka saja kalau ada ada serangan lagi,"

Di dalam kamar Austin, mereka berkumpul dan Dokter pribadi keluarga Qian pun tiba untuk mengeluarkan peluru yang bersarang dipunggung belakang Austin.

Setelah luka Austin dijahit dan diperban, Dokter pun berpamitan untuk meninggalkan mansion.

"Austin kenapa kau pergi mengajak Qian tapi tidak membawa bodyguard? tanya Liu.

"Aku, sebenarnya aku hanya ingin berdua dengan Qian untuk berjalan-jalan aku tidak menyangka ini akan terjadi Nyonya,"

"Apa kau pikir alasan mu ini masuk akal? Apa kau dalang dibalik semua kejahatan yang terjadi? Jawab!" Liu membentak.

"Nyonya bukan aku! Qian kau harus percaya, bukan aku,"

"Entahlah Austin, hanya saja semua kejadian ini, penyerangan mansion hingga Liu terluka, ayah yang meninggal saat kau bersamanya dan sekarang aku yang hampir bernasib sama dengan ayah, aku tidak bisa lagi percaya padamu!"

Darrel tidak berkata apapun lagi 9ada Austin karena membiarkan Qian untuk mengambil keputusan saat ini, apa yang harus dia lakukan pada Austin.

"Aku akan memerintahkan bodyguard untuk membawamu ke ruangan tempat para pengkhianat!" kata Qian dengan bibir bergetar.

Pasalnya Qian sangat shock jika benar Austin adalah dalan dibalik semua kejadian mengerikan yang terjadi pada keluarganya, Austin bukan sekedar asisten pribadi mendiang ayahnya, tetapi bagi Qian dan ayahnya, Austin adalah saudara mereka dan Qian menyayangi Austin seperti kakak kandungnya sendiri.

Tak disangka jika Austin dalang dibalik ini semua, betapa tidak punya hatinya orang ini. Padahal Qian dan ayahnya selama ini selalu memperlakukan Austin dengan baik dan sangat mempercayainya.

"Qian jangan lakukan ini! Bagaimana aku bisa menjagamu jika kau memasukkan aku ke ruangan itu? Qian aku mohon?"

Tetapi Qian yang sudah kecewa segera keluar dari kamar Austin lalu pergi menuju kamarnya.

Sementara Liu langsung memerintahkan dua orang untuk menyeret Austin ke ruangan khusus, disana Austin akan diintrogasi nantinya.

Didalam kamarnya, Qian masih sangat shock dengan penyerangan tadi tapi yang lebih membuatnya shock jika nanti terbukti Austin orang dibalik ini semua.

Klek..

Saat sedang melamun sambil duduk dibibir ranjang, terdengar seseorang membuka pintu kamarnya. Qian menatap kearah datangnya seseorang, ternyata itu Darrel.

Tanpa basa-basi lagi, Qian segera berlari kearah Darrel lalu memeluknya dengan erat. Qian menenggelamkan wajahnya didada bidang Darrel.

"Terimakasih Der, kau sudah menyelamatkan aku lagi,"

Darrel terkujur kaku saat mendapatkan pelukan yang begitu erat dan hangat hingga kehangatannya menjalar keseluruh tubuhnya, tetapi Darrel tidak membalas pelukan yang dilakukan oleh Qian.

"Aku janji tidak akan kemana-kemana tanpa kau disisi ku!"

Dilepaskannya pelukan Qian dari tubuh Darrel.

"Istirahatlah,"

"Jangan pergi," rengek Qian.

Qian menggenggam erat satu tangan Darrel dan menatap wajah Darrel, begitu juga Darrel yang menatap wajah Qian.

"Der aku masih takut,"

Semakin lama genggaman tangan Qian semakin erat, tetapi entah setan jenis apa yang merasuki diri dan pikiran Qian karena melihat wajah tampan Darrel dan juga bibir lembab berwarna merah milik Darrel membuat Qian ingin sekali menyentuh bibir Darrel.

Darrel meneguk salivanya membuat tenggorokan Darrel bergerak akibat menelan salivanya, sementara satu tangan Qian menyentuh tenggorokan Darrel secara perlahan, membuat Darrel kembali harus meneguk salivanya.

Sentuhan jari-jari kecil Qian semakin naik hingga ke dagu Darrel lalu naik lagi hingga jari-jari Qian menyentuh bibir berwarna merah lembab milik Darrel.

Kini Qian mengetahui kenapa bibir pria yang saat ini ada dihadapannya sangat merah seperti bibir seorang wanita, karena selama ini Qian tidak pernah melihat Darrel merokok itu artinya Darrel bukan laki-laki perokok hingga bibirnya terlihat sangat merah dan segar.

Kedua kaki Qian berjinjit kemudian bibir merah muda Qian akhirnya menyentuh bibir merah Darrel.

Ini adalah kali pertama bagi Darrel selama ini Darrel hanya menghabiskan waktunya mengikuti ambisi sang ayah untuk belajar dan belajar, jika ada sisa waktu Darrel gunakan untuk latihan menembak dan bertarung tanpa sepengetahuan ayahnya.

Tidak pernah sempat bagi Darrel mengenal seorang wanita, walaupun ada banyak sekali yang mencoba mendekatinya tetapi ambisi Darrel untuk menjadi ketua mafia membuatnya tidak pernah tertarik untuk berkencan dengan wanita manapun, Darrel fokus berlatih hingga akhirnya dia memutuskan untuk berhenti kuliah kedokteran.

Itulah awal mula puncak pertengkaran hebat antara Darrel dengan ayahnya hingga membuat Darrel diusir dari rumah ya sendiri, tetapi beruntungnya Darrel karena dia memiliki Paman yang sangat menyayangi dan mempercayai bakat hingga dia bisa berada disini untuk melatih skill dan menunjukkan pada Pamannya bahwa dia layak menjadi penerus anggota mafia group Limson.

Semakin lama Qian semakin berani memperdalam ciumannya pada bibir Darrel sementara Darrel tidak memberikan respon apapun atas apa yang dilakukan oleh Qian, hingga kesadaran Qian pun kembali dan kedua bola matanya terbelalak saat merasakan bibirnya ternyata sudah berciuman dengan bibir Darrel.

Buru-buru Qian melepaskan ciumannya dari bibir Darrel.

"Ya Tuhan, aku rasa aku sudah gila tadi! Maaf Darrel aku tidak sengaja tadi itu aku replex dan itu tidak aku nikmati kok sungguh," Qian malah gelagapan sendiri dan tidak mau Darrel sampai salah paham karena itu terjadi begitu saja.

Berbeda dengan Qian yang begitu panik attack dan langsung wajahnya memerah karena malu dan menyesal, Darrel memberikan respon yang datar dan tidak terlalu memikirkan yang terjadi barusan.

Santai aja Qi babang Darrel engga marah kok di kiss sama istri tuh dia santai banget, padahal kamu yang pertama cium bibir dia loh Qi.

Tau babang Darrel masih ori gitu maak duluan deh yang merawanin tuh bibir 😂 malah keduluan si Qian yah ga ikhlas banget.

Terpopuler

Comments

Dewi Anggya

Dewi Anggya

si Austin yg masih misteri

2023-12-31

0

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

makin pinisirin.....

2023-02-14

1

Ida Sahil

Ida Sahil

gak normal nihhh si aa' 😄😄

2023-01-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!