Sudah lima hari Nicolette terbaring di rumah sakit dan lukanya sudah mulai membaik.Mungkin beberapa hari lagi ia sudah boleh pulang.Dan selama itu juga Luzio selalu rutin menjaganya.Bahkan kadang ia akan meliburkan diri dari pekerjaannya untuk menjaga Nicolette.
Sore ini Luzio sudah akan pulang.Ia harus ke markasnya untuk mengurus sesuatu.Ia pamit pulang kepada Nicolette,kebetulan sudah ada Nyonya Laurenzio di sana jadi Luzio bisa pulang sebentar.Ya selama ini mereka selalu bergantian menjaga Nicolette.
......................
Markas Black Devil.
Luzio baru saja tiba di sana dan langsung menuju ruang bawah tanah.Di sana ruang khusus untuk menyiksa orang-orang yang menurutnya bersalah.Tak jarang di sana pulalah orang-orang tersebut meregang nyawa.
Sampai di sana,anak buah Luzio membungkukkan badan mereka.Tanda hormat kepada sang bos mafia tersebut.
Ruangan itu hanya disinari lampu remang-remang.Bau anyirpun tercium di setiap sudut ruangan itu.Tampak lima lelaki sedang pingsan dengan keadaan terikat di kursi dan tanpa mengenakan baju.Mereka hanya mengenakan celana pendek saja.Tubuh mereka sudah penuh luka karena setiap hari di cambuk oleh anak buah Luzio.
"Bangunkan mereka!" titah Luzio kepada anak buahnya.Orang-orang yang menyerangnya kemarin sedang pingsan karena terlalu banyak mendapatkan siksaan.
Anak buah Luzio pun menyirami mereka dengan semprotan air dari selang air.Mereka kaget dan terbangun.Mereka meringis kesakitan karena luka-luka di tubuh mereka terkena air.
Luzio melangkahkan kakinya mendekati orang-orang itu.Kemudian ia menjambak rambut salah satu di antara mereka.
"Cepat katakan padaku,siapa yang memerintah kalian?!"
"Sampai matipun aku tidak akan sudi menjawabnya!"jawab orang itu.
mendengar jawaban seperti itu,sudut bibirnya terangkat menampilkan smirk khas miliknya.
""Baiklah jika itu maumu.Ambilkan aku pisau kesayanganku"Pinta Luzio kepada bawahannya.
"Lihat lah,kau akan menyaksikan kematian teman-temanmu terlebih dahulu"Ucapnya lagi sambil berjalan menuju kursi paling ujung.
Tanpa basa-basi lagi Luzio menusuk dada laki-laki itu,ia membelahnya lalu menarik jantungnya keluar.
"Jika kau tetap diam,nasibmu akan jauh lebih buruk dari pada dia.Jadi aku tanya sekali lagi,siapa yang menyuruh kalian?"tanyanya lagi.Namun mulut lelaki itu hanya diam.
"Oh rupanya kau begitu setia kepada tuanmu ya".Kemudian Luzio kembali membabi buta menyiksa satu orang lagi.Kali ini meminta anak buahnya untuk membelah tubuh orang itu dengan mesin pemotong kayu.Darahnya mengalir kemana-mana dan ketika mesin itu sampai di bagian dadanya,tubuhnya mengejang hebat hingga beberapa detik kemudian tubuh itu diam tanpa pergerakan.Kemudian lanjut membelahnya lagi hingga tubuh itu benar-benar terbagi menjadi dua.Satu persatu temannya mati di tangan Luzio,saat giliran ia,ia pun memejamkan matanya sambil berpikir.
Laki-laki itu tampak tidak tahan,ada rasa takut di benaknya.Ia kemudian memberanikan diri membuka suaranya.
"Baiklah tuan,saya akan mengaku.Tapi sebelumnya izinkan saya berkata jujur"ucap laki-laki itu"
"Katakanlah,aku akan mendengarkan mu"ucap Luzio
"Sebenarnya kami tidak tahu pasti siapa yang menyuruh kami,yang pasti dia masih keluarga Dominic.Setiap dia menyuruh kami,dia datang dengan topeng yang menutupi seluruh wajahnya.Sebenarnya saya tidak boleh mengatakan ini karena ia mengancam akan membunuh anak dan istri saya.Saya akan membantu anda tuan,tapi tolong jamin keselamatan keluarga saya"Laki-laki itu tampak memohon kepada Luzio.
Mata Luzio terpejam.Ia memikirkan apa yang di bicarakan oleh orang itu.Sejak dulu keluarga Mateo punya prinsip tidak akan menyakiti dan membunuh wanita apa lagi anak-anak kecuali memang kesalahan mereka sangat fatal.Kakek Luzio,Tuan Mateo selalu mengajarkan bahwa sebagai laki-laki harus bisa menjaga dan melindungi wanita dan anak-anak.
Luzio menarik nafasnya dalam-dalam lalu berkata."Baiklah,aku akan membebaskan mu tapi dengan syarat kau harus bisa membantuku mencari tau tentang musuh ku yang itu,akan ku jamin keselamatan mu dan keluarmu.Daan satu lagi,jika kau berkhianat akan ku pastikan kau dan keluarga mu pergi ke neraka dengan cara mengenaskan!"
"Terimakasih Tuan,saya akan memegang janji saya"Ucap laki-laki itu.
Luzio kemudian menggerakkan tangannya dan mengisyaratkan anak buahnya untuk melepaskan ikatan laki-laki itu.
"Kau akan bekerja dengan ku,dan ingatlah mulai sekarang tuan mu adalah aku."
"Kau bantu dia untuk mengobati lukanya".Titah Luzio pada bawahannya.Kemudian Luzio pergi keluar dari ruangan itu. lalu pulang ke mansionnya untuk membersihkan dirinya.
......................
Mansion keluarga Mateo.
Luzio melepas pakaian mahalnya yang terkena percikan darah,laki membuangnya di keranjang khusus yang memang di sediakan untuk membuang bajunya.Besok maid akan mengamblnya.Ia kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah mandi ia berjalan menuju Walk-in closet mengambil satu setel baju tidurnya.Setelah itu ia berkaca lalu menyisir rambutnya.
Ia mengambil sebotol wine dan menuangnya kedalam gelas.Ia duduk di sofa sambil menikmati winenya.
Ia larut dalam pikiran siapa sebenarnya dalang di balik semua ini.Ia khawatir dengan keselamatan gadisnya itu.
Ia mengambil ponsel bermaksud untuk menghubungi Benvolio namun terhenti saat melihat wallpaper smartphonenya.Foto gadis manisnya itu terpajang sebagai wallpaper.Ia begitu mencintai dan menyayangi gadis itu.Ia akan melakukan cara apapun untuk menjaga sang gadis.
Ia tersenyum lalu berkata "Kau hanya milik ku,tidak ada yang boleh memiliki mu selain aku.Aku akan menjagamu,memastikan keamanan mu.Aku akan membun*uh siapapun yang mencoba menyakitimu"
......................
Di rumah sakit.
Hari ini, Nicolette sudah boleh pulang.Ia pulang bersama maminya dan papinya.Marcello sedang ada rapat penting dengan tender yang besar.Jadi,ia tidak ikut serta.Sedangkan Luzio ia sedang berada di New York untuk mengurus bisnisnya.Ia sudah berpamitan dengan sang gadis pagi-pagi sekali sebelum ia terbang ke New York.Ia membawakan gadis itu buket bunga carnation merah yang melambangkan kasih sayang.Ia juga membawa susu stroberi kesukaan sang gadis.
Setelah berkemas,merekapun pulang.
......................
Di mansion keluarga Nicole.
Gadis itu di papah papinya menuju kamarnya.Luka di punggungnya memang sudah tidak sakit lagi,tapi itu belum sembuh total.Ia belum di perbolehkan tidur berbaring terlentang,ia hanya boleh tidur miring.
Setelah sampai di kamar ia ingin duduk di sofa kesayangannya.
"Tapi ingat sayang,jangan banyak gerak ya.Nanti jahitannya terbuka"Ucap Nyonya Laurenzio.Nicolette hanya mengangguk.
"Kami tinggal ya sayang,kamu istirahat dulu"ucap Tuan Lucas.Ia lalu mengecup kening putrinya dan keluar bersama sang istri.
Nicolette terdiam,ia memejamkan matanya.Di dalam hati gadis itu mulai timbul pertanyaan-pertanyaan.Apakah kesalahan yang di lakukan ayahnya kepada keluarga Dominic sehingga ia selalu menjadi incaran orang-orang suruhan Dominic.Ataukah mungkin Dominic hanya iri dengan kesuksesan keluarga mereka.Ingin sekali Nicolette bertanya kebenaran itu kepada sang ayah,namun ia berusaha menahannya dan menunggu waktu yang tepat.
...****************...
Guys,kalian boleh kok ngasih aku masukan sambil aku belajar lagi soalnya aku masih baru dalam dunia pernovelan online ini dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya🤗
BORAHAE PARA READERS KU 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments