BAB 8 (Nicolette Sakit)

Aku pun melepas jas ku dan kemejaku lalu aku merebahkan diri di sampingnya.Cukup tidur menggunakan kaos saja.Ini terasa nyaman.Aku pun memejamkan mata di samping gadis manisku.

......................

Pagi telah tiba.Gadis itu terbangun dan merasakan ada sesuatu yang melingkar di pinggangnya.Ia membuka matanya.Ia sangat terkejut mengetahui bahwa tangan itu adalah tangan milik Luzio.Ia berteriak dan membuat Luzio bangun.

"Hei,kau kenapa?ini masih pagi kau sudah mengganggu tidurku"ucap Luzio pada gadis itu.

"Ke,kenapa kau di sini?dan bukannya aku tidur di sofa tadi malam?.Gadis itu kini terlihat gugup.

"Aku memindahkan mu agar kau tidur lebih nyaman,aku berniat tidur di sofa tapi tangan mu yang menahanku.Kau ingin agar aku tidak pergi"

"Yak! Mana mungkin aku begitu,aku pasti alasan kan?dasar om-om pedo!".Gadis itu tampak kesal.

"Terserah kau saja"lalu Luzio beranjak dari tidurnya dan pergi mandi meninggalkan Nicholette yang masih bertanya-tanya.

Setelah mandi,Luzio berjalan ke Walk-in closed.Dengan handuk yang dililitkan sepinggang dan tetesan air dari rambutnya menambah kesan hot.Nicolette terpana melihatnya.Tak dapat di pungkiri bahwa gadis itu sudah mulai tertarik dengan Luzio.Hanya saja mungkin ia gengsi mengakuinya.

"Tutup mulutmu itu bocah,air liur mu akan mengotori selimutku"

"A,aku aku tidak melihat mu"

Wajah gadis itu kini memerah,ia malu pada Luzio.Lalu ia bangkit ke dan berlari kecil menuju kamar mandi.Luzio hanya tersenyum melihat tingkah gadis manisnya itu.

......................

Siang ini gadis itu tampak tengah bersantai.Ia sedang menonton tv sambil duduk di sofa dan memangku satu toples makanan ringan dan dengan susu stroberi di meja tepat di depannya.Gadis itu suka sekali memakan camilan.Sementara Luzio masih di ruang kerjanya.

"Hai cantik,di mana Luzio si kulkas itu"ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul.

"Oh,hai paman.Oh jadi nama om-om itu Luzio.Dia sedang di ruang kerjanya.Kau siapa paman?" Ucap gadis itu.

"Hahaha,kau belum tau namanya rupanya".Ucap lelaki itu yang ternyata dia adalah Benvolio."Namaku Benvolio,aku di panggil Ben dan aku adalah sahabat om-om mu itu" lanjut Ben lagi.

"Ekhmem!" Suara bariton itu mengejutkan mereka.Ya,itu suara milik Luzio.

"Kenapa kau memakai celana pendek ha?cepat naik dan ganti pakaianmu".Kini Luzio sedang berada di mode posesifnya.

"Kenapa kau mengaturku sih?!aku biasa di rumah memakai celana pendek seperti ini" Gadis itu sangat kesal sekarang.

"Ah,ada drama rumah tangga rupanya.Baiklah selesaikan dulu masalah rumah tangga kalian.Luzio,aku menunggu mu di ruang kerjamu ada hal penting yang harus kita bahas bersama"ucap Benvolio yang malas sekali menyaksikan pertengkaran mereka.Ia lalu pergi ke lantai atas.

Sementara gadis itu masih terus membantah perkataan Luzio.

"Berhentilah mengatur-atur ku.Tau pulangkan aku dari sini!"

"Hei bocah,dengarkan aku.Aku tidak suka paha mulusmu itu di pandang oleh orang lain,kau gadisku hanya aku yang boleh melihatnya.Jangan pernah memakai celana pendek jika keluar kamar.Atau aku akan menerkam mu"

"Ah iya iya! kau cerewet sekali.Dasar om-om mesum sialan!" Lalu gadis itu pergi ke kamar untuk menganti pakaiannya.Sementara Benvolio hanya tersenyum melihat tingkah gemas gadisnya itu.

"Apa-apaan dia seenaknya mengklaim aku ini miliknya"gadis itu terus menggerutu kesal sambil berjalan ke arah kamar.

......................

Sementara itu di ruangan kerja tampak dua orang sedang mengobrol serius.Ia adalah Luzio dan Benvolio.

"Malam ini kita berangkat,kau siapkan semuanya Ben.Kita tidak bisa tinggal diam lagi"Ucap Luzio.

"Baik,kita harus bergerak cepat.Kakak Dominic sudah menguasai seperempat bagian utara wilayah kita.Mungkin ini agak lama dan kita akan pulang besok" balas Benvolio.

Mereka akan berangkat ke markas kakak Dominic,yaitu Dion.Ia berusaha merebut wilayah kekuasaan Luzio dan menantang Luzio untuk berperang.Mereka akan berangkat saat ini juga dan mungkin akan kembali besok.

"Hei bocah!" Ucap Luzio pada Nicolette.Ia berniat akan berpamitan pada gadisnya itu.Tapi Nicolette terlihat masih marah.

"Aku akan pergi sebentar,aku ada urusan dan akan kembali besok.Kau jangan nakal dan jangan coba-coba untuk kabur.Jadilah anak baik selama aku pergi.Kau tidak perlu khawatir perihal keselamatan mu,aku sudah menugaskan beberapa pengawalku untuk menjagamu dan menjaga vila ini"Tuturnya panjang lebar kepada sang gadis yang sedang bersikap sok tidak perduli sama sekali.

"Jika ingin pergi,ya pergi saja.Untuk apa kau berpamitan padaku.Kau tidak perlu mengocehiku terus ak......"

Cup!

Belum sempat gadis itu selesai bicara,bibir Luzio mendarat di bibirnya.Ia terperanjat mendapatkan ciuman yang tiba-tiba.Ia memberontak namun di tahan oleh Luzio dan ******* bibir gadis itu dengan lembut.Setelah hampir kehabisan nafas,Luzio melepaskannya.

"Apa yang kau lakukan sialan!"gadis itu mengumpat.

"Kau cerewet sekali.Aku pusing mendengarnya.Oke aku pergi dulu.Bibirmu manis juga ternyata"Luzio berbisik di telinga Nicolette sambil menyeringai tajam.Lalu pergi.

"Aaaa! Dasar kau om-om pedo sialan!".

......................

Hari berganti menjadi malam.Nicolette tampak tidak bisa tidur.Dia tiba-tiba memikirkannya Luzio.Ia tampak gusar di tempat tidurnya itu.Biasanya akan ada yang menyuruhnya makan,memarahinya jika ia tidak segera makan.Bahkan menganggunya ketika ia akan tidur.Entah kenapa ia tiba-tiba merindukan Luzio.Mungkinkah ia mulai jatuh cinta pada lelaki itu?.

Jam di dinding menunjukan pukul 8 malam, Nicolette merasa ingin berendam untuk menjernihkan pikirannya.Tapi ia ingin berendam di kolam renang yang ada di belakang mansion.Ia lalu berganti pakaian renang di lapisi bathrobe dan berjalan menuju kolam renang.

"Mau keman Nyonya Muda?" Tanya seorang bodyguard

"Aku mau berenang.Kenapa memangnya!"ucap Nicolette kesal.

"Nona,berenang di malam hari tidak baik untuk kesehatan Anda.Nanti anda demam dan Tuan pasti akan memarahi kami.Lebih baik Nona kembali kekamae Nona"

"Kau ini sama cerewetnya seperti tuan mu yang om-om itu.Aku sudah izin jadi jangan halangi aku"

Ya, Nicolette berbohong pada para penjaga itu.Ia tidak suka di larang-larang.Para penjaga itupun menyingkirkan dan membiarkan Nonanya itu berenang.Nicolette berenang hingga larut malam.

Selesai berenang dan berendam,ia kembali ke kamar.Ia merasa kedinginan sekali dan agak pusing sekarang.Setelah sampai kamar ia bergegas menuju kamar mandi membilas tubuhnya dengan air hangat laku berganti pakaian panjang.

Ia begitu kedinginan sekarang,ia agak pusing dan auhu tubuhnya meningkat.Sepertinya ia gadis itu demam.Gadis itu lalu menuju dapur untuk mengambil air hangat tapi sayang ia sudah pingsan terlebih dahulu di depan pintu kamarnya.

......................

"Apa!?kenapa bisa hah?apa kalian tidak becus menjaganya?! Tunggu hukuman kalian saat aku sudah kembali!".

Luzio sangat marah mendapat kabar bahwa gadisnya itu demam karena berenang malam-malam.Ia juga sangat kesal gadisnya itu benar-benar keras kepala.

"Ben,kau urus sisahnya.Aku harus kembali ke vila gadis manisku tiba-tiba saja demam"

"Ya,baiklah.Serahkan saja padaku,kau pulanglah.Gadis mu pasti sangat membutuhkan mu sekarang" ucap Benvolio pada sahabatnya itu.

Luzio lalu bergegas kembali ke vila.Ia mengendarai mobil seperti orang kesetanan.Yang ada di pikirannya sekarang adalah sang gadis manisnya itu.

...****************...

Selamat malam guys,selamat istirahat.Author ngantuk banget tapi tetep maksain buat update perhari 2 bab,semoga kalian ngga bosen sama cerita dari authoe😇

BORAHAE buat kalian para readers 💜

Episodes
1 BAB 1 (Visual dan Perkenalan Tokoh)
2 BAB 2 (Awal Dari Segalanya)
3 BAB 3 (Nicolette Terkejut)
4 BAB 4 (Penculikan)
5 BAB 5 (Kegilaan Luzio)
6 BAB 6 (Kekhawatiran Marcello)
7 BAB 7 (Tinggal Bersama)
8 BAB 8 (Nicolette Sakit)
9 BAB 9 (Nicholette Mode Manja dan Mulai Tumbuh Rasa)
10 BAB 10 (Kunjungan Marcello)
11 BAB 11 (Nicolette Sedang BADMOOD)
12 BAB 12 (Jalan-jalan )
13 BAB 13 (Sepi)
14 BAB 14 (Menikmati Waktu Bersama Keluarga)
15 BAB 15 (Luzio Cemburu)
16 BAB 16 (Mulai Terang-terangan)
17 BAB 17 (Dinner)
18 BAB 18 (Nicolette Terluka)
19 BAB 19 (Nicolette Siuman)
20 BAB 20 (Kegilaan Luzio part.2)
21 BAB 21 (Cemburu)
22 BAB 22 (Pertengkaran)
23 BAB 23 (Maaf)
24 BAB 24 (Pertemuan Dua Keluarga Elit)
25 BAB 25 ( Insiden di Kantor Mateo Group)
26 BAB 26 (Bicara Empat Mata Dengan Calon Mertua)
27 BAB 27 (Hari Yang di Tunggu-tunggu)
28 BAB 28 (Nyonya Mateo yang Baik Hati)
29 BAB 29 (Posesif)
30 BAB 30 (Di Tinggal Luzio)
31 BAB 31 (Medan Tempur)
32 BAB 32 (Kepulangan Luzio)
33 BAB 33 (Hujan yang Panas)
34 BAB 34 (Berkunjung ke Mansion Keluarga Nicole)
35 BAB 35 (Mood Nicolette)
36 BAB 36 (Perubahan Nicolette)
37 BAB 37 (Masih Teka-teki)
38 BAB 38 (Wanita Perusak)
39 BAB 39 ( Wanita Ular)
40 BAB 40 (Awal Penyelesaian)
41 BAB 41 (Kabar Bahagia)
42 BAB 42 (Kegembiraan Dua Keluarga)
43 BAB 43 (Permintaan Nicolette)
44 BAB 44 (Kunjungan Kakek)
45 BAB 44 (Ke Mall Bersama Kakek)
46 BAB 46 (Syndrom Cauvade)
47 BAB 47 (Keanehan Luzio)
48 BAB 48 (Sesuatu)
49 BAB 49 (Bagian Dari Masa Lalu Luzio)
50 BAB 50 (Tidak Berdarah Bukan?)
51 BAB 51 (Kehidupan Benvolio Zico)
52 BAB 52 (Masih Tentang Benvolio Zico)
53 BAB 53 (Berbagi DNA Yang Sama)
54 BAB 54 (Berita Duka)
55 BAB 55 (Kembali Bertemu)
56 BAB 56 (INSIDEN)
57 BAB 57 (Hal Yang Mengejutkan)
58 BAB 58 (Gunting Dalam Lipatan)
59 BAB 59 (Menata Kembali)
60 60 (Sebuah Fakta)
61 BAB 61 (Sebuah Ide Gila)
62 BAB 62 (Sisi Lain Dante)
63 BAB 63 (Hanya Boneka)
64 BAB 64 (Sahabat Luzio)
65 BAB 65 (Firasat)
66 BAB 66 (Penyusup)
67 BAB 67(JAVIER)
68 BAB 68 (RUMIT)
69 BAB 69 (Start)
70 BAB 70 (MY ANGER WIFE)
Episodes

Updated 70 Episodes

1
BAB 1 (Visual dan Perkenalan Tokoh)
2
BAB 2 (Awal Dari Segalanya)
3
BAB 3 (Nicolette Terkejut)
4
BAB 4 (Penculikan)
5
BAB 5 (Kegilaan Luzio)
6
BAB 6 (Kekhawatiran Marcello)
7
BAB 7 (Tinggal Bersama)
8
BAB 8 (Nicolette Sakit)
9
BAB 9 (Nicholette Mode Manja dan Mulai Tumbuh Rasa)
10
BAB 10 (Kunjungan Marcello)
11
BAB 11 (Nicolette Sedang BADMOOD)
12
BAB 12 (Jalan-jalan )
13
BAB 13 (Sepi)
14
BAB 14 (Menikmati Waktu Bersama Keluarga)
15
BAB 15 (Luzio Cemburu)
16
BAB 16 (Mulai Terang-terangan)
17
BAB 17 (Dinner)
18
BAB 18 (Nicolette Terluka)
19
BAB 19 (Nicolette Siuman)
20
BAB 20 (Kegilaan Luzio part.2)
21
BAB 21 (Cemburu)
22
BAB 22 (Pertengkaran)
23
BAB 23 (Maaf)
24
BAB 24 (Pertemuan Dua Keluarga Elit)
25
BAB 25 ( Insiden di Kantor Mateo Group)
26
BAB 26 (Bicara Empat Mata Dengan Calon Mertua)
27
BAB 27 (Hari Yang di Tunggu-tunggu)
28
BAB 28 (Nyonya Mateo yang Baik Hati)
29
BAB 29 (Posesif)
30
BAB 30 (Di Tinggal Luzio)
31
BAB 31 (Medan Tempur)
32
BAB 32 (Kepulangan Luzio)
33
BAB 33 (Hujan yang Panas)
34
BAB 34 (Berkunjung ke Mansion Keluarga Nicole)
35
BAB 35 (Mood Nicolette)
36
BAB 36 (Perubahan Nicolette)
37
BAB 37 (Masih Teka-teki)
38
BAB 38 (Wanita Perusak)
39
BAB 39 ( Wanita Ular)
40
BAB 40 (Awal Penyelesaian)
41
BAB 41 (Kabar Bahagia)
42
BAB 42 (Kegembiraan Dua Keluarga)
43
BAB 43 (Permintaan Nicolette)
44
BAB 44 (Kunjungan Kakek)
45
BAB 44 (Ke Mall Bersama Kakek)
46
BAB 46 (Syndrom Cauvade)
47
BAB 47 (Keanehan Luzio)
48
BAB 48 (Sesuatu)
49
BAB 49 (Bagian Dari Masa Lalu Luzio)
50
BAB 50 (Tidak Berdarah Bukan?)
51
BAB 51 (Kehidupan Benvolio Zico)
52
BAB 52 (Masih Tentang Benvolio Zico)
53
BAB 53 (Berbagi DNA Yang Sama)
54
BAB 54 (Berita Duka)
55
BAB 55 (Kembali Bertemu)
56
BAB 56 (INSIDEN)
57
BAB 57 (Hal Yang Mengejutkan)
58
BAB 58 (Gunting Dalam Lipatan)
59
BAB 59 (Menata Kembali)
60
60 (Sebuah Fakta)
61
BAB 61 (Sebuah Ide Gila)
62
BAB 62 (Sisi Lain Dante)
63
BAB 63 (Hanya Boneka)
64
BAB 64 (Sahabat Luzio)
65
BAB 65 (Firasat)
66
BAB 66 (Penyusup)
67
BAB 67(JAVIER)
68
BAB 68 (RUMIT)
69
BAB 69 (Start)
70
BAB 70 (MY ANGER WIFE)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!