Ini hari di akhir pekan.Nicholette libur kuliah,Tuan dan Nyonya Nicole juga sedang di rumah,begitupun dengan Marcello.Mereka semua sedang berkumpul untuk sarapan.
Tampak nyonya Nicole sedang mengambilkan nasi untuk suami dan anak-anaknya.Ia begitu telaten mengurusi keluarganya.
"Terima kasih sayang"ucap Tuan Nicole pada sang istri.
Sambil tersenyum Nyonya Nicole menjawab"Sama-sama sayang,makanlah yang kenyang"
"Mi,Aku rindu di suapi mami.Sudah lama aku tidak disuapi"Ucap Nicolette pada maminya.Ia begitu manja sekali.
"Utututu,sini sayang mami suapi"Nyonya Nicole pun menyuapi putrinya itu
"Cih,kau ini sudah besar masih saja manja"Ucap sang kakak mengejek
"Bilang saja kau iri kan wleeek"Nicolette kemudian menjulurkan lidahnya mengejek sang kakak.
Tuan Lucas hanya tersenyum melihat kelakuanku kedua anaknya itu.Terlepas dari seperti apa sifat mereka,Tuan Lucas sangat senang keluarga mereka tetap utuh dan tetap bisa berkumpul seperti ini.
Merekapun menikmati sarapan mereka.
......................
Di ruang keluarga.
Tampak mereka sedang duduk di sofa,dan tampak juga Nicholette sedang duduk di pangkuan Papinya sambil menonton TV.
"Pi,apa aku boleh pergi ke club nanti malam?"ucap Nicolette di sela-sela menontonnya.
"Tidak boleh,Papi tidak mau kau berakhir di culik lagi"Jawab Tuan Lucas tegas.
Wajah gadis itu kini berubah ekspresinya.Kini iya tampak kesal.
"Ayolah Pi,aku rindu teman-teman ku"rengeknya lagi.
"Em,em"ucap tuan Lucas sambil menggeleng.
Nicolette terdiam,ia tau mungkin Papinya masih khawatir mengingat kejadian penculikan kemarin hampir menghilangkan nyawanya.
"Baiklah,aku tidak akan ke club,tapi aku mau nanti malam kita pergi ke luar dan jalan-jalan".
"Oke,begitu lebih baik".Kemudian Tuan Lucas menengok ke arah Nyonya Laurenzio.
"Iya,kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama,selama ini kita saling sibuk.Marcello,apa kau mau ikut?"
"Tentu saja aku ikut ma.Aku juga rindu momen kita bersama-sama seperti itu."Jawab Marcello.
Mereka lalu lanjut menonton TV lagi.Di sela-sela menonton,Nyonya Laurenzio tidak lupa menyiapkan susu stroberi dan camilan kesukaan putrinya itu.Meskipun sang putri berkali-kali mengatakan bahwa dia sudah dewasa,namun tetap saja di mata Nyonya Laurenzio ia masih putri kecil kesayangannya yang manja.
Nyonya Laurenzio teringat ketika ia sudah lama menikah tapi tak kunjung memiliki anak lalu ia dan suaminya memutuskan untuk mengadopsi bayi laki dari sebuah panti asuhan yang mereka beri nama Marcello Torricelli Nicole.Dan setelah Marcello berumur enam tahun,puji tuhan Nyonya Laurenzio hamil dan melahirkan seorang putri cantik yang di beri nama Nicolette Alessandra Charlota.
Tuan dan Nyonya Nicole sama sekali tidak pernah membeda-bedakan dalam memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya.Mereka semua mendapat kasih sayang dan perhatian yang sama.Bahkan mereka di didik dengan sama dan mengeyam pendidikan di sekolahan dan kampus terbaik di negaranya.Tuan dan Nyonya Nicole sangat menyayangi anak-anaknya.
......................
Siang ini mereka pergi ke sebuah taman hiburan.Mata Nicolette tampak berbinar ketika pertama kali menginjakkan kakinya di area taman hiburan.Sudah lama ia tidak jalan-jalan keluarga seperti ini.Ia berjalan di depan dengan menggandeng tangan sang kakak,sementara Tuan dan Nyonya Nicole berjalan di belakang memandangi mereka dengan senyuman.
Nicolette dan sang kakak naik wahana Roller Coaster,sementara Tuan dan Nyonya Nicole berfoto berdua di depan sebuah patung jerapah yang ada di taman hiburan tersebut.Tuan dan Nyonya Nicole tampak sangat menikmati momen kebersamaan itu.
Hari sudah mulai malam,setelah Nicolette dan kakaknya selesai bermain,Tuan dan Nyonya Nicole mengajak mereka ke mall dulu untuk malam malam dan berbelanja.
Mereka tiba di sebuah mall terbesar di kota itu.Mereka makan malam dulu sebelum berbelanja.Setelah makan malam mereka berbelanja beberapa pakaian dan sepatu.Tentu saja yang membayar adalah Marcello.Ia bersikeras ingin membayar semua belanjaan keluarganya,padahal papinya sudah mengeluarkan blackcard nya,namun Marcello langsung menyela dan memberikan kartu blackcard nya kepada penjaga kasir.
"Biar aku saja Pi"ucap Marcello.
"Baiklah-baiklah,kini kau memang bos dari SH Group.Uang mu lebih banyak dari uang papi"goda papinya kepada Marcelo.
"Iya kak,uang mu pasti banyak.Sekarang kau juga harus membelikan aku susu stroberi dan camilan ku ya,kau kan kakakku yang paling tampan"Rayu sang adik sambil bergelayut manja di lengan Marcello.
"Cih,memuji jika ada maunya,aku memang tampan dari dulu"balas sang kakak dengan gayanya yang sombong.
Nicolette memutar bola matanya malas.Kakaknya itu memang terkadang sangat percaya diri yang kadang menyebabkan Nicolette kesal.
Selesai berbelanja, Marcello menelpon pengawalnya untuk membawakan barang belanjaan mereka karena cukup banyak.Dari tadi pengawal mereka juga ikut bersama mereka.Hanya saja mereka tidak berada terlalu dekat.Mereka di perintah untuk mengawasi dari kejauhan.
Tuan dan Nyonya Nicole pulang terlebih dulu sementara Nicolette mengajak Marcello untuk membeli susu stroberi dan camilan kesukaannya.
Setelah puas berbelanja, Marcello membayar barang belanjaan sang adik.
"Terimakasih kakakku yang tampan sedunia.Aku begitu sayang sekali pada kartu blackcard mu"ucap sang adik lalu berlari duluan meninggalkan Marcello yang sedang kesal.Bisa-bisanya sang adik mengatakan hanya sayang kepada blackcardnya saja.
"Dasar menyebalkan,untung kau adikku"gumam Marcello.Lalu ia berjalan mengikuti sang adik untuk pulang.
......................
Di mansion keluarga Nicole.
Jam menunjukkan pukul delapan malam.Anggota keluarga Nicole tampak sedang duduk di ruang keluarga.Mereka sudah mengenakan setelan tidur.
Tampak Nicolette yang sedang menyender di bahu sang kakak sambil menikmati camilannya dan menonton TV.Tuan dan Nyonya Nicole sedang duduk berdua di.Mereka berpegangan tangan sambil fokus menonton.Mereka tetap mesra meskipun sudah lanjut usia.Tuan Lucas begitu mencintai istrinya itu.
......................
Di mansion Mateo.
Tampak Luzio sedang memandangi lemari kaca di kamarnya sambil duduk di sofa kamarnya.Dia telah memindahkan semua mainan sang milik gadisnya itu ke mansion utamanya.Semenjak 2 hari yang lalu ia telah pulang ke mansionnya.Ia bosan tinggal di vila seorang diri.Apa lagi bayangan kebersamaan ia dan sang gadis selalu muncul setiap ia memandang ke sudut ruangan.Ia seakan di buat gila oleh gadis manisnya itu.
Kini Luzio sedang memikirkan,sedang apa gadis manisnya sekarang.Ia ingin menelponnya tapi takut sang gadis sudah tidur dan akan menganggu waktu istirahat sang gadis,tapi jika tidak ia rindu berat pada sang gadis.Akhirnya iya memilih untuk minum wine saja.
Sambil meneguk winenya ia memikirkan untuk menemui sang gadis besok.Ia berencana akan mengajaknya makan malam.
"Semoga saja dia mau"Gumam Luzio lalu meneguk kembali winenya.
...****************...
*Terimakasih guys yang udah mampir.Maap yak kalo banyak Typo nya🙏
L nad H from author*, BORAHAE 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments