Ia berjalan menyusul sang gadis yang sudah masuk ke dalam kamarnya itu.Saat masuk ke dalam kamar betapa terkejutnya ia melihat..........
Selimut,kasur dan bantal sudah berserakan di lantai,dan gadisnya itu tampak sedang tengkurap dan menangis.Luzio hanya menggelengkan kepalanya sambil memunguti yang berserakan tadi.Lalu ia menghampiri gadisnya itu.
"Hei manis,sudah lah jangan menangis.Aku tidak memberikanmu PS lima di kamar bukan karena aku pelit.Aku takut kau sakit karena kurang tidur.Sebagai gantinya aku akan membuatkan mu ruangan gamer.Tapi sekarang berhentilah menangis"Bujuk Luzio sambil mengelus rambut gadisnya itu.
Sang gadis langsung membalikan badannya lalu berkata,"Baiklah aku akan berhenti menangis,tapi jika kau bohong,aku akan minta kakakku untuk menjemput ku!"
Luzio tertawa,betapa tidak.Wajah dan hidung yang memerah,mata sembab itu terlihat menggemaskan sekali.
"Ia manis,aku akan segera menyuruh orang untuk membuatkan mu ruangan gamer.Tapi ingat ya kau tidak boleh terus-terusan bermain game"tutur Luzio lagi.
Gadis itupun mengangguk dan bangkit dari tidurnya.
Keesokan harinya .
Pagi ini Luzio dan Nicolette sarapan bersama dan hari ini Nicolette sudah bisa kuliah.Setelah selesai sarapan Luzio hendak mengantar Nicolette kuliah namun gadis itu bersikeras ingin menyetir sendiri.
"Aku tidak mau kau yang menyetir biarkan aku saja yang menyetir,jika kau ingin mengantarku,cukup duduk saja di sebelah ku!"gerutu sang gadis.
Luzio pun kesal sekali mendengar ocehan sang gadis,ia mengecup sekilas bibir sang gadis.
"Diam lah,atau ku buat kau mend***h di bawah kungkungan ku"ucapnya sambil berbisnis sensual.
"Ah,kau memang pemaksa dan mes*m!" Ucap sang gadis kesal.Ia terpaksa menuruti perkataannya Luzio.Luzio hanya terkekeh melihat sang gadis mengacungkan jari tengah padanya sambil masuk mobil.Kini Luzio mengantar gadis itu ke kampusnya dan di ikuti oleh empat mobil bodyguardnya.Bodyguard itu di perintahkan untuk menjaga Nicolette.Ia tidak mau kecolongan lagi seperti yang sudah-sudah.
......................
Di kampus.
Mobil berhenti di area parkir kampus,mereka jadi pusat perhatian semua orang yang di sana.
"Bukankah itu Tuan Luzio yang sangat kaya itu?"."Wah,ada hubungan apa ya Tuan Luzio dengan Nicolette".Ucap para mahasiswa dan mahasiswi di sekitar mereka sambil terus fokus memerhatikan mereka.
Nicolette pun keluar mobil lalu menutup pintu mobil dengan keras.Ia tampak kesal dengan Luzio.Tanpa bicara sepatah katapun ka lalu pergi meninggalkan Luzio yang lagi-lagi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan gadisnya itu.
Nicolette tengah bersama teman-temannya.Mereka sedang mengobrol.
"Nic,kau tadi di antar siapa? sepertinya wajahnya tidak asing"Ledek Kim pada Nicolette.
"Kau sudah lama tidak kuliah ternyata kau tinggal bersamanya"balas Charlie ikut meledeknya juga.
Nicolette tampak kesal,ia lalu meninju dua temannya itu.Sementara Lova,Anna dan Laura hanya bisa terkekeh.
"Nanti pulang kuliah kita ke kafe yuk,sudah lama kita tidak minum kopi bersama",Ajak Lova.pada kelima temannya itu.
"Aku tidak bisa,maaf ya,sekarang aku harus segera pulang jika sudah selesai kuliah.Aku takut di culik lagi"Tutur Nicolette kepada temannya.
"Ah benar juga,kejadian beberapa hari yang lalu itu membuat kami kaget"ucap Anna
"Iya,kami panik karena kau menghilang dan kami akhirnya menghubungi kakakmu"balas Laura.
"Tapi bagaimana kau bisa di culik Nic?,kami penasaran" tanya Anna.
Nicolette lalu menceritakan semua dari awal hingga akhir kepada teman-temannya itu.
"Pantas saja kakakmu bilang agar kami tidak usah mengkhawatirkan mu saat kami bertanya kabar mu"Ucap Kim setelah Nicholette selesai bercerita.
"Dan kami tidak di beri tahu di mana kau tinggal selama ini"balas Charlie.
Sang gadis merasa tidak enak dengan teman-temannya itu,ia lalu berkata,"Ah maaf ya,aku benar-benar tidak bisa mengatakan aku tinggal di mana sekarang.Nanti aku akan memberi tahu kalian jika keadaan sudah aman"
Semua mengangguk dan mengerti.Mereka juga tidak mau.Nicolette kenapa-kenapa.
"Tapi kau belum di bobol oleh si Luzio itu kan, Nic"Pertanyaan Kim itu mampu membuat Nicolette kesal,gadis itu meninju lengannya.
"Sembarang kau!"
"Dulu kau bilang dia om-om pedo.Kenapa kau malah tinggal bersamanya?, apakah sekarang kau sudah cinta padanya?" Tanya Anna menggoda gadis itu.
Nicolette tampak kesal sekarang.Sementara temani hanya bisa tertawa melihat tingkah Nicolette.
......................
Jam kuliah telah selesai,setelah mengucap salam perpisahan dengan teman-temannya, Nicolette pun pulang.Luzio sudah menjemputnya.
Di mobil hanya ada keheningan sampai akhirnya Luzio membuka percakapan."Bagaimana kuliah mu hari ini,manis?"
Yang di tanya menatap Luzio dengan tatapan yang sinis,"Tidak usah bertanya-tanya,aku sedang tidak mau berbicara padamu"
Luzio mengerutkan keningnya.Ia heran dengan sikap gadisnya itu.Kemarin-kemarin dia baik-baik saja tetapi entah kenapa sekarang ia menjadi sangat galak.
......................
Di vila.
Mereka telah sampai di vila dan Nicolette buru-buru masuk ke kamar meninggalkan Luzio yang sedang bertanya-tanya dengan sikap sang gadis.Luzio buru-buru menyusul sang gadis ke dalam.
Selesai berganti pakaian mereka makan siang bersama.Selesai makan siang Nicolette ke ruang tv.Ia menonton Tv dan sambil makan camilan tentunya.Ia begitu serius menonton hingga belum sadar jika Luzio sudah duduk di sebelahnya.
"Serius sekali,kau sedang menonton apa?.Ucap Luzio dengan lembut
"Lihat saja sendiri!kenapa harus bertanya!" Ucap sang gadis ketus.Sementara Luzio hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala mendengar perkataannya.Luzio kemudian fokus dengan tabletnya.Ia sedang memantau sesuatu,mungkin sedang melacak seseorang.
"Wah, pemandangan yang indah"ucap seorang lelaki yang tiba-tiba muncul.
"Hei paman Ben,ayo kita main game?"ucap sang gadis.Ternyata lelaki itu adalah Benvolio.
"Hem,nanti saja ya manis.Aku ada urusan dengan om-om mu itu dan lihatlah juga matanya itu,seperti ingin memenggal ku"ucap Benvolio kepada sang gadis.
Sorot mata Luzio menatap mereka berdua tak suka.Tentu saja Luzio sedang cemburu.
"Jangan perdulikan dia paman,dia itu tak asik"ucap sang gadis lagi.
"Kau ini sebenarnya kenapa?dari kemarin kau marah-marah padaku"tanya Luzio.
"Aku benci,aku pembohong!"ucap sang gadis lalu bergegas pergi ke kamarnya.
Luzio dan Benvolio hanya bisa menatap heran sang gadis.Kemudian mereka lanjut membahas pekerjaan mereka berdua.Setelah selesai Benvolio pamit pergi.
Luzio menghampiri sang gadis di kamarnya.Di lihatnya sang gadis tengah berbaring tengkurap.Luzio mendekati gadisnya itu.
"Hei manis,aku salah apa?kenapa kau mengabaikan aku dan memarahiku?"ucap Luzio sambil mengelus rambut sang gadis.
"Aku malas dengan mu,kau membohongiku.Kemarin katanya kau mau membelikan aku susu stroberi yang banyak,mana buktinya?.Bahkan sekarang susu stroberi ku sudah habis"ucap sang gadis kesal tanpa menengok ke arah Luzio.
Luzio terkekeh kemudian menjawab "Oh, gara-gara itu rupanya.Baiklah sekarang ganti pakaian mu,kita ke mall sekarang juga?"
"Benarkah?"mata gadi itu berbinar sekarang.
Ben mengangguk lalu berkata,"Aku tunggu di bawah".
Gadis itu menjadi girang sekali sekarang.Ia lalu mencium pipi Luzio tiba-tiba."Terimakasih om,aku sayang padamu".Kemudian ia bangkit dan berjalan menuju Walk-in closed untuk berganti pakaian.Sementara Luzio merasa salah tingkah karena sang gadis mencium pipinya secara tiba-tiba.
...****************...
Halo guys,kembali lagi bersama autor.Terimakasih buat yang udah baca🤗
BORAHAE 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments