Lelaki yang melukai tadi agak sedikit kaget saat mengetahui siapa yang datang.
"Oh,hai Mr.D.Sepertinya gadis ini punya hubungan dengan mu ya, sampai-sampai kau datang terlebih dulu sebelum Tuan Lucas.Kau kemari ingin menyaksikan ia mati ya?"ucap lelaki itu seraya tersenyum penuh ejekan.
Orang yang menculik Nicolette adalah musuh ayahnya.Ia adalah Dominic.Tapi sayangnya Dominic tidak tahu jika Nicolette di bawah pengawasan Luzio.
"Tidak usah banyak bicara,cepat lepaskan dia berengs*k!".Ucap Luzio penuh amarah.
"Melepaskan dia?tidak akan.Aku ingin sekali dia mati atau minimal membuatnya cacat seumur hidupnya!"
Saat Dominic akan menghujam Nicolette dengan pisaunya,tiba-tiba Benvolio menangkisnya.Ya,Benvolio tadi mengendap-endap mencuri kesempatan untuk mendekati Dominic.
Perkelahian pun pecah antara anak buah Dominic yang masih tersisa dan anak buah Luzio.Luzio sendiri melawan Dominic.Sementara itu, Benvolio melepaskan ikatan Nicolette dan mengamankan Nicolette sesuai perintah dari sahabatnya.
Kini ruangan itu penuh dengan suara perkelahian.
Saat Luzio lengah, Dominic berhasil menusuk bahu Luzio.Luzio hanya meringis dan kembali melawan.Luka seperti itu hanya luka ringan bagi Luzio.Luzio jatuh tersungkur menerima bogeman dari lawannya itu dan saat Dominic akan menusuk perut Luzio, Nicholette melihat dan menahan dengan tangannya.Terjadilah tarik menarik antara Dominic dan Nicholette.Dominic berharap bisa menarik pisaunya dari genggaman Nicolette namun genggaman tangan gadis itu cukup kuat.
Melihat ada sedikit kesempatan, Luzio langsung menendang Dominic hingga dia roboh dan Dominic di amankan oleh Benvolio.
"DASAR BAJ*NG*N.AKAN KU BUN*H KAU BAST*RT!".Rahang Luzio mengeras ia tampak marah sekali melihat gadisnya di lukai."Ben,bawa dia ke markas kita" titahnya kemudian pada Benvolio.Dominic yang malang itupun di bawa ke markas milik Luzio.
Luzio sangat panik saat melihat darah segar mengucur deras di tangan gadis itu.Ia lalu menghampiri gadisnya itu.Nicolette sudah tampak lemas.
"Hei,ayo segera ke rumah sakit.Lukamu cukup dalam dan harus segera di obati"Ucap Luzio panik,ia lalu menyobek sedikit kemejanya dan membalutkan ke luka gadis itu untuk menghentikan aliran darahnya.Nicolette hanya diam,tubuhnya lemas sekali saat ini mungkin karena lukanya mengeluarkan darah cukup banyak.
Nicolette POV.
Aku begitu lemas sekali sekarang,dan sepertinya darahku juga lumayan banyak yang keluar sementara lelaki itu sibuk membalut lukaku dengan kain sobekan kemejanya.Sebenarnya siapa lelaki ini?kenapa dia menyelamatkan aku dan tau jika aku tengah di culik?apa dia penguntit?.
Ah sial,aku benar-benar lemas sekarang dan kepalaku pusing.Aku mencoba untuk tetap terjaga tapi tiba-tiba semua pandanganku berubah menjadi hitam.
Luzio POV.
Rasanya ingin sekali aku membun*h si berengs*k itu,berani sekali ia menyakiti kesayangan ku.Lihat saja,akan aku pisahkan kepala dari tubuhnya.
Gadis manis ku diam saja dari tadi,sepertinya dia sudah sangat lemas aku harus segera membawanya ke rumah sakit.Belum sempat aku membopongnya ia lebih dulu sudah pingsan.Aku semakin panik dan langsung saja aku menggendong dia menuju mobilku.
Ku lajukan mobilku dengan kecepatan tinggi,aku tidak perduli hal lain.Saat ini yang ada di pikiranku hanyalah keselamatan Nicolette.
......................
Di rumah sakit.
Luzio begitu tak enak melihat gadis manisnya itu harus terbaring di sini dengan selang infus yang terpasang di tangannya ,15 luka jahitan di telapak tangannya dan luka gores di bawah matanya itu.
"Tenang cantik,aku akan membuat luka lebih banyak lagi di tubuhnya"ucap Luzio pada sang gadis yang kini masih belum sadar.
"Jangan biarkan seorangpun masuk kea ruangan ini kecuali petugas medis.Dan pastikan kalian terus berjaga hingga aku kembali"Titah Luzio pada keempat bodyguardnya itu.
Luzio lalu pergi ke markasnya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.Rasa khawatir dan marah menjadi satu saat ini.
......................
Markas Black Devil.
Benvolio menyiramkan air ke wajah Dominic.Ia tampak sudah kacau sekarang.Ia mendapat banyak luka bekas cambukan dan dengan posisi tangan dan kaki di ikat di sebuah kursi menambah kesan kemalangannya.Dominicpun tersadar dari pingsannya.
Terlihat Luzio menyeringai,persisi seperti senyuman psikopat yang haus darah.
"Kau tadi berani sekali ya menyentuh gadis ku"ucap Luzio sambil menjambak rambut lelaki itu."Gara-gara kau wajah cantik gadis manis ku tergores dan ia harus terbaring di rumah sakit karena kehilangan banyak darah.Kau harus merasakan lebih dari apa yang iya rasakan"lanjutnya lagi.Gaya bicaranya kali ini cukup santai tapi mematikan.
Dominic terus memberontak"Lepaskan aku sialan!"
Luzio tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Dominic.Lalu ia meminta Benvolio membawakan ia pisau belati tajam kesayangannya.
"Mari buat luka yang serupa juga".Luzio menyeringai tajam.
Ia lalu menekan menggoreskan pisaunya di bawah mata lelaki itu dan menyayat paha nya cukup dalam.Kemudian ia menuangkan air garam di atas luka lelaki tersebut.
Dominic hanya bisa menjerit kesakitan.Bayangkan saja betapa perih dan sakit luka yang di tuangkan air garam tersebut.
"Itu masih belum seberapa,masih ada lagi beberapa kejutan untukmu.Akan ku buat kau sendiri yang meminta aku untuk membun*h mu"
Kemudian Luzio mencabut kuku-kuku lelaki itu satu persatu kemudian menyiraminya degan air garam.Tak sampai disitu Ia menarik kulit di bagian luka yang di bawah mata lelaki tersenyum hingga ke dagu dan kembali menyiramnya dengan air garam.Sang empu hanya bisa menjerit kesakitan.
"To tolong,Bu,bunuh saja aku sekarang"Mohon Dominic dengan suara yang sudah mulai melemah
"HAHAHA!" Tawa Luzio seketika pecah."Kau bilang apa? membunuh mu?.Iya aku memang akan membunuh mu,tapi tidak sekarang.
Lalu Luzio memotong kaki dan tangan Dominic secara brutal dan menginjak kepalanya hingga hidung dan telinga mengeluarkan darah.Dominic yang hampir tewas pun di pisahkan kepalanya dari tubuhnya.Luzio tersenyum puas sekarang.
"Berikan potongan tubuhnya ke kandang Leo" Titah nya pada para bawahan.Leo adalah singa peliharaan Luzio.Leo di pelihara sejak ja masih kecil.
......................
Selesai sudah urusan di markasnya.Kini Luzio sudah mandi dan bersiap-siap untuk ke rumah sakit.Ia harus melihat gadis manisnya itu.Ia mendapat laporan dari bodyguardnya bahwa Nicholette belum juga sadar.
Ia mengendarai Buggati La Vioture Noire miliknya dengan kecepatan tinggi.Mobil mahal itu hanya ada 1 di dunia ini dan harganyapun sangat fantastis.Luzio sangat sayang dengan mobilnya yang satu ini..............
...****************...
Segini dulu ya guys,kalo adegannya agak kurang menegangkan,maaf ya guys😇dan Terimakasih buat yang udah mampir.Borahae💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments