Sudah seminggu Nicholette berada di vila milik Luzio.Hari ini Marcello menjenguk sang adik.Selain ia sudah rindu ia juga sebenarnya agak khawatir.Ia takut Luzio berbuat macam-macam pada adiknya itu.
Saat Marcello tiba, ia melihat pemandangan yang tidak biasa.Dimana sang adik tengah tiduran dengan posisi kepalanya di pangkuan Luzio.Mereka fokus dengan pekerjaan masing-masing.Luzio sibuk berkutat dengan tabletnya, sementara adiknya sibuk menonton Tv.Itu sangat aneh menurutnya mengingat sang adik tidak akan manja kecuali pada orang tertentu saja.
"Ekhem, pemandangan macam apa ini"ucap Marcello.
Mereka berdua pun kaget.Nicolette langsung bangkit dan memeluk erat kakaknya itu.
"Kakak,aku rindu tau.Kenapa kau baru mengunjungi ku?"ucap sang adik.
"Aku sibuk sayang,bahkan sebenarnya hari ini aku masih ada pekerjaan tapi rasa rinduku mengalahkan rasa inginku pada uang"ucap sang kakak sambil mengelus rambut sang adik.
Sementara Luzio menatap mereka tajam.Entah kenapa ia agak cemburu melihat gadisnya itu di peluk kakaknya sendiri.Sementara itu Marcello di ajak duduk oleh adiknya dan sang kakak pun duduk di sebelahnya.
"Kenapa kau harus datang?kau mengganggu kami"ucap Luzio ketus.
"Kau lupa jika dia adikku,tapi kenapa ia bisa cepat sekali dekat deng mu?apa kau telah menebar rayuan mu?"
"Cih,untuk apa aku menebar rayuan ku"
"Lalu kenapa kalian bisa sedekat itu?"tanya Marcello.
"Karena aku tampan,iya kan Manis?"
"Kalian ini sungguh berisik.Kak,kau mau menengok ku atau mau berkelahi sih?.Jika kau mau berkelahi dengannya pergilah ke halaman belakang vila ini,aku akan menonton kalian sambil makan popcorn".Kini sang adik terlihat kesal.
"Tentu saja melihat mu sayang.Kakak sudah rindu sekali padamu.Oh iya ini kakak bawakan cake kesukaan mu.Mami yang membuatnya",kemudian ia menyerang paper bag yang berisi cake stoberi kesukaan adiknya itu.Mata gadis itu tampak berbinar melihat cake kesukaannya.
Nicolette bertanya kenapa Maminya tidak ikut,padahal ia juga rindu maminya itu.Sang kakak menjawab jika maminya belum bisa mengunjunginya.Ia takut keberadaan Nicolette akan terendus musuh.Nicolette pun mencoba mengerti.Ia lalu menyantap cake buatan maminya itu.
"Kau makanlah itu,aku akan berbicara dengan dia dulu".Lalu Luzio dan Marcello ke ruangan sebelah.Meninggalkan sang adik yang tengah asik menyantap cake itu.
......................
Di ruangan lain.
"Sebenarnya kedatanganku ke sini bukan hanya sekedar menjenguk adikku".Ucap Marcello lalu menyeruput kopi yang sudah di sediakan.
"Lalu?"tanya Luzio dengan singkat.
Marcello menatap intens Luzio laku bertanya,"Apa kau menyukai adikku?"
"Hahaha!" Tawa Luzio pecah."Ku Rasa kau tahu jawabannya tuan Marcello"
"Apa alasan kau menyukainya?bukankah umur kalian beda jauh?dan bukankah di luaran sana ada banyak perempuan yang sangat ingin dengan mu?kenapa kau memilih adikku?"
"Begini Tuan Marcello.Aku menyukai adikmu sudah sejak lama.Aku tidak tau kenapa tapi yang pasti ia beda dengan yang lain.Di saat ada banyak wanita yang mengejar ku,ia justru menolakku mentah-mentah.Dia tipe gadis yang galak tapi bisa manja juga.Itu yang membuat aku menyukainya.Dan persetan dengan umur atau wanita lain",Ucap Luzio dengan tegas.
"Apa itu juga alasan kau mengirim mata-mata untuk mengawasi adik ku?"
Luzio membenarkannya.Ia tidak heran jika Marcello tau karena mereka sama-sama mafia.
Marcello menatap intens lagi kearah Luzio lalu berkata,"Oke,sejauh ini aku akan membiarkan kalian dekat,tapi tidak untuk menjalin hubungan asmara.Adikku masih terlalu kecil untuk itu ia juga masih kuliah.Aku memberikan mu kepercayaannya ku,jangan pernah kau sentuh dia karena kalian bukan suami istri.Ingat itu Tuan Luzio!"
"Kau tenang saja.Aku tidak akan menyentuhnya sedalam itu.Aku mencintainya itu artinya aku akan menjaganya bukan merusaknya.Jika itu terjadi,dengan suka rela aku menyerahkan kepalaku untuk kau penggal"ucap Luzio mantap.
Marcello tersenyum lega mendengar perkataan Luzio."Baiklah aku pegang janjimu itu"
Mereka pun mengobrol sebentar lalu kembali menghampiri sang gadis yang tengah asik menonton sambil makan camilan.Mereka berdua tersenyum menatap gadis itu.Bagi Marcello dia tidak pernah berubah,selalu doyan camilan dan susu stroberi tapi tubuhnya tidak menjadi gendut seperti kebanyakan orang.
Mereka kemudian mendiskusikan tentang kuliah sang gadis.Nicolette tiba-tiba ingin kuliah.Ia merasa bosan terkurung di vila ini.Mulanya Luzio dan sang kakak menolak tapi gadis itu mengeluarkan jurus ampuh ia merengek dengan puppy eyes yang mengemaskan.Tentu saja sang kakak dan Luzio tidak tahan dan mengiyakan keinginan gadis itu,tapi dengan sarat harus di kawal bodyguard dan setelah pulang kuliah langsung kembali ke vila.Nicolette pun menyanggupinya.
Kini tiba Marcello harus pulang.Nicolette pun menangis.
"Kenapa cepat sekali sudah mau pulang?aku masih rindu"
"Sudah jangan menangis,kau terlihat jelek jika seperti itu,nanti kakak akan kesini lagi sayang"
"Janji ya?"
"Iya sayang" merekapun berpelukan dan tak lama setelah itu Marcello pun pulang.
Kini tinggal mereka berdua di ruangan itu.
"Om,bolehkah aku minta PS 5 di kamarku?"Ucap sang gadis tiba-tiba.
"Tidak boleh,nanti jika malam saat aku tertidur kau akan main game diam-diam"ucap sang ketua mafia tersebut.
"Kau ini pelit sekali padaku!"
"Aku bukan pelit,aku hanya tidak mau kau jatuh sakit hanya karena kurang tidur"
"yeyeyeyeyeye,dasar tak asik" sang gadis pun marah dan pergi ke kamar meninggalkan lelaki itu.
Luzio hanya terkekeh.Ia sungguh gemas sekali melihat kelakuan gadisnya itu,ia terlihat begitu menggemaskan saat sedang marah.Kini Luzio harus mencari cara untuk membujuk gadisnya yang keras kepala itu.
Ia berjalan menyusul sang gadis yang sudah masuk ke dalam kamarnya itu.Saat masuk ke dalam kamar betapa terkejutnya ia melihat..........
...****************...
Segini dulu ya guys,besok sambung lagi.
BORAHAE para readers ku💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments