Luzio melajukan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi.Ia membawa Nicolette ke mansion nya.
Melihat mobil tuannya,sang penjaga langsung cepat-cepat membukakan pintu gerbang dan setelah mobil terparkir mereka membukakan pintu mobil untuk tuannya.Luzio berjalan menuju kamar utama sambil menggendong Nicolette ala bridal style.
Semua mata mereka tertuju pada pandangan yang tak biasa itu.Bagaimana tidak,seorang Luzio yang terkenal dingin tiba-tiba saja membawa seorang gadis ke dalam mansion pribadinya.Bahkan pacarnya yang dulu saja tidak pernah ia bawa kesini.Mereka menduga-duga ada hubungan apa tuanya dengan gadis yang kini tengah ia gendong.
Sampai di kamar,Luzio membaringkan gadis manis itu di kasur king size miliknya.Kemudian ia menghubungi dokter pribadinya.Tidak butuh waktu lama,sang dokter pun tiba.
"Siapa gadis manis ini Zio?,kau tidak berniat berbuat gila dengannya kan?"Tanya sang dokter yang ternyata masih sahabat Luzio.Ia curiga jika gadis ini sebelumnya sudah di apa-apakan oleh Luzio.
Luzio terlihat kesal."Jangan banyak tanya,lebih baik kau periksa saja keadaannya sekarang,Ia tadi mabuk berat dan jatuh pingsan"
Dokter Bryan pun memeriksa Nicolette.
"Kau tenang saja,dia hanya dehidrasi ringan karena terlalu banyak muntah,kemungkinan besok ia akan merasa pusing dan lemas.Aku sudah meresepkan obatnya dan kau bisa menebusnya".Ucap Dokter Bryan sambil memberikan resep obat padanya.Luzio pun menyuruh anak buahnya untuk menebus obatnya.
"By the way Zi,dia sangat manis.Di mana kau menemukan mahluk semanis ini?Jika kau hanya main-main dengannya,berikan saja padaku.Dengan senang hati aku akan menerimanya,kan ku jadikan ia ratu di mansion ku"
Perkataan Bryan mampu menyulut amarah Luzio
"Pulanglah jika kau masih sayang nyawamu Bryan!"ucap Luzio sambil menodongkan pistol yang ia ambil dari balik jas nya ke kepala sang dokter.Bryan hanya tersenyum kemudian ia pamit pulang.
Bryan paham betul sahabatnya itu,meskipun dia emosian namun ia tak akan sampai hati untuk menghabisi dirinya.Tentu saja,bagaimanapun Bryan pernah menyelamatkan nyawa Luzio.
Dulu Luzio tergeletak di pinggir jalan dengan luka tembak di dada dan di bahu yang cukup parah dan Bryan tidak sengaja menemukannya.Saat itu Bryan baru pulang dari rumah sakit.Ia mengentikan mobilnya dan memberikan pertolongan pertama lalu membawa Luzio pulang dan merawat hingga sembuh.Dari situlah persahabatan Luzio dan Bryan di mulai.
Luzio POV,
Gadis manis ini memang sungguh gila,bisa-bisanya ia minum sendirian hingga mabuk.Bagaimana jika tidak ada orang yang menolongnya,bisa saja ia di lec*hkan bukan?.
Ku pandangi wajah mahluk manis yang tengah tertidur ini,mulut yang sedikit terbuka menambah kesan s*xy.Dadanya yang mengembung naik turun seirama dengan hembusan nafasnya begitu menggoda.Sungguh membuat aku gemas dan ingin merem*snya.
****,bisa-bisanya aku berpikir kotor di saat seperti ini dan lebih si*lnya lagi juniorku terbangun.Akupun bergegas ke kamar mandi dan besolo dulu.Aku harus menidurkan junior ku bukan?.Setelah menuntaskannya,aku bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian.Aku memakai piyama tidur hitam kesukaan ku.
Lalu aku tidur di sofa,aku tidak mungkin tidur di sampingnya.Bagaimanapun aku pria normal,aku takut aku akan melakukan hal yang tidak-tidak padanya nanti.Jadi aku mengalah dan tidur di sofa.
Nicolette POV,
Aku terbangun setelah sinar matahari mengusikku.Kepalaku sangat pusing dan aku merasa sedikit lemas.Aku berusaha memulihkan kesadaranku.Aku sangat terkejut mendapati aku tengah di dalam kamar yang pastinya bukan kamarku dan apa lagi saat melihat ada sosok lelaki di sebelah sana.Ia hanya memakai handuk saja,sepertinya ia habis mandi.Aku meneliti tubuhku terlebih dulu.Aku menjadi semakin kaget ketika aku mendapati diriku hanya mengenakan celana pendek dan tanktop saja.Kemana perginya pakaian ku.Apakah aku sudah.......
Akupun berteriak kencang dan membuat lelaki itu terkejut dan membalikkan badannya.
"Hei,kau kenapa?"pertanyaan itu terdengar sangat konyol bukan.
"Ke,kenapa aku bi bisa di sini?aku menculikku ya!"
"Heh,mana ada aku menculikmu.Kau semalam mabuk dan pingsan di toilet,apa kau tak ingat?"ia kembali bertanya padaku.Aku diam sejenak mencoba mengingat kejadian semalam.
"Kau tidak perlu terkejut aku tidak berbuat apa-apa padamu dan soal pakaian mu,aku menyuruh pembantuku untuk melepasnya,tenang saja ia seorang perempuan.Lagi pula aku sama sekali tidak tertarik dengan tubuhmu itu"ucap laki-laki itu sambil berlalu meninggalkan aku menuju Walk closet miliknya.
Aku bergumam sendiri.Apakah benar aku tidak di apa-apakan?Tapi aku tidak merasakan sakit di tubuhku,mungkin benar aku tidak ia apa-apakan.Tapi tetap saja aku benci dia.Dasar lelaki bere**sek!.Dan oh dasar lelaki si*lan,aku baru saja ingat dia adalah om-om yang memandangiku di club beberapa hari yang lalu.
....................
Setelah drama di kamar tadi,kini Nicolette sudah berada di depan mansion Luzio.Ia sudah merasa baikan setelah di paksa makan bubur dan minum obat oleh Luzio.
Stelah itu Nicolette bergegas keluar mansion untuk pulang.Ia merasa heran,sebab ia melihat mobilnya sudah ada di depan mansion lelaki itu.
"Tak usah kaget,aku menyuruh bodyguard ku untuk membawa mobil mu kemari.Kau pasti sangat ingin pulang bukan?nah pulanglah dan jangan mabuk di club sendirian lagi ya bocah"Ucap Luzio dengan nada mengejek sambil menertawakan Nicolette.
Nicolette meninju lengan Luzio sambil berkata,"Brengs*k! Aku bukan anak kecil yang bisa kau bocah-bocah kan ya!".Yang di tinju pun hanya terkekeh.Ia merasa tidak sakit sama sekali.
Tanpa mengucapkan apapun,gadis itu pergi meninggalkan mansion Luzio dengan mobilnya.Tampak iya menyumpah serapah Luzio.Ia begitu kesal.Kenapa juga ka harus bertemu lelaki itu.
"Dasar om-om menyebalkan!",ucap Nicolette sambil memukul stir nya.Ia malajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil memikirkan alasan apa nanti yang akan di berikan saat kakaknya menanyakan kemana saja ia semalam.
...****************...
Halo guys,jangan lupa dukung terus author ya biar author jadi tambah semangat up episode baru😁 Borahae Readers ku💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments