Mansion keluarga Nicole.
Alarm berdering nyaring.Gadis manis itu terbangun dari tidurnya.Ia mengucek matanya sembari tangan satunya mematikan alarm.Rasanya ia malas sekali untuk bangun dan pergi kuliah.Ia mencoba duduk sambil mengumpulkan kesadaran.
"Nicolette,bangun.Apa kau tidak pergi kuliah?".Ucap sang kakak dari balik pintu kamarnya.Dengan malas gadis manis itu menjawab,"Iya sebentar,aku mandi dulu".Lalu ia bergegas mandi.
Setelah mandi,gadis manis itu memilih pakaian yang ia rasa cocok dengannya.Celana jeans Aqua dan baju kaos lengan pendek menjadi pilihannya.Setelah siap,iapun turun untuk sarapan bersama sang kakak yang sudah menantinya di ruang makan.
"Kak,nanti kakak antar aku ke kampus ya.Aku sedang malas menyetir"ucap gadis itu lalu mengigit sandwich nya.
Marcello pun menjawab"Oke,tapi ingat,pulang kuliah nanti kakak juga yang akan menjemputmu,aku tidak mau kau pergi lagi bersama teman-teman mu dan pulang pagi seperti kejadian beberapa hari yang lalu"
Gadis itu meringis."Maaf kak,malam itu aku menginap di rumah Lova"bohong Nicolette pada kakaknya.
Bukan Nicolette namanya jika tidak membuat ulah.
Setelah sarapan selesai,Marcello mengantar Nicolette ke kampusnya sekalian ia berangkat ke kantornya juga.Kebetulan jalan arah ke kantor melewati kampus adiknya.Marcello mengendarai mobil sport kesayangannya,yaitu Pagani Huayra Tricolore.Mobil itu hanya ada beberapa saja di dunia dan harganya pun cukup fantastis.Tidak heran,karena Marcello adalah CEO SH Group,perusahan terbesar nomor 2 di dunia.
......................
Di kampus.
Nicolette dengan malas melangkahkan kakinya ke kampus.Ya, hari-hari gadis itu memang selalu malas untuk kuliah.Jika di sana tidak ada teman-temannya mungkin ia sudah tidak mau lagi kuliah.
Hari ini mata kuliah di mulai,semua orang fokus mendengarkan apa yang dosen mereka terangkan.Berbeda dengan Nicolette yang tampak mengantuk.Ia sesekali menguap dan menutup mulutnya.Matanya pun sudah berair karena ia memang sangat mengantuk sekali sekarang.
Akhirnya mata kuliah yang bagi Nicholette membosankan itu berakhir.Dan sudah waktunya beristirahat.Nicolette dan teman-temannya sedang menikmati makanan mereka di kantin.
"Nanti malam ke club yuk" ajak Laura."Sudah berapa hari kita tidak ke club"balas Anna lagi.
"Aku dan Kim nanti malam ada balapan,kami tidak bisa ikut"Ucap Charlie lalu ia meminum es kopi kesukaannya.
"Ah kalian selalu saja ada alasan.Benerapa hari yang lalu aku club sendirian tau.Kalian entah kemana.Semua susah di hubungi"Gerutu Nicholette kesal.
Sebenarnya ia lebih kesal karena harus mabuk dan di bawa ke mansion lelaki yang menurutnya lebih mirip om-om.Tapi,temannya tidak ada yang tau kejadian malam itu.
Mereka pun kembali menikmati makanan dan minuman mereka masing-masing.Sesekali mereka tertawa.Persahabatan mereka benar-benar terlihat akrab.
"Aku ke toilet sebentar ya,es stroberi ini membuatku ingin selalu ke toilet"Ucap Nicolette yang tiba-tiba.Lalu ia bergegas berlari ke toilet.
Setelah selesai buang air kecil,ia membasuh tangan di wastafel dan berkaca sebentar.Nicholette di kejutkan dengan sosok laki-laki berpakaian serba hitam yang mengunakan masker lalu kemudian tiba-tiba membekap mulutnya menggunakan sapu tangan.Ia meronta-ronta sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri.
......................
Di Mateo Group.
"Apa!?kenapa kalian tidak becus menjaganya ha!?"ucap Luzio kepada seseorang di telponnya.Lalu ia membanting ponselnya.Rahangnya mengeras dan sorot matanya berubah menjadi sorot mata seperti seseorang yang sedang kesetanan.Ia mengambil pistol tokarev kesayangannya.Lalu menelpon Benvolio untuk menyiapkan anak buahnya dan ikut bersamanya.
Bagaimana Luzio tidak marah,ia mendapatkan kabar bahwa gadis manisnya di culik seseorang dari orang suruhannya yang di tugaskan untuk mengawasi Nicholette.Para bawahannya itu bukannya tidak berusaha melindungi gadis kesayangan tuannya itu,tapi mereka kalah jumlah.Mereka sudah babak bekur di hajar oleh para penculik itu.
Luzio berangkat dengan Benvolio dan para bawahannya setelah sebelumnya ia sudah meminta Benvolio untuk melacak tempat gadis manisnya itu.
.............................
Sementara itu di suatu tempat.
Di dalam sebuah ruangan yang agak gelap dengan lampu remang-remang dan kotor,tampak Nicolette sedang di ikat di sebuah kursi dengan mulut yang di lakban.
"Bangunkan dia!" Ucap seorang laki-laki pada anak buahnya.Lalu mereka mengguyurkan air di kepala Nicolette dan gadis itupun terbangun.
Laki-laki itu menarik paksa lakban yang menempel di mulut Nicolette."Hai manis,kau lebih manis rupanya setelah di lihat langsung begini"
"Siapa kau?! Lepaskan aku sialan!". Nicholette tampak sangat marah sekarang.
Lelaki itu hanya tertawa melihat gadis itu.Baginya kemarahan Nicolette tidak ada artinya sama sekali sekarang.
Ia lalu menjambak rambut gadis itu hingga kepala gadis itu mendongak."Lebih baik kau diam sekarang!,siapa aku itu tidak penting bagimu.Aku akan melenyapkan mu secepatnya.Ayah mu pasti akan sangat sedih mengetahui putri tersayangnya tew*s mengenaskan ".Lalu laki-laki itu mengambil sebilah pisau tajam.Ia menyeringai mengerti sambil memandangi Nicolette.
Nicolette tertawa,ia sama sekali tidak takut dengan laki-laki itu.Ia berpikir jika ia mati hari ini,maka laki-laki itu pun pasti akan menyusulnya juga.Nicolette bukan gadis sembarangan,ia anak dari Lucas Nicole pemilik perusahaan terbesar no.2 di dunia dan kakak ya juga seorang bos mafia.Bahkan jika Nicolette tidak di bun*h,tetap saja nyawa laki-laki itu dalam bahaya.
"Melenyapkan aku aku bilang?hahaha!"Tawa Nicolette pecah mendengar penuturan lelaki itu."Kau sepertinya tidak tau siapa aku ya?dan apa kau lupa ya ayahku itu siapa?,Tapi aku tau sebenarnya kau lelaki lemah yang beraninya hanya dengan perempuan kan?.Ayah ku tidak akan tinggal diam jika tau aku kau culik bahkan meskipun aku tidak kau bunu*h,kau tidak akan selamat!"ucapnya dengan berani.
Ucapan Nicolette mampu membuat lelaki itu sedikit takut.Tapi berusaha menutupi rasa takutnya.
"Tutup mulut mu itu!,kau ternyata begitu berani ya padaku.Wajahmu yang cantik ini akan menarik jika aku ukir sedikit".Lelaki itu menyeringai lalu menggores sedikit bagian bawah mata gadis itu.Meskipun goresannya tidak dalam,tapi mampu membuat darah gadis itu menetes.
Nicolette meringis kesakitan.Ingin sekali rasanya gadis itu memotong tangan lelaki itu karena telah berani menyentuh dan melukai wajahnya.
Dorr!
Dorr!
Dorr!
Tiba-tiba suara pistol datang entah dari mana dan mampu menumbangkan anak buah lelaki itu.Darah segar mereka memercik ke dinding.
"Lepaskan tanganmu kotor mu itu dari wajahnya ber*ngsek!"ucap suara khas bariton lelaki yang kini tiba-tiba muncul di ikuti anak buahnya.
Lelaki yang melukai Nicolette tadi kaget sekaligus takut saat mengetahui siapa yang datang.
...****************...
Hai guys,ketemu lagi sama author.Semoga kalian suka sama cerita author 😇 Terimakasih yang udah mampir dan baca.Borahae💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments