BAB 17 (Dinner)

Sore ini tampak Luzio mengunjungi tempat bisnis Nyonya Luzio.Sebuah toko pakaian merk terkenal bertuliskan "LUSSO ILLIMITATO" yang berarti "KEMEWAHAN TANPA BATAS".Luzio datang kesana sambil membawa papper bag yang berisikan hadiah untuk ibu dari gadis manisnya itu.Ia membelikan Nyonya Laurenzio sebuah kalung berlian sang cantik.Ia tahu selera nyonya Laurenzio.

Ia melangkahkan kaki dengan mantap.

"Selamat datang tuan,ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita penjaga toko itu dengan ramah.

"Ya,aku ada perlu dengan nyonya Laurenzio.Katakan saja Luzio mencarinya"jawab Luzio datar.

Penjaga toko itu kemudian masuk ke sebuah ruangan dan tak lama kemudian ia keluar bersama Nyonya Laurenzio.

"Tuan Lucas,ada apa berkunjung kemari?"tanya Nyonya Laurenzio.

"Aku ada perlu sedikit,tapi sebelumnya ini aku ada hadiah kecil untuk anda"Luzio menyerahkan papper bag yang ia bawa tadi.

"Oh tuan Luzio anda repot-repot sekali.Tapi terima kasih.Aku akan membukanya nanti.Mari ikut aku tuan agar enak mengobrol"Nyonya Laurenzio membawa Luzio ke ruangan untuk tamu VVIP.Maklum toko pakaian miliknya itu sangat besar jadi memang memiliki beberapa ruangan VIP dan VVIP untuk pengunjung dan tamu-tamu pentingnya.Luzio mengikutinya di belakang.Setelah sampai Nyonya Laurenzio mempersiapkan duduk dan kemudian tak lama datau seorang wanita membawakan mereka kopi hangat.

"Katakan apa perlu mu,Tuan"ucap nyonya Laurenzio.

"Em,begini Nyonya aku ingin mengajak putri anda untuk makan malam.Apa anda mengizinkannya?"

"Oh,astaga Tuan.Aku begitu merasa terhormat sekali.Anda meminta izin langsung dari saya.Tentu saja mengizinkannya Tuan jika putriku mau,tapi jika ia tidak mau jangan di paksa ya,tuan"Ucap Nyonya Laurenzio sambil tersenyum.

"Terimakasih Nyonya.Saya akan membawanya pergi dan pulang dengan selamat"

"Aku percaya padamu,Tuan Luzio"

Setelah berbicara sebentar,Luzio pamit pulang.Ia tidak sampai menanti malam tiba.

......................

Malam hari di mansion keluarga Nicole.

Gadis itu tengah siap-siap untuk dinner bersama Luzio.Sore tadi Luzio sudah mengirimnya pesan.

Ia mengenakan risan tipis dan memakai dress selutut berwarna hitam.Rambutnya di biarkan terurai alami.Gadis itu tampak puas dengan penampilannya sekarang.

"Wah,sepertinya ada yang akan dinner?"goda kakaknya.Nicolette kaget melihat kakaknya tiba-tiba datang.Ya,kakaknya itu memang suka sekali tiba-tiba datang menganggunya kadang bahkan ia menjailinya dengan mengambil salah satu karakter Avengers kesayangan miliknya.

"Kau ini hobi sekali masuk kamarku.Jika kau sentuh kesayangan ku yang di lemari itu,ku patahkan tangan mu"Ucap sang adik.Ia takut kakaknya akan mengambil karakter Avengers miliknya.

"Cih,mainan seperti ini saja kau sayang-sayang"ucap sang kakak.

"Dasar pengganggu.Keluar sana"Usir gadis itu.Sang kakak pun keluar sambil terkekeh.

Tak lama kemudian Luzio datang menjemputnya.Setelah berpamitan, merekapun berangkat.

......................

Di restoran mewah.

Mereka tampak sedang menikmati steak.Mereka sama sekali tidak canggung mengingat sebelumnya mereka pernah tinggal bersama.

Cup

Luzio mengecup lembut bibir sang gadis secara tiba-tiba yang membuat sang gadis membolakan matanya.

"Kau ini kenapa sering sekali mencium ku sih om?"gadis itu tampak kesal.

"Ada saus di bibirmu"jawab lelaki itu dengan santai.

"Dasar me-sum!".Gadis itu sangat kesal sekali dengan tingkah lelaki itu.Ingin sekali rasanya ia meninju wajah lelaki itu.

Merekapun melanjutkan acara makan malam mereka.Setelah hidangan pertama habis.Kini mereka menikmati segelas wine.

"Kau cantik sekali malam ini"Ucap Luzio sambil menatap intens sang gadis.

"Ya,aku memang cantik!".Jawab gadis itu ketus.

Luzio tersenyum miring mendengar jawaban gadisnya itu.Ia begitu menggemaskan.

"Tapi Om,aku penasaran sekali bagaimana kau bisa meluluhkan hati mami dan papi?",Tanya Nicolette penasaran.Pasalnya ia tahu betul orang tuanya tidak akan semudah itu mempercayai seseorang.

Luzio kembali tersenyum dan menjawab pertanyaan sang gadis,"Mereka tau jika aku adalah orang yang tepat untukmu"

"Cih,bisa serius tidak?"

"Aku serius.Tataplan mataku.Apakah sorot mataku seperti orang yang berbohong?,aku bahkan tidak mau kau menjadi milik orang lain"

Nicolette terdiam.Memang menurutnya selama ini Luzio memiliki rasa untuknya,tapi kenapa ia tidak pernah menyatakannya?.Apakah perasaan ini hanya akan berputar-putar saja?. Nicholette tidak mungkin menyatakan perasaan terlebih dahulu,ia terlalu gengsi untuk itu.

"Kenapa kau diam?"tanya Luzio lagi.

Kini gantian Nicolette yang menatap lelaki itu tajam.

"Kau serius padaku?"Nicolette balik bertanya.

"Hei bocah,harus berapa kali aku menegaskan bahwa kau adalah milikku dan tidak ada yang boleh memilikimu selain aku" .Ya,itulah cara Luzio menyatakan perasaannya.

"Jadi kau mengklaim aku sebagai milik mu tanpa menyatakan apa perasaanmu pada ku?" Tanya gadis itu lagi.

"Ku rasa semuanya cukup jelas bukan? dan aku rasa aku tidak perlu menjawabnya karena aku yakin kau sudah tau jawabannya".

Nicolette lagi-lagi terdiam.Ia sedang berpikir apakah begini cara pria dewasa menyatakan perasaannya?.Tapi jika di pikir-pikir kejadian ketika Luzio menyelamatkan dirinya sudah bisa menjadi bukti bahwa lelaki itu memang memiliki perasaan kepadanya dan ia juga sebenarnya merasakan hal yang sama.

"Dengarkan aku.Sekali lagi aku mengaskan bahwa kau adalah milikku"Ucap Luzio mantap.

"Oke,baiklah-baiklah.Kau memang lelaki yang kaku,jadi wajar caramu mengungkapkan perasaan seperti ini"Nicolette membolakan matanya dengan malas.

"Maaf,aku bukan tipe pria romantis.Aku tidak bisa memakai cara yang seperti bocah SMP dalam mengungkapkan perasaan"

"Ya,ya,ya.Aku memang sudah tua.Dasar om-om tua!"ucap gadis itu dengan kesal.

Ia menatap gadisnya itu lalu berkata,"Jadi karena kau milikku,kau tidak boleh terlalu dekat dengan laki-laki lain".

"Cih,kau bukan suamiku.Berlebihan sekali".

Mereka lalu lanjut minum wine kembali dan tak lama setelah itu mereka pulang.

......................

Saat di jalan tiba-tiba mobil mereka di tembaki dari belakang.Luzio langsung mendekap sang gadis sambil menyetir.

"Pejamkan matamu dan jangan kau buka sampai aku suruh"ucap Luzio.Ia tahu gadisnya itu sangat ketakutan sekali sekarang.

Luzio melirik dari kaca spionnya ada 3 mobil yang sedang menembaki mobilnya dan sialnya malam ini ia tidak membawa bodyguard satupun.

"Om aku takut"gadis itu sedang gemetaran sekarang sambil memeluk perut lelaki itu.

"Husst,tenang.Semua akan baik-baik saja"

lalu Luzio menyetir dengan tangan sebelah kirinya sedang kan tangan kanannya sibuk menembaki musuhnya di belakang.Posisinya duduknya sangat tidak nyaman sekarang.Gadis itu masih terus memeluk perut Luzio,ia benar-benar takut.

Satu mobil berhasil menyalipnya dan berhenti di depan mobil Luzio yang menyebabkan Luzio mengerem mendadak.

"SHI-T!" Luzio mengumpat,lalu ia menghubungi Benvolio.

"Tetap diam di sini dan jangan keluar.Itu aku sudah menelepon Benvolio,kau bicaralah aku akan keluar menghadapi mereka"

Gadis itu mengangguk,air matanya mengalir.Luzio mengusap rambut sang gadis lalu pergi keluar mobil.

Tampak Luzio tengah berkelahi dan saling tembak dengan beberapa orang.Sementara Nicolette meminta bantuan pada Benvolio melalui ponselnya Luzio.

Jumlah musuh ada dua belas orang.Akankah Luzio mampu menghadapinya sendirian?

...****************...

Hay guys, terimakasih buat yang udah mampir.Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya🤗

BORAHAE PARA READERS KU 💜

Episodes
1 BAB 1 (Visual dan Perkenalan Tokoh)
2 BAB 2 (Awal Dari Segalanya)
3 BAB 3 (Nicolette Terkejut)
4 BAB 4 (Penculikan)
5 BAB 5 (Kegilaan Luzio)
6 BAB 6 (Kekhawatiran Marcello)
7 BAB 7 (Tinggal Bersama)
8 BAB 8 (Nicolette Sakit)
9 BAB 9 (Nicholette Mode Manja dan Mulai Tumbuh Rasa)
10 BAB 10 (Kunjungan Marcello)
11 BAB 11 (Nicolette Sedang BADMOOD)
12 BAB 12 (Jalan-jalan )
13 BAB 13 (Sepi)
14 BAB 14 (Menikmati Waktu Bersama Keluarga)
15 BAB 15 (Luzio Cemburu)
16 BAB 16 (Mulai Terang-terangan)
17 BAB 17 (Dinner)
18 BAB 18 (Nicolette Terluka)
19 BAB 19 (Nicolette Siuman)
20 BAB 20 (Kegilaan Luzio part.2)
21 BAB 21 (Cemburu)
22 BAB 22 (Pertengkaran)
23 BAB 23 (Maaf)
24 BAB 24 (Pertemuan Dua Keluarga Elit)
25 BAB 25 ( Insiden di Kantor Mateo Group)
26 BAB 26 (Bicara Empat Mata Dengan Calon Mertua)
27 BAB 27 (Hari Yang di Tunggu-tunggu)
28 BAB 28 (Nyonya Mateo yang Baik Hati)
29 BAB 29 (Posesif)
30 BAB 30 (Di Tinggal Luzio)
31 BAB 31 (Medan Tempur)
32 BAB 32 (Kepulangan Luzio)
33 BAB 33 (Hujan yang Panas)
34 BAB 34 (Berkunjung ke Mansion Keluarga Nicole)
35 BAB 35 (Mood Nicolette)
36 BAB 36 (Perubahan Nicolette)
37 BAB 37 (Masih Teka-teki)
38 BAB 38 (Wanita Perusak)
39 BAB 39 ( Wanita Ular)
40 BAB 40 (Awal Penyelesaian)
41 BAB 41 (Kabar Bahagia)
42 BAB 42 (Kegembiraan Dua Keluarga)
43 BAB 43 (Permintaan Nicolette)
44 BAB 44 (Kunjungan Kakek)
45 BAB 44 (Ke Mall Bersama Kakek)
46 BAB 46 (Syndrom Cauvade)
47 BAB 47 (Keanehan Luzio)
48 BAB 48 (Sesuatu)
49 BAB 49 (Bagian Dari Masa Lalu Luzio)
50 BAB 50 (Tidak Berdarah Bukan?)
51 BAB 51 (Kehidupan Benvolio Zico)
52 BAB 52 (Masih Tentang Benvolio Zico)
53 BAB 53 (Berbagi DNA Yang Sama)
54 BAB 54 (Berita Duka)
55 BAB 55 (Kembali Bertemu)
56 BAB 56 (INSIDEN)
57 BAB 57 (Hal Yang Mengejutkan)
58 BAB 58 (Gunting Dalam Lipatan)
59 BAB 59 (Menata Kembali)
60 60 (Sebuah Fakta)
61 BAB 61 (Sebuah Ide Gila)
62 BAB 62 (Sisi Lain Dante)
63 BAB 63 (Hanya Boneka)
64 BAB 64 (Sahabat Luzio)
65 BAB 65 (Firasat)
66 BAB 66 (Penyusup)
67 BAB 67(JAVIER)
68 BAB 68 (RUMIT)
69 BAB 69 (Start)
70 BAB 70 (MY ANGER WIFE)
Episodes

Updated 70 Episodes

1
BAB 1 (Visual dan Perkenalan Tokoh)
2
BAB 2 (Awal Dari Segalanya)
3
BAB 3 (Nicolette Terkejut)
4
BAB 4 (Penculikan)
5
BAB 5 (Kegilaan Luzio)
6
BAB 6 (Kekhawatiran Marcello)
7
BAB 7 (Tinggal Bersama)
8
BAB 8 (Nicolette Sakit)
9
BAB 9 (Nicholette Mode Manja dan Mulai Tumbuh Rasa)
10
BAB 10 (Kunjungan Marcello)
11
BAB 11 (Nicolette Sedang BADMOOD)
12
BAB 12 (Jalan-jalan )
13
BAB 13 (Sepi)
14
BAB 14 (Menikmati Waktu Bersama Keluarga)
15
BAB 15 (Luzio Cemburu)
16
BAB 16 (Mulai Terang-terangan)
17
BAB 17 (Dinner)
18
BAB 18 (Nicolette Terluka)
19
BAB 19 (Nicolette Siuman)
20
BAB 20 (Kegilaan Luzio part.2)
21
BAB 21 (Cemburu)
22
BAB 22 (Pertengkaran)
23
BAB 23 (Maaf)
24
BAB 24 (Pertemuan Dua Keluarga Elit)
25
BAB 25 ( Insiden di Kantor Mateo Group)
26
BAB 26 (Bicara Empat Mata Dengan Calon Mertua)
27
BAB 27 (Hari Yang di Tunggu-tunggu)
28
BAB 28 (Nyonya Mateo yang Baik Hati)
29
BAB 29 (Posesif)
30
BAB 30 (Di Tinggal Luzio)
31
BAB 31 (Medan Tempur)
32
BAB 32 (Kepulangan Luzio)
33
BAB 33 (Hujan yang Panas)
34
BAB 34 (Berkunjung ke Mansion Keluarga Nicole)
35
BAB 35 (Mood Nicolette)
36
BAB 36 (Perubahan Nicolette)
37
BAB 37 (Masih Teka-teki)
38
BAB 38 (Wanita Perusak)
39
BAB 39 ( Wanita Ular)
40
BAB 40 (Awal Penyelesaian)
41
BAB 41 (Kabar Bahagia)
42
BAB 42 (Kegembiraan Dua Keluarga)
43
BAB 43 (Permintaan Nicolette)
44
BAB 44 (Kunjungan Kakek)
45
BAB 44 (Ke Mall Bersama Kakek)
46
BAB 46 (Syndrom Cauvade)
47
BAB 47 (Keanehan Luzio)
48
BAB 48 (Sesuatu)
49
BAB 49 (Bagian Dari Masa Lalu Luzio)
50
BAB 50 (Tidak Berdarah Bukan?)
51
BAB 51 (Kehidupan Benvolio Zico)
52
BAB 52 (Masih Tentang Benvolio Zico)
53
BAB 53 (Berbagi DNA Yang Sama)
54
BAB 54 (Berita Duka)
55
BAB 55 (Kembali Bertemu)
56
BAB 56 (INSIDEN)
57
BAB 57 (Hal Yang Mengejutkan)
58
BAB 58 (Gunting Dalam Lipatan)
59
BAB 59 (Menata Kembali)
60
60 (Sebuah Fakta)
61
BAB 61 (Sebuah Ide Gila)
62
BAB 62 (Sisi Lain Dante)
63
BAB 63 (Hanya Boneka)
64
BAB 64 (Sahabat Luzio)
65
BAB 65 (Firasat)
66
BAB 66 (Penyusup)
67
BAB 67(JAVIER)
68
BAB 68 (RUMIT)
69
BAB 69 (Start)
70
BAB 70 (MY ANGER WIFE)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!