Luzio lalu bergegas kembali ke vila.Ia mengendarai mobil seperti orang kesetanan.Yang ada di pikirannya sekarang adalah sang gadis manisnya itu.......
Setelah sampai di Vila,tanpa basa-basi ia langsung menuju kamar utama.Di lihatnya sang gadis sedang terbaring dengan kening yang tertempel plaster penurun panas.
"Apa dokter sudah kemari?"Tanya Luzio pada maid yang menjaga gadisnya.
"Sudah tuan,Nona sudah di periksa dan sudah meminum obat juga"
"Okay,kau boleh pergi.Aku yang akan menjaganya"
"Baik tuan,saya permisi".Sang Maid pun pergi keluar.
Luzio benar khawatir pada gadisnya itu.Ia menyentuh kening sang gadis dan terasa sekali suhunya sangat panas.Ia juga kesal sekali kenapa sang gadis tidak mau mendengarkan perkataannya.Bahkan ia berani berbohong kepada pengawal bahwa ia telah di beri izin untuk berenang.
Luzio hendak berganti pakaian sebentar,tapi tangan sang gadis mencegahnya.
"Jangan pergi lagi,di sini saja temani aku"ucap gadis itu lirih.
"Kau sudah bangun rupanya,aku tidak akan pergi.Aku di sini akan menjagamu"Jawab Luzio sambil mengelus rambut sang gadis."Aku ganti baju dulu ya manis"ucap Luzio dan hanya di jawab anggukan lemah oleh sang gadis.
Entah kenapa gadis itu tiba-tiba tak mau di tinggal oleh Luzio,padahal biasanya ia akan selalu marah-marah jika di dekati Luzio.
Luzio sudah selesai berganti pakaian,kini ia memakai piyama tidur.Ia berjalan menuju ranjang di mana gadis itu tengah terbaring.
"Kau lama sekali"ucap gadis itu lemah.
"Tidak lama,aku hanya menghabiskan waktu 5 menit saja.Tidur lah lagi,demam mu belum turun"
"Aku ingin di peluk,biasanya jika aku sakit aku akan tidur sambil di peluk mami"ucap gadis itu lagi.
"Baiklah-baiklah,jika kau memaksa",Luzio pun ikut berbaring di samping dang gadis dan memeluknya.
Sekarang Luzio merasa sangat puas bisa memeluk sang gadis,betapa tidak biasanya untuk sekedar mencium saja ia harus memaksa.Tapi sekarang lihat lah,bahkan sang gadis yang meminta untuk di peluk tentu saja Luzio kegirangan.
Setelah gadis itu tidur nyenyak,Luzio perlahan-lahan bangkit dari tempat tidurnya.Ia harus ke kamar mandi untuk buang air.
Saat sedang di toilet,Luzio mendengar suara tangisan.Ia lalu bergegas menyudahi buang airnya.Ia melangkah buru-buru.
"Hei kau kenapa menangis?apa ada yang sakit?"ucap Luzio panik
Gadis itu menggelengkan kepala lemah lalu berkata pelan "Kenapa kau meninggalkanku?aku takut sendirian
Ingin sekali Luzio tertawa melihat tingkah manja gadis itu,tapi ia tahan.
"Aku tadi hanya ke kamar mandi,tidurlah lagi"Ia kembali memeluk gadisnya itu dan perlahan sang gadis pun tertidur.
Keesokan harinya lelaki itu terbangun.Ia mendapati gadis manisnya itu masih terlelap.Ia terpana melihat kecantikan sang gadis.Ingin sekali rasanya ia ******* habis bibir sang gadis itu,karena begitu kelihatan menggoda.tapi ia sadar jika sang gadis kini masih sakit.Ia menyentuh kening sang gadis demamnya sudah mulai turun meskipun suhu tubuhnya masih agak panas."Apa perempuan selalu lebih cantik saat tertidur?" gumam Luzio sambil memandangi sang gadis.
Ia lalu membangun sang gadis.Gadis itu harus sarapan dan minum obat.Gadis itupun bangun.Saat gadis itu ingin ke toilet dengan hati-hati Luzio memapahnya,ia menunggu di depan pintu sampai gadis itu selesai dan memapahnya kembali menunju tempat tidur.
"Makanlah dulu bubur ini,lalu minum obat agar kau cepat sembuh dan bisa memarahi ku lagi".Gadis itu menurut.Ia memakan bubur yang di suapkan Luzio.Selesai makan tiba waktunya gadisnya itu harus minum obat.
"Aku tidak mau,itu sangat pahit"ucap gadis itu sambil menutupi mulutnya dengan tangan.
"Kau harus minum ini agar kau sembuh,nanti aku belikan susu stroberi satu truk"ucap laki-laki itu yang sedang berusaha membujuk gadisnya.
Mendengar kata susu stroberi,wajah gadis itu menjadi sumringah.Dan tanpa basa-basi lagi ia meminum obatnya.Luzio hanya terkekeh melihat tingkah sang gadis.
"Sudah ku minum,tapi kau harus menepati janji mu ya om-om pedo"Ucap gadis itu lagi.
Luzio seketika menghentikan kekehannya saat mendengar sang gadis memanggilnya dengan panggilan om-om pedo.Setua itukah aku? Begitu pikir Luzio.
"Jangan panggil aku om-om pedo,aku masih muda"Ujar Luzio yak terima.
"Tapi kau memang seperti om-om".
Luzio hanya menggelengkan kepalanya.Ia tidak mau berdebat dengan gadisnya itu,apa lagi gadisnya itu masih sakit.
......................
3 hari telah berlalu dan Nicolette kini sudah sembuh.Tapi ada yang berubah dari gadis itu,sekarang ia manja sekali dengan Luzio meskipun ia gengsi mengakui bahwa ia jatuh cinta dengan Luzio.Ya,semenjak Luzio merawatnya,gadis itu menjadi dekat dengan Luzio dan mungkin semenjak itu pula perlahan pintu hati sang gadis mulai terbuka.
Siang ini Nicolette dan Luzio sedang duduk di ruang TV.Luzio sibuk dengan tabletnya,ia ada perkejaan yang harus ia selesaikan sementara sang gadis ia duduk di sofa sambil menikmati setoples makanan ringan.Tampak ada beberapa kotak bekas susu stroberi di meja.Tentu saja itu bekas sang gadis.
"Hei om!apakah kau tidak bosan dari tadi hanya berkutat dengan tabletmu itu?sesekali kau perlu main game biar tidak suntuk" Tanya gadis itu
"Aku tidak punya waktu untuk bermain game"ucap Luzio tanpa menoleh.
"Is dasar om-om kaku!".
Nicolette merasa bosan,ia tidak tahu harus apa lagi.Ia ingin sekali jalan-jalan ke luar sana.
"Om,aku ingin jalan-jalan.Aku bosan di sini"Kini bibir gadis itu mulai melengkung.Luzio meletakkan tabletnya dan melihat ke arah gadis manisnya.
"Tidak bisa,kau harus tetap di sini sampai keadaan aman"
"Kau jahat sekali padaku"ia pun cemberut dan matanya berkaca-kaca.
Luzio tidak bisa melihatnya menangis,ia kemudian memeluk gadisnya itu lalu berkata"Hei,jangan menangis, oke-oke,kita akan keluar tapi ingat pakailah pakaian panjang"
Seketika mata gadis itu berbinar lalu ia segera pergi untuk mengganti pakaiannya.
......................
Di mall.
Kini Luzio dan Nicholette tengah menyusuri mall dengan beberapa bodyguard yang mengelilinginya mereka.Luzio menggandeng mesra tangan sang gadis.
Saat tiba di depan toko merchandise Marvel Nicholette langsung menarik tangan Luzio agar ikut dia masuk.
"Om,aku mau itu"Ia menunjuk satu Merchandise karekter Captain Amerika.
"Kau ini seperti bocah saja,baiklah silahkan pilih sesukamu"ucap Luzio pada gadis itu.
Dengan girang gadis itu mengambil keranjang dan memasukkan beberapa karakter Marvel lainnya ke dalam keranjangnya.
"Terimakasih"ucap sang gadis saat kasir memberikan barang belanjaannya.Sementara Luzio memasukkan blackcardnya ke dalam dompet nya lagi.Ia habis jutaan demi menuruti keinginan sang gadis.Tapi baginya uang segitu bukan apa-apa.
Setelah selesai belanja,mereka menuju restoran untuk makan.Mereka menikmati makan siang mereka.Lalu mereka berkeliling mall,membeli pakaian dan pulang.
......................
Malam hari,di kamar utama
"Om, terimakasih untuk hari ini,aku sayang om"ucap gadis itu sambil mencium pipi Luzio.Luzio menjadi salah tingkah sekarang.Ia berdehem untuk menyembunyikan rasa salah tingkahnya itu.
"Tidurlah,aku harus beristirahat ini sudah malam"ucapnya datar.
Sang gadis mengangguk lalu menenggelamkan kepalanya di dada Luzio.Kemudian ia berkata "Aku sayang om,nyaman sekali rasanya berada di sampingmu.Jangam tinggalkan aku ya"pinta gadis itu lalu kemudian terdengar dengkurannya halus.Secepat itu ia tertidur.
Luzio tersenyum dan lagi-lagi ia salah tingkah.Gadisnya baru saja jujur tentang perasaannya kepada dirinya.Setelah susah payah meluluhkan hatinya,akhirnya ia mendapatkan lampu hijau untuk masuk ke hati sang gadis.Ia mengecup kening sang gadis lalu menyusul sang gadis yang sudah di alam mimpi
...****************...
Terimakasih buat yang udah baca dan udah ngasih dukungan.Author jadi tambah semangat buat terus update.🤗
BORAHAE para readers 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments