Di rumah sakit.
Luzio dan Marcello baru saja masuk ke ruangan itu.Di lihatnya oleh mereka nyonya Laurenzio yang tengah tertidur di kursi dengan posisi kepala di letakkan di ranjang Nicolette sambil tangannya menggenggam tangan Nicolette.
"Mamimu baru menangis cukup lama,lalu ia tidur"Ucap tuan Lucas kepada Marcello.
"Tuan dan nyonya pulang dan istirahatlah,biar kami yang menjaga Nicolette "Ucap Luzio kepada mereka.
"Iya pI,lebih baik mami dan papi istirahat saja di rumah.Kami akan menjaga Nicolette, percayakan kepada kami"timpal Marcello.Ia kasihan melihat maminya yang tertidur dengan posisi seperti itu.
"Baiklah,kalau begitu aku akan membawa mami pulang dan akan ku percayakan Nicolette pada kalian"Ucap tuan Lucas.
Tuan Lucas pun membangunkan istrinya dengan lembut dan membawanya pulang.Awalnya Nyonya Laurenzio menolak tapi akhirnya ia mau pulang setelah di bujuk oleh Marcello.
Setelah Tuan dan Nyonya keluarga Nicole tersebut berlalu,kini tinggal mereka berdua.
"Kau lebih baik bersihkan dirimu dulu Tuan,bahkan lukamu belum kau obati"Ucap Marcello pada Luzio.Ya penampilan Luzio sangat kacau sekarang.Kemeja putih yang ia kenakan penuh dengan percikan darah,luka di kakinya dan wajahnya pun darahnya sampai mengering.
"Lukaku tidak seberapa Tuan jika di bandingkan dengan luka yang di alami Nicolette.Dan bagaimana aku harus meninggalkannya dalam keadaan seperti ini"Tampak Luzio tidak rela meninggalkan gadisnya itu.
"Hei,kau lupa siapa aku?jangan khawatir aku kakaknya.Aku akan menjaganya.Kau mandilah dan ganti pakaianmu.Tidak lucu jika nanti Nicolette sadar dan melihat mu lalu mengira kau gembel.Apa kau mau?".Tutur Marcello.
"Ah baiklah jika begitu.Aku akan mandi dan berganti pakaian dulu"
"Sekalian lukamu mu kau obati"
"Baiklah,saya pergi dulu Tuan"
"Em tinggu sebentar,aku kurang nyaman kau panggil dengan sebutan Tuan.Panggilah aku dengan nama ku saja"Pinta Marcello.
"Sebenarnya aku juga begitu,jadi mari kita saling panggil dengan nama saja tanpa embel-embel Tuan"
"Itu lebih bagus"Ucap Marcello lagi.
Luzio pun keluar meninggalkan ruangan itu.Sementara Marcello duduk di kursi di samping ranjang sang adik.Ia sedih melihat keadaan adiknya.Ia menyentuh tangan adiknya dengan lembut lalu berkata.
"Hei princess ku.Bangunlah,aku merindukan tawa dan senyuman mu.Mami dan papi pun merindukan mu".Ia tidak tidur sama sekali dan terus memandangi adiknya itu.Ia.begitu takut sekali kehilangan adik kesayangannya itu.
Hingga tiba-tiba tangan sang adik bergerak dan perlahan ia membuka matanya.
"Kau sudah bangun princess?"
Nicolette terdiam sambil melihat ke sekeliling,kemudian ia berkata dengan lirih"Haus kak,aku ingin minum"
"Ah ini minumlah"Luzio memberikan segelas air putih dan membantu adiknya minum melalui sedotan.Kemudian Luzio menekan tombol call nurse.Dan tak lama datanglah dokter dan beberapa perawat untuk memeriksa keadaan Nicolette.
"Bagaimana dok, keadaan adik saya?"
"Nyonya muda sudah lebih baik Tuan,hanya saja jangan dulu banyak bergerak karena luka di bagian punggungnya bisa robek kembali atau mengeluarkan darah lagi,untuk detak jantung dan denyut nadinya juga sudah normal,tekanan darahnya pun berangsur membaik karena sudah mendapatkan transfusi darah"Jelas dokter tersebut.
"Ah,syukurlah"Jawab Luzio lega.
"kami permisi dulu ya tuan,jika terjadi apa-apa dengan Nyonya muda hubungi kami"Ucap dokter
"Iya dok, terimakasih"
"sama-sama" dokter pun meninggalkan ruangan itu.
"Kak dimana Luzi? bagaimana keadaan Luzio?apa dia baik-baik saja?"tanya Nicholette.Padahal ia baru saja membuka matanya tapi ia langsung menanyakan keadaan Luzio sedangkan ia sendiri baru saja siuman.Marcello benar-benar tidak habis pikir.
"Ia sedang pulang untuk mandi.Di saat kau seperti ini kenapa kau masih peduli dia?"tanya sang kakak.
"Entahlah kak,aku hanya merasa takut dia kenapa-kenapa"
"Ah,sepertinya dugaan ku benar"
"Maksud kakak?".
Belum sempat Marcello menjawab,Luzio membuka pintu dan masuk.
"Apa aku menganggu pembicaraan kalian?"ucap Luzio.Ia melihat kakak dan adik itu kompak terdiam sambil menatapnya.
"Tidak"Jawab Nicolette singkat.
"Kau sudah siuman rupanya bocah"
" Berhentilah memanggilku bocah om!"kini gadi itu tampak marah.
"Ya,ya,ya.Oh ini aku membawakan mu cake dan makanan juga kopi untuk kakakmu"Ucap Luzio sambil menaruh dua paper bag di nakas.
"Sebaiknya kau makan dulu lalu pulanglah.Kau juga harus mandi.Biar aku yang menjaga Nicolette"ucap Luzio pada Marcello.Marcello pun mengiyakannya.
Setelah makan roti dan minum kopi,Marcello pamit pulang.
"Kakak pulang dulu ya princess ku.Aku akan kembali setelah urusanku selesai"lalu Marcello mengecup kening sang adik dan mengusap rambut adiknya itu.
"Kau jaga adikku baik-baik"ucap Marcello kepada Luzio.
"Hem"jawabnya singkat.
Marcello pun berlalu,kini tinggal mereka berdua di ruangan itu.
"Apa lukamu masih sangat sakit Hem?"Luzio menatap gadis itu.Ada rasa bersalah di hatinya.
"Sudah tidak terlalu,tadi aku sudah minum obat.Kau tadi kemana?"Tanya gadis itu lirih.
"Aku tadi ke mansion sebentar untuk membersihkan diri"
Mereka sama-sama diam,dan suasana pun menjadi canggung.Hingga lima menit kemudian Luzio memulai membuka pembicaraan.
"Aku minta maaf.Karena aku,kau berakhir terbaring di sini"
"Hei,lihat aku.Ini bukan salah siapa-siapa.Toh merek juga dari awal memang mengincarku"Ucap Nicolette lalu memegang tangan Luzio.
"Ini sudah resiko menjadi anak dari seorang Lucas Nicole.Di luaran sana pasti masih banyak lagi musuh papi yang mengincar aku dan keluarga ku"Lanjut gadis itu lagi.
Luzio kemudian menggenggam tangan gadis itu dan berkata dengan mantap."Aku tenang lah,selama aku masih bernafas,aku akan melindungi mu"
Nicolette tersenyum.Ia tahu Luzio akan melindunginya tapi yang membuat ia tersenyum bukanlah hal itu.Ia teringat kisahnya pertama kali bertemu Luzio hingga sampai sekarang.Jika di ingat-ingat lagi semua begitu lucu bagi Nicolette.Ia juga tidak tahu mengapa Luzio begitu menginginkannya.Tapi apapun itu,kini Nicolette juga menyayangi lelaki itu.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak bagi yang sudah membaca 🤗
BORAHAE PARA READERS KU 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments