BAB 19 (Nicolette Siuman)

Di rumah sakit.

Luzio dan Marcello baru saja masuk ke ruangan itu.Di lihatnya oleh mereka nyonya Laurenzio yang tengah tertidur di kursi dengan posisi kepala di letakkan di ranjang Nicolette sambil tangannya menggenggam tangan Nicolette.

"Mamimu baru menangis cukup lama,lalu ia tidur"Ucap tuan Lucas kepada Marcello.

"Tuan dan nyonya pulang dan istirahatlah,biar kami yang menjaga Nicolette "Ucap Luzio kepada mereka.

"Iya pI,lebih baik mami dan papi istirahat saja di rumah.Kami akan menjaga Nicolette, percayakan kepada kami"timpal Marcello.Ia kasihan melihat maminya yang tertidur dengan posisi seperti itu.

"Baiklah,kalau begitu aku akan membawa mami pulang dan akan ku percayakan Nicolette pada kalian"Ucap tuan Lucas.

Tuan Lucas pun membangunkan istrinya dengan lembut dan membawanya pulang.Awalnya Nyonya Laurenzio menolak tapi akhirnya ia mau pulang setelah di bujuk oleh Marcello.

Setelah Tuan dan Nyonya keluarga Nicole tersebut berlalu,kini tinggal mereka berdua.

"Kau lebih baik bersihkan dirimu dulu Tuan,bahkan lukamu belum kau obati"Ucap Marcello pada Luzio.Ya penampilan Luzio sangat kacau sekarang.Kemeja putih yang ia kenakan penuh dengan percikan darah,luka di kakinya dan wajahnya pun darahnya sampai mengering.

"Lukaku tidak seberapa Tuan jika di bandingkan dengan luka yang di alami Nicolette.Dan bagaimana aku harus meninggalkannya dalam keadaan seperti ini"Tampak Luzio tidak rela meninggalkan gadisnya itu.

"Hei,kau lupa siapa aku?jangan khawatir aku kakaknya.Aku akan menjaganya.Kau mandilah dan ganti pakaianmu.Tidak lucu jika nanti Nicolette sadar dan melihat mu lalu mengira kau gembel.Apa kau mau?".Tutur Marcello.

"Ah baiklah jika begitu.Aku akan mandi dan berganti pakaian dulu"

"Sekalian lukamu mu kau obati"

"Baiklah,saya pergi dulu Tuan"

"Em tinggu sebentar,aku kurang nyaman kau panggil dengan sebutan Tuan.Panggilah aku dengan nama ku saja"Pinta Marcello.

"Sebenarnya aku juga begitu,jadi mari kita saling panggil dengan nama saja tanpa embel-embel Tuan"

"Itu lebih bagus"Ucap Marcello lagi.

Luzio pun keluar meninggalkan ruangan itu.Sementara Marcello duduk di kursi di samping ranjang sang adik.Ia sedih melihat keadaan adiknya.Ia menyentuh tangan adiknya dengan lembut lalu berkata.

"Hei princess ku.Bangunlah,aku merindukan tawa dan senyuman mu.Mami dan papi pun merindukan mu".Ia tidak tidur sama sekali dan terus memandangi adiknya itu.Ia.begitu takut sekali kehilangan adik kesayangannya itu.

Hingga tiba-tiba tangan sang adik bergerak dan perlahan ia membuka matanya.

"Kau sudah bangun princess?"

Nicolette terdiam sambil melihat ke sekeliling,kemudian ia berkata dengan lirih"Haus kak,aku ingin minum"

"Ah ini minumlah"Luzio memberikan segelas air putih dan membantu adiknya minum melalui sedotan.Kemudian Luzio menekan tombol call nurse.Dan tak lama datanglah dokter dan beberapa perawat untuk memeriksa keadaan Nicolette.

"Bagaimana dok, keadaan adik saya?"

"Nyonya muda sudah lebih baik Tuan,hanya saja jangan dulu banyak bergerak karena luka di bagian punggungnya bisa robek kembali atau mengeluarkan darah lagi,untuk detak jantung dan denyut nadinya juga sudah normal,tekanan darahnya pun berangsur membaik karena sudah mendapatkan transfusi darah"Jelas dokter tersebut.

"Ah,syukurlah"Jawab Luzio lega.

"kami permisi dulu ya tuan,jika terjadi apa-apa dengan Nyonya muda hubungi kami"Ucap dokter

"Iya dok, terimakasih"

"sama-sama" dokter pun meninggalkan ruangan itu.

"Kak dimana Luzi? bagaimana keadaan Luzio?apa dia baik-baik saja?"tanya Nicholette.Padahal ia baru saja membuka matanya tapi ia langsung menanyakan keadaan Luzio sedangkan ia sendiri baru saja siuman.Marcello benar-benar tidak habis pikir.

"Ia sedang pulang untuk mandi.Di saat kau seperti ini kenapa kau masih peduli dia?"tanya sang kakak.

"Entahlah kak,aku hanya merasa takut dia kenapa-kenapa"

"Ah,sepertinya dugaan ku benar"

"Maksud kakak?".

Belum sempat Marcello menjawab,Luzio membuka pintu dan masuk.

"Apa aku menganggu pembicaraan kalian?"ucap Luzio.Ia melihat kakak dan adik itu kompak terdiam sambil menatapnya.

"Tidak"Jawab Nicolette singkat.

"Kau sudah siuman rupanya bocah"

" Berhentilah memanggilku bocah om!"kini gadi itu tampak marah.

"Ya,ya,ya.Oh ini aku membawakan mu cake dan makanan juga kopi untuk kakakmu"Ucap Luzio sambil menaruh dua paper bag di nakas.

"Sebaiknya kau makan dulu lalu pulanglah.Kau juga harus mandi.Biar aku yang menjaga Nicolette"ucap Luzio pada Marcello.Marcello pun mengiyakannya.

Setelah makan roti dan minum kopi,Marcello pamit pulang.

"Kakak pulang dulu ya princess ku.Aku akan kembali setelah urusanku selesai"lalu Marcello mengecup kening sang adik dan mengusap rambut adiknya itu.

"Kau jaga adikku baik-baik"ucap Marcello kepada Luzio.

"Hem"jawabnya singkat.

Marcello pun berlalu,kini tinggal mereka berdua di ruangan itu.

"Apa lukamu masih sangat sakit Hem?"Luzio menatap gadis itu.Ada rasa bersalah di hatinya.

"Sudah tidak terlalu,tadi aku sudah minum obat.Kau tadi kemana?"Tanya gadis itu lirih.

"Aku tadi ke mansion sebentar untuk membersihkan diri"

Mereka sama-sama diam,dan suasana pun menjadi canggung.Hingga lima menit kemudian Luzio memulai membuka pembicaraan.

"Aku minta maaf.Karena aku,kau berakhir terbaring di sini"

"Hei,lihat aku.Ini bukan salah siapa-siapa.Toh merek juga dari awal memang mengincarku"Ucap Nicolette lalu memegang tangan Luzio.

"Ini sudah resiko menjadi anak dari seorang Lucas Nicole.Di luaran sana pasti masih banyak lagi musuh papi yang mengincar aku dan keluarga ku"Lanjut gadis itu lagi.

Luzio kemudian menggenggam tangan gadis itu dan berkata dengan mantap."Aku tenang lah,selama aku masih bernafas,aku akan melindungi mu"

Nicolette tersenyum.Ia tahu Luzio akan melindunginya tapi yang membuat ia tersenyum bukanlah hal itu.Ia teringat kisahnya pertama kali bertemu Luzio hingga sampai sekarang.Jika di ingat-ingat lagi semua begitu lucu bagi Nicolette.Ia juga tidak tahu mengapa Luzio begitu menginginkannya.Tapi apapun itu,kini Nicolette juga menyayangi lelaki itu.

...****************...

Jangan lupa tinggalkan jejak bagi yang sudah membaca 🤗

BORAHAE PARA READERS KU 💜

Episodes
1 BAB 1 (Visual dan Perkenalan Tokoh)
2 BAB 2 (Awal Dari Segalanya)
3 BAB 3 (Nicolette Terkejut)
4 BAB 4 (Penculikan)
5 BAB 5 (Kegilaan Luzio)
6 BAB 6 (Kekhawatiran Marcello)
7 BAB 7 (Tinggal Bersama)
8 BAB 8 (Nicolette Sakit)
9 BAB 9 (Nicholette Mode Manja dan Mulai Tumbuh Rasa)
10 BAB 10 (Kunjungan Marcello)
11 BAB 11 (Nicolette Sedang BADMOOD)
12 BAB 12 (Jalan-jalan )
13 BAB 13 (Sepi)
14 BAB 14 (Menikmati Waktu Bersama Keluarga)
15 BAB 15 (Luzio Cemburu)
16 BAB 16 (Mulai Terang-terangan)
17 BAB 17 (Dinner)
18 BAB 18 (Nicolette Terluka)
19 BAB 19 (Nicolette Siuman)
20 BAB 20 (Kegilaan Luzio part.2)
21 BAB 21 (Cemburu)
22 BAB 22 (Pertengkaran)
23 BAB 23 (Maaf)
24 BAB 24 (Pertemuan Dua Keluarga Elit)
25 BAB 25 ( Insiden di Kantor Mateo Group)
26 BAB 26 (Bicara Empat Mata Dengan Calon Mertua)
27 BAB 27 (Hari Yang di Tunggu-tunggu)
28 BAB 28 (Nyonya Mateo yang Baik Hati)
29 BAB 29 (Posesif)
30 BAB 30 (Di Tinggal Luzio)
31 BAB 31 (Medan Tempur)
32 BAB 32 (Kepulangan Luzio)
33 BAB 33 (Hujan yang Panas)
34 BAB 34 (Berkunjung ke Mansion Keluarga Nicole)
35 BAB 35 (Mood Nicolette)
36 BAB 36 (Perubahan Nicolette)
37 BAB 37 (Masih Teka-teki)
38 BAB 38 (Wanita Perusak)
39 BAB 39 ( Wanita Ular)
40 BAB 40 (Awal Penyelesaian)
41 BAB 41 (Kabar Bahagia)
42 BAB 42 (Kegembiraan Dua Keluarga)
43 BAB 43 (Permintaan Nicolette)
44 BAB 44 (Kunjungan Kakek)
45 BAB 44 (Ke Mall Bersama Kakek)
46 BAB 46 (Syndrom Cauvade)
47 BAB 47 (Keanehan Luzio)
48 BAB 48 (Sesuatu)
49 BAB 49 (Bagian Dari Masa Lalu Luzio)
50 BAB 50 (Tidak Berdarah Bukan?)
51 BAB 51 (Kehidupan Benvolio Zico)
52 BAB 52 (Masih Tentang Benvolio Zico)
53 BAB 53 (Berbagi DNA Yang Sama)
54 BAB 54 (Berita Duka)
55 BAB 55 (Kembali Bertemu)
56 BAB 56 (INSIDEN)
57 BAB 57 (Hal Yang Mengejutkan)
58 BAB 58 (Gunting Dalam Lipatan)
59 BAB 59 (Menata Kembali)
60 60 (Sebuah Fakta)
61 BAB 61 (Sebuah Ide Gila)
62 BAB 62 (Sisi Lain Dante)
63 BAB 63 (Hanya Boneka)
64 BAB 64 (Sahabat Luzio)
65 BAB 65 (Firasat)
66 BAB 66 (Penyusup)
67 BAB 67(JAVIER)
68 BAB 68 (RUMIT)
69 BAB 69 (Start)
70 BAB 70 (MY ANGER WIFE)
Episodes

Updated 70 Episodes

1
BAB 1 (Visual dan Perkenalan Tokoh)
2
BAB 2 (Awal Dari Segalanya)
3
BAB 3 (Nicolette Terkejut)
4
BAB 4 (Penculikan)
5
BAB 5 (Kegilaan Luzio)
6
BAB 6 (Kekhawatiran Marcello)
7
BAB 7 (Tinggal Bersama)
8
BAB 8 (Nicolette Sakit)
9
BAB 9 (Nicholette Mode Manja dan Mulai Tumbuh Rasa)
10
BAB 10 (Kunjungan Marcello)
11
BAB 11 (Nicolette Sedang BADMOOD)
12
BAB 12 (Jalan-jalan )
13
BAB 13 (Sepi)
14
BAB 14 (Menikmati Waktu Bersama Keluarga)
15
BAB 15 (Luzio Cemburu)
16
BAB 16 (Mulai Terang-terangan)
17
BAB 17 (Dinner)
18
BAB 18 (Nicolette Terluka)
19
BAB 19 (Nicolette Siuman)
20
BAB 20 (Kegilaan Luzio part.2)
21
BAB 21 (Cemburu)
22
BAB 22 (Pertengkaran)
23
BAB 23 (Maaf)
24
BAB 24 (Pertemuan Dua Keluarga Elit)
25
BAB 25 ( Insiden di Kantor Mateo Group)
26
BAB 26 (Bicara Empat Mata Dengan Calon Mertua)
27
BAB 27 (Hari Yang di Tunggu-tunggu)
28
BAB 28 (Nyonya Mateo yang Baik Hati)
29
BAB 29 (Posesif)
30
BAB 30 (Di Tinggal Luzio)
31
BAB 31 (Medan Tempur)
32
BAB 32 (Kepulangan Luzio)
33
BAB 33 (Hujan yang Panas)
34
BAB 34 (Berkunjung ke Mansion Keluarga Nicole)
35
BAB 35 (Mood Nicolette)
36
BAB 36 (Perubahan Nicolette)
37
BAB 37 (Masih Teka-teki)
38
BAB 38 (Wanita Perusak)
39
BAB 39 ( Wanita Ular)
40
BAB 40 (Awal Penyelesaian)
41
BAB 41 (Kabar Bahagia)
42
BAB 42 (Kegembiraan Dua Keluarga)
43
BAB 43 (Permintaan Nicolette)
44
BAB 44 (Kunjungan Kakek)
45
BAB 44 (Ke Mall Bersama Kakek)
46
BAB 46 (Syndrom Cauvade)
47
BAB 47 (Keanehan Luzio)
48
BAB 48 (Sesuatu)
49
BAB 49 (Bagian Dari Masa Lalu Luzio)
50
BAB 50 (Tidak Berdarah Bukan?)
51
BAB 51 (Kehidupan Benvolio Zico)
52
BAB 52 (Masih Tentang Benvolio Zico)
53
BAB 53 (Berbagi DNA Yang Sama)
54
BAB 54 (Berita Duka)
55
BAB 55 (Kembali Bertemu)
56
BAB 56 (INSIDEN)
57
BAB 57 (Hal Yang Mengejutkan)
58
BAB 58 (Gunting Dalam Lipatan)
59
BAB 59 (Menata Kembali)
60
60 (Sebuah Fakta)
61
BAB 61 (Sebuah Ide Gila)
62
BAB 62 (Sisi Lain Dante)
63
BAB 63 (Hanya Boneka)
64
BAB 64 (Sahabat Luzio)
65
BAB 65 (Firasat)
66
BAB 66 (Penyusup)
67
BAB 67(JAVIER)
68
BAB 68 (RUMIT)
69
BAB 69 (Start)
70
BAB 70 (MY ANGER WIFE)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!